Petualangan Anak Banten

Petualangan Anak Banten
Part 58


__ADS_3

"woi minggir lo" aldi mengeluarkan kepalanya dari jendela mobilnya . gue agak kepinggir . mobil itu maju dan posisinya aldi berhenti didepan gue tanpa keluar dari mobil


"lu lihat kan? elsa udah ga mau sama lu? mendingan lu nyerah aja" kata aldi . gue menatap tajam matanya


"dari tadi gue belum denger lu terima diputusin elsa?" kata aldi


"ngomong cepet gue terima!" kata aldi , tapi gue diam aja


"haa haaa kenapa lu diam aja? masih kaget ya?" kata aldi


"dah hayo di pulang" kata elsa


"ya kita pulang sa , males gue ngomong sama pecundang ini , cuih" kata aldi meludah depan gue , lalu menutup kaca mobilnya dan pergi


gue emosi? jawabannya sangat . lalu kenapa gue ga jawab pertanyaan aldi? gue pernah dikasih tau sela kalau "jangan mengambil keputusan ketika emosi" , tapi ya gitu itu ketika pas gue inget omongan sela , kalau lupa ya gue pasti udah ngomong "ya gue terima putus sama elsa" , lalu gue memang banyak salah , dari yang pertama mukul aldi dan kedua gue mungkin ga tegas sama elsa dari pertama pacaran, kenapa gue ga tegas? karena gue PERCAYA sama elsa . apa ini kepercayaan yang selama ini gue bangun untuk elsa berakhir dengan seperti ini?


ketika mobil itu pergi gue langsung terduduk ditrotoar jalanan . "anj*ng!!!!!!!!" teriak gue tertahan . "kenapa nasib cinta gue selalu berakhir!" kata gue sambil memegang kepala . "caa! , asal lu masih ada ca! , gue mau sama lu aja ca! , gue bisa gila kalau gini terus!, gue kangen lo ca! , gue sayang lo!" kata gue bicara sendiri , untung pagi itu sepi . kalung perak itu gue kantongin , dan gue melanjutkan perjalanan pulang yang sempat tertunda dengan sangat lemas .


sampai depan gerbang rumah . gue lihat ada ular hitam yang pernah ada didalam rumah gue . dia melihat terus kearah gue . gue lalu mendekatinya


"hey ular ngapain lihatin gue mulu" kata gue , ya namanya ular dia ga bisa ngomong .


"duh mulai gila gue nih kayanya gara gara diputusin" kata gue yang lagi ngomong sama ular


gue lalu masuk kedalam perkarangan rumah tapi ular itu tidak mengikuti gue. didepan rumah ada ada guru dan bokap gue.


"eh sandi udah pulang?" kata bokap gue


"iya pah nih baru sampe" kata gue


"nia mana san?" kata bokap


"nia di cindy pah , lagi ngegosip" kata gue


"ohhh yaudah sana mandi" kata bokap gue


"iya pah , eh om tumben dateng" kata gue ke guru bokap ,


"iya sandi , ini saya sedang membantu papah kamu membuat pagar gaib supaya tidak ada yang berani masuk lagi" kata guru


"iya makasih om" kata gue , guru bokap dan bokap melihat sesuatu kebelakang gue , mereka diam sesaat , pasti sedang ngbrol dengan sesuatu


"sandi , kamu pernah mimpi bertemu ular dan dia besar gede warna hitam?" kata guru bokap


"iya om pernah , ko om tau ?" kata gue


"dia mau jadi pengikutmu" kata guru bokap


"aku mau sama mbah put aja" kata gue


"dia lebih kuat san" kata bokap gue


"mas ini yang tadi kan?" kata bokap ke guru


"iya ini yang tadi , pantesan gamau diusir , dia mau sama anakmu" kata guru ke bokap


"tapi auranya hitam mas" kata bokap ke guru


"ga apa apa , jin hitam ini mungkin suka dengan aura putih sandi" kata guru ke bokap


"harus buat perjanjian gaib lagi ya?" kata bokap ke guru


"iya sih , tenang saya yang atur" kata guru ke bokap


"memang ada apa om?" kata gue


"dia mau mengikuti mu sandi , nanti malam saya harus buat perjanjian itu dengan kamu . jam 9 malam saja saya balik lagi ya" kata guru


