
"van hayo cepetan" kata gue sedikit bergegas , kaki gue dipacu agak cepat melewati teman teman gue yang baru pulang sekolah , ya karena murid disekolah gue cukup banyak jadi kalau sepulang sekolah agak berdesakan ketika melewati gerbang menuju parkiran motor
"misi misi" kata ivan yang ada disebelah gue
"duh van keburu ga nih kereta jam 2?" kata gue , gue melihat jam cuma pukul 13:30
"keburu dah keburu hayo" kata ivan .
kami langsung bergegas keparkiran motor , disana sudah ada nia . karena nia ga bisa bawa motor kopling maka nia pakai motor ivan yang matic .
"nia gue kejakarta dulu , bawa motor ivan dulu ya" kata gue memberikan kunci motor ivan
"hati hati ya bang , mau ke dia kan?" kata nia
"iya nia , doain aja sampe" kata gue
"yu cepetan san , motor lu gue yang bawa aja" kata ivan
"yaudah , hati hati nia pulangnya" kata gue , ya walau nia udah bisa bawa motor tapi gue masih kuatir sama nia .
"iya bang nia pelan pelan ko" kata nia
"langsung pulang jangan maen dulu" kata gue
"iya abang ku" kata nia ,
kemudian gue dan ivan langsung tancap gas kestasiun .
"teng tong teng tong . . . . kereta api tujuan jakarta siap diberangkatkan" ucap pengeras suara yang bergema distasiun
"woi cepetan san tiketnya" kata ivan , ivan sudah masuk ke peron stasiun sementara gue masih ngantri ada 2 orang lagi didepan gue
"iya sabar **** ini ngantri" kata gue
selang beberapa menit 2 tiket sudah ditangan tujuan akhir jakarta , gue lihat kereta sudah jalan perlahan , gue lari sekuat tenaga
"prriiittt" suara securty meniup peluit tanda tak boleh masuk kereta
"sabodo amat san , hayo cepetan" kata ivan ,
ivan naek duluan ke pintu kereta kemudian gue , gue dan ivan lari ke keramaian dalam gerbong kereta
"haa haaa haaa" suara nafas gue naik turun , cape lari
"untung aja sempet van , kalau engga ketinggalan nih acaranya" kata gue
"iya , eh baju segala macem udah ditas kan?" kata ivan
"udah van , thanks ya lu mau ikut gue" kata gue
"iya bro tenang aja , namanya juga sahabat" kata ivan
karena kereta saat itu agak sesak jadi gue dan ivan berdiri , cukup lama gue berdiri sampai kita dapat tempat duduk , itu pun sudah distasiun dekat sana , panas bau segala macem jadi satu
"van pokoknya nanti temenin gue ya , gue gugup" kata gue
"iya tenang aja , kado ? udah kado? " kata ivan
"udah van kalau kado sih nomor 1" kata gue
"lu yakin dia suka?" kata ivan
"ga tau juga van , harganya sih ga seberapa" kata gue
"bawa parfum kan?" kata ivan
"iya bawa van , bau banget nih badan" kata gue
sampai lah kami distasiun tujuan . gue dan ivan turun
..................................................................................
(telepon 2 hari yang lalu)
"hallo sayang , aku mau ulang tahun loh" kata sela
"eh kapan yang?" kata gue
"heemmm hari sabtu" kata sela
__ADS_1
"sabtu kapan? ini udah kamis" kata gue
"hari sabtu ini atuh sayang haha" kata sela
"ko kamu ga kasih kabar dulu jauh jauh hari?" kata gue
"mau kasih kamu kejutan aja yang , aku mau tau kamu bakalan hadir ga di acara ulang tahun aku" kata sela
"ya pasti yang , nanti aku datang dengan temanku" kata gue
"asikk bener ya , nanti supir aku ke sana" kata sela
"ih ga usah , aku kesana pake kereta aja , aku ga mau repotin kamu" kata gue
"sayang nanti kamu cape ," kata sela
"ga apa apa , kamu kasih tau aja nanti aku naek angkot apa aja dari stasiun ya " kata gue
"yaudah deh kalau itu mau kamu , maaf ya sayang" kata sela
"iya santai atuh sayang" kata gue
................................................................................
kami menunggu angkot yang sudah diberitahu sela terlebih dahulu . "kamu dari stasiun naek ini , terus naek ini , lalu kemudian naek ini ya sayang " gue meliat sms sela .
