Petualangan Anak Banten

Petualangan Anak Banten
Part 33


__ADS_3

balik ke saat dimana Alm caca meninggal , nyokap caca seakan tidak percaya sampai pingsan setelah tahu anak gadis kesayangannya meninggal . semuanya keluarga besar Alm caca dan keluarga gue sangat kehilangan saat itu . di malam itu juga gue sudah tidak bisa memeluk tubuh Alm caca karena sudah tertutup oleh tanah . tak hentinya gue menangis walau semua pelayat sudah meninggalkan area kuburan tapi gue sama kiki masih disana.


"caca sayang kenapa mesti berakhir seperti ini kenapa caca sayang!!? " kata gue


"sudah san , iklaskan caca , dia pasti ga suka lu nangis terus" kata kiki menepuk pundak gue yang sedang memeluk nisan Alm Caca.


"bang gue sayang banget sama caca, gue cinta bang sama dia" kata gue masih memeluk nisannya


"iya san gue juga tahu ,tapi lu harus iklas san , gue sebagai abangnya juga harus ikhlas atas semuanya ." kata kiki


"ingat cowo itu harus kuat menerima kenyataan , lihatlah masa depan lo" kata kiki lagi


"...................." gue diam beberapa saat mengelap air mata ini , dan masih menatap nisan Alm caca


"selamat jalan ya sayang , aku bakalan tetep sayang sama kamu , sempatkan kamu datang kemimpi aku ya sayang " gue mencium nisannya meneteskan airmata ke kuburan caca.


"aku pulang dulu ya sayang , kamu yang tenang sama papa kamu disana" kata gue , gue masih ga percaya saat itu harus kehilangan dia , dia yang akan selalu gue kenang


gue jalan masih melihat kebelakang kearah kuburan Alm caca dan ditemani kiki , gue lihat diarah pohon besar yang ga jauh dari kuburan caca ada pocong memandang gue . matanya melotot , gue berusaha cuek melihat kedepan tapi itu pocong seperti mengikuti gue .gue tengok kebelakang lagi "joonk" mukanya yang seram dan masih memakai kapas dihidungnya tepat dimuka gue . "aaaaaaaa , pocong!" kata gue terjatuh . kiki yang bersama gue langsung membantu gue berdiri .


"mana san ga ada?" kata kiki


"dah hilang bang, gila serem amat . gue mah paling takut sama tuh setan kain" kata gue bangun


"ya apa lagi gue san jangan sampe lihat deh , aneh gue tuh ga bisa lihat setan tapi lihat peliharaan gue bisa , gue ga sehebat caca san , caca tuh kuat" kata kiki , kami melanjutkan berjalan


"iya bang caca itu cewe kuat .. . . . caca kamu disana baik baik aja ga ya?" kata gue berjalan memandang langit malam , lalu memejamkan mata dan merasakan ada angin yang lewat disamping gue .


"kenapa lu san merem?" kata kiki


"gue rasain caca bang , dia akan selalu dihati gue , dia akan selalu disamping gue" kata gue membuka mata , kiki senyum sama gue


"walau lu ga jadi nikah sama caca , lu tetep gue anggap adik gue san , kalau ada apa apa bilang sama gue" kata kiki


"iya bang makasih ya" kata gue .


gue lalu pulang kerumah , disana terlihat mbah kut dan mbah sut dan beberapa pasukan jin keluarga caca sedang bersemedi didekat gerbang rumah gue . terlihat seperti luka terbakar diarea badan mereka . gue masuk kerumah dan mencari bokap , ternyata dia ada diruangan belakang rumah gue tempat dia menyimpang keris . gue lihat keris mbah put patah terbelah dua . gue mendekati bokap gue , dia terlihat agak sedih .


"pa maafin aku ga bisa jaga mbah put" kata gue


"dia berkorban demi kamu san , papa bangga sama beliau , sekarang kamu ga punya teman lagi?" kata bokap gue


"punya pa , nyai ro pemberian caca " kata gue senyum . nyai ro menampakan diri disebelah gue


"anda memanggil saya bro sandi" kata nyai ro


"iya nih macan cantik dan genit" kata gue


"huss jangan ngomong gt , lalu masa iya kamu dipanggil bro san? semua aja panggil kamu bro " kata bokap


"haha ga apa apa pa , mereka kan baik" kata gue senyum ke nyai ro


"besok aku mau ke jakarta pa" kata gue


"luka dipundamu ga sakit?" kata bokap , pundak gue memang terkilir tapi sudah diurut tadi sore


