Petualangan Anak Banten

Petualangan Anak Banten
Part 77


__ADS_3

"tenang bro sandi , ini sih gampang" kata mbah tam disamping gue


"jangan diserang mbah tam , kita disini tidak akan melawan mereka" kata gue ke mbah tam


"CUKUP ! ! ! " teriak nyai an


"tidak ada pertarungan hari ini , baik dari pihak sandi dan pihak mahesa" ucap nyai an , gue lihat raut mukanya agak marah


"manusia ini sudah menghina kita ? apa harus kita diamkan?" kata mahesa pada nyai an


"lebih baik kita berdamai saja mahesa , jangan perbanyak musuh ." kata nyai an


"kalau mau mu seperti itu sandi , saya akan menarik semua pasukan saya yang sudah menganggu manusia tadi" kata nyai an santai (gue sih cuma mengagukan kepala , gue cuma agak heran , tadi nyai an sangat membela mahesa ketika pasukan jin gue belum ada , tapi ketika datang dia malah membela gue)


"...." mahesa diam


"lagipula percuma kau melawan sandi , lihat lah pasukan jinya sangat sangat banyak, mereka akan membakarmu dengan cepat" kata nyai an kepada mahesa


"ilmu dia juga lebih kuat darimu mahesa" kata nyai an pada mahesa ,


"tapi kita bisa bergabung melawannya" kata mahesa mengelak , mbah tam seperti akan menyerang mahesa tapi gue tahan "sabar mbah" kata gue pada mbah tam , gue tau mbah tam ga suka banget dengan mahesa


"satu kata mahesa , "percuma" . lihat ular itu ? dia saja bisa melilit kita berdua sampai tidak bisa bergerak" kata nyai an menunjuk mbah tam yang ada disebelah gue


"...." mahesa terdiam lagi , pedang yang ada ditangannya menghilang


"baik kalau seperti itu , saya pergi dahulu" kata mahesa pada nyai an tanpa melihat gue


"ya , pulanglah pada kerajaanmu " kata nyai an pada mahesa


lalu mahesa dan pasukan jin jeleknya itu pergi dari hadapan gue . "huuussss" suara angin bertiup , nyai an menundukan kepala pada gue ,


"ehh nyai kenapa nunduk jangan atuh" kata gue merasa ga enak


"maafkan dia , dia dari dahulu memang seperti itu , yang menggangu tadi memang pasukan saya , tapi itu perintah mahesa" kata nyai an , kepalanya kembali seperti semula


"iya nyai ga apa apa , saya sih ga mempermasalahkannya sekarang , yang penting kita harus damai aja , bangsa manusia dan jin" kata gue senyum


"saya akan jaga keamanan disini selama manusia juga damai pada kami " kata nyai an


"terimakasih ya nyai sudah kerja sama ," gue berjabat tangan pada nyai , (ko bisa ya berjabat tangan dengan jin? ya bisa lah emoticon-Big Grin)


"tapi saya mau dihormati disini sebagai pemimpin kerajaan , jangan ada 1 pasukanmu yang masuk ke dalam sana" kata nyai menunjuk kantor gue


"dan disebelah sini" kata nyai menunjuk kantor disebelah kantor gue


"disini kerjaaan mahesa?" kata gue menunjuk kantor disebelah kantor gue


"iya , dia dilantai paling bawah , pintu yang tidak bisa dibuka" kata nyai an , gue cuma menganguk anguk ,


"1 wilayah 2 kerajaan ya nyai hehe" kata gue


"ya , makanya kami membuat kesepakatan dan bertemu setiap 1 tahun sekali" kata nyai an


"wahh hebat ya hehe" kata gue , jin juga tau kalender ternyata emoticon-Big Grin


"kalau gitu saya pergi dahulu sandi , kalau ada apa apa ucapkan beberapa kata ini . "(skip)", itu lah ajian pemanggil diriku , bila kau memberikannya pada orang lain , saya bisa datang pada orang tersebut , ucapkan itu 7 kali dengan hati yang tulus iklas dan mantab nanti saya datang" kata nyai an


"beneran tuh nyai? bentar bentar" kata gue , gue mengambil hp gue


"mau apa sandi?" kata nyai an


"nulis lagi nyai , coba ulangin maaf ya soalnya panjang ehhehe" kata gue


"(skip) , sudah sandi?" kata nyai an


"oke sebentar , , , baik nyai sudah , terimakasih ya , nanti kalau saya ada apa apa didaerah sini aku panggil nyai ko hehe" kata gue


"saya pergi dulu ya sandi" kata nyai an kemudian menghilang


.................