"van ini ni angkotnya" kata gue menghentikan angkot
"bener lu?" kata ivan
"iya bener" kata gue
lalu kami naek angkot
"duh macet" kata gue , gue lihat jam sudah pukul 5:30 sore , sementara acaranya pukul 7 malam
"keburu ga ya?" kata gue ke ivan
"lagian lu kaga mau dijemput sih" kata ivan
"gue ga enakan sama sela van" kata gue
"malu gue san" kata ivan , dia melihat sekitar
"ini bener rumah cewe lu bukan?" kata ivan
"iya bener van , ini rumah sela" kata gue
"gue tunggu disini aja dah" kata ivan menghentikan langkah kakinya
"**** lu ya , kita udah jauh jauh dari kampung ke sini . masa iya harus berenti karena malu melihat orang orang kaya? finace kita memang ga sekaya mereka van , tapi kita masih punya hati yang kaya" kata gue kemudian mendorong badan ivan
"iya iya dah , gue ikut cuma gue diam aja" kata ivan
"selow aja van" kata gue
"eh itu mereka pada ngasihin kertas undangan , lu ada ga?" kata ivan melihat sekumpulan orang mengantri memasuki rumah sela , yang mengambili kertas undangan itu supir yang dulu pernah mengantar gue ,
"udah tenang aja , masuk aja" kata gue ,
kemudian kami mengantri dibelakang orang orang itu , orang yang mengantri didepan gue (cewe) menoleh kebelakang , gue senyum ke cewe itu tapi dia cuek , dia lalu melihat gue dari bawah ke atas lalu menutup hidung (anjrit sakit banget) ,
"ada apa ya ka?" kata gue
"lu siapa ? ko ngantri kesini? kita bukan ngantri sumbangan loh" kata cewe itu , kemudian cowo yang didepannya menoleh kearah gue
"haha orang kampung ko masuk kota" kata cowo didepannya itu , kepalan tangan gue sudah keras , "mbah tam itu menghina saya" kata gue dalam hati
"sabar san sabar , lu ga boleh emosi nanti lu kemasukan lagi repot" kata ivan ,
"ya ya van" kata gue mencoba menenangkan diri
dari arah depan supir sela itu memanggil gue
"bro sandi? , masuk aja ga usah ngantri" kata bang supir teriak
"bener ga apa apa bang?" kata gue , orang yang didepan gue menoleh kebelakang semua
"ya masuk aja , sudah ditunggu dek sela" kata bang supir
__ADS_1
"oke bang" kata gue
"permisi ya" kata gue ke orang orang yang ada didepan gue
"siapa lo?" kata cowo yang menghina gue tadi , gue cuma balas omongannya dengan senyuman , gue samperin bang supir , anteriannya cukup banyak , apa ini semua teman sela? kata gue dalam hati .
