
gue merasakan sebuah kehadiran gaib , gue perhatikan diantara orang orang yang ada disekitar gue, gue lihat dibelakang sana ada kepala macan tanpa tubuh yang gue rasa punya seseorang yang gue kenal , melihat gue lalu menghilang begitu saja . . . . . ya itu macan kepunyaan kiki
saat itu gue sungguh malu dihadapan orang orang disana , yang gue dengar suara rintihan tangis sela yang semakin menjadi
"yu sel , kita keluar dulu" ucap cindy saudara gue , kemudian mereka terlihat jalan ke arah tempat makanan
"sungguh tragis nasib lu hari ini bro ,udah diputusin , kena pecat pula" ada seseorang laki laki disebelah gue yang menepuk pundak gue ,
"iya bang" kata gue , sungguh gue tidak bisa mengucapkan kata kata lebih saat itu
"san yu pulang" tangan sela raih tangan gue ,
"dingin banget tangan lu" kata sela
"udah udah , semua udah terjadi san , mendingan pulang yu banyak yang lihat ini" kata sela menarik tangan gue ,
bagai kebo yang dicucuk hidungnya gue nurut aja , gue lihat sela yang ada didepan gue seperti mengelap matanya , ya sela menangis . lalu kami turun lewat eskalator , sela membuang mukanya ke arah sana tidak melihat gue , sesekali tangannya mengusap air matanya yang sudah keluar , gue ga bisa berkata apapun , kami lalu duduk disebuah kursi yang ada didekat pintu keluar mall itu . gue duduk terbengong **** , perasaan gue kacau , pikiran gue melayang layang "nanti gue kerja dimana lagi?" ucap gue dalam hati , "maaf om udah kecewain anak om , maaf pah anakmu ini ga bisa setia dengan sela"
"udah san" kata sela mengusap punggung gue , air mata gue keluar dengan sendirinya
"maaf" , cuma kata itu yang keluar dari mulut gue , gue mengusap air mata gue
"udah udah" kata sela memeluk gue , untung aja saat itu keadaanya sedang sepi dllantai dasar
"maaf sel , maaf" kata gue , mulut gue seakan bergetar karena masih kaget dengan kejadian tadi
"yang harusnya minta maaf gue san , gue salah" kata sela melepaskan pelukannya , tatapannya tajam ke arah gue
"karena gue lu sekarang ga kerja" kata sela
"..." gue cuma nenunduk , nasib gue sial banget emoticon-Berduka (S)
"yu pulang" kata sela
"kemana?" kata gue
"ke rumah lah" kata sela
"gue ga enak sama cindy sel , kayanya gue pulang kampung aja" kata gue
"loh ko gitu banget? lu katanya kuat? masa cuma gitu aja udah mundur? cari kerjaan baru atuh , banyak ko san" kata sela
"ga segampang membalikan telapak tangan sel" kata gue
"ya lagian itu selanya kenapa ngomong gitu? kan lu kerja sama bokapnya bukan sama dia , kenapa dia yang pecat lu" kata sela
"lu ga tau sel , sela itu anak kesayangan bokapnya , kalau dia seperti ini pasti bakalan diturutin" kata gue
"ya coba aja nanti lu ke kantornya , ngomong baik baik sama bokap sela , kali aja lu masih kerja disana" kata sela
"hayolah san jangan murung terus , nah sekarang kan lu udah putus , jomblo kan? berarti kita bisa nih pacaran?" kata sela
"ga gitu juga kali sel , sabar " kata gue , gue agak emosi juga dengan perkataan sela , seperti suka banget gue putus sama sela
"memang kenapa? kan lu juga yang ancurin hubungan gue sama kiki san?" kata sela
"oh jadi lu gitu ? menganggap gue ini penghancur kisah cinta lu?" kata gue menatap sela