"denger kan semuanya , jangan masuk disana (menunjuk kantor gue) nanti urusannya perang lagi" kata gue pada semua pasukan jin gue , mereka nyerukan "iya" gue lalu balik lagi ke kantor , didepan kantor gue ada anto , ratna , dan tika .


"san habis lu keluar dari situ, yang kesurupan pada berenti" kata ratna , sebelumnya gue udah suruh mereka jangan mendekat


"masa sih mba?" kata gue


"iya tuh lihat aja cewe itu , tadi nangis sendiri sekarang udah diem" kata ratna menunjuk cewe yang tadi duduk didepan kursi kantor sebelah , (sebelumnya kata ratna sih itu cewe nangis sendiri , kalau dipegangin sama orang berontak , tapi ketika gue keluar dari gang kecil itu si cewe berenti nangis dan nanya sama orang sekitar "gue tadi kenapa?" haha ) gue sih suka lucu kalau ada yang kesurupan , bukannya gue meledek ya , menurut gue kesurupan itu seni emoticon-Big Grin


"eh san ko lo malah bengong gitu , yu kerja lagi deh , nanti cerita ya sama kita kita" kata ratna menarik tangan gue


"iyaa mba na , pelan pelan dong jalannya" kata gue


"kalau pelan ga enak" kata ratna senyum nakal sama gue


"apaan mbah?" kata gue polos


"nanti juga tau ah " kata ratna


"awas lo san , mba ratna itu kuat goyangannya hahaha" kata anto


"apaan sih lu to" kata gue


"tau nih anto kebanyakan ngebokep sih , jorok terus" kata ratna


kemudian kami balik lagi ke kantor , lalu gue menceritakan apa yang gue alami pada mereka berempat , siapa itu nyai an dan mahesa serta 2 kerajaan yang ada dalam 1 wilayah sini , gue tau sih mereka agak ga percaya sama gue terutama ratna karena dia terus berkata "masa sih ?" lalu "apa iya?" , nah kalau gue cerita sesuatu tentang gaib lalu ada yang ngomong gitu sih sebenernya males haha , tapi gimana lagi setiap orang itu berbeda beda .


hari sabtu pagi gue dapet telepon dari sela (PKL) ,


"hallo sandi , malam ini jadi ya jalan" kata sela di telepon


"heemm gimana ya? ga apa apa nih beneran? takutnya kiki tau" kata gue


"ga ko san , kiki malam ini ada lemburan , hayoo ya pliss" kata sela


"lu ga ngomong dulu sel sama kiki?" kata gue


"udah lah san , ga apa apa , lu ko takut banget sama kiki?" kata gue


"bukanya takut sel , gue ga enak" kata gue


"ya gue tau ko san , tapi ya mau gimana lagi , udah lah san plis gue kangen sama lu" kata sela


"iya iya dah sel , jam berapa? dimana?" kata gue


"lu lupa san? tempatnya di kota tua , ihhh" kata sela agak kesal , mau gimana lagi gue lupa


"oh iya kota tua , ok deh sore ya sel jam 5 gue otw kesana" kata gue


"oke sip makasih y sandi sayang muach , selamat bekerja" kata sela dengan penuh semangat


gue berangkat kerja dengan penuh semangat karena hari ini tuh sabtu , SETENGAH HARI mantab ! , jadi bisa santai santai ketika pulang hehe , baru aja sampe gue langsung disapa ratna


