
"sayang cepet kerumah sakit" kata caca suaranya pelan
"iya sayang tunggu" kata gue
"sorry ya san...." kata andi
"oke di , gue ke rumah sakit dulu" kata gue , kami berjabat tangan
"kalau suatu saat gue yang sama caca dan caca menerima itu semua gimana san?" kata andi ,
"jodoh sudah diatur di , kita lihat aja nanti , yang jelas jangan ada pertengkaran lagi" kata gue meninggalkannya . rada males juga denger andi bicara seperti itu.
gue menuju rumah sakit dan keruangan caca berada . dibalik kaca pintu gue lihat caca terduduk sedang ngobrol sama abangnya dan nyokap gue . gue buka pintu dengan pelan . caca menoleh kearah pintu dan dia seperti akan bangun dari tempat tidurnya tapi kesakitan memegang perutnya , "sayaanngg kenapa?" kata gue lari kearahnya agak panik
"aku mau peluk kamu sayang tapi sakit pas mau bangun" kata caca tiduran sambil memegang perutnya
"sudah ca jangan dipaksakan bangun , ini sandi sudah disebelah kamu" kata nyokap gue
"hehe ia mah " kata caca senyum ke gue , senyumnya sangat sangat indah
"ki keluar dulu yu biar mereka berdua" kata nyokap gue , mereka pun keluar
"heeyyy gimana keadaan kamu" kata gue mengusap usap rambutnya
"ini masih sakit sayang" kata caca memegang perutnya
"aku kira aku bakalan mati kemarin , sudah ga kuat aku sayang kemarin" kata caca menangis
"udah udah ga usah dipikirin lagi , kamu sekarang masih disamping aku" gue mengusap air matanya
"makasih ya sayang , sini sini aku mau peluk" kata caca membuka kedua tangannya lebar dalam posisi pelukan , gue membungkukan diri dan juga memeluk caca "aku sayang kamu ca , apapun yang terjadi aku bakalan jagain kamu" kata gue
"dan keluarga aku kan sayang?" kata caca
"iya dan semua keluarga kamu" kata gue
"kamu terlihat berbeda sayang , ada aura putih" kata caca menatap gue
"ah kamu salah lihat kali" kata gue
"beneran , itu aura apa?" kata caca , gue lalu menceritakan semuanya dari aki buyut sampai ke rumah andi
"berarti pasukan papah ke kamu semua dong yank?" kata caca
"ya engga kali , cuma sementara kayanya yank . aku juga belum terlalu paham" kata gue
"soalnya aku sudah tidak bisa memanggil mereka sayang" kata caca
"kamu lagi sakit , lagi lemes ngapain panggil panggil atuh" kata gue .
"iya iya deh , eh sayang papah aku ga bisa jalan , dan sekarang katanya ga sadarkan diri lagi" kata caca
"ya semoga papah sembuh sayang , nanti kita lihat saja" kata gue
"pakai ilmu putihmu mengusir jin jahat dipapah aku sayang" kata caca
"iya besok kita coba ya" kata gue
semalaman gue bercerita dan ngobrol sama caca sampai kami tertidur . paginya gue terbangun dikursi lagi karena sudah dipindahkan . gue lihat jendela sudah pagi menjelang siang. gue dapat telepon dari ivan
"uiii nape" kata gue
"kemana aja lu , mau lanjut prakerin dimari kaga" kata ivan
"iya gue ijin dulu , selasa gue masuknya , bilang aja lagi ada keluarga yang sakit" kata gue
"besok kalau lu ga masuk dikeluarin lohh san, eh caca sakit san?" kata ivan,
"iye bilang aja sama bos besok gue masuk , nanti aja gue ceritanya" kata gue
"eh ni sela mau ngomong" kata ivan
"hallo sandi , ini sela , san aku cuma mau kasih tau hari ini jangan kemana kemana dirumah aja ya!" kata sela
"kenapa memang?" kata gue
__ADS_1
"jangan ,,,,," tiba tiba telepon gue mati , ah lowbat , atau ?
"hey sayang siapa hayo yang telepon" caca berdiri disamping gue , sudah seperti orang sehat
"ivan sayang , eh kamu udah sembuh? ga sakit perutnya" kata gue
"heeemmm udah ga ko , dokter juga kaget tadi . aku katanya sudah boleh pulang loh" kata caca
"oke dah . siap siap dulu" kata gue berdiri dengan semangat ga lupa cipika cipiki caca .
