Petualangan Anak Banten

Petualangan Anak Banten
Part 66


__ADS_3

malam semakin larut , jam di hp gue sudah pukul 22:00 sementara kami belum pada tidur karena perut kelaparan , selagi menunggu beberapa teman gue yang membeli makanan keluar karena hujan baru saja berhenti kami maen kartu remi , ada juga yang menonton tv . sampai mojok berduaan. gue sih maen kartu lalu sela dibelakang gue melingkarkan tangannya diperut dan menyenderkan kepalanya dipunggung gue (posisinya seperti berboncengan dimotor) . lama juga posisi seperti itu


"yang laper" kata sela , gue menengok kebelakang


"iya yang sabar , kan temen aku lagi beli makan" kata gue


"kamu sih yang tadi harusnya bawa mobil biar ga kehujanan kalau beli makan" kata sela


"sudah ga apa apa , jangan sesali yang udah terjadi yang" kata gue , gue kecup kening sela lalu melanjutkan permainan kartu


22:30 makanan belum juga sampai , gue juga sudah lemas menunggu ini . gue tengok sela kebelakang mukanya seperti menahan sakit


"kamu kenapa yang?" kata gue membalikan badan


"perut aku sakit yang" kata sela


"kamu punya magh ya?" kata gue , sela hanya mengagukan kepalanya , bibirnya agak sedikit pucat , matanya sayu


"van telepon si bon suruhi cepetan , nih cewe gue sakit!" kata gue teriak ke ivan


"iya iya nih gue telepon" ivan mengambil hpnya yang ada di saku


"sabar ya sayang" kata gue, gue peluk sela


"ke kamar dulu ya sayang" kata gue menggendongnya menuju kamar ,


"kamu bakalan sembuh ko" kata gue senyum ke sela , sela juga senyum ke gue walau terlihat lemas. lalu gue baringkan sela dikasur. gue cium kening sela . gue pegang erat tangannya yang dingin


"sabar ya sayang" kata gue , sela mengangguk .


23:00 sampai saat ini teman gue belum juga kembali, ivan lari ke arah kamar yang gue tempati agak tergesa gesa .


"woi van kemana itu si boni?" kata gue agak kesal


"si boni kecelakaan **** sama marwan !, itu ada bapak bapak bilangin tadi" kata ivan , gue sontak kaget , gue melihat sela juga lemas , mau ninggalin juga ga tega


"coba panggil anak cewe suruh temenin sela!" kata gue ke ivan


"iya bentar bentar" kata ivan , gue mau bangun tapi tangan gue dipegang erat sela , seakan gue ga dibolehin pergi .


"sebentar ya sayang , aku beli obat dulu deh ke warung" kata gue , sela geleng geleng kepala , dia menangis , gue jadi ikut sedih melihat pujaan hati gue seperti ini


"duh lama amat si ivan lu ah" kata gue menggerutu sendiri .


mbah tam muncul disamping gue ,


"apakah ada yang bisa saya bantu bro sandi?" kata mbah tam


"mbah bisa beliin obat prom*gh ga diwarung?" kata gue


"saya tidak bisa bro sandi , yang ada orang akan ketakuan ,tapi nanti saya bantu mencarinya" kata mbah tam , pikiran gue ini ko mbah tam lebih ngerti ya ga kayak mbah put yang polos , pasti kalau ini mbah put dia nanya "obat prom* itu apa bro sandi?" , sebenernya sih gue seperti itu karena gue sering bercanda sama mbah put bukan karena gue ga sopan yaa


"oh iya deh mbah tam ga apa apa , nanti ikut saya ya keluar" kata gue


"baik bro sandi" kata mbah tam ,


sesudah itu ivan dateng dengan beberapa teman gue yang cewe


"tolong jagain sela , gue mau ke warung beli obat sekalian beli makanan" kata gue pada teman teman gue , mau bangun tapi tangan gue dipegang erat sela ,


"sayang aku beli obat dulu bentar ya " kata gue senyum dekat wajah sela


"kamu hati hati sayang, jangan ngebut ngebut" kata sela , sungguh gue melihat sela ga tega .


"iya sayang pasti" kata gue mengecup bibir sela .


