Petualangan Anak Banten

Petualangan Anak Banten
Part 24


__ADS_3

"san , dengerin caca dulu masuk sekarang!" kata nyokap gue suaranya agak meninggi ,


gue diam dan berbalik badan lalu masuk rumah dengan menunduk tanpa melihat dia . gue duduk dikursi lebih dulu , caca dan nyokap gue masih di pintu kayanya caca lagi ngomong. tak lama mereka duduk dihadapan gue . caca masih memeluk nyokap gue sambil menangis .


"saa saaayaang ma maaf soo sooaal taadii" kata caca berbicara agak terbata bata


"...." gue diam aja


"san denger dulu apa kata caca" kata nyokap gue


"lihat dia sandi!" kata nyokap gue agak emosi kayanya melihat gue cuek , gue lalu melihat nyokap gue ,


"lihat caca san. . ." kata nyokap gue lagi , lalu gue lihat dia dari kaki , berhubung kita langsung berhadapan (tidak ada meja) gue lihat kakinya seperti diperban dan ada bercak darah.


"aku terpeleset sayang tadi disekolah ketika pulang , kakiku kena serpihan beling dan kakiku terkilir " kata caca menunjukan perbannya


"aku sudah paksa buat naik motor sendiri tapi kata guru aku ga boleh, dan pas banget ketika itu andi lewat dan guruku yang menyuruhnya" kata caca sambil terisak


"sebenernya andi gamau , cuma dia dipaksa guruku sayang sumpah" kata caca


"aku sudah sms dan telepon kamu ketika itu aku mau ijin dulu , tapi kamu ga jawab sementara aku ada les sore ini , aku terpaksa sayang" kata caca lagi , gue lalu langsung mengambil hp yang sedari tadi ada ditas gue , memang jam sebelum gue lihat caca dengan andi itu ada beberapa sms dan panggilan tak terjawab tapi gue belum buka isinya .


"aku sangat minta maaf sayang , aku mohon maafin aku" caca lalu menangis lagi .


gue ketika itu hanya bisa menghela napas "haeeeehh" , gue ga lihat mukanya tapi gue lihat perbannya yang agak kotor ,


"tadi caca kesini naik apa sayang" kata nyokap gue usap usap rambutnya


"aku kesini naek angkot mah , lalu jalan kesini" kata caca isakan tangisnya makin keras , hati gue lalu luluh lantah seperti bangunan yang kokoh jadi hancur , kenapa gue ga tanya kenapa dan bagaimana dulu tadi . kenapa gue langsung emosi ? bener kata emak emak penjual bunga "jangan emosi dulu , hanya sesaat" , gue lama terdiam saat itu. **** banget gue, cewe yang sayang sama gue sampe jalan dari depan tempat angkot sampe rumah gue dah mana dia lagi sakit kakinya , itu kan jaraknya lumayan jauh, gue **** ga sih?


"kamu pasti lihat ya pas aku ketawa ketawa sama dia?" kata caca , gue lihat dia mengambil sesuatu dari tasnya


"nih sayang" kata caca memberikan sebuah foto jadul , gue lihat ada 2 anak kecil cowo cewe dan 2 bapak bapak .


"itu aku sama andi , dia ternyata dulu temanku karena masih kecil aku lupa, bapak bapak disebelah papahku itu pamannya andi ,dan kamu tau ga paman andi siapa? dia tuh yang menyembuhkan kamu ketika kamu diserang nyai pantai , guru papahku" kata caca , gue kaget , gue langsung lihat dia dengan tatapan serius ,

__ADS_1


"yang bener?" kata gue tanpa suara menatapnya . caca hanya mengangguk sambil mengelap air matanya , pantesan aja si andi punya ular yang mirip dengan ratu pantai .


"dia ga bakalan ambil aku dari kamu ko sayang , dia juga udah ngerti" kata caca


"aku tadi ketawa karena dia memberikan foto ini sama aku , aku minta maaf sayang" kata caca lalu dia berdiri , dan berjalan seperti orang kesakitan ke arah gue, lalu duduk dengan kedua lutut ke lantai


"MAAFKAN AKU SANDI SAYANG" :') ,


"eh eh udah udah " kata gue lalu gue angkat badannya dan duduk disebelah gue


"maaf sayang" kata caca lagi dan langsung memeluk gue .


"iya iya" kata gue , gue tanpa terasa menangis ketika itu . entah hawa apa gue jadi merasa sangat bersalah sama caca dan andi .


"aku sayang kamu" setelah bicara itu caca pingsan


..........................


"ca caaa" kata gue piknik, eh panik


"hayu hayu bawa ke rumah sakit" kata nyokap gue


.........................


dirumah sakit caca langsung dibawa ke ruang UGD , kata dokter dia hanya kecapean dan butuh istirahat sementara luka caca ternyata masih ada beberapa serpihan beling yang belum keluar (pasti sakit rasanya).


setelah dari ruang UGD , dia masih belum sadar lalu ditempatkan disalah satu ruangan yang sama ketika gue dirawat .malamnya datang keluarga caca menjenguk bokap caca hanya bilang sama gue "hati hati ya san , dan tenang aja masalah andi itu bapak yang tanggung jawab kamu tenang saja" gue hanya mengangguk , malam itu mereka percaya sama gue untuk menjaga caca , jadi tinggalah gue berempat. mbah put dan nyai ro ada disebelah gue , karena agak bt ga ada teman dan caca masih tidur gue ngobrol sama mereka , ada beberapa bedanya mbah sama nyai , kalau nyai itu warnanya lebih putih bersih (sering mandi kayanya) , dan lebih angun dari gerakannya.


"nyai udah punya pacar belom" kata gue


"pacar itu apa dek sandi" kata nyai


"dibilangin panggil bro saja . iya ga mbah put" kata gue menaikan alis mata


"iya bro sandi" kata mbah put polos banget

__ADS_1


"baik bro sandi , lalu pacar itu apa?" kata nyai ro sama sama polos


"nah gitu enak , pacar itu kaya kami nih , caca dan saya" kata gue


"..." mereka menganggukan kepalanya


"cie cie , dah kalian pacaran aja sih , punya anak lucu bayi macan hahahaahahha" gue ketawa gede sendirian , lagi ketawa dateng suster


"eh pak ada apa ya ketawa sendiri" kata suster


"oh itu ini itu ," kata gue agak ****


"tadi saya mikir punya makanan macan goreng dan rebus hehe" kata gue cengar cengir


"ehh makanan macan goreng? apa tuh?" kata suster itu


"engga sus, cuma pemikiran aja, ehh ngapain sus?" kata gue


"ini saya mau pasiennya dulu" kata suster


gue lihat nyai dan mbah seperti menahan tertawa ,


"enak ye ketawa , awas ye" kata gue pelan


\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Terima kasih bagi yang sudah like, fav dan koment :), jangan lupa follow IG gue ya : supermansistem :)


untuk bantu support gue di link : https://saweria.co/donate/supermansistem


Atau bisa via BCA : 5420-4410-71 (sahabat gue)


Terima kasih ^^


 

__ADS_1


 


__ADS_2