Petualangan Anak Banten

Petualangan Anak Banten
Part 30


__ADS_3

"sandi lo itu pria kuat , sangat kuat" sangat erat pelukannya


"ehh sel , lepasin ini rame banyak orang" kata gue berusaha melepaskan pelukan sela dan melihat orang orang disekitar stasiun menatap kami


"sorry gue kebawa suasana" kata sela melepaskan pelukannya


"suasana apaan? lu memang tau?" kata gue , sela menganggukan kepalanya


"bukannya bilang dari awal sel , jadi ga bakalan terjadi kaya gini" kata gue


"takdir ga bisa dilawan san , semua sudah ada yang mengatur" kata sela ,


"hayu cepetan kekosan dulu taruh barang barang lu" kata sela memegang tangan gue


"lu sama siapa?" kata gue sambil dituntun


"sendiri aja " kata sela


"ga takut sendirian?" kata gue


"ga , kan pulangnya gue dijagain sama cowo kuat" kata sela senyum ke arah gue ,


sampai kosan kami cuma berdua karena yang lain sudah jalan ke tempat prakerin .waktu yang mepet gue langsung masuk ke kamar mengganti baju dan berangkat dengan sela naik angkot . ya kami disini hanya anak sekolah yang merantau untuk mempunyai kemampuan bekerja jadi ga usah gengsi naik angkot ataupun jalan kaki apa lagi kalau duit habis, minjem duit itu bukan suatu pilihan tapi suatu keharusan, sampai ketempat prakerin gue disuruh menghadap bos .


"sandi kemana saja?" kata bos


"maaf pak , kemarin ada keluarga saya yang meninggal" kata gue


"oh gitu , katanya ivan cuma sakit?" kata bos


"iya pak sehabis itu meninggal" kata gue


"saya turut berduka sandi ,oh kerja yang benar ya , nanti kalau kerjamu bagus mungkin bila kamu lulus bisa melamar kerja disini" kata bos


"baik pak terimakasih . kalau gitu saya kembali kerja ya pak" kata gue


"ya sama sama . silahkan" kata bos


gue samperin teman teman gue , gue ceritakan semuanya ke mereka saat itu juga . nur yuli cecep dan ivan menangis mendengar itu semua kecuali sela , dia hanya diam menatap gue serius .


"gila lu san , pengalaman lu ini harus dijadiin film" kata ivan mengelap air matanya


"ya lu yang gila van " kata gue


"ya bener kata ivan san" kata nur


"ya gimana lu aja dah mau dijadiin film ke atau apa ke serah . yang jelas gue sakit hati sekarang" kata gue


"caca sekarang berarti sama andi?" kata cecep


"ya cep , mungkin" kata gue


"ya mereka mungkin akan serius" kata sela


"haaahhh" kami sontak terkejut


"lu lihat andi dan caca menikah sel?" kata gue


"ga ga , gue lagi ga jelas pikiran nih hehe jangan ambil hati" kata sela terus menatap gue


"yasudah deh yu lanjut kerja" kata gue


jam makan siang , gue sama ivan keluar sementara yang lainnya sudah membeli makanan diwarteg sekitar kosan dan makan ditempat prakerin karena harganya makanan disini agak mahal .


"san sekarang lu ko jadi ga konyol lagi sih, jangan galau terus dah ga suka gue lihatnya" kata ivan


"heeemmm" kata gue sambil mengaduk es teh manis


"wei san!" kata ivan


"lu itu ganteng tapi **** , ga usah pikirin caca terus buat apa! " kata ivan


"ya ya ya gimana lu aja , yang jelas gue masih sayang sama caca , gue mau balikin dia kepelukan gue dan ga gampang lupain seseorang van!" kata gue


"kalau dia lebih milih andi ? lu mau apa?" kata ivan


"....." gue diam


"ya gini aja , nanti hari minggu , gue temenin lu temuin caca ." kata ivan


"tapi gue males balik van . cape" kata gue


"yaudah gue aja yang temui caca" kata ivan , gue diam menunduk melihat es teh gue , lalu dikagetkan oleh ibu ibu yang membawakan nasi goreng pesanan kami .

__ADS_1


"ya gue ikut besok balik" kata gue sambil menyantap makan siang


"sipp gitu dong" kata ivan


" eh san , gue lihat sela kaya punya rasa sama lu , dia selalu nanyain lu ke gue" kata ivan lagi


"makan dulu makan" kata gue


"yeeee" kata ivan


singkatnya sudah sore menjelang malam , kami semua balik naik angkot yang agak penuh. sampai sekitar kosan mereka makan ke warteg dahulu sementara gue sendirian ke kosan dan langsung mandi . setelah mandi gue tiduran dikasur sesekali memejamkan mata ,gue mencari hp gue tidak ada sms/telepon dari caca , yang ada hanya dari siska dan sela serta beberapa nomor baru yang jelas bukan caca. sambil menatap langit langit kosan gue mengingat kejadian kemarin , "sialan!" gue teriak tertahan dan memukul kasur. saat itu gue agak Bt karena sendirian , gue bangun dari kasur ada mbah put dan nyai ro . terbesit pikiran iseng gue