"pagi sandiii" kata ratna senyum , kalau lagi gini sih enak dipandang , tapi kalau lagi marah karena kerjaan sih udah kaya setan hahah , pisss emoticon-Smilie


"pagi juga mba na" kata gue balas senyumnya


"eh sandi , malam ini mau ga jalan ? kita nonton aja deh , gue yang bayar deh" kata ratna ngomong tanpa berenti


"tapi mba gue ada janji lain" kata gue mengingat sela


"yahh , heemm gue kira cewe lu diluar negeri" kata ratna agak manyun


"mba tau? tau dari mana?" kata gue , gue sebelumya belum pernah menceritakan tentang sela pacar gue yang sedang kuliah diluar negeri


"tau lah san , sela kan anaknya bos besar? dulu dia sering main kesini , cantik kan?" kata ratna


"hehe tau aja mba" kata gue


"atuh tau sandi , anak bos ko" kata ratna


"beruntung lu punya pacar kaya si sela , udah cantik , kaya raya , jangan sia siain" kata ratna , gue cuma menganguk


"terus mba kenapa ajak nonton gue kalau tau gue udah punya pacar?" kata gue


"haha kita tuh cuma jalan ko san , beda kali sama pacaran tenang aja" kata ratna


"bisa aja nih si mba haha" kata gue , kita tertawa bareng

__ADS_1


ga lama datang si anto dan tika ,jam 12 siangnya ketika kami akan beres beres mau pulang bos besar (bokap sela) datang ke ruangan gue ,


"eh om" kata gue berjabat tangan


"sandi gimana kerjanya?" kata bokap sela


"hehe enak om" kata gue senyum


"bagus kalau gitu , oh ya saya minta kalian jangan pulang dulu , hari ini ada meeting dengan client saya jam 2 sore sampai jam 4 . kalian bisa kan?" kata bokap sela pada kami semua , kami saling perpandangan


"tapi pak saya ada janji" kata anto


"saya juga pak" kata tika


"haduh tidak bisa dulu ya dibatalin? penting banget ini" kata bokap sela


"saya tunggu kalian jam setengah 2 diruang meeting ya , bawa semua berkas client itu kesana , dan ratna ajarkan sandi persentasi" kata bokap sela


"baik pak" kata ratna


"kalau gitu saya duluan , sandi belajar ya" kata bokap sela senyum sama gue, sebenarnya gue agak tidak enak dengan karyawan lain yang sudah lama disini , gue seperti anak emas


"yaahh males gue , padahal gue mau siap siap jalan" kata anto


"ya to sama gue juga" kata tika


"udah lah , semangat aja jangan ngeluh terus , rezeki ini" kata gue


"kan lu masih baru san , gatau sih meeting itu ga enak tau" kata tika


"jalani aja dah , namanya juga kerja , kalau mau enak jadi bosnya , tapi bos juga lebih pusing dari kita kita yang cuma kerja . makanya kita saling bantu , iya ga?" kata gue pada mereka yang terlihat lesu


"hayo lah semangat , kita makan dulu yuu" kata gue mengajak mereka makan , lalu kami semua makan dikantin ,


sebenernya dalam hati gue juga ga enak sama sela kalau dia tau gue ada lemburan seperti ini , tapi mau gimana lagi namanya juga karyawan harus nurut sama bos , setelah makan , sekitar jam 1an kami balik lagi ke kantor , gue lihat langit sudah agak gelap hari itu "wah mau ujan nih" kata gue dalam hati , gue lihat hp gue ada sms dari sela "sandi jadi yaa jam 5 di kota tua?" sms sela , gue jawab "kayanya diundur deh sel , gue ada lemburan sampe jam 4 sore , palingan jam 6 ya gue kesananya maaf banget" send sms ke sela ,


"moga sela ngerti" kata gue dalam hati


"ehh ngapain lo bengong aja" sikut ratna menyenggol pinggang gue , kami ketika itu lagi jalan ke arah kantor