"kalau ada apa apa telepon" kata gue kemudian lari ke arah teras . mbah tam mengikuti gue dari belakang


ivan mengikuti gue juga


"eh boni mana van?" kata gue


"dirumah warga katanya sih , tadi gue ditelepon anak anak yang kesana" kata ivan


"terus lu mau kemana?" kata gue


"ikut lu lah" kata ivan


"lu disini aja **** jagain yang lain , lihat tuh cewe cewe kasihan pada ketakuan cowonya cuma cecep doang " kata gue menunjuk temen temen gue yang lagi duduk melingkar ditengah tengahnya cecep (enak bener ya dia) , dan sebagian jagain sela


"kalau ada setan juga gue teriak san" kata ivan


"teriak aja yang keceng van biar pada denger hehe" kata gue


"**** lu serius tapi ya udah deh gue disini aja" kata ivan


"nanti kalau ada yang kesurupan gue telepon lu" kata ivan


"ada cecep van" kata gue


"ah dia mah gitu lah , tau sendiri lu" kata ivan


"ya ya gue jalan dulu" kata gue ,


gue menghidupkan motor gue , tepat dibelakang ivan muncul sosok hantu cewe yang tadi siang bilang "mati diperkosa" tersenyum ke arah gue , gue lihat sekeliling mbah tam tidak ada , "kemana ini ular" dalam hati .


"van hati hati , baca doa!" kata gue


"ada apa san?" kata ivan melihat sekitar


"nanti juga tau , gue pergi dulu" kata gue

__ADS_1


"woi serius ada apa!" kata ivan teriak , gue ga jawab lalu pergi . gue pacu agak cepat motor gue , didepan sana ada mbah tam , sambil bawa motor gue bertanya sama mbah tam


"mbah ko tadi tidak ada?" kata gue ,


"saya bantu bro sandi mencari warung jadi saya jalan duluan" kata mbah tam emoticon-Hammer


"mbah tau warung?" kata gue bingung


"tau dari pemilik lama saya bro sandi , saya pernah ke warung" kata mbah tam


"pemilik lama? dimana mbah?" kata gue


"dia ada disekitar pesisir pantai selatan bro sandi sekarang sudah meninggal, kalau hanya warung saya tau cuma tempatnya bukan dipesisir pantai agak jauh ke kota " kata mbah tam


"ohh gitu ya mbah , yaudah lebih cepat jalannya mbah" kata gue , kemudian dia menghilang


gue lihat sekitar jalan itu sudah sepi dan ada beberapa warung gue lewati karena sudah tutup . ada suara petir agak besar disertai hujan yang turun kembali , kali ini lebih lebat dan sangat deras disertai angin kencang . gue terus pacu motor gue walau hujan hujanan demi sela . gue lihat ga lama ada warung yang buka walau sudah cukup jauh dari villa lalu gue menuju kesana . baju dan celana sudah basah kuyup diterpa hujan badai . ngerti juga karena dekat laut


"misi bu mau beli ! ! !" kata gue mengetuk pintu , warung kecil sih tapi ada tempat untuk makannya didepan . gue lihat juga masih ada lauk pauknya . ga lama keluar tuh anak kecil ya mungkin baru usia 8-9 tahunan kali ya cewe rambutnya panjang , dibelakangnya ada macan hitam .


"mamah mamah ada yang beli" kata anak kecil itu , lalu dia melihat gue ,tatapannya tajam gue bales senyum


"om . . om . . . yang punya ular itu ya?" kata anak kecil


"mana ga ada ular?" kata gue melihat tidak ada mbah tam


"tadi dia lewat depan sini" kata anak kecil


"ko kamu bisa lihat?" kata gue menundukan kepala


"hati hati om" kata anak kecil


"hati hati kenapa dek?" kata gue


eh ga lama keluar tuh ibu ibu , lebih tepatnya bukan ibu ibu sih tapi teteh teteh . cakep banget dah mana bulet itu dadanya, cuma pakai tanktop dan celana pendek , aduh kalau ada cowo iseng pasti udah di apa apain ini cewe pikir gue .