"mbah mbah , saya mau mbah bantu kerjain teman saya" kata gue


"ada apa bro sandi" kata mbah put


"dah nanti kalau saya kasih aba aba berhentiin botol yang berputar , berhentiin ya" kata gue


"baik bro sandi" kata mbah put


"hemm ciee nih mbah dan nyai makin nempel aja tiap hari cie" kata gue , mereka hanya diam bertatapan lalu kembali menatap gue


"dah sih jadian aja , punya anak . debay macan kan lucu imut imut gimana gitu" kata gue


"debay lucu imut imut apa itu bro sandi" kata mbah put


gue menempelkan tangan gue kedahi "aduhhh lupa"


"ya ya sudah jangan dipikirkan temen temen pasti ga ngerti hehe" kata gue


"makanya bro sandi kalau kasih tau yang kami mengerti" kata nyai ro


"iya nyai cantik , eh coba sekarang mbah dan nyai berhadapan" kata gue , lalu mereka berhadapan


"nah sekarang coba mbah put dekatkan bibiir itu ke nyai ro , pelan pelan dan rasakan hal baru," kata gue , gue lihat mbah put pelan pelan mengarahkan bibirnya dan sampai menyentuh bibir macan nyai ro .


sambil menunjuk mbah dan nyai gue tertawa "hahahahhahaha ciuman kalian ciu..."belum sempat lanjutkan kata kata pintu kamar terbuka , ivan cecep nur sela yuli didepan pintu


"hehehe" ketawa tertahan gue menatap mereka


"buset dah si ini makin gila gara gara ditinggal caca" kata geleng geleng kepala ivan , mereka semua tertawa


"enak lu ye ngomongnya" kata gue


"peliharaan sandi kuat kuat , gue sekarang udah ga bisa melihatnya hanya merasakannya" kata cecep lagi


"weii temen gue bukan peliharaan!" kata gue


"iya iya gimana lu aja deh" kata cecep


sekitar pukul setengah 8 malam kita kumpul dikamar cowo . kita memainkan permainan yang gue buat buat , botol putar! , gue pura pura meniupkan sesuatu kedalam botol dan membacakan sesuatu padahal ga ada apa apa. ya main ini karena kami bt saja .


"nah peraturannya gini , botol ini putar sebanyak 3 kali . kalau 3 kali mengenai orang yang sama berarti jodoh secara sekarang 3 cewe 3 cowo jadi pas , mulai dari ivan" kata gue


"jodoh gue siapa.....?" kata ivan memutar botol itu dengan kencang , gue lalu berbicara dalam hati "mbah hentikan ke arah pria yang disana" kata gue ke cecep "baik bro sandi" , botol itu ga lama berhenti depan cecep .


"buset dah ogah gue sama batangan" kata ivan


"sih siapa juga yang mau" kata cecep , cewe cewe baru senyum senyum ketika itu


"dah coba aja 2 kali lagi , kali aja beda" kata gue lalu diputar kedua dan ketiga hasilnya sama mengarah ke cecep


"bangke ini mah udah dibuat buat sama si sandi" kata ivan , gue lihat cewe cewe ketawa ngakak memegang perutnya


"tau ini ah ga seru ah " kata cecep dia tiduran dikasur


"yahh gitu aje ngambek canda kali" kata gue


"lu tetep aja konyol san dah dikasih ilmu juga" kata ivan


"jangan bawa serius , cepet tua!" kata gue , cewe cewe cuma ketawa dari tadi


"puas ketawa puas" kata ivan tiduran juga .


"coba gue deh" kata sela . sela memutar itu , hasilnya? semuanya 3 kali mengarah ke gue


"si bangke bagian yang cakep cakep aja diarahin ke lu kampret" kata ivan


"sumpah ga gue apa apain" kata gue kaget juga , gue lihat sela senyum senyum gimana gitu


"baru aja tadi siang gue bilang lu sekarang ga konyol , malah kumat lagi penyakitnya , nyesel gue ngomong" kata ivan melempar bantal ke gue


"hahahahahh" kami semua tertawa

__ADS_1


gue lihat jam sudah setengah 9an , cewe cewe sudah masuk kekamar mereka .sambil tiduran gue mengambil hp lalu mencoba menelepon caca tapi langsung dirijek olehnya . beberapa kali ditelepon tapi akhirnya nomor tidak aktif. gue buang hp kearah pintu . pintu itu lalu terbuka , sela mengambil hp gue dan memberikannya ke gue . saat itu sela memakai baju cukup ketat jadi lekukan badannya terlihat cantik dengan rambut terurai panjang.


