
beberapa bulan sebelum kejadian tersebut, yaitu setelah gue perkemahan, gue liburan bareng caca beserta tante dan om caca ke daerah ciwidey - Bandung. gue saat itu nolak karena ada acara di sekolah gue dengan teman teman gue tapi yaaaa caca tetep maksa gue ikut bareng keluarganya.
"yaaaanngggg" kata caca dengan suara ngambeknya ditelepon
"aku sibuk caaa, kan tau sendiri" kata gue
"iya tapi kan bisa 3 hari aja ko ga lama" kata caca
"itu lama njirr" kata gue
" yaudaahhh ahhh aku ajak cowo lain aja" kata caca
"siapaa?" kata gue
"adaaa deehhh, dia suka katanya sama aku" kata caca
"yaaa jangan lah" kata gue
"yaa makanya ikuttt" kata caca
"hari apa sih?" kata gue
"minggu, senin , selasa yaangg" kata caca
"buset seninnya acara gueeee, itu buat laporan sidang kemah kemarin lohhhh yangg, ngerti please" kata gue agak kesal
"yaudah serah ah" kata caca yang kemudian menutup teleponnya
gue terdiam sejenak, posisi gue saat itu tiduran menghadap langit langit kamar yang tampak berdebu. tak lama kemudian... hp gue berbunyi lagi, Ivan kali ini telepon gue
"ehhh tusboll lama amat lu angkatnya" kata ivan
"gue punya cewe van. jadinya tau lah abis teleponan" kata gue
"bege, padahal deket lu sma caca tapi tetep aja teleponan" kata ivan
"ehh ini selasa jadi ya, awas lu engga dateng" kata ivan
"iyee" kata gue singkat
"yaudah" kata ivan dan dia menutup teleponnya
kemudian ga lama, reni telepon gue, reni ini temen 1 sekbid gue di osis
"saaaannn,, laporan gue dah buat nanti gue kirim ya, ini kan masih hari jumat jadi masih bisa lu pelajari dulu, hari senin kita sidang nih" kata reni
"hemmmm iya ren" kata gue singkat dan kemudian gue tutup teleponnya
"bangggkkkeeee gue kudu gimana dah" kata gue dalam hati
saat itu gue ketiduran, kemudian pada mimpi gue melihat caca dililit ular besar yang mempunyai kekuatan yang sangat kuat. gue gatau itu pertanda atau apa, tapi gue udah beberapa kali mimpiin caca seperti itu. apakah ini pertanda?
"baangg banggg" teriaaak niaa
"apaaaa sihhh ni, ganggu tidur gue aja" kata gue ke adik gue itu yang ga tau abangnya lagi pusing
"siiii abang sandi memarahan baee perasaaan, ituu teh cacanya nungguin" kata nia menunjuk ke depan
gue bangun dan ganti baju, saat itu sudah malam, mungkin sekitar jam 9-10 malam
"kenapa yang dateng?" kata gue
"aku serius, kamu mau ikut aku ga yang?" kata caca
"yanngg aku bilang aku ada acara penting, aku pasti ikut ko yang kalau aku ga ada acara, ini kan acara sekolah" kata gue
"kamu bisa izin, tenang aku ga akan bilang bilang ko, please, jaga aku" kata caca
gue kemudian teringat mimpi gue, apa ini tanda gue harus jagain caca?
"pokoknya kamu ikut, aku cuma kasih tau kamu, ada yang suka sama aku" kata caca
"siapa?" kata gue
"nanti aku kasih tau, mendingan kamu ikut ya sayang" kata caca
"iya iya" kata gue
tak terasa sudah hari minggu, gue menginap di rumah om dan tante caca, mereka membawa anaknya yang jadi ponakan caca, masih SMP tapi udah cantik aja. gue terpaksa izin ke reni dan ivan kalau gue ada acara keluarga, sebenrnya gue tau mereka kecewa sama gue tapi mau gimana lagi?