"ya masih sakit pa , cuma gimana lagi harus kuat" kata gue


"ya ya kamu memang cowo kuat" kata bokap ,


"mbah put apa bisa pa?" kata gue memegang keris itu dan mengusapnya dengan jari jari gue ,


"nanti papa tanyakan pada aki buyutmu dulu , semoga beliau masih bisa kembali" kata bokap gue . lalu kami keluar ruangan itu


"san ada ivan dan pamanya datang" kata nyokap


"oke mah tunggu aku ganti baju dulu" gue menganti baju dan menuju ruang tengah

__ADS_1


"san sorry ya tadi langsung pulang , gue anterin paman dulu ke pantai balik lagi kesini" kata ivan


"buset jauh van, hebat lu bolak balik ,eh paman jadi ko bisa paman bawa nyai pantai?" kata gue


"jadi gini san saya mau cerita nih , ketika kamu pingsan 2 hari saya ikut ketempat paman andi " kata paman ivan , gue mendengerkan dengan serius


"esoknya setelah itu saya balik lagi karena memang mau berguru dengannya san kan kata kamu saya masih punya macan jadi mau diasah " kata paman ivan


"terus terus paman?" kata gue


"saya berguru dengan paman andi , kebetulan pas ada andi disana yang juga minta diasah juga ilmunya, katanya sih pertama buat berbuat baik dan kalau ada yang macem macem dengannya punya pegangan" kata paman ivan


"heemm terus hubungannya dengan nyai pantai apa paman?" kata gue


"dengerin dlu san paman gue ngmong" kata ivan


"iye" kata gue


"nah paman andi itu pegangan besarnya ya nyai pantai san , nyai pantailah yang memberi ilmu pada andi dan saya , kami diberi puasa 3 hari 3 malam . dan barulah ada baru merasakan seperti diikuti oleh jin bertubuh besar gitu ,dan maka dari itu Alm papa caca itu membawa kamu ke paman andi untuk menyambuhkan dan membuat kesepakatan" kata paman ivan


"kesepakatannya adalah kau akan hidup sementara ada salah satu keluarga caca ada yang meninggal , mereka berbuat seperti itu karena sayang dengan mu san" kata paman ivan


"haaah serius keluarga caca?" gue serasa ga percaya, "terus jin bisa membunuh?" kata gue


"yang namanya perjanjian gaib itu ada dan jelas nyata san bisa dikatakan tumbal, tapi mungkin sudah takdirnya caca dan papanya meninggal, ratu pantai bilang menurut beliau tagihan nyawa itu belum selesai karena mereka meninggal bukan karena ratu pantai , dan tanpa kamu sadari nyawamu sudah diselamatkan dua kali oleh beliau" kata paman ivan , gue cukup kaget


"kita manusia juga harus menjaga tutur kata dan perbuatan , ke semua yang ada disekitar kita baik nyata dan gaib , makanya ada perkataan kalau kencing jangan sembarangan nanti tidak bisa kencing lagi . itu salah satu contoh kalau kita tidak sopan pada mereka maka mereka pun tidak segan kepada kita dan sebaliknya" kata paman ivan


"suatu ketika saya balik lagi ke paman andi , saya datang lalu melihat andi dengan muka yang penuh luka katanya sih habis berantem sama yang namanya sandi , saya jadi ingat dengan kamu san tapi saya pikir ga mungkin juga , andi meminta pamannya itu meminta jin yang lebih hebat , maka diberilah jin ular" kata paman ivan


"itu yang pas lo berantem sama andi yang kedua kali san , depan rumah caca" kata ivan


"oh iya iya pantesan heeem" kata gue


"sudah jelas belum san?" kata ivan


"itulah gunanya sahabat san" kata ivan


"masih inget lo ,lo cerita sama kita kita ditempat prakerin kalau caca tiba tiba berubah?, dan gue ajak lo ketemu caca pas dikantin? " kata ivan


"ya terus?"kata gue


"gue telepon paman gue langsung , paman gue tau semuanya pasti itu roh jahat yang dipakai andi pemberian nyai ratu pantai" kata ivan


"rumah paman andi itu sedang perbaikan , ketika dia mau pindah kerumah andi ada satu syarat yang harus dipenuhi oleh paman andi yaitu memberikan seluruh kekuatannya pada andi sementara sampai sudah tidak menumpang dirumah andi , paman andi lalu meminta ratu pantai memindahkan kekuatan paman andi ke andi tapi harus untuk kebaikan . saya kira musuh andi itu orang lain dengan ilmu hitam jahat tapi ternyata sahabat dari keponakan paman sendiri dan baru tahu kemarin dari ivan . ya paman langsung memberitahu nyai pantai . dan bersedia ikut dengan saya tadi siang" kata paman ivan , sungguh gue terkejut mendengar semua itu .