"lah memang bener kan? terus lu mau gimana lagi? mau gue balikan sama kiki dan lu balikan sama sela? ga mungkin san!" kata sela
"udah lebih baik kita pacaran aja! , lu selingkuhin cewe lu dan gue selingkuhin cowo gue , fine kan? sama kan? kita sama sama perusak san! , lu masa ga terima itu?" kata sela
"..." gue berpikir bener juga perkataan sela
"tapi sel , gue ga serta merta pacaran hari ini juga , jam ini juga atau detik ini juga , gue butuh waktu , gue mau balik ke kampung dulu sesaat" kata gue
"yaudah kalau lu maunya gitu san gue siap nunggu ko , kapan jadinya lu balik ke kampung?" kata gue
"besok sel , sesudah gue ngomong sama bos dikantor gue , kalau gue masih diterima atau engga , gue tetep balik ke kampung dulu , mungkin 2 sampai 3 hari" kata gue
"lu harus siap aja san" kata sela
"siap apa? siap dikeluarin?" kata gue , sela cuma mengangguk
"ah tau dari mana" kata gue
"ga tau kenapa hari hari kemarin gue lihat lu udah ga kerja dikantor itu lagi san" kata sela
"ah masa sih? mimpi doang kali" kata gue
"mimpi dan penglihatan gue beda san , kita lihat aja besok" kata sela
"yaudah deh , semoga aja engga" kata gue .
gue kemudian pulang , kami pulang dengan kendaraan umum yang berbeda arah , sebelum ke rumah cindy gue mampir kesalah satu warkop yang ada didekat situ,ada dikomplek itu juga .
"pak biasa dong susu putih 2 saset jadiin satu , dingin ya , airnya dikit aja" kata gue pada pak tohir (penjaga warung)
"siap san , eh lu kenapa mata sembab gitu? habis nangis lu ya?" kata pak tohir melihat mata gue
"ya biasalah pak , percintaan rumit" kata gue menepok nepok pelan jidat gue
"kenapa atuh san? cerita sama bapak?" kata pak tohir
__ADS_1
"panjang pak kalau diceritain , ga cukup sehari hhehe" kata gue
"sabar kalau gitu san , intinya kita jangan sampai kecewain orang yang kita sayangi" kata pak tohir
"siap pak" kata gue , gue kemudian mengambil segelas susu dan meminumnya ,
kemudian . . .
"tolong tolong! ! ! " ada suara perempuan yang teriak , sontak orang orang yang ada diwarung keluar dan mencari letak suara itu , ternyata ada cewe yang berlari disekitar taman komplek , kami semua menuju ke arah sana , gue lihat cewe itu jatuh terduduk
"ada apa dek ada apa?" ujar pak tohir , pak tohir di komplek itu juga sebagai kepala satpam loh jangan salah , posisinya ada didepan si cewe itu , gue agak jauh
"pak saya dikejar kejar ular" kata cewe itu
"mana ga ada ?" kata pak tohir
"itu itu" kata cewe itu menunjuk nunjuk arah belakang pak tohir
mungkin mereka tidak bisa melihat ular itu , ya ialah ular gaib
"itu pak itu dibelakang bapak" kata cewe itu
gue kemudian memanggil mbah put , dan datang tuh mbah put
"ada apa bro sandi?" kata mbah put
"tolong bantu wanita itu , dia dikejar ular " unjuk gue pada ular yang ada dibelakang pak tohir ,
"ular itu tidak akan melukainya bro sandi , ular itu adalah titipan leluhurnya" kata mbah put
"ah masa sih? tau dari mana mbah?" kata gue
"jin suruhan yang akan melukai seseorang dengan jin titipan dari leluhur jelas beda bro sandi , mungkin dia baru pertama kali melihatnya" kata mbah put
"oh gitu ya mbah , saya baru tau" kata gue
kemudian . . .
