
"eh bang sorry bang sorry gue ga tau" kata tuh cowo
"kita putus , gue males sama lo! !!!" kata nia menarik tangan gue menuju lorong sekolah , gue memberikan jari tengah pada tuh cowo , dia cuma menunduk
"maaf banget ya bang , sakit ga?" kata nia
"yaa dikit , lumayan sarapan pagi di tonjok sama calon adik ipar , untung cuma calon , siapa namanya?" kata gue
"ih bang udah ah, nia udah putusin kan tadi , riski bang" kata nia
"gue gamau lu pacaran mulu nia , sekolah yang bener dulu!" kata gue
"iya bang maaf , mereka nya aja yang terus hubungin nia" kata nia
"mereka? wah banyak dong cowo lu" kata gue
"ihhh cuma temen , cowo mah cuma satu yang tadi tapi kan udah putus jadi jomblo deh" kata nia
"makanya jangan suka kasihin nomor" kata gue
"iya iya maaf ihh , eh bang lu aja jadi pacar gue yaa" kata nia
"apaan sih nia , mulai gila lu ya?" kata gue melepaskan pegangan tangannya
"bang hayo lah pura pura aja , nia males teman teman cowo nia pada mintain nomor nia terus" kata nia kembali memegang tangan gue
"tapi inget ya nia , gue ga mau ada ribut ribut " kata gue
"siap abangku sayang" kata nia
kami jalan didepan kelas anak kelas 1 layaknya orang pacaran , kelas nia agak ketengah sementara kelas gue kelas 3 paling pojok . ada banyak kelas disekolah gue , yaa kelas 1 aja ada 14 kelas . gue perhatikan tuh cowo cowo kelas 1 yang beda jurusan sama nia tampak ga suka melihat kami , gue sih cuek aja lah . sampai dekat kelas nia ada genk gue , mereka sih udah kenal sama nia dari smp kecuali cecep
"wihhh makin cantik aja nih niaa" kata ivan
"beda sama abangnya busuk" kata ivan lagi mereka tertawa
"ihh ka ivan jangan bilang bilang kita adik kaka ya , bilang aja pacaran" kata nia
"kalau gitu mah gue aja nia dah yang jadi pacarnya walau pura pura ga apa apa hehe" kata ivan
"lu jomblo akut sih van" kata gue , mereka tertawa ngakak
"sial lu buka kartu san" kata ivan
"eh tapi boleh juga tuh adek lu san" kata cecep
"ohh tidak bisa , yu lah anter gue kekelas lagi" kata gue ,
mereka mengikuti gue dan nia dari belakang , kami seperti dikawal , sampai depan kelas nia ada teman temannya nia yang kemarin ada dirumah gue , ada tuh cewe yang cantik banget imut mukanya langsung samperin gue
"hey ka sandi" kata dia senyum , gila nih cewe walau kelas 1 cantik banget lihat senyumannya
"hey juga " kata gue bales senyumnya
"cieee" kata nia
"apa sih niaa" kata gue
"elsa" kata cewe itu memberikan tangannya sama gue
"sandi" kata gue
"kaya orang pacaran aja nih ka sandi sama nia" kata elsa melihat kami berdua
"kita memang pacaran sa hehe" kata nia
"huuuusss pura pura" kata gue
"sa bilang aja kalau ada cowo yang nanyain gue , gue dah ada cowo dan tunjuk aja kelas abang gue ya, gue males disini cowonya pada mintain nomor gue mulu , gue juga baru putus sama si riski" kata nia
"sip nia tenang aja , eh tapi kenapa putus?" kata elsa
"dia mukul abang gue tadi diparkiran kan ga punya pikiran banget" kata nia berkata pelan pada elsa
"gila ya tuh orang haha" kata elsa ,
"ehh kenalan dong" kata ivan tiba tiba dipinggir gue ngomong sama elsa
"elsa ka" kata elsa ,
__ADS_1
"ivann, boleh ga minta nomornya" kata ivan
"dah dah dah ke kelas yoo" kata gue ke ivan dan yang lainnya
"dah nia dah elsa" kata gue senyum ke mereka
"ga asik lu san , takut gue tikung yee" kata ivan disamping gue
"ahahaha ga bakalan takut gue ditikung sama lu" kata gue
sampai kelas gue pilih tempat duduk paling pojok biasa sama anak anak , lagi ngobrol canda tawa eh gue lihat elsa ada didepan pintu kelas gue, gue samperin tuh elsa , disamping elsa ada nyai ro
"ka san ini nyai nya nempel sama aku terus" kata elsa
"lohh ko kamu bisa lihat? kamu bisa tau" kata gue kaget , nyai ro tingkatnya lebih tinggi dari setan biasa, seharusnya dia tidak bisa lihat
"ga tau ka, kata nyai ro dia teringat pemiliknya dulu kalau dekat sama aku" kata elsa , gue lalu bertanya ke nyai ro (dalam hati)
Quote:
"kenapa nyai ngikutin elsa?" kata gue
"aura dek elsa sama dengan aura dek caca bro sandi" kata nyai ro , auranya sama dengan caca? berarti kuat juga nih si elsa ? gue berpikir sejenak
"tapi ngomong dulu sama saya atuh nyai , jadi ga enak sama elsanya" kata gue
"iya maafkan saya bro sandi" kata nyai ro
"yaudah ga apa apa ko nyai , nyai jadi mau sama elsa?" kata gue
"tidak bro sandi , saya tetap bersama bro sandi" kata nyai ro
"oke terimakasih ya nyai" kata gue
"baik bro sandi" kata nyai ro
\~\~\~\~
"maaf ya elsa ya memang kata nyai dia suka sama aura kamu?" kata gue
"kamu bisa lihat juga ternyata?" kata gue
"iya ka bisa , apa lagi yang satu lagi agak besar , lucu ngegemesin ya " kata elsa senyum
"ohh mbah put itu yang satu lagi" kata gue
"iya macannya ndut lucu" kata elsa
"ihh ga gendut sa, cuma agak aja besar hehe" kata gue
"hehe iya deh gimana kk aja" kata elsa kami tertawa.