"aku ga bisa ngomong apa apa paman , jadi seperti itu kejadiannya " gue cuma bisa geleng geleng kepala


"harusnya pas lo dateng pertama kali kerumah andi tuh dicabut kekuatan hitamnya san" kata ivan


"soalnya lo itu terlalu baik membiarkan kegelapan menutupi cahaya" kata ivan lagi


"ya gue belom ngerti van , ya udah lah yang terjadi biarlah terjadi" kata gue


"yaudah kalau gitu gue balik dulu , besok subuh sudah distasiun ye" kata ivan


"sip dah makasih ya van , dan paman " kata gue senyum kemereka .


"eh keadaan andi gimna tuh?" kata gue , memang kami saat itu langsung meninggalkan andi sendirian dilapangan


"sekarat kata pamannya andi belum sadarkan diri , tadi saya telepon dia masih dirumah sakit" kata paman ivan


"sukurin" kata gue dalem hati


merekapun pulang . gue balik ke kamar gue , gue ambil tempat foto yang ada disamping tempat tidur gue . bingkai foto yang dibagi menjadi 4 bagian foto kecil kecil disana ada foto caca dan gue sedang bermain dipantai .


"caa .. " kata gue mengusap usap foto itu

__ADS_1


"kamu lagi apa sayang , aku kangen mau peluk kamu.." kata gue


"kamu disana selalu ingat sama aku ya.."


"aku disini selalu akan ingat sama kamu.."


"selamat malam ya sayang..." gue mencium bingkai itu dan menaruhnya kembali .


malam itu gue tidak menjumpai caca dimimpi gue tapi gue merasakan dia tidur disebelah gue . seperti ada bisikan ditelinga gue "bangun sayang udah subuh , jangan sedih aja aku tetap dekat sama kamu" gue lalu bangun dengan semangat mendengar itu "iya sayangku , aku sayang kamu ca" gue ngomong sendiri . saat itu walau pundak masih sangat sakit gue usahakan melanjutkan pembelajaran gue ditempat prakerin di jakarta . sampai stasiun di jakarta gue hirup dalam dalam udara pagi itu


"PAGI JAKARTA!!!" gue teriak


"woi jangan gila banyak orang nih , gila gara gara caca sih" kata ivan


"siapa yang gila , orang lagi mau semangat , ah jadi inget caca lagi kan" kata gue menundukan kepala


"iye sorry dah " kata ivan .


"jangan ngomong dulu tentang caca ke mereka , nanti gue yang ceritain kalau gue siap" kata gue


"siap bos" kata ivan


kami menuju kosan seperti biasa , buka pintu kosan ada cecep lagi makan , dia memberikan 2 bungkus nasi uduk


"nih makan dulu" kata cecep


"tumben lu ? banyak duit? kata ivan


"hehe dah lah makan aja van,eh jangan sedih terus san" kata cecep


"sedih kenapa?" kata gue


"soal caca" kata cecep


"ko lu tau sih?" kata gue


"tau dari sela" kata cecep


",,," gue berpikir sesaat


lalu kami dengan lahap makan pagi itu karena memang laper ,masih 1 jam masuk prakerin gue sempatkan tidur dan memasang alarm 30 menit untuk bangun. bangun tidur gue lihat ivan dan cecep sedang mandi karena 2 handuk mereka tidak ada digantungan dekat pintu, (2 kamar mandi ga bareng) , gue melihat nur dan yuli lewat depan kamar tapi tidak melihat sela .


"mana sela nur?" kata gue


"di atas dia" kata nur . lalu gue naek ke atas kosan , dia sedang asik megang hpnya sambil senyum senyum


"ngapain lo?" kata gue


"smsan.." kata sela


"ma siapa tuhhhh" kata gue duduk disampingnya


"cowo gue san" kata sela senyum ke gue


"JLLEEEBB" niatnya sih deketin sela , tapi .... .


\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Terima kasih bagi yang sudah like, fav dan koment :), jangan lupa follow IG gue ya : supermansistem :)


untuk bantu support gue di link : https://saweria.co/donate/supermansistem


Atau bisa via BCA : 5420-4410-71 (sahabat gue)


Terima kasih ^^


 

__ADS_1


 


__ADS_2