gue persiapan barang barang dan menuju rumah caca dengan supirnya . caca seperti tidak sabar melihat bokapnya yang masih tidak sadarkan diri ."aku ga mau kehilangan papah sayang" kata caca sambil menangis gue cuma bisa memberikan semangat. sampai perkarangan rumah caca perasaan gue sangat ga enak , untuk berjalan kearah rumah saja berat rasanya bukan karena barang barang caca tapi seperti ada kekuatan lain yang menghantam dan menolak badan gue . gue masuk kerumah caca dan duduk dikursi ruang tamu . dia masuk kekamar bokapnya . caca menghampiri gue "sayang papah udah pucet ditanya diam aja" caca tertunduk , gue berjalan menuju kamar bokap caca ada beberapa saudaranya , bang kiki dan guru bokap caca disana . gue melewati pintu kamar dan gue kaget bokap caca yang tadi diam langsung melihat kearah gue dan berkata "bila kau mengeluarkan saya , maka nyawa orang ini akan saya bawa" katanya melotot kearah gue , gue tidak bisa melihat apa yang memasukin bokap caca, tapi hawanya sangat panas
"saya tidak akan membiarkan itu" kata gue ,gue maju beberapa langkah dengan hati yang tenang
"LIHAT SEMUA , DIA BERJALAN KEARAH SAYA . MAKA SAYA AKAN PERGI DENGAN NYAWA ORANG INI" bokap caca lalu kejang kejang dan memuntahkan sejumlah ular kecil dari mulutnya gue terdiam saat itu , gue belum menggunakan ilmu putih sedikitpun , atau ini sebuah perangkap?
"PAPAH!!!" caca lalu menghampiri bokapnya
"KAMU APAKAN PAPAHKU!" kata caca
"aku ga apa apain , aku cuma berjalan" kata gue
"PERGI!!!!!" kata caca menangis
"PERGI SANDI!!!!!!" kata caca
gue ditarik keluar oleh abang kiki dan dibawa keruang depan
"san lo apain papah gue" kata kiki mendorong gue ketembok
"sumpah bang gue ga pakai ilmu sumpah" kata gue
"yang bener lo" kata kiki
"percaya sama gue bang , gue ga mungkin bunuh papah" kata gue ,
"...." kiki terdiam seperti berpikir
"ya mungkin udah takdir kali san" kata kiki meneteskan air mata , gue lihat caca keluar kamar dan lari ke arah gue , dia menampar gue sangat keras
"LO APAIN!" kata caca lagi teriak depan muka gue
"ca tenang dengarkan dulu penjelasan sandi" kata kiki
"sumpah ca aku ga tau sumpah , aku cuma berjalan tadi ga pakai ilmu apa apa" kata gue
"udah cukup! hidup gue dan keluarga gue jadi berantakan gini gara gara lo sandi! gue jadi sial seperti ini juga gara gara lo! gue mau lo pergi! , SEKARANG PERGI!" kata caca mengusir gue
"ca aku ga lakukan apa apa ca" air mata gue tiba tiba keluar, gue menangis depan pintu
"KITA PUTUS" bruukkk pintu ditutup depan keras
gue menangis , gue teriak "AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA , ADA APA LAGI INI , MENGAPA gue JADI SIAL KAYA GINI!!!!!!!!"
"AKI KELUAR!!!! gue GA BUTUH ILMU PUTIH INI! , KELUARIN DARI BADAN gue!!!" gue menangis sejadinya berlutut menghadap langit
"gue BUKAN PEMBUNUH AKI !!!!!!!!!!!!!!" gue sangat frustasi , gue gatau harus berbuat apa . ga lama datang aki buyut depan gue ,gue menatap wajahnya
"KI KENAPA SAYA ? KENAPA SAYA SELALU SALAH!"
"itu bukan salahmu sandi , itu sudah takdirnya" kata aki
"TAPI KENAPA PAS SEKALI SAYA DATANG LALU JADI SEPERTI INI AKI!!"
"tenangkan emosimu sandi" kata aki , "lihatlah badanmu , ilmu yang tadi terang sekali sekarang redup oleh kebencian" kata aki
"semakin lama cahaya putih itu akan menjadi gelap dan hitam "
"YA CABUT ILMU INI!" kata gue
"ada saatnya nanti saya mencabutnya ,tapi untuk sekarang sandi masih membutuhkannya , saya pergi dulu" kata aki lalu menghilang
dengan kaki lemas gue pulang naik angkot neratapi kebegoan gue , gue nyalahkan hp ada beberapa sms dari nomor baru tapi gue belum buka , gue coba telepon caca tapi nomornya ga aktif . sampai rumah gue ceritakan ke ortu gue . mereka bilang bahwa seperti sudah direncakan kejadian itu seolah olah gue yang bersalah . gue ditelepon kiki bahwa Alm bokap caca akan dikubur hari ini juga . gue sangat terpukul atas kejadian itu , gue ga bisa mengulang waktu , gue kemudian teringat omongan si sela , gue lihat inbox dihp gue "sorry san aku ni sela , aku harap kamu yang tabah menghadapi semua ini , aku tau kamu cowo kuat" gue lihat sela mengirim sms ini beberapa menit setelah dia telepon gue pas dirumah sakit . gue agak terkejut melihatnya , apa ini yang dimaksud sela gue harus tabah?
keluarga gue datang ke kuburan alm bokap caca mereka mengucapkan bela sungkawanya pada keluarga caca , lalu gue? gue bersandar dipohon besar dengan payung berwarna hitam beberapa meter dari kuburan Alm bokap caca karena gue tahu caca pasti belum bisa terima gue disampingnya saat itu . tiba tiba gue tersontak ada menepuk pundak gue
__ADS_1
"gue ikut sedih san" , dia berada disebelah gue , Andi!