"bang sela dimana?" kata gue
"sela dibelakang rumah , kalau sandi sudah datang katanya suruh masuk langsung sama temannya" kata bang supir yang menirukan omongan sela
"oke bang siap saya masuk duluan ya" kata gue ke bang supir diikuti ivan ,
"san ini bener rumah sela? gede bener" kata ivan
"hus lu jangan ngomong gitu ah" kata gue
"iya iya dah" kata ivan
kami menuju perkarangan belakang rumah sela , disana gue melihat seseorang bidadari yang sedang memakai gaun super cantik sedang terlihat ngerumpi bareng teman temannya , hiasan bunga diatas kepalanya serta kalung indah yang ada di lehernya menambah sosok kecantikan sela . gue cukup lama memandang suasana saat dia tidak melihat gue saat itu . 1 kata yang pasti . "perfect"
"perfect" kata gue , ivan melihat ke arah gue
"itu sela?" kata ivan
"iya van , cantik ga?" kata gue
"banget" kata ivan ,
sejak pertama bertemu dengan gue , rambut sela sekarang sudah agak panjang lebih dari sebahu . katanya sih "ga akan dipotong nih rambut sampai lantai" hahaahaa ,
diarea belakang rumah itu juga ada panggung kecil dan ada peralatan Band
"sandi!!" suara teriakan sela diringi lari kecilnya menghampiri gue
"udah udah jangan lari sayang" kata gue mendekatinya ,
"hehe seneng kamu dateng" kata sela kemudian memeluk gue
"kamu rapih banget yang , ganteng" kata sela melihat gue
"yaa , makasih ya , kamu juga cantik banget" kata gue
"hehe makasih juga sayang , sini sini" kata sela menarik tangan gue , kemudian gue dikenalkan ke teman temannya yang tadi sedang ngerumpi dengan sela , mereka ramah ramah banget tidak seperti orang yang gue temui didepan tadi .
tibalah acara utamanya semua orang berkumpul didepan kue ulang tahun yang cukup besar , disebelah sana ada sela beserta kedua orang tuanya , setelah menyanyikan lagu "selamat ulang tahun" acara selanjutnya adalah "potong kue" .
"potongan kue pertama ini untuk kedua orang tua aku yang senantiasa selalu menjaga aku baik suka maupun duka" kata sela , disambut tepuk tangan meriah oleh teman temannya
"lalu potongan kue kedua ini untuk kakak kandung aku , teh sely yang selalu mendukung aku setiap saat" kata sela , disambut meriah oleh teman temanya
"lalu potongan kue ketiga ini untuk seseorang yang special dihati aku , yaitu . . . . sandi!" kata sela , gue maju beberapa langkah ke arah sela bukannya disambut gue malah disoraki , tapi dengan tegar gue tetap jalan menuju sela
"huuuuuuuuuuu" ,
"woi salah orang lu sel!"
"masa orang kaya gitu lu pacarin"
"ah kecewa gue"
mereka itu yang teriak cowo cowo yang sedang berkumpul dibelakang gue , gue melihat mereka , tangan gue udah dingin rasanya (malu)
"udah udah , kalian apa sih , sandi ini tunangan gue!" kata sela membela gue ,
"ga apa apa sel , memang aku kelihatannya ga pantes disini" kata gue menunduk , gue marah ? ya gue marah tapi gue tidak bisa berbuat apa apa , gue juga malu banget saat itu . gue lihat ivan juga tertunduk , rasanya harga diri ini sudah diinjak injak oleh orang kota
"kalian ada apa?" kata bokap sela ke arah teman teman cowonya itu , bokap sela menepuk nepuk pundak gue "tenang aja ya" kata bokap sela ke gue sambil berbisik
"dengar ya , sandi ini calon menantu saya , jangan soraki dia seperti itu .saya tahu kalian kaya, bawa mobil kesini , tiap hari makan di restauran , tapi itu milik orang tua kalian bukan milik kalian mengerti? saya lebih menghargai sandi disini , dia belain jauh jauh dari kampung menemui anak saya yang hari ini berulang tahun , apa itu harus disoraki ?" kata bokap gue ke gue , ga lama oleh teman teman rumpi sela yang tadi diberikan tapuk tangan yang meriah , gue super terharu saat itu untung aja ga sampe nangis . gue juga agak kaget mendengar ucapan bokap sela
"calon menantu?" kata gue dalam hati
\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Terima kasih bagi yang sudah like, fav dan koment :), jangan lupa follow IG gue ya : supermansistem :)
untuk bantu support gue di link : https://saweria.co/donate/supermansistem
Atau bisa via BCA : 5420-4410-71 (sahabat gue)
__ADS_1
Terima kasih ^^