setelah subuh, kami berlima berangkat memakai mobil om caca ke daerah bandung, tepatnya ciwidey.
diperjalanan gue sempat disinggung om caca kalau nanti setelah menikah dengan caca, gue harus mapan dan segala macamnya. ya gue tau dan memang gue harus seperti itu. caca tertidur di pundak gue, gue usap usap rambutnya, om caca bilang jangan menyapa apapun disana, dan harus cuek pada makhluk yang bukan dari dunia kita, kalau engga mereka akan membawa ke alam gaib. tapi belum sempat dengar lanjutannya gue tertidur.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
__ADS_1
"hayooo anak anak sudah sampe nih" kata tante caca membangunkan gue dan caca
"om sandi cape banget yaaa hehe" kata ponakan caca, gue cuma senyum aja
"yaanng hayo bangun" kata gue ke caca
"hemmm gendong" kata caca
"ihh manja bat dah" kata gue
gue keluar mobil, udaranya begitu segar dipadukan dengan suara kicauan burung, gue melihat sekitar gue...
"indahnya..." kata gue
"bagus ya yang" kata caca keluar juga
"iya, dikita engga kaya gini hahah" kata gue
"makanya ikuttt" kata caca cubit gue
kami pun berjalan menuju 1 rumah yang sudah dipesan oleh om caca, ada 4 kamar disana.
"oke kamar bisa sendiri sendiri yaaa" kata tante caca
"taaann mau berdua sama sandi yaa" kata caca
"huuuuss" kata gue
"hahahhaa, ya terserah ca, kan kalian juga mau nikah" kata tante caca
"hayuuu sandiii" kata caca sambil menarik tangan gue menuju salah satu kamar
didalam kamar, gue langsung tiduran diranjang yang empuk, disana ada cermin besar seperti penampilan cermin jadul, lemari dan kamar mandi didalam.
"yaanng hayo jalan jalan" kata caca sambil membuka baju yang tadi dan menggantinya didepan gue, ga ada malunya nih orang
"ehhh kamu tuh masih calon aku ca, jangan buka bukaan gitu" kata gue
"ga apa apa wlee" kata caca
"hayoooo ihhhh bukannya ganti baju" kata caca menarik tangan gue
"mau kemanaaa" kata gue
"keliling aja liat liat, disini seger banget, mana dingin yaa" kata caca
"yyaa, yyaaanngg udah dong" kata gue kesulitan bernafas
caca melepaskan ciumannya dan langsung menarik gue kedepan, gue lihat sekitar rumah tidak ada apa apa "aman" kata gue dalam hati. di tempat ini ada permainan flying fox, kolam renang air panas, dan lain lain. gue dan caca keliling taman strawberry disana. memang benar kata orang, bandung itu segar sekali.
disana gue berpapasan dengan seorang nene nene, nene itu membawa tongkat yang membantunya untuk berjalan. gue senyumin nene itu dan nene itu membalas senyuman gue. lalu gue perhatikan caca tetap jalan kedepan seperti tidak melihat apapun.
"ehh yang kamu jangan sombong" kata gue
"sombong gimana yang?" kata caca
"itu ada nene nene kamu ga sapa" kata gue
"nene mana?" kata caca
"itu....." kata gue menunjuk kebelakang, namun nene itu tidak ada
"eh tadi ada nene nene gitu" kata gue
"wahhh kamu kenapa yang? harusnya aku juga bisa lihat dongg?" kata caca
"hemmm aneh" kata gue
"yaudah jangan dipikirin, kita ke tempat makan yuu" kata caca menunjuk pondok makanan disana,
setelah makan kami keliling lagi, kali ini menuju tempat kolam renang didekat situ.
"aku mau berenang" kata caca
"iya nanti, ga bawa baju" kata gue
"ihhh sekarang" kata caca
"ntar yangg, handuknya aja ga ada, kamu mau jalan ke penginapan basah basahan? , ntr punya kamu nonjol" kata gue sambil menunjuk dadanya
"ihhh mesummm kamu" kata caca
lalu gue melihat sekitar, ada beberapa anak kecil dan pengendara kuda sedang melewati kami dan seperti sebelumnya, caca tetep ngobrol sama gue tanpa melihat mereka.