"lu , lu ada apa kesini" kata gue kaget
"caca telepon gue suruh kemari" kata andi ,
"haaah" gue terkejut , dia maju ke arah kerumunan orang dan berbalik badan tersenyum ke arah gue , gue mencoba mendekati apa yang akan dilakukan andi , andi terlihat menuju caca yang menangis dan memegang pundak caca . caca menangis didada andi . hati gue lagi lagi harus hancur melihat pemandangan ini . andi seperti berbisik ke arah caca . caca lalu melihat kearah gue . mereka menghampiri gue
"sandi gue minta tolong mulai sekarang jangan pernah lu deket deket sama gue dan keluarga gue " kata caca
"caa aku tuh sayang sama kamu dan aku gatau ini kenpaa, ada yang rencanaainnn" kata gue
"cukup san , gue pilih andi" kata caca memeluk pinggang andi
"ca aku salah apa sama kamu" kata gue tanpa terasa air mata ini keluar lagi dan lagi
"lo bikin sial keluarga gue! , dan sekarang semua pengikut papah pindah ke lo semua! , "PUAS LO UDAH AMBIL SEMUA DARI KELUARGA gue!" kata caca , gue malu ketika itu didepan keluarga besar caca dan keluarga gue
"ca bukan maksud aku..." kata gue lalu dipotong
"bukan apa! , dah cukup! PERGI! ,gue masih ada jin bos papah! kalau bisa gue mau bunuh lo!" kata caca , dan datang jin bos besar keluarga caca tatapannya marah kearah gue
"sudah cukup sayang , jangan emosi , sandi sekarang sangat kuat ca" kata andi menenangkan caca, jujur saat itu gue emosi mau tendang kepala si andi , kenapa kemarin ga gue bunuh sekalian .
"hahaha kuat cuma pemberian! , kuat hasil maling jin keluarga gue!" kata caca kearah gue
"CUUIHH , PERGI LO!" kata caca , gue menunduk gue pergi meninggalkan tempat itu . bokap gue menyusul gue
"kamu adalah pria yang sangat tangguh sandi" , gue peluk bokap gue , gue nangis sejadinya .
sampai rumah gue kekamar duduk didekat jendela saat itu mendung dan tidak lama turun hujan,suasana hujan menambah kegalauan gue , saat sedang diam datang mbah put dan nyai ro disamping gue .
"bro sandi jangan terlalu sedih" kata mbah put
"ada kami disamping bro sandi" kata nyai ro
"...." gue diam saja
"lebih baik bro sandi siap siap karena besok harus berangkat lagi" kata mbah put
"mbah , saya mau melepas semua jin dari keluarga caca bagaimana caranya" kata gue masih menatap jendela
"almarhum bapak dek caca itu sebenarnya yang memberikan semua jinnya pada bro sandi , mereka akan muncul bila dipanggil" kata nyai ro
"kenapa mereka jadi sama saya " kata gue
"jadi dikira caca semua miliknya saya yang ambil !" kata gue emosi
"padahal sudah jelas mereka yang ikut dengan saya" kata gue lagi
"dek caca masih emosi bro sandi , mungkin nanti dia akan mengerti" kata nyai ro
"ya sampai dia nikah sama andi baru sadar kali!!!" kata gue
"dah lah saya mau tidur!!" kata gue meninggalkan mereka dan tidur
--------------------------
dalam mimpi gue bertemu alm bokap caca , beliau bilang bahwa ini sudah takdirnya meninggal dan caca masih emosi karena waktu yang bersamaan gue ada disana . beliau juga bilang akan menjelaskan ke caca suasana kacau seperti ini dikemudian hari . serta menintipkan semua jinnya pada gue sampai waktunya akan dikembalikan ke keluarga caca .
besok paginya gue berangkat menggunakan kereta api ke jakarta , dikereta gue hanya diam saja menatap jendela meratapi kesialan gue akhir akhir ini , gue sangat sedih dan terpukul, tapi gue harus tabah menjalani hidup gue!!!, baru juga turun dari kereta di salah satu stasiun dijakarta didepan gue ada sela , dia memeluk gue "sandi lo itu pria kuat , sangat kuat" sangat erat pelukannya
\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Terima kasih bagi yang sudah like, fav dan koment :), jangan lupa follow IG gue ya : supermansistem :)
untuk bantu support gue di link : https://saweria.co/donate/supermansistem
Atau bisa via BCA : 5420-4410-71 (sahabat gue)
Terima kasih ^^
__ADS_1