"engga mba" kata gue senyum


"haha cie janjinya batal cie , sama siapa sih?" kata ratna


"sama temen mba , ya engga batal sih cuma diundur doang waktunya hehe" kata gue


"semoga ujan" kata ratna senyum nakal


"dih doainnya yang engga engga" kata gue


"kalau sama gue ga bakalan hujan san hehe" kata ratna


"ah bisa aja mba" kata gue


kami lalu masuk ke kantor , bertepatan dengan itu turun hujan cukup deras disertai angin kencang , lantai 1 saat itu sudah sepi karena karyawan sudah pulang semua , ruangan bos gue itu lantai 2 (bokap sela) dan ruang meeting (ada beberapa kepala devisi dan pak engkus dilantai 2 yang belum pulang), untuk lantai 3 4 5 udah pada kosong karena hari sabtu setengah hari ,


"dingin juga ya hujan kaya gini dijakarta" kata gue


"bikin kopi gih tik biar anget" kata anto


"sandi mau apa?" kata tika


"susu putih" kata gue


"mba na?" kata tika


"heeemm kopi aja deh gue" kata ratna


"ga ngopi lu san?" kata anto


"engga to , engga enak hehe" kata gue


"nyusu aja sih kerjaannya haha" kata ratna


"huuu mba bisa aje , yu ajarin gue persentasi" kata gue


karena panik gue langsung lari kearah dapur dengan ratna , gue lihat tika pingsan sementara anto memegangi tika


"san tolong san , tika tiba tiba pingsan , memangnya ada setan ya?" kata anto


gue lihat sekitar tidak ada apapun ,


"ga ada apa apa to" kata gue


"kenapa ni si tika?" kata anto


"yu bawa ke ruangan kita aja" kata gue ,


lalu gue dan anto menggotong tika sampai keruangan gue


"kenapa ini anak?" kata ratna


"tadi dia tiba tiba lihat ke arah langit langit dapur , terus teriak dan pingsan , gue yakin si tika lihat setan" kata anto


"lah lu ga lihat?" kata gue


"engga san , mata gue udah ketutup kali ya" kata anto


"kebanyakan ngebokep sih" kata ratna


"lah ngaruh memang?" kata anto


"ngaruh lah , setan takut sama lu apa lagi yang cewe , takut diperkosa haha" kata ratna ,


"suee lu mba" kata anto


"udah udah jangan bercanda dulu , to ambilin minyak kayu putih" kata gue


"san kotak obat ada didapur , gue takut san" kata anto


"ah lu penakut , yaudah gue ambil dulu" kata gue ,


lalu gue menuju dapur , ga lama "trek" mati lampu , suasana gelap , "sandddiiii cepetan gue takut" jeritan ratna disana


"iya mba bentar , ini dimana ya kotaknya?" gue agak teriak


"diatas kulkas" teriakan ratna


gue lalu membuka kotak obat yang ada diatas kulkas ,lalu alangkah terkejutnya ada tangan yang keluar dari kotak itu , "aaaaaaaaaaaaa" teriakan gue agak kaget karena tangan itu begitu dingin dan pucat memegangi tangan gue


"sialan , ini setan tangan" kata gue ngedumel ,


"beuh susah amat dilepasnya" kata gue berusaha melepaskan cengkraman tangan itu , gue baca baca doa , lalu ga lama tangan itu menghilang


"duh penghuni sini ternyata jail juga" kata gue dalam hati


"nah ini dia" gue mengambil minyak kayu putih , gue balik badan tuh eh didepan gue ada kaki , ya sepasang kaki tanpa badan , kaki yang hanya sampai lutut itu didepan gue ,


"ada apa?" kata gue


"jawab" kata gue pelan ,


ya mungkin gue yang agak **** , kaki sampe kapanpun ga bisa ngomong jadi gue tinggalin aja tuh sepasang kaki setan ) , sebenernya gue takut tapi mau gimana lagi , kalau gue takut , yang menjaga teman teman gue siapa? .