"san jalan jalan yu" kata sela


"kemana" kata gue


"kotu" kata sela menarik tangan gue , gue lalu bangun terduduk


"apa itu kotu?" kata gue


"haha kotu itu kota tua sandi masa ga tau, naek angkot aja kesana " kata sela


"ya bentar gue ganti celana , ada apa sih disana?" gue ketika itu pake celana pendek


"ya udah kesana aja malam gini rame" kata sela


setelah ganti celana gue dan sela naik angkot kearah kota tua , disana ramai sekali oleh orang orang dan gue baru merasakan ini , jalan jalan malam pertama gue di jakarta. dia menarik tangan gue ketempat pemilihan jam tangan , dia memilih milih jam tangan yang kembar atau couple. dia lalu memakaikan jam tersebut pada tangan gue


"bagus cocok ," kata sela senyum ,


"eh sel ga usah, gue mah jarang pake jam" kata gue ,


"ga apa apa , nanti juga terbiasa kan kita samaan" kata sela senyum memakai jam tangan ke tanganya yang sama kaya gue tapi agak kecil ukurannya , sejenak senyumannya menghapus rasa sakit gue ke caca


"makan yu laper" kata sela menarik tangan gue


"tadi bukannya sudah makan di warteg?" kata gue


"tadi gue ga makan san , cuma beli buah" kata sela , kita jalan berduaan diantara banyaknya orang disana . kami menuju tempat makan nasi goreng yang ada disekitar gedung fatahilah , dia memesan makanan lalu duduk didepan gue


"napa liatin gue mulu san" kata sela mengagetkan pandangan gue


" eh hem engga sel" kata gue agak gugup


"coba lihat gedung itu , banyak ga?" kata sela


"banyak sel , ada yang tanpa kepala , dan rata rata hantu kolonial belanda, tapi mereka tidak akan menakuti orang orang disini " kata gue


"hiii takut , lu ga takut san" kata sela memegang tangan gue yang ada diatas meja , gue menatapya


"gue ga takut sel , gue punya teman teman yang baik , teman yang akan membantu gue baik itu suka dan duka , mereka akan ada disamping gue" kata gue sela senyum, mbah put dan nyai ro sengaja gue ga bawa malam itu,


"gue pernah bermimpi akan menemui lelaki yang hebat dan kuat dari fisik dan juga hatinya , gue kira itu hanya mimpi san tapi setelah gue ketemu lu , sepertinya itu bukan cuma mimpi" kata sela semakin erat memegang tangan gue .


"pakailah ilmu sebaik mungkin san , besok akan menentukan semuanya" kata sela lagi , gue ga bisa ngmong saat itu sampai makanan kami datang . kami makan dan ngobrol banyak tentang kekuatan sela , dia ini bisa melihat masa depan walau terlihat seperti bayang bayang . walau ada beberapa yang salah tapi sebagian juga ada yang benar . setelah cukup malam gue putuskan buat balik kekosan . seperti biasa ivan dan cecep ledekin gue yang jalan sama sela malam itu .


malamnya gue bermimpi didatangkan oleh Alm bokap caca lagi, dia bilang sudah berusaha meyakinkan caca bila sudah takdirnya dia meninggal tapi caca tetap menyalahkan gue , mungkin pikiran caca sudah dipengaruhi oleh sesuatu kata Alm bokap caca .


"saya menitipkan semua jin saya karena anak anak saya belum siap menerimanya sandi , bila ada saatnya nanti tolong kembalikan" kata alm bokap caca


"baik pah , terimakasih" kata gue


"saya sakit sandi , sebenernya bukan karena jin itu yang membunuh saya , tapi karena saya sudah sakit jantung sebelum kejadian penyerangan jin hitam andi terhadap saya , seolah olah saya meninggal karena jin dan oleh kamu , padahal bukan" kata Alm bokap caca


"iya pah maafkan saya pah" kata gue


"saya yang harusnya minta maaf sandi , karena saya kamu terkena fitnah" kata Alm bokap caca . ga lama gue terbangun dibangunkan ivan


"woiii udah pagi hayo balik" kata ivan ,


"udah jam berapa" kata gue , melihat ivan sudah siap


"jam 10 , cepetan!" kata ivan


"gilaaa lu kaga bangunin gue" kata gue


"gue bangunin lu dari jam 8 tapi lu kaya bangke ga bangun" kata ivan , gue dah langsung mandi dan siap siap ke tempat PKL


hari hari berlalu seperti biasa, , , sampailah hari minggu


gue dan ivan naik kereta cukup lenggang karena hari minggu , ivan mengingatkan jangan ada saling tinju dalam masalah ini harus diselesaikan dengan baik dan biarkan caca yang memilih. sampai daerah kami , gue dan ivan kesalah satu tempat makan didekat stasiun karena lapar . didepan tempat makan itu ada motor caca . gue masuk agak cepat kedalam dan terkejut , caca sedang disuapin makan oleh andi dipojokan rumah makan itu . ivan samperin gue "van kita ga perlu repot repot cari caca" kata gue menunjuk mereka. ,kedua kaki gue lemes ketika itu , apakah masih ada harapan? , apa gue masih bisa dapetin caca? hati gue sakit panas emosi


\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Terima kasih bagi yang sudah like, fav dan koment :), jangan lupa follow IG gue ya : supermansistem :)


untuk bantu support gue di link : https://saweria.co/donate/supermansistem


Atau bisa via BCA : 5420-4410-71 (sahabat gue)


Terima kasih ^^


 

__ADS_1


 


__ADS_2