"itu dibelakang dia ada macan!, macan!! " cewe itu menunjuk nunjuk samping gue yang ada mbah put , semua orang melihat gue ,
"mana ga ada?" kata gue mengelak melihat kiri kanan
"saya mau pulang saya mau pulang!" ujar cewe itu yang kemudian lari dan tetap diikuti seekor ular
"ular ular ! ! ! !" kata cewe itu melihat kebelakang sambil berlari
"aaaaaaaaaaaaaaaaaaa , dia masih kejar saya tolong! ! ! " cewe itu teriak seperti orang gila , cakep sih , hitam manis kelihatannya karena saat itu penerangan sangat minim ,
"ccckckckckk" pak tohir geleng geleng kepala , kami semua tidak mengikutinya
gue mendekati pak tohir , "dia itu siapa pak?" kata gue
"kayaknya dia anak baru disini deh , keluarganya baru pindahan kemarin kemarin , rumahnya paling pojok disana" kata pak tohir
gue cuma menganggukan kepala
"ohhh" kata gue , gue tidak terlalu kepo pada wanita itu
kemudan gue berjalan sampai rumah cindy eh didepannya ada mobilnya bokap sela ,
"haduh mati gue , pasti kena omelan" kata gue dalam hati
kerena saat itu sudah malam gue memberanikan diri untuk masuk kedalam rumah cindy ,
"permisi" ucap gue pelan , diruang keluarga itu ada bokap sela , sela , cindy
sela samperin gue kemudian "PLAK" gue ditampar lagi
"enak lu ya , gue jauh jauh pulang demi lu , tapi lu jalan sampai malam sama cewe lain!" kata sela
"sel , dengerrin dulu , itu cuma temen aku" kata gue , kemudian "PLAK" gue ditampar lagi
"ya terus aja sel , terus sampe kamu puas" kata gue , kemudian "PLAK PLAK PLAK PLAK PLAK" gue ditampar bolak balik , gue terima itu , dan gue ga mengelak , napas sela naik turun , EMOSI BERAT ! ! !
"maafin aku sel" kata gue menunduk
"maaf? hahaha maaf? cuma kata kata itu yang lu gunain? hah!" kata sela
"Lu kemana tadi! , kenapa lu ga kejar gue sama cindy ! , kenapa lu sama dia lagi hah! lu orang paling ga peka san , **** banget tau ga !" kata sela yang kemudian menangis , gue coba rangkul pundaknya tapi "PLAK" gue ditampar lagi
"JANGAN SENTUH SENTUH gue LAGI!" kata sela
"ya sel , aku terima ini semua ko" kata gue
"sudah sela , sini duduk dulu" kata bokap sela , kemudian sela mundur kembali ke kursinya , tatapannya terus ke arah gue , rambutnya pun berantakan tak disisir
"sandi sini dulu" kata bokap sela ,
gue kemudian duduk disebelah kiri bokap sela sementara sela disebelah kanan
"ini ada apa sandi sama sela? coba jelaskan" kata bokap sela
"maafkan saya om , iya saya salah" kata gue menunduk
__ADS_1
"kenapa kamu selingkuh san?" kata bokap sela
"saya ga selingkuh om , saya hanya jalan , dan dia itu juga teman saya ketika PKL dulu , kami cuma jalan tidak pacaran" kata gue menjelaskan
"KAGA PACARAN TAPI MESRA ! " kata sela
"maaf sel , itu berlangsung begitu aja , yang jelas kami ga pacaran" kata gue
"sela sabar , dengerin dulu penjelasan sandi" kata bokap sela
"ya om , saya minta maaf atas kejadian ini , saya jujur merasa bodoh sekali , dan saya terima itu om " kata gue
"terima apa san?" kata bokap sela
"saya dikeluarkan dari kantor om" kata gue
"hahahahahahha" bokap sela tertawa
"ada apa om?" kata gue
"siapa yang bilang dikeluarin sandi?" kata bokap sela
"tadi sela yang bilang om" kata gue polos
"YA PAH PECAT AJA DIA!" kata sela langsung aja