"aaaaaaaaa , cepetan sandi !" suara teriakan ratna


gue balik lagi keruangan admin , gue lihat ratna dan anto ada dipintu utama kantor ,


"woi ngapain lu berdua disono? bukanya jagain tika" kata gue


"itu itu tika kesurupan" ratna menunjuk arah ruang admin yang tertutup pintunya ,


"san gue takut san , ko semenjak lu dateng jadi horror gini sih" kata anto


"lah lu nyalahin gue? gue juga kaga tau" kata gue


"coba aja lu masuk sembuhin tika" kata anto


gue membuka pelan pintu ruang admin , ternyata tika sedang berdiri tertunduk , gue ga bisa lihat makluk apa yang masuk ke dalam badan tika ,

__ADS_1


"tikaa , tikk? udah jangan ngelucu" kata gue


"..." tika diam aja , ga lama dia menangis , tangisanya itu ga normal, sedikit nangis sedikit tertawa


"keluar ! , jangan ada didalam badan teman saya" kata gue


"hihihihi" suara tawa tika , tika lalu melihat gue , tatapannya kosong , wajahya jadi pucat ,


"tolongg , tolong saya" suara tika


"tolong kenapa?" kata gue


"saya diperbudak nyai an , saya mau bebas dari sini" kata tika yang kesurupan


"bukanya nyai an baik pada bawahnnya?" kata gue


"saya tidak mau disini , mau bebas" kata tika


"kalau gitu saya panggil dulu nyai an" kata gue


"JANGAN! " tika kemudian lari ke arah gue dan mencoba mencekik gue


"MATI LU MATI LU!" suara tika , , gue baca baca doa lagi , gue tempelkan jari jempol gue diantara kening tika , ga lama dia jatuh pingsan .


"haahh hahh" suara nafas gue naik turun


dari arah tangga "ada apa ini?" suara bokap sela


"pak tadi tika kesurupan , udah disembuhin sandi" ujar anto


"haduh , makin ganas ya mereka" kata bokap sela


"iya nih om" kata gue yang kemudian duduk dilantai , ratna menghampiri tika dan memberikannya minya kayu putih


"apa bisa kamu usir itu penunggu yang dilantai 6 itu sandi?" kata bokap sela


"haduh maaf om , kalau mengusir saya tidak bisa , mereka juga soalnya berinteraksi disini" kata gue


"tapi mereka itu menggangu kita san , lihat aja seperti kejadian kesurupan masal kemarin kemarin dan yang barusan? apa harus dibiarkan?" kata bokap sela


"..." gue berpikir sesaat


"kalau gitu , saya mau ke lantai 6 dulu om" kata gue


"hah? jangan san bahaya , selain dilantai 2 udah ga ada orang , mau kamu kesurupan?" kata bokap sela


"yakin aja om , selama kita yakin dan berani mereka ga akan bisa masuk ke dalam badan kita dan mengendalikan kita "kata gue


''...'' sesaat semuaanya terdiam mendengar ucapan gue , karena mereka semua sangat takut bila seperti ini naik ke atas , apa lagi sedang mati lampu , ada yang berani seperti gue? emoticon-Stick Out Tongue


"anto temenin sandi" kata bokap sela


"aduh pak , saya takut beneran aja" kata anto


"udah om ga apa apa , saya sendirian aja , kalau bawa orang takutnya kesurupan malah repot" kata gue


"tapi ini beneran san?" kata bokap sela agak ga percaya


"dilantai 2 ada siapa aja om ?" kata gue


"ada beberapa kepala devisi , client kita juga belum datang ini , saya turun tadinya akan menyalahkan jenset yang ada didapur" kata bokap sela


"suruh pak engkus aja pak , ntar saya temenin" kata anto


"yasudah tunggu sini" kata bokap sela


bokap sela itu walau bos besar tapi baik , dia ga pernah terlalu marah sama karyawannya , dan malah disuruh manggil pak engkus aja dia mau haha , lalu setelah itu gue naik ke lantai 2 , disana ada beberapa kunti yang mondar mandi didekat ruang meeting , gue mau naik ke lantai 3 pundak gue ditepuk