"mah om ini mau beli obat buat pacarnya" kata anak kecil


"loh ko kamu tau dek , kan om belum ngomong?" kata gue


"saya baca pikiran om" kata anak kecil , buset masih kecil dah baca pikran , dan diikutin macan hitam . dah gedenya gimana ini bocah , terus itu teteh cakep ternyata mamahnya


"hayo om mikir tentang mamah kan?" kata anak kecil itu melihat gue dan mamahnya . gue malu sumpah


"hus udah , wajar lah laki laki ca" kata teteh warung


"namanya siapa teh?" kata gue


"caca a , ini a obatnya , ada lagi yang mau dibeli?" kata teteh warung , gue mengambil obat itu , gue termenung mendengar kata "caca" tadi ,


"om ini juga lapar mah , bungkusin makanan" kata anak kecil


"tidak apa apa teh , bungkusin nasi aja 10 bungkus deh" kata gue


"secukupnya saja ya a , ini sudah dikit a" kata teteh warung


"yaudah teh ga apa apa" kata gue , kemudian teteh itu pergi kedalam warungnya itu . gue jongkok depan anak kecil itu ,


"hey caca ya namanya" kata gue


"iya om" kata anak kecil


"sandi" kata gue mengulurkan tangan gue ke tangan anak kecil ini . masih kecil udah cantik haha, mungkin ketularan emak nya


"om auranya bagus loh , jadi orang yang dekat sama om ga bakalan bosen . tapi om harus jaga emosi ya karena terlalu bahaya nanti" kata anak kecil , masih kecil aja omongannya udah kaya gitu


"makasih ya caca kecil udah ingetin" kata gue senyum


"sama sama om sandi" kata anak kecil senyum juga


"tadi kata caca hati hati sama ular? memangnya ada apa?" kata gue serius . tapi lagi lagi ibunya ini datang


"ini aa semuanya cuma ada 6 bungkus" kata teteh warung.


"eh iya teh ga apa apa , bungkus dengan plastik yang banyak biar ga masuk air hujan , mau aku bawa sekarang" kata gue


"jangan hujan hujanan a nanti sakit , itu juga baju sudah basah semua , mau ganti ga a" kata teteh warung , memang hujan belum reda tapi mau gimana lagi


"ga apa apa teh , ga usah ganti tanggung" kata gue .


ga lama telepon gue berdering "cecep"


"kenapa cep" kata gue , gue agak was was


"san cepet pulang , ini ada 3 orang kesurupan termasuk ivan!" kata cecep panik


"sela gimana?" kata gue


"dia ga kesurupan cuma pingsan san , cepetan!" cecep teriak


"OTW!" kata gue teriak juga


gue bergegas bayar dan meninggalkan warung itu .


"hati hati ya om , banyak itu" kata anak kecil, gue cuma senyum


gue kembali hujan hujanan menuju villa . pohon pohon dijalanan itu (bukan pohon kelapa) ada penunggunya yang berambut panjang mereka sepanjang jalan menertawakan gue "hihihihihihhihihihihihhi" . ditambah sebelah kiri gue gemuruh suara ombak menambah seram jalanan malam itu . bukan karena gue takut setan sih tapi takut akan laut yang meluap.


sampai juga gue didepan vila , didepan villa ada seseorang berbadan hitam seperti manusia sedang duduk dikursi tempat gue tadi bermain gitar dengan sela dengan mata merah melotot ke arah gue


"mau apa kamu disini!" kata gue

__ADS_1


"kalian terlalu ribut malam ini" kata setan hitam itu


"lalu apa caranya seperti ini?" kata gue


"hahahahaha , inilah cara jin menakuti manusia" kata setan hitam itu


"pergi atau saya bakar ? ! ?" kata gue


"hahahaha" kata setan itu kemudian menghilang


gue masuk kedalam rumah , gue lihat kearah sana cewe cewe sudah menangis histeris , ivan dan 2 teman cewe gue kesurupan . ivan kesurupan pocong lagi , dia loncat loncat didapur dan tidak ada yang memeganginya (pocong yang malang di diemin , eh ivan maksud gue) . 2 cewe yang kesurupan , satu ada ditangga , satu depan kamar mandi . mereka teriak dan tertawa sendiri . semua setan yang masuk ke badan teman teman gue ini termasuk jin jail yang ada disekitar sini .


teman teman cewe yang tadi serta cecep kumpul semua dibelakang gue .