"tapi kan kata om dia jin hitam?" kata gue


"ga pengaruh jin hitam atau putih , semua tergantung mpu atau yang punyanya san , beruntung sekali kamu masih muda nanti punya 3 pengikut" kata guru


"3 om? kan berarti cuma mbah put dan ular itu" kata gue


"nyai ro nya dikemanain?" kata guru , gue dengar nyai ro senang banget


"eh nyai ro mana?" kata gue


"ini disebelah saya , dia kembali" kata guru senyum


"ko bisa kembali om??" kata gue bingung


"nyai ro kemarin cuma sakit sebenarnya ada disaya tapi tidak saya beritahu biar jadi kejutan , katanya "kangen" sama bro sandi ahahahah" kata guru


"hahahah bisa aja nyai ro ini" kata gue


"tau ini sandi , ke teman gaibnya terlalu dekat sampai dipanggil bro" kata bokap gue


"ya pah biar gaul dikit atuh jinnya hehe" kata gue


"tapi om aku masih bingung nih memangnya nyai sakit parah gitu ya ? soalnya lama banget sembuhnya" kata gue ke guru


"semua jin juga bisa sakit , bisa mati layaknya manusia , tapi jin itu dari segi umur memang bisa beratus ratus tahun . nah kasus yang kemarin nyai ro itu dibakar oleh jin hitam temanmu . ga habis ko tenang aja" kata guru bokap , gue cuma mengangung angukan kepala karena mengerti


"yasudah saya pulang dulu nanti malam jam 9 , saya mau buka sebentar mata kamu untuk melihat wujud ular itu . dia ada dibelakang kamu" kata guru .


"oke om makasih" kata gue


gue masuk kerumah langsung mandi dan tiduran dikamar , gue pandang kalung yang dibuang elsa itu . "ini gue beli dari tabungan duit gue selama PKL dan menyisihkan duit jajan gue beberapa minggu, tapi pada akhirnya ga guna" kata gue . ga lama gue tertidur . masih dalam keadaan terlelap gue dibangunkan oleh nyokap gue


"sandi sandi , bangun ada elsa" kata nyokap


"eh mah , apa elsa?" kata gue langsung melek , gue lihat jam masih siang (belum lama gue tidurnya)


"iya tuh ada didepan" kata nyokap

__ADS_1


"sama siapa mah?" kata gue


"sendirian kayanya san , samperin cepetan pake baju" kata nyokap


gue langsung pake baju , tak lupa gue kantongin lagi tuh kalung perak . gue melihat elsa duduk dikursi depan rumah gue bukan diruang tamu .


"sandi." kata elsa melihat gue ,


"kenapa sa" kata gue duduk didepan kursi dia


"maafin aku sandi" kata elsa


"haaaahh" kata gue menghela napas panjang


"iya sa , aku selalu maafin kamu ko" kata gue ,


"maaf aku bohong , aku juga maaf tadi emosi , habisnya kamu maen pukul ke aldi" kata elsa


"iya sa ga apa apa , memang sih aku juga yang salah , aku salah udah mukul cowo yang kamu sayangin" kata gue


"udah geh sandi jangan ngomong gitu" kata elsa


"ya kenyataannya begitu sa" kata gue


"......" kami diam beberapa saat


"jadi kamu mau kan kita balikan?" kata elsa


"sa , .... " kata gue , tapi dipotong oleh elsa


"oh ya kamu kan belum bilang kalau kamu terima aku putusin? , berarti kita masih pacaran kan?" kata elsa , gue memandang elsa cantik sih cuma rela bagi bagi?


"maaf sa" kata gue


"kenapa ko maaf? kan harusnya aku yang minta maaf" kata elsa


"aku memang belum jawab itu , jujur aku memang sayang sama kamu" kata gue


"tapi apa seperti ini kamu memperlakukan barang yang aku berikan untuk kamu?" kata gue mengeluarkan kalung perak itu dari kantong gue


"jujur sa , aku memang sakit hati diputusin kamu depan umum seperti tadi pagi , tapi aku lebih sakit hati ketika kamu melempar barang ini" kata gue mengepal kalung itu


"sandi aku...: kata elsa , gue potong omongan elsa , air mata elsa keluar . gue tetap menatap elsa


"ini tuh murah sa , aku tau ko uang di dompet aldi pasti bisa beli barang ini lebih dari 100 biji" kata gue memandang kalung itu


"tapi aku beli ini tuh susah sa " kata gue


"memang aku bukan orang kaya , aku orang biasa , aku beli ini juga harus nabung dulu " kata gue lagi