"kenapa ya ko caca ga bisa lihat? biasanya paling peka?" kata gue dalam hati
__ADS_1
mentari terlihat akan terbenam, kabutpun mulai turun menutupi jalanan yang kami lewati tadi, kami putuskan untuk kembali kepenginapan.
"yang ini kan ya jalanannya?" kata caca
"iya yang" kata gue
tapi setelah beberapa lama, kami tidak juga kembali kepenginapan, malahan kabut menjadi lebih gelap dari sebelumnya dan suasana menjadi agak aneh
"aku ga bisa panggil penjaga aku? aneh loh ini" kata caca
"iya aku juga, ini ada yang engga beres" kata gue
"yaaaannnngg itu apaa" kata caca menujuk kearah depan, sesosok nene nene yang tadi gue lihat, tapi mukanya jadi hancur
"ehhh itu tadi nene nene yang aku senyumin, ko jadi serem sih" kata gue
"TOOLOONGG" kata caca teriak keras
"hahahahhah" kata sosok nene itu
"kalian tidak akan bisa kembali" katanya lagi
tak lama gue teringat pesan dari om caca yang tidak menyapa apapun disini,
"yang maaf tadi aku senyumin, harusnya aku diemin aja, itu pesan om kamu" kata gue
"duhhh terus gimana ini?" kata caca agak panik
kami pun berlari ke arah berlawanan, tapi kami tetap tidak menemukan jalan kembali, yang ada kami jadi tersesat dihutan pegunungan. kami berusaha mencari jalan keluar namun sia sia, HP kami mati. disaat itu, gue melihat ada api, ya itu seperti api unggun yang dibuat oleh warga. kami pun berlari kearah sana dan anehnya kami jadi kembali ke penginapan.
"yang?" kata gue ke caca
"sumpah aneh" kata caca
"hayo balik" kata caca menarik tangan gue ke penginapan, setelah sampai sana om dan tante caca sedang menunggu kami dan kami ceritakan pengalaman kami ke mereka. "untung aja selamat" kata om caca
malam hari pun kami memesan makanan dan tidak keluar dari penginapan, kemudian
"tok tok tok" pintu depan
"yaaa" kata om caca, kemudian menuju kesana
"yaaa ada apa ya" kata om caca, kemudian mereka seperti ada percakapan dengan seorang wanita
om caca menyuruh wanita itu masuk, gue dan caca saling menatap.
"cantik ya" kata caca ke wanita itu
"cantikan kamu ko" kata gue senyum
"awas ya kamu" kata caca
wanita itu menuju ke arah gue
"dewi" katanya
"sandi" kata gue
setelah itu dewi tidak memperkenalkan diri ke caca, gue cuma geleng geleng kepala aja mau ketawa
"kenapa kamu?, pake ketawa lagi, huuuu" kata caca
"lucu lagian hahaha" kata gue
"lucu lucuuuu, kayanya dia punya ilmu deh" kata caca berbisik ke gue
kemudian wanita itu duduk didepan meja makan (ketika itu kami masih makan)
"aku sudah selamatkan kalian berdua" kata dewi......
"tapi wanita ini, umurnya sudah tidak lama lagi" kata dewi lagi menujuk caca....
lalu apa hubungannya dewi dengan kejadian selanjutnya??
nanti berhubungan di part part akhir ya gaessss, ditunggu saja karena alurnya gue buat maju dan part ini lagi mundur hahahaha
\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Terima kasih bagi yang sudah like, fav dan koment :), jangan lupa follow IG gue ya : supermansistem :)
untuk bantu support gue di link : https://saweria.co/donate/supermansistem
Atau bisa via BCA : 5420-4410-71 (sahabat gue)
__ADS_1
Terima kasih ^^