"san tolongin tuh mereka kesurupan" kata vivi


"cep lu ga bisa?" kata gue


"ilmu gue ilang kayanya san ga mempan" kata cecep


"kebiasaan lu cep" kata gue


kemudian gue mendekati teman gue yang kesurupan didekat tangga , yang masuk kesini cewe termasuk kunti sih , gue keluarkan lalu teman gue pingsan , gue mendekati teman gue yang cewe 1 lagi didekat kamar mandi .


"mana ! katanya mau bilang saya didoakan , mana!" kata teman gue yang kesurupan itu


"nanti aja besok" kata gue santai , gue keluarkan setan itu dan kemudian pingsan teman gue


gue lalu menuju kamar sela yang katanya pingsan . cecep teriak sama gue ,


"woi si ivan tuh masih loncat loncat di dapur , kenapa lo ga tolongin?" kata cecep


"dah biarin aja , olahraga dia jadi pocong loncat loncat" kata gue menghampiri mereka


"BEGGOOOOOO" mereka semua teriak , melempari gue bantal, kapan lagi ivan kesurupan gue diemin, eh udah pernah sih


"ini gue cuma dapet segini , bagi bagi" kata gue memberikan 5 bungkusan nasi pada cecep , gue 1 bungkus


gue mendekati kamar sela ,ada beberapa teman gue juga disana yang menjaga sela karena pingsan , gue suruh teman teman gue keluar karena gue mau ganti baju (basah semua sampai dalem) ,sesudah ganti baju kemudian gue coba bangunkan dengan mengusapkan minyak kayu putih dihidungnya ga lama dia bangun . dia memeluk gue dan menangis


"ga mau kaya gini lagi yang ga mau!!" kata sela menangis


"memang kamu lihat?" kata gue


"iya yang lihat , serem!" kata sela menangis makin kencang , gue tenangkan sela , gue buka bungkusan obat yang gue beli tadi , setelah diminum sela gue buka bungkusan nasi .


"aku suapin ya sayang" kata gue , sela menganguk . gue suapin sela pelan pelan sampai habis nasinya ,


"eh sayang kamu udah makan belum?" kata sela


"nanti aja yang gampang" kata gue. gue mengusap nasi yang menempel pada bibirnya


"kamu belum makan? haduh gimana dong udah abis sama aku" kata sela


"ga apa apa yang , yang penting kamu sehat" kata gue senyum ke sela


"maaf ya sayang" kata sela


"harusnya aku yang minta maaf sama kamu sayang" kata gue


eh ga lama muncul mbah tam disamping gue . dia terlihat bingung


"bentar ya sayang ada mbah tam" kata gue ke sela


"iya sayang , bilangin makan setan yang nakutin aku tadi" kata sela


"siap yang" kata gue


lalu . . .


"bro sandi maaf saya tidak menemukan warung" kata mbah tam


"memang warungnya gimana mbah? saya udah ketemu warung ko dijalan tadi" kata gue


"saya tidak lihat bro sandi , biasanya warung yang saya sering jumpai itu ada sekumpulan wanita dengan pakaian yang terbuka" kata mbah tam , sontak gue bingung "pakaian terbuka?" kata gue dalam hati , gue sejenak berpikir


"mbah tam itu mah bukan warung biasa, itu warung remang remang , pantesan aja mbah hitam , masuk ke lobang hitam aja sih " kata gue


"berarti saya salah ya bro sandi" kata mbah tam polos


"banget mbah haduh" kata gue tepok jidat


"maaf ya bro sandi saya tidak tahu" kata mbah tam


"iya ga apa apa mbah" kata gue , mau ketawa juga ga enak disangka ga sopan ke mbah tam secara belum terlalu akrab sih


"itu ada teman bro sandi yang kesurupan , saya usir atau bagaimana" kata mbah tam


"ya nanti dah gampang , biarin aja dulu loncat loncat hehe" kata gue


`````````


Terima kasih bagi yang sudah like, fav dan koment :), jangan lupa follow IG gue ya : supermansistem :) dan channel youtube gue : supermansistem


untuk bantu support gue di link : https://saweria.co/donate/supermansistem


Atau bisa via BCA : 5420-4410-71 (sahabat gue)


Terima kasih ^^


`````````

__ADS_1


__ADS_2