Petualangan Anak Banten

Petualangan Anak Banten
Part 57


__ADS_3

"bang kita pulang aja hayo" kata nia


"gue mau tau si aldi maunya apa sih" kata gue agak emosi ,


"eh sandi tenang dulu napa" kata siska


"tau nih teh , bang sandi emosian aja" kata nia memegang tangan gue


"memang dia siapa lu san?" kata siska


"cewe gue" kata gue , gue menarik napas panjang panjang "tahan san tahan" seperti ada suara dihati gue , tapi bukan mbah put


"waduh parah ya cewe lu" kata siska , "ya lu lebih parah sis" kata gue dalam hati


"ya memang" kata gue , pandangan gue masih kepada elsa dan aldi , mereka seperti sengaja memanas manasi gue dari kejauhan yang sedang berpelukan . Elsa meluk aldi depan umum ! buset dah karena ga tahan gue lepaskan tangan nia . gue lari sekencang kencangnya ke arah mereka ! .


"BANG SANDI BERENTI!" kata nia tapi gue tau nia ga kejar gue ,gue juga ga memperdulikan omongan nia ketika itu . gue lari menghampiri mereka yang masih bermesraan itu . sampai depan aldi gue layangkan pukulan gue mengenai dagu aldi . tapi dia seperti tidak merasakan apapun (malahan tangan gue yang agak sakit) . dia kaget melihat gue sekaligus melihat gue dengan tatapan marah


"eh lo apa apaan hah mukul gue?" kata aldi


"lu ga usah mesra mesraan sama...." kata gue , dipotong oleh elsa


"KITA PUTUS SANDI!" kata elsa


"hah?" kata gue menatap elsa tidak percaya


"hah ga salah denger gue?" kata gue .


"lu tuh sama aja kaya preman tau ga! apa apa pukul! , tahan emosi lo! " kata elsa menangis


"gue sebenarnya mau milih lo dari aldi! "kata elsa ke gue


"kalau milih gue dari sekarang bilangnya sa . gue tuh sayang sama lo sa makanya gue lakuin ini" kata gue emoticon-Frown


"CUKUP SANDI!" elsa teriak cukup keras , lalu . . .


"kenalin di , sandi itu sekarang MANTAN gue!" kata elsa ke aldi yang berada ditengah tengah kami . gue serasa tidak percaya , lutut gue seperti kosong (bukan sering ya ...) , badan gue panas .


"gue mau hajar nih orang" kata aldi mendekati gue tapi ditahan elsa


"kamu mau jadi seperti dia?" kata elsa


"kamu mau jadi tukang pukul?" kata elsa ke aldi , anjrrrittt hati gue coy sakit banget! , untung hati gue bukan gorengan tempe setengah mateng! kaga lembek!


"haha tenang aja sayang , aku ga akan seperti orang ini" kata aldi melihat gue meledek


"badan gue memang gede san , tapi gue ga mau jadi berandalan kaya lo! , dasar preman miskin ! " kata aldi ."JLEEBB" , badan gue seperti dimasukin sesuatu pasti mbah put .


"heh setan jaga omongan lo! " kata gue sudah memasang kuda kuda menyerang (bergerak sendiri)


"gue memang miskin! , gue orang ga punya! tapi omongan lo lebih miskin dari gue!" kata gue


"badan gede nyali kecil lo!" kata gue lagi


"masih takut sama cewenya , gue sih malu!" kata gue sambil mengacungkan jari tengah .


"bangs*d lu ya" kata aldi mendekati gue , lagi lagi dihadang oleh elsa


"udah udah hayo pulang yang , kamu pasti kalah kalau sekarang melawan dia , dia pakai ilmu" kata elsa , yang kemudian tangan aldi ditarik oleh elsa masuk ke mobil (elsa pasti lihat mbah put)


"awas lo ya gue bales nanti" kata aldi


"gue TUNGGU!" kata gue


"cemen lo pake ilmu!" kata aldi


"lo juga pake biar sama!" kata gue nantangin


kemudian ada seseorang datang disamping gue "woi ada apa ini"


"masih idup lo ANDI!" kata elsa


"haha kenapa? kaget elsa?" kata andi


"oh lo andi ya?" kata aldi


"ya gue andi dan gue saudara orang ini kenapa memang !" kata andi menunjuk gue


"ohh iya elsa pernah cerita sama gue perang saudara antara andi dan sandi , hitam dan putih , dan ternyata sekarang sudah berteman ya ahahaha dasar **** lo semua plin plan!!" kata aldi


"sini lo kalau berani monyet" kata andi berusaha mendekatinya , gue menahan andi


"haha nanti gue datangin kalian berdua tenang aja" kata aldi yang kemudian masuk mobilnya , dia memundurkan mobilnya tepat mengarah ke gue dan andi tapi kami menghindar (niat bener mau nabrak kami) . lalu dia pergi


"lo punya masalah apa gitu sama itu gorila?" kata andi

__ADS_1


"dah ga usah ikut campur di , ini urusan gue" kata gue


"yaelah lu masih ada kaga percaya sama gue" kata andi


"bukan gitu di" kata gue


nia dan siska mendekati gue dan andi .