"ingat sa , lihat barang jangan dari murahnya , tapi dari seseorang yang memperjuangkannya . aku ingat omongan kamu tadi bilang "murahan" , sakit aku sa , sakit banget" kata gue


"makanya sandi elsa minta maaf sama sandi" elsa mendekati gue , elsa memeluk gue sambil menangis


"udah udah jangan nangis nanti mamah gue denger ah" kata gue


"aduh disengajain lagi ah" kata gue , ga lama nyokap gue keluar rumah , dan melihat elsa menangis . nyokap gue malah ngomelin gue , elsa langsung peluk nyokap gue , manja beneerrr


"sandi!, kamu apakan elsa!" kata nyokap


"aduh mah sandi ga apa apain sumpah" kata gue


"sandi gamau balikan sama elsa mah , elsa minta maaf sama sandi ga dimaafin" kata elsa ke nyokap


"aduh kenapa ini ko sandi putusin elsa?" kata nyokap


"sandi ga putusin mah , elsa yang putusin sandi" kata gue ,


"iya mah elsa memang salah putusin sandi , tapi elsa kan udah minta maaf mah" kata elsa


"udah sandi balikan lagi ya , udah ah jangan kaya gini berantem terus" kata nyokap


"ah tau lah" kata gue bangun , mau masuk rumah tapi tangan gue dipegang nyokap gue


"sandi jangan kaya anak kecil itu sih , jawab dulu ini elsa" kata nyokap gue , elsa melepaskan pelukannya pada nyokap gue dan mengusap air matanya


"ya ya mah , iya balikan . udah ya sa aku mau tidur lagi" kata gue


tangan nyokap gue melepaskan tangan gue , lalu kembali masuk ke kamar . gue ketika itu bukannya sayang atau cinta pada elsa tapi makin ga suka . kenapa sifat elsa tiba tiba berubah? gueh banget gue pikir . gue juga lihat dia memang sadar tidak ada pengaruh apapun dari luar sana (seperti pelet atau semacamnya). lalu gue kembali tidur dan bangun sudah magrib , disamping gue udah ada nia cindy dan sela lagi maen hp , padahal gue tidur cuma pakai sarung dan ****** .(kasur dikamar gue memang bisa muat 6 orang dewasa agak besar ketika itu hehe) ,


"woiii ngapain cewe cewe pada ngerumpi disini" kata gue , menutupi dada gue kaget banget kaya habis diperkosa aja emoticon-Stick Out Tongue


"ahahah si sandi baru bangun" kata cindy


"ganteng juga lu ya kalau tidur san" kata sela senyum ke gue


"keluar dulu ih gue ga pake apa apa nih" kata gue menutupin sarung sampai kepala gue karena malu


"santai aja sih , lagian siapa juga yang mau ngintip lu haha" kata cindy


"lu lagian cindy , ada kamar nia , kenapa ke kamar gue" kata gue


"enakan disini san , kan dulu juga gue sering nginep pas kecil" kata cindy


"kan itu pas kecil cin , yaudah gue mandi dulu dah" kata gue yang kemudian bangun


"kalung apa ini ? beuh Sandi & Elsa nama kalungnya" kata sela


"itu nama cewenya bang sandi teh" kata nia , gue langsung mengambil kalung itu dari sela


"maaf sel , jangan pegang ini dulu" kata gue


"iya iya maaf san , gue kira lu jomblo hehe" kata sela


"ya ga lama lagi" kata gue

__ADS_1


"loh memang kenapa?" kata sela


"tanyain aja noh nia" kata gue


"kenapa nia ,? nia ga cerita niih tadi" kata sela


"hehe maaf teh" kata nia


gue kemudian mengambil baju dan menuju kamar mandi , sesudah mandi gue kembali kekamar gue mereka masih asik ngerumpi , memang sih ya cewe cewe kalau udah ketemu sejenisnya apa kaya gitu ya? gue mengambil beberapa buku pelajaran dan membacanya sedikit sedikit disamping nia , karena gue tau kelas 3 mau ujian nasional tinggal beberapa bulan lagi . tapi percuma gue baca buku gue terus diajak ngobrol oleh mereka dan akhirnya ga jadi belajar malah ikutan ngerumpi emoticon-Stick Out Tongue . cindy saudara gue dia makin cantik ya walau ga semontok nia haha , lalu sela juga dia cantik dan ramah serta bodynya bak model hehe , tapi ya gitu rambutnya pendek sepundak .