"sela sabar dulu , kalian boleh bermusuhan tapi pekerjaan itu beda dengan percintaan , jangan bawa bawa masalah pribadi ke kantor" kata bokap sela , saat mendengar itu hati gue begitu tenang "syukurlah" kata gue dalam hati , "berarti gambaran masa depan sela salah"
"kenapa belain dia sih pah? dia udah buat anakmu ini sakit hati masih aja dibelain!" kata sela
"bukanya gitu sela , sandi ini juga anak dari teman baik papah loh , masa iya kita harus memusuhinya begitu saja? memecatnya begitu saja?" kata bokap sela , gue lihat sela manyun mendengar itu
"yaudah! , kalau gitu sela mau kuliah dijakarta aja! , ga mau disana ! , secepatnyanya sela mau pindah pah!" kata sela
"ya terserah kamu anaku , kamu yang memilih , papah hanya sebagai supir yang mengantarkan kamu ketempat tujuan , mau lewat jalan mana juga pasti papah dukung" kata bokap sela , bokap sela begitu baik emoticon-Belo
"ya!!! , tapi urusin tuh dia! , pokoknya sela udah ga mau sama sandi! kita udah putus tadi!" kata sela
"yaudah kalau sela udah ga suka sama sandi , buat apa dipaksakan iya ga?" kata bokap sela , bokap sela begitu membela gue emoticon-Belo
"terimakasih ya om , saya sangat berterimakasih" kata gue menunduk dan mencium tangan bokap sela
"udah udah sandi ga apa apa , berarti malam ini dapat pelajaran kan? bagaimana memperlakukan seorang wanita?" kata bokap sela
"jangan selingkuh lagi ya" kata bokap sela mengusap usap rambut gue
"hehe iya om makasih ya" kata gue senyum
"tenang om , saya ga akan kaya gini lagi , dan sela aku minta maaf buat ini semua" kata gue mencoba senyum sama sela
"leeee" sela menjulurkan lidahnya
"sela jangan gitu atuh , sandi minta maaf loh , masa di ledek" kata bokap sela
"aaahhh udah lah udah yu pulang!" kata sela yang kemudian lari ke arah depan rumah cindy
"yaudah kalau gitu , sandi , cindy om pulang dulu ya , makasih nih" kata bokap sela
"saya yang terimakasih om karena masih diijinkan bekerja diperusahaan om" kata gue
"ya sandi , tapi ingat ya , jangan campurkan urusan pribadi dengan pekerjaan mu , saya puas dengan kerja kamu selama satu bulan ini , terimakasih juga karena dirimu kantor saya sekarang jarang yang kesurupan" kata bokap sela
"bukan karena saya om , tapi karena Pencipta kita" kata gue senyum
"haha bisa saja kamu sandi , yasudah kalau gitu saya pulang dulu , , , ,mari" ujar bokap sela meninggalkan kami
gue mengantarkannya ke arah depan , gue lihat sela di jok belakang begitu kesal melihat gue sampai mengulurkan jari tengahnya dan lidahnya ke arah gue , gue cuma balas itu dengan senyuman . "sabar san" kata gue dalam hati
besok paginya gue berangkat seperti biasa ke kantor gue dengan penuh semangat , ! ! ! , semua teman teman gue sudah ada disana semua , mereka terlihat agak canggung gitu
"mba na kenapa ? ko pada diem gitu?" kata gue
"shhiitt san , duduk aja udah kerja" kata ratna pelan
"ada apa sih" kata gue pelan juga
"KALAU KERJA GA PAKE NGOBROL!" , gue lihat kebelakang dekat pintu ada sela ! ! !
"iya bu maaf" kata gue yang kemudian menyalahkan komputer gue ,
"SAYA SEKARANG KEPALA DEVISI KALIAN ! ! !" ujar sela
\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Terima kasih bagi yang sudah like, fav dan koment :), jangan lupa follow IG gue ya : supermansistem :) dan channel youtube gue : supermansistem
untuk bantu support gue di link : https://saweria.co/donate/supermansistem
Atau bisa via BCA : 5420-4410-71 (sahabat gue)
Terima kasih ^^
__ADS_1