"udah lah bang , jadi seperti ini kan jadinya" kata nia cemberut


"dia udah menghina gue nia , lu mau dihina kaya gitu?" kata gue , nia diam aja


"hina lu apa?" kata siska


"dah bukan apa apa" kata gue


kami lalu duduk ditrotoar tempat tadi mobil andi parkir . siska dan andi masih sibuk ngobrol sementara gue dan nia diam . pikiran gue kacau , baru pertama kali gue dibilang "kang pukul dan preman miskin" , kata kata itu seakan berdengung telinga gue dan masuk ke otak gue yang paling dalam (lebay) .


"san gue sama siska balik duluan ya , sorry ga bisa temenin lama lama" kata andi


"ya di ga apa apa" kata gue .


"kalau lu ada apa apa bilang aja sama gue san , tenang aja ilmu hitam gue udah dicabut , gue mau belajar ilmu putih" kata andi


"ya bagus deh di kalau lu tobat" kata gue


"ya gue juga gamau lah jahat terus , yaudah duluan ya san , nia" kata andi


"duluan ya sandi" kata siska senyum manja ke gue ,


"sip hati hati" kata gue


tinggalah gue dan nia berdua , nia masih diam aja sama gue , gue tahu nia marah banget sama gue , tapi gue juga tau nia ga suka gue dihina seperti itu oleh teman satu kelasnya elsa . ga lama ada yang memanggil gue


"sandi nia kalian ngapain?"


"ehh teh cindy baru pulang dari jakarta ga ngabarin nih" kata nia memeluk cindy yang ada didepan kami , gue salaman dengan cindy (saudara gue)


"iya nih teteh baru pulang semalam , tadinya mau kerumah kalian tapi cape , tadi teteh ke rumah nia tapi kata tante kalian joging hehe" kata cindy


"gimana kabar lu?" kata gue ke cindy


"baik nih san , lu?" kata cindy


"nia baik ? makin cantik dan sekarang udah gede ya " kata cindy


"ya lah makan nya banyak , apa lagi ngemilnya udah kaya kebo" kata gue , nia cubit pipi dan pinggang gue "adauuww sakit" kata gue


"ih bang sandi nia kan lagi ngambek jangan dibercandain!" kata nia


"ngambek kenapa nia ? jangan ngambek aja sama abangnya atuh" kata cindy


"tuh dia berantem terus" kata nia nunjuk gue


"wah lu dari kecil ga berenti ya mukul orang ga berubah" kata cindy , gue cuma senyum kecut


"san pikirin masa depan lu jangan berantem terus lah" kata cindy


"iya kaga" kata gue jawab singkat


"oh ya lu kalau nanti lulus smk , kalau mau kuliah atau kerja nanti dirumah gue aja yang dijakarta ya" kata cindy


"ah gue mau ngekos aja lebih bebas" kata gue


"ya bebas kali gue juga san , kan gue cuma sama pembantu berdua doang " kata cindy


"gimana nanti dah" kata gue


"nanti sama nia , nia kalau mau kuliah dijakarta sama teteh aja ya" kata cindy


"siap teh , ga ngerepotin kan?" kata nia


"iya engga ko nia , malah seneng banyak saudara" kata cindy .


"makasih ya teh" kata nia


"iya nia hehe . eh san , gue bawa orang yang mungkin lu kenal dulu pas kita TK" kata cindy


"siapa?" kata gue


"sela " kata cindy


"sela? lupa gue" kata gue


"ya pertamanya gue juga lupa , pas diinget inget dia tuh teman kita dulu , dia sekelas sama gue dijakarta san , dan sekarang dia dirumah gue" kata cindy