"teh sela kalau mau deket bang sandi , rambutnya harus panjang" kata nia


"loh memang kenapa?" kata nia


"kaga mau dia kalau pendek haha" kata nia dan cindy tertawa , gue lempar bantal ke nia


"huss jangan ngomong gitu nia" kata gue


"haha lagian bener bang" kata nia


"yaudah nanti di panjangin kaya nia tuh bagus" kata sela


"dihhh memang kenapa?" kata gue


"ya ga apa apa hehe" kata sela


"cieee ehem ehem" kata cindy


"apa sih cinn" kata gue


tak terasa waktu sudah pukul 9 malam , gue dipanggil bokap gue menuju belakang rumah sementara cindy sela dan nia masih ngerumpi dikamar gue . gue disuruh duduk dibatu besar yang ada dibelakang rumah gue .


"sudah siap? tapi saya buka hanya beberapa saat kemdian akan saya tutup kembali" kata guru


"baik om " kata gue , lalu gue memejamkan mata dan diguyur oleh air kembang 7 rupa . gue buka kembali mata gue .


gue melihat mbah put , mbah sut , mbah kut , nyai ro dan ular yang cukup besar berwarna hitam dibelakang guru bokap .


"haaayyyyyy" kata gue senyum ke mereka dan turun dari batu besar


"seneng loh lihat kalian , aku kangen banget" kata gue berada didepan mereka


"mbah put , jangan nakal lagi! , jangan kabur!" kata gue mencubit pipit cubienya ,


"baik bro sandi saya tidak akan kemana kemana lagi" kata mbah put


"mba sut dan mbah kut apa kabar" kata gue ke mereka


"kami baik sandi" kata mbah kut . mbah sut masih aja diam sama gue


"nyaii rooo gimana udah sembuh belum macan cantik" kata gue mencubit pipi macan itu dan mengusap usap kepalanya ,tapi nyai ro ga kaya mbah put sih kurang cubie pipinya


"baik bro sandi , maaf kemarin saya tidak bisa ikut bro sandi baru hari ini saya kembali" kata nyai ro


"tidak apa apa nyai , saya seneng nyai kembali" kata gue


"terimakasih bro sandi" kata nyai


"yaudah nyai sini sini" kata gue , nyai mengikuti gue


"nah nyai sama mbah put berduaan" kata gue , mereka diam aja


"nah jangan diam aja , ngobrol atuh" kata gue


"baik bro sandi" kata mbah put ,


"sandi diapain nyai sama mbah put" kata bokap gue


"dijodohin pah" kata gue


"waduh anak papah , kebanyakan nonton ftv kayanya" kata bokap gue , kamipun tertawa


"ya ga apa apa , lagian mereka senang" kata guru bokap


lalu gue mendekati ular besar hitam itu . auranya memang hitam , kuat dan sepertinya lebih kuat dari mbah kut . ukurannya? rahasia emoticon-Stick Out Tongue , ini ular konyol ga? dibaca aja nanti emoticon-Stick Out Tongue


"halo mbah" kata gue


"selamat malam dek sandi " kata ular


"kenapa mau mengikuti saya mbah" kata gue


"aura dek sandi sangat bagus , saya senang. salah kenal saya dari wilayah selatan" kata ular


"nama mbah siapa?" kata gue


"mbah tam (nama samaran disini ) " kata mbah tam


"oke deh mbah tam selamat bergabung ya hehe" kata gue


"saya akan menjadi pengawal dek sandi kemanapun dek sandi pergi" kata mbah tam


"disini ga ada yang namanya pengawal mbah , yang ada cuma teman! , ingat mbah ga boleh ngomong pengawal pengawal lagi ya" kata gue


"baik dek sandi , dek sandi memang baik" kata mbah tam


"hehe iya mbah tam , oh ya panggil aja bro sandi" kata gue


"baik bro sandi" kata mbah tam , gue lihat bokap gue dan guru bokap tepok jidat


\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Terima kasih bagi yang sudah like, fav dan koment :), jangan lupa follow IG gue ya : supermansistem :)


untuk bantu support gue di link : https://saweria.co/donate/supermansistem

__ADS_1


Atau bisa via BCA : 5420-4410-71 (sahabat gue)


Terima kasih ^^


__ADS_2