"sandi yakin?" kata bokap sela


"yakin om" kata gue senyum


"kamu memang calon menantuku yang berani , om bangga" kata bokap sela senyum


"hehe makasih om , aku naik dulu" kata gue


gue naik lantai per lantai , bukanya 1 2 saja setan disana , tapi sangat banyak , ditiap lantai mereka semua melihat gue , tatapnya mirip seperti ini


bayangin sama agan/sis , gue melewati mereka semua yang memandang gue seperti itu , gue takut ga? ya gue sangat takut! , tapi mau gimana lagi , gue mau bertemu dengan RATU KUNTI yaitu Nyai - An dilantai paling atas


"aduh ini serem serem banget" kata gue , ketika itu masih dilantai 4


"saya cuma mau bertemu nyai an saja" kata gue pada mereka yang memandang gue , gue menunduk pun ada kepala dilantai yang melihat gue ,


"apakah ini yang namanya kerajaan kunti" kata gue dalam hati


sampailah gue dilantai paling atas , dilantai paling atas ini tidak ada kunti kunti yang berbaju putih , tapi dia berbaju merah menjaga pintu masuk gudang , ada taring yang keluar dari mulutnya , dan badannya juga agak besar berbeda dengan kunti dari biasanya


"permisi , saya mau masuk sebentar" kata gue


kedua kunti merah menggelengkan kepalanya


"ada apa? kenapa saya tidak boleh masuk?" kata gue


lalu kedua kunti itu menunjuk kearah belakang gue , ternyata dibelakang gue ada mbah tam dan mbah put


"hallo bro sandi" kata mbah tam


"aaaaaaaa , kenapa mbah muncul?" kata gue kaget , ini kan melanggar perjanjian dengan nyai - An , tepok jidat


"saya tidak mau mereka melukai bro sandi" kata mbah put


"tapi kan mbah saya itu cuma minta diluar gedung ini bukan masuk kesini mbah put" kata gue


"kalau gitu saya minta maaf bro sandi " kata mbah put menunduk


"udah udah jangan lesu gitu mbah put" kata gue merasa ga enak


"kalau gelap seperti ini saya teringat sesuatu bro sandi" kata mbah tam


"teringat apa mbah tam?" kata gue


"...." mbah tam ga menjawab , dia hanya memutar mutarkan kepalanya kekiri kenan ke atas dan kebawah ,


"buset dugem terussss" kata gue


"hehehe" kata mbah tam


"dugem apa bro sandi?" kata mbah put


"nah itu tanya aja sama mbah tam" kata gue menunjuk mbah tam


"...." mbah put hanya mengangguk


"mbah tam jangan bawa mbah put ke warung remang" kata gue


"belom liat kan macan goyang?" kata gue


"baik bro sandi tidak akan , saya tidak akan mengotori putihnya ilmu ini" kata mbah tam melihat mbah put


lalu dari arah belakang gue , pintu gudang tiba tiba terbuka , muncul Nyai - An ,


"kau sudah melanggar janjimu sandi , saya sudah bilang jangan ada penjagamu yang ikut kedalam sini" kata nyai - An , dari raut mukanya dia sangat marah


"maaf nyai , saya juga tidak tau mereka mengikuti saya" kata gue


"kamu berbohong pada saya , apa perlu saya menyerang kamu sandi? buat saya kamu itu bodoh" kata nyai an


"iya nyai , saya itu **** , saya itu bodoh , tapi saya mohon jangan ada kekerasan , kita bisa berdamai , lagi pula mbah mbah saya tidak menganggu ,mbah saya itu baik , iya kan mbah ?" kata gue , gue menengok kebelakang ,mbah put ada dibelakang gue masih dengan polosnya sementara mbah tam sedang menelan 1 kuntil tinggal sisa kaki si kunti yang ada dimulut mbah tam , "gleekkk" itu kunti masuk ke dalam badan mbah tam , mbah tam melihat gue , mukanya itu tak tampak berdosa


 


 


"kenapa bro sandi?" kata mbah tam ,


"MBAH TAM !" kata gue teriak


"benar kamu itu **** sandi , teman kamu juga **** !" kata nyai an sangat marah . ada ada aja mbah tam

__ADS_1


__ADS_2