__ADS_1


"cantik loh san , katanya dia mau lihat lu sekarang" kata cindy


"siapa gitu teh?" kata nia


"teman kita pas tk dulu dengan caca juga " kata cindy


"memangnya dia yang mana sih? lupa gue" kata gue


"dah nanti juga lu tau , makanya keteman diinget" kata cindy


"dia tuh pindah sekarang ada dijakarta san " kata cindy lagi


"ohhhh" kata gue


"yaudah yu joging lagi" kata cindy


"ga mood gue , kalian aja dah gue tunggu disini" kata gue


"yaah bang , nia juga ga mau deh" kata nia kembali duduk


"yaudah mendingan kita pulang aja" kata cindy


kami lalu pulang bertiga jalan kaki , ya cindy juga kesini jalan kaki tadi . sepanjang jalan gue masih memikirkan elsa , hati ini hancur seperti sudah tidak berbentuk saat itu , "tega banget kamu elsa bilang seperti itu sama aku  " hati gue menangis . "gue kan cuma mau lu sadar sa , tapi ya mungkin gue salah sa" kata gue dalam hati emoticon-Frown


sampai rumah cindy , ada cewe yang memang sih agak agak gue kenal , badannya tuh gitar spanyol banget dah (segitu gue lihat dia pakai baju tidur tapi agak kekecilan sih , mungkin punya cindy . apa lagi pakai baju ketat emoticon-Wowcantik ) .mukanya jangan ditanya atuh gan emoticon-Big Grin , tapi sayang seribu sayang rambutnya ga panjang cuma sebahu emoticon-Frown lalu dia mendekati gue dan nia


"sandi kan?" kata cewe itu


"iya , ini siapa ya lupa" kata gue


"ini gue sela dulu temen lu ketika TK dan SD kelas 2 habis itu gue pindah rumah" kata sela


"ouhh haha iya iya" kata gue sedikit mengingat


"yang mana hayoo tebak?" kata sela


"ya selaa yang dulu , terus mana lagi hehe" kata gue , mereka tertawa


"lu ya dari dulu lucu dan konyol , oh ya gue turut duka cita dengan caca" kata sela


"iya sela , makasih" kata gue


"jodoh lu disana gue tau caca san" kata sela


"hehe iya makasih sel" kata gue


"ini pasti nia yaa adik sandi?" kata sela salaman sama nia


"iya teh salam kenal" kata nia


"dulu kamu kecil ya , sekarang bohay" kata sela


"iya makannya ga ketulungan" kata gue , lalu nia cubit gue kencang banget di pinggang


"ihh bang sandi!!!" kata nia


"haha ga apa apa atuh nia , segini udah bagus cantik" kata sela


"hehe makasih ya teteh , teteh juga cantik banget" kata nia


lalu kami semua ngobrol diruang tamu rumah cindy , gue agak keran dengan kehidupan gue , gue bisa dibilang biasa aja orangnya, tapi gue dikelilingi oleh wanita wanita cantik , entah itu teman , adik , mantan , saudara , doi , sampai hantu gentayangan emoticon-Stick Out Tongue . doi gue siapa? nanti diakhir cerita juga tau . karena badan gue gerah banget , gue ijin pulang dulu untuk mandi . gue jalan kaki sendiri soalnya nia masih asik ngegosip bareng mereka (gitu dah kalau udah ketemu teman sejenisnya udah ga bisa diajak pulang emoticon-Stick Out Tongue )


sudah agak dekat dengan rumah gue tiba tiba dari arah belakang , gue dikagetkan oleh ada suara klakson mobil "TIIINNN!!!!!!!!!!!" kencang sekali ,lalu gue menoleh kebelakang mobil aldi . tapi aldi tidak turun yang turun hanya elsa . dia mendekati gue


"aku mau balikin sesuatu" kata elsa ,


"sa aku mohon cukup semua ini, aku minta maaf sama kamu" kata gue berbicara lirih


"kita putus , aku udah ga butuh kamu apa lagi kalung murahan itu" kata elsa , dari tangan elsa dia membuang "KALUNG" perak yang gue beli dengan mengumpulkan uang jajan gue beberapa minggu itu ke "TANAH" lalu dia meninggalkan gue masuk lagi ke dalam mobil itu tapi belum pergi. gue lihat aldi tersenyum pada gue . ya air mata ini keluar tanpa ada halangan walau hanya sedikit. emoticon-Frown , harga diri ini kemana? , gue mengambil kalung itu yang ada tepat didepan kaki gue , gue pandang kalung itu sambil berjongkok. "gue beli ini sampai rela menyisihkan uang jajan gue dan ngambil duit tabungan gue , apa ini balasanya?" gue berbicara pelan , lalu gue kembali berdiri


"ini balasan kamu elsa?" kata gue berbicara depan mobil aldi sambil mengepal kalung nama itu , gue tahu elsa tidak mendengarnya , emosi bercampur sedih


tertera nama dikalung itu


"Sandi & Elsa"


\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Terima kasih bagi yang sudah like, fav dan koment :), jangan lupa follow IG gue ya : supermansistem :)


untuk bantu support gue di link : https://saweria.co/donate/supermansistem


Atau bisa via BCA : 5420-4410-71 (sahabat gue)


Terima kasih ^^

__ADS_1


__ADS_2