"triiiing triiiiinnnnnngg" suara bel tanda masuk kelas
"eh sa tuh udah bel masuk gih" kata gue
"siap ka , eh ka jangan bilang bilang nia ya aku bisa lihat" kata elsa dia lalu pergi
guru gue pun ga lama datang dan kami memulai pelajaran metematika diawal masuk kelas 3 . sampai jam istirahat
"semua makan yo dikantin" kata ivan ke genk gue , kami pun keluar makan dikantin yang dekat dengan kelas satu , gue lihat si riski yang tadi tinju gue diparkiran lagi makan dan tertawa bersama teman temannya , melihat gue dia jadi diam dan tampangnya tidak suka . gue ga cerita ke temen temen gue masalah di tinju sama kelas 1 , kalau cerita dah digebukin tuh bocah .
"biasa mak pake telor" kata gue memesan makanan
gue sengaja duduk berhadapan dengan si riski , jadi meja 2 kursi panjang , yang sebelah sana kelas 1 teman dia semua , disebelah ini gue dengan teman teman gue , lagi enak enaknya makan tuh genderuwo si cowo itu membelakangi gue berusaha memasuki badan gue tapi ga bisa , gue menatap si riski , cecep yang disebelah gue sudah memberikan aba aba kalau dibelakang gue ada jin.
"lu kalau ga suka sama gue , ga usah pake jin lu masuk masuk ke badan gue , sini sama gue langsung" kata gue memukul meja makan , mereka semua kaget
"eh siapa yang pake jin bang , pede banget sih" kata riski nyolot
"dek lu tuh masih kelas satu udah ngelunjak , kita tuh bisa lihat" kata cecep
"ini orangnya kenapa san?" kata ivan langsung menarik kerah si riski
"dah dah cukup , gue ga mau ada ribut ribut" kata gue , gue melepaskan tangan ivan dari kerah baju si riski , gue lihat teman temanya semua menatap gue
"kenapa? kalau ga suka sama gue ngomong sekarang!!" kata gue berdiri pada mereka ngomong agak keras
__ADS_1
"ga ko bang" kata mereka kemudian menunduk , kalau ga dikerasin nanti ngelunjak
"yaudah lanjutin makan" kata gue kembali duduk dan makan
sesudah itu suasana menjadi sangat kaku dan diam semua . dibelakang gue ternyata ada ayu teman osis gue datang.
"heyy sandi" kata ayu , gue menengok kebelakang
"eh ayu , gimana kabarnya" kata gue
"baik , sandi sendiri gimana" kata ayu , yang mengambil kursi dan duduk
"abisin dulu makanan lu ****" kata ivan
"udah kenyang ah liat cewe haha" kata gue , gue natap ayu senyum
"san , besok pulang sekolah kita ada kumpulan osis angkatan kita , dateng yaa" kata ayu
"siap dah , ayu ada kan?" kata gue
"iya ada tenang aja " kata ayu
"kemarin prakerin gimana?" kata gue
"lancar san , kamu?" kata ayu
"ya lancar banget hehe" kata gue
"eh, aku san ke kelas dulu ya ada tugas soalnya dahhh" kata ayu
"daahhhh hati hati" kata gue , gue balik badan piring gue udah ga ada
"eh piring gue mana van?" kata gue
"lahh kata lu kenyang , gue taro di tempat cuci piring noh " kata ivan , memang piring gue sudah ditempat cuci piring
"bangs*d gue masih laper" kata gue , mereka semua tertawa temen gue dan kelas 1 , keculi si riski masih menunduk aja
sampailah jam pulang sekolah , nia menunggu gue didepan kelas gue . dia cerita kalau hari ini banyak tugas dan teman temannya akan kerumah kami lagi nanti sore , kebetulan nih ada elsa lagi hehe . gue keparkiran bareng nia sambil berpegangan tangan (yang yang megang nia) , gue dudukin motor serasa kempes nih ban , gue cek ban depan bener aja kempes dan setelah gue cek tidak ada paku . wah ini pasti ada yang kempesin pikir gue.
Quote:
"mbah putt!!" kata gue
"iya bro sandi" kata mbah put
"udah tau tambal ban belum" kata gue
"belum bro sandi" kata mbah put
"yaudah nanti aku tunjukin , ikutin aku aja ya , dan besok tolong jaga disini , siapa yang melakukan ini" kata gue menunjuk ban motor gue
"baik bro sandi" kata mbah put
\~\~\~\~\~
"bang kenapa?" kata nia
"ini kempes , kayanya sih dikempesin" kata gue
"yahh , siapa ya? sialan banget tuh orang" kata nia
dari arah parkiran belakang ada mobil berhenti dekat motor gue , kaca mobilnya diturunkan ternyata si riski
"nia kalau buru buru mau bareng ga ?,dianterin nih?" kata riski , ko tiba tiba riski dateng? apa cuma kebetulan?
\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Terima kasih bagi yang sudah like, fav dan koment :), jangan lupa follow IG gue ya : supermansistem :)
untuk bantu support gue di link : https://saweria.co/donate/supermansistem
Atau bisa via BCA : 5420-4410-71 (sahabat gue)
Terima kasih ^^
__ADS_1