
gue perhatikan bokap gue yang sedang ada dipintu rumah sedang melihat kearah luar ,
"elsa jangan marah ya sama sandi , pasukannya jangan dibawa semua" kata bokap gue , gawat dah pikir gue
"iya pa maaf ,habisnya ini orang ganggu aja" kata elsa ke sela
"siapa yang ganggu?" kata sela
"udah udah , sela dsini aja ,hayo sa berangkat" kata gue menarik tangan elsa , gue juga lagi pula ga enak sama orang tua gue
"ngapain sih sa ampe bawa pasukan jin segala ? jangan kayak gitu sela itu teman aku" kata gue
"oh sekarang belain cewe lain?" kata elsa
"bukan kaya gitu sa , aku kan cuma mau jelasin" kata gue
"oh terus?" kata elsa
"nabrak!" kata gue
"ih kamu ya diajak serius" kata elsa , eh nia ada disebelah gue
"udah lah sa , hayo berangkat ini udah siang nanti telat" kata nia
"ini juga nia belain abangnya terus" kata elsa
"bukan gitu sa , udah ah hayo" kata nia , nia gue bonceng sementara elsa ya naik motor sendiri
sampai sekolah , elsa parkirkan motornya dan lari begitu saja meninggalkan gue dan nia
"udah lah bang jangan diambil hati si elsa , dia itu masih labil banget" kata nia
lalu gue seperti biasa mengantarkan nia sampai depan kelasnya yang kebetulan si elsa duduk dikursi depan kelas tapi dia diam aja , gue berjalan aja cuek menuju kelas gue .
sepulang sekolah gue kembali ke kelas nia mau jemput , elsa ada didepan kelasnya sambil baca buku sementara dari jendela gue lihat nia masih belajar
"ko kamu ga masuk?" kata gue
"....." elsa diam aja
"kenapa sih?" kata gue , elsa membuang mukanya ke arah lain
"kamu tuh jahat!" kata elsa (gue berpikir siapa yang jahat sebenernya)
"sa , sela itu teman aku ya ketika TK bukan MANTAN" kata gue (sedikit menyinggung)
"oh jadi kamu mau main balesan gitu" kata elsa melihat gue
"tolong sa udah atuh cukup , udah lah aku cape hati lama lama kalau seperti ini terus, aku udah berusaha sabar dan menerima kamu lagi , memangnya kamu tau perasaan hati aku seperti apa? engga kan? sakit gue sumpa" kata gue ke elsa
"...." elsa diam aja sambil menunduk ,
kita berdiam cukup lama .
"terus kemana aldi?" kata gue
"dia masih dirumah aku" kata elsa , gue agak kaget
"loh berarti dia nginap?" kata gue
"iya , beda kamar ko" kata elsa
"kenapa ga dipenginapan aja? orang kaya ko" kata gue
"udah lah sandi , orang dia maunya dirumah aku , memang kenapa?" kata elsa
"ya ga enak aja" kata gue , jujur aja gue agak panas dengernya
"terus harus apa?" kata elsa
"udah ga usah apa apa" kata gue
"itu juga ular yang ngikutin kamu tuh auranya hitam , berarti sekarang mau jadi dukun gitu?" kata elsa melihat kebelakang gue
"itu mbah tam , dia tuh baik" kata gue
"ah semua jin hitam itu sama aja , JAHAT!" kata elsa
"jangan ngomng gitu dong sa" kata gue
"kenyataan! , kaya kamu!" kata elsa , "sebenernya yang jahat siapa sih" kata gue dalam hati
gue diam aja , gue pikir elsa sudah agak keterlaluan dalam berbicara pada gue . ga lama nia keluar berbarengan dengan teman teman lainnya . elsa yang tadi duduk langsung berdiri dan pergi meninggalkan gue dan nia
"yu pulang" kata gue
"iya bang" kata nia
sampai diparkiran gue liat elsa dengan RISKI (sepupu andi) sedang ngobrol , gue lihatin aja tuh si riski tapi ga lama dia buang muka dan pergi . elsa juga kemudian pergi seperti mengikuti riski , nia melihat gue
"udah bang , ga apa apa , masih banyak wanita yang sayang sma abang bukan cuma elsa doang" kata nia
"iya nia" kata gue
sampai rumah gue , sela dan cindy masih ada disana sedang menonton tv .
"hayy sandi gimana sekolahnya" kata sela samperin gue
__ADS_1
"eh sel , baik ko" kata gue
"san mau ga minggu depan ke jakarta? , kata bapa gue mau lihat lu" kata sela
"gimana minggu depan yaaa" kata gue
"ihh harus sandi , soalnya bapa gue ajak bapa lu juga" kata sela
"nia ikut ya teh" kata nia
"ih lu ngapain sih nia , sama mamah aja dirumah" kata gue
"dah ga apa apa san nia ikut juga" kata sela
"iya sandi mamah ga apa apa" kata nyokap gue
"bener mah ga apa apa sendiri?" kata gue
"iya ajak nia jalan jalan ya sela" kata nyokap gue
"iya tan tenang aja" kata sela senyum ke nyokap gue
"nanti gue kerumah sela hari minggunya ya san" kata cindy
"oke cin , sekalian gue mau tau rumah lu" kata gue
"oke nanti seklian mampir ya sel ke rumah gue" kata cindy
"siap bisa diatur" kata sela
sore hari itu juga sela kembali ke jakarta dengan cindy "san nanti hari sabtu sore depan gue sama supir gue kesini ya jemput lu, " kata sela , gue cuma mengangukan kepala ,
dan dalam seminggu elsa tidak masuk sekolah , dan seminggu juga elsa tidak pernah sekalipun sms/telepon gue , pernah gue sms tidak dibales dan di telepon ga diangkat lalu ga lama gue telepon lagi ga aktif . gue mau kerumahnya .... tpi .... ya nanti ada aldi dan bisa repot juga urusannya . jadi gue pikir hubungan gue dan elsa sudah kandas sampai situ . gue juga bilang dengan kedua orang tua gue (karena mereka tau nya gue pacaran dengan elsa) kalau gue sudah putus dengan elsa (walau gue juga belum ngomong langsung pada elsa) .
tiba saat hari sabtu , gue batalkan semua acara gue pada teman teman gue karena tadinya kami semua mau pergi makan makan dan bermalam dipuncak , "sorry ya semua , gue ga bisa hari ini , mau kejakarta" kata gue ke mereka , ya walau gue ga ikut tapi mereka semua tetap pergi kepuncak sore hari dari daerah gue ini
pulang dari sekolah gue dan nia serta bokap gue siap siap untuk pergi ke jakarta , sekitar pukul 16:00 datang tuh mobil didepan rumah gue , gue lihat sela turun dari mobilnya
"yu om masuk semua" kata sela ,
"om depan ya , sela dibelakang aja" kata sela ke bokap gue
lalu bokap gue didepan , gue sela dan nia ditengah . sepanjang perjalanan sela dan nia akrab banget dah udah kayak emak emak arisan emoticon-Thinking , gue sih cuek aja sambil sesekali melihat hp gue . jujur aja gue merasa ga enak sama elsa sekaligus kwatir sama elsa . apa segitunya dia benci gue sampai ga masuk sekolah 1 minggu? sampai ga aktifin nomor dan ga bales sms gue? sepertinya gue juga salah tidak mengunjunginya 1 minggu ini . gue sangat merasa bersalah saat itu . gue juga teringat pesan alm bokap caca dalam mimpi untuk menjaga elsa , mungkin nanti ketika gue pulang dari jakarta gue bakalan kerumah elsa .
sudah ada 1 jam gue dimobil , nia dan sela sudah diam ga ngomong , gue tengok ternyata mereka tidur . gue yang merasa mengantuk juga tidur di sepanjang perjalanan
pukul 18:30 , gue dibangunkan sela
"hey sandi bangun , udah sampai" kata sela , gue mengusap mata gue
"yang lain udah turun duluan sayang" kata sela
"oh yaudah yu turun" kata gue , tapi tangan gue dipegang sela
"san...." kata sela , bibir sela begitu dekat dengan gue . gue tahan badannya
"mau apa sel" kata gue
"mau cium" kata sela
"duh sel nanti aja" kata gue , gue agak kaku , mungkin kalau ada kaca gue bisa lihat muka gue merah dah
"iya deh nanti aja ya" kata sela lalu kemudian turun dari mobil
gue keluar dari mobil sela , rumahnya sela megah banget dah , disamping rumahnya juga ada kolam renang . didepan rumahnya ada taman ,
"halo sandi ko diam aja" kata sela menarik tangan gue
"bagus banget rumah lu" kata gue
"hehe iya dong san" kata sela , kemudian kami masuk rumah sela . di ruang tamu ada keluarga sela (bokap sela , nyokap sela , dan kaka cewe sela) bokap gue dan nia
"hay sandi gimana kabarnya , sekarang sudah besar ya" suara bokap sela , gue agak kenal
"eh om saya baik ko om , om apa kabar?" kata gue menghampiri mereka semua , kemudian gue duduk
"cape ya dari sana kesini" kata bokap sela
"iya om lumayan hehe" kata gue
"udah makan? , yu kita semua makan dulu" kata bokap sela
"santai rud , cape gue" kata bokap gue
"ah lu dari dulu terlalu santai , hayo dah" kata bokap sela menarik tangan bokap gue . (memang bener kayanya mereka best friend yang terpisah emoticon-Betty (S) )
kami menuju ruang makan keluarga sela , setelah makan gue menuju perkarangan belakang rumah sela , ada taman juga disana . gue duduk di kursi ayun yang muat berempat itu sendirian . lalu ga lama sela samperin gue dan duduk berhadapan dengan gue
"san bosen ya?" kata sela
"ga ko sel , gue malah seneng" kata gue
"..." kami diam
"lu lihat ga san bintang itu?" kata sela menunjuk kesalah satu bintang dilangit
"iya sel lihat , kenapa?" kata gue
__ADS_1
"yang lu lihat apa?" kata sela
"bintang itu agak lebih terang dari yang lain , memang kenapa?" kata gue
"bintang itu ibarat lu san yang sekarang ada dihati gue , entah kenapa gue itu jadi gini sama lu" kata sela
"eh lu kenapa?" kata gue
"ga tau san" kata sela , kemudian sela pindah tempat duduknya jadi disamping gue , lalu menyandarkan kepalanya dipundak gue
"lu tau ga san?" kata sela
"kenapa sel?" kata gue
"gue tuh suka sama lu" kata sela
"haha ngarang lu" kata gue
"gue serius san" kata sela
"...." lalu kamu diam lagi , jujur aja gue yang biasa santai jadi sangat kaku , entah mengapa malam itu begitu gueh bagi gue
"jalan jalan yu" kata sela
"kemana?" kata gue
"puncak" kata sela
"jauh ga dari sini?" kata gue , gue teringat teman teman gue
"deket ko , ntar lewat tol aja" kata sela
"gue ga bisa bawa mobil sel" kata gue
"dah ntr gue yang bawa , sekalian gue ajarin" kata sela menarik tangan gue
masuk rumah sela , gue lihat nia dengan teteh sela , namanya sely
"teh , sela mau keluar dulu ya sama sandi" kata sela
"ati ati sel" kata teh sely senyum ke gue , gue balas senyumannya
"nia mau ikut ga?" kata sela
"nia disini aja sama teh sely , gih keluar sama bang sandi teh hehe" kata nia melihat gue sambil mengedipkan mata
"haha oke deh" kata sela
lalu kami samperin bokap gue dan bokap sela yang sedang duduk di luar untuk meminta ijin . setelah dapat ijin sela dan gue meluncur ke pucak .
singkatnya kami sampai puncak , walau bermacet macetan tapi untung saja sampai tujuan tidak terlalu malam , setelah makan lagi disalah satu tempat makan sela ngajakin gue bermalam disana , sebenernya gue maunya sih pulang tapi karena sudah malam dan sela udah cape bawa mobilnya jadi lebih baik "menginap" , kami meluncur ke salah satu vila didaerah sana . berhubungan vila disana yang double bad nya habis , jadi terpaksa kami memesan vila dengan single bed .mau cari penginapan lain tapi selanya sudah cape katanya, "udah ga apa san 1 tempat tidur aja" kata sela kami masuk tuh kedalam
"gue tidur dikursi aja sel" kata gue duduk dikursi dekat tv
"udah ga apa apa san , kita berdua aja , lagi pula dingin" kata sela menarik narik tangan gue , oh ya sela saat itu cuma pakai celana pendek dan kemeja putih tipis . gue tau tuh dalemannya berwarna hitam
"gue takut sel , gue gamau kita apa apa dulu , tau sendiri namanya cowo cewe tidur berdua" kata gue
"dulu tidur sama caca ga ngapain ngapain kan? kata sela senyum
"tau dari mana?" kata gue
"udah jangan dipikirin hayoo"kata sela menarik narik tangan gue .
"sell ga mau ah" kata gue
"ih sandi mah gitu ahh" kata sela , sela lalu melepaskan tangan gue dan menghempaskan badannya ke kasur , berhubungan gue orangnya ga enakan gue samperin sela yang sedang ngambek itu tiduran disampingnya
"yaudah gue tidur sama lu" kata gue
"nah gitu dong , walau dingin tapi tetep panas hehe" kata sela menarik selimut
"sel lu kalau kemana kemana jangan pake celana pendek dan baju kaya gini lagi ya" kata gue
"siap pangeranku , gue bakalan nurut sama lu san" kata sela memeluk gue , kepalanya ada didada gue
eh tiba tiba telepon gue berdering , "Elsa" memanggil , sela juga melihat itu
"angkat dulu san" kata sela melepaskan pelukannya
"iya bentar ya" kata gue kemudian bangun
"hallo sa" kata gue
"oh jadi gitu ya , gue itu sakit seminggu ga ditengokin sekarang sama cewe mau tidur bareng , fine kita putus!" kata elsa , lalu dia menutup teleponnya
"tuutt ttuut ttuuutt" . . . . . gue cuma bisa bengong "elsa tau dari mana ? , apa ada yang lihat gue tadi ditempat makan? temen temen gue kan ke puncak juga , jangan jangan mereka kasih tau elsa" kata gue dalam hati . dingin sih disini tapi panas hati'
\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Terima kasih bagi yang sudah like, fav dan koment :), jangan lupa follow IG gue ya : supermansistem :)
untuk bantu support gue di link : https://saweria.co/donate/supermansistem
Atau bisa via BCA : 5420-4410-71 (sahabat gue)
Terima kasih ^^
__ADS_1