
"toloonnggg!!!" teriak gue . ular hitam itu mengejar gue . sangat besar
"tolong siapa pun tolong!!!!!!!!!!" gue tengok kebelakang ular itu seperti akan mengigit gue .
"bro sandi cepat lari , saya akan menghadangnya!" mbah put tiba tiba datang dibelakang gue , belum sempat gue bertanya, mbah put diserang oleh kepala ular itu hingga tergeletak . ular itu mendekati gue kemdian menabrak badan gue . .
lalu "BRUUUKKKK" gue terjatuh dari tempat tidur , rasanya memang seperti terpental .
"bang bang lu kenapa?" nia membantu membangunkan gue yang masih linglung akibat mimpi itu.
"ehh duh pala gue sakit" kata gue memegang kepala yang terpentok lantai
"lu ada apa sih? teriak teriak minta tolong, nia bangunin dari tadi malah jatuh" kata nia disebelah gue
"gue ..... gue mimpi dikejar ular besar nia . mirip seperti ular nyai pantai dulu" gue teringat kejadian gue dulu , gue menatap nia , kemudian nia memeluk gue
"moga abang ga kenapa kenapa lagi" kata nia
"yaudah sono lu mandi , ini udah siang" kata gue melihat jam
"iya bang nia kekamar mandi dulu bentar" kata nia kemudian keluar kamar
gue masih memikirkan kejadian itu , mbah put? gue mau bertanya tadi tidak bisa . mata gue telah ditutup oleh paman andi .
"mbah put ada disini ga?" kata gue melihat sekitar kamar ,
"saya pusing mbah , kenapa ular itu kembali" kata gue menunduk , ya sudah beberapa minggu dari kejadian mata gue ditutup oleh paman ivan
tak ada suara apapun , tak ada gerakan dan bayangan apapun. mata gue memang mungkin benar benar tertutup . sedang tertunduk nia masuk cuma pakai handuk ,
"woi ada orang woi" kata gue berdiri mengambil handuk dilemari
"santai aja sih bang adik kakak" kata nia duduk didepan kaca besar sambil sisiran
"santai sih santai , awas ada yang liatin lu" kata gue , memang sih ketika nia sedang ganti baju gue selalu suruh semua teman gaib gue keluar , takut di intip . tapi sekarang? mana gue lihat mereka
"bilang atuh ke mereka bang jangan disini" kata nia
"gimana gue ga bisa lihat , yaudah santai aja" kata gue . gue berjalan menuju pintu
"mbah mbah keluar dulu kalau yang didalem" kata gue sambil membuka pintu dikamar
"yaudah gue mandi dulu , cepetan pake bajunya" kata gue , kemudian menuju kamar mandi
bokap nyokap gue sedang keluar kota ke acara praweding saudara gue selama 2 hari jadi cuma ada gue dan nia . gue panaskan motor gue diperkarangan rumah . tiba tiba ada ular berwarna hitam matanya kuning muncul dari arah rumput rumput didekat tembok mendekati gue . nia yang ada dibelakang gue kaget
"bang bang itu ular bang awas!" kata nia
"udah santai aja ntar gue injek pake motor" kata gue
"kalau ga kena gimana? kalau lu digigit gimana bang ih cari gara gara aja , dipukul aja pake kayu" kata nia
"bentar gue ambil sapu" gue lalu mengambil sapu yang ga jauh dari pintu depan rumah gue . sapu lidi
"mati lu , mampu lu , monyet lu , awas jangan berubah jadi cewe cakep" kata gue memukul mukul ular hitam itu sambil jongkok , ular hitam itu ga mati mati tapi ular itu juga tidak menyerang gue .
"bang itu tuh ular bukan monyet ih" kata nia ,
"nih ular mau nya apa sih . diserang ga mati malah liatin gue" kata gue mengarahkan kepala gue kekiri kenan dan diikuti oleh si ular
"hahaha suka kali bang sama lu" kata nia tertawa
"yaudah yu jalan dah , nih ular jadi jadian kali" kata gue kembali kemotor . gue perhatikan tuh ular melihat gue
sampai sekolah seperti biasa gue antar nia kekelasnya , eh didepan kelas ada elsa
"cie cie deket banget sama abangnya" kata elsa
"iya dong , gue kalau disekolah pacar pertamanya abang gue lu kedua sa haha" kata nia
"ngomong apa sih lu nia , sono taruh tas dlu" kata gue
"iya banggg dahh" kata nia
"yank kamu merasa diikutin ga?" kata elsa
"kenapa memangnya?" kata gue
"heemm ga ko engga , yaudah kamu kekelas ya belajar yang bener" kata elsa , gue melihat mata elsa melihat kearah belakang gue terus
"ada apa sih sa? ada mbah put?" kata gue
__ADS_1
"bukan yang , ini ular" kata elsa agak kaget
"ular siapa? gede ga?" kata gue
"eh tapi hilang yang" kata elsa
"yaudah aku kekelas dulu daahh" kata gue meninggalkan elsa
sampai kelas gue disamperin ivan dan genk gue.
"san san gawat" kata ivan
"apa van apa? lu ditonjok?" kata gue
"bukan" kata ivan
"lu di keroyok?" kata gue
"bukan " kata ivan
"lu diperkosa? parah tuh yang perkosa kaga liat barang " kata gue ,
"bangke bukan!" kata ivan
"apa atuh?" kata gue
"lu dengerin gue ngomong dulu baru jawab" kata ivan
"iyaaa" kata gue
"tetangga gue kemaren sore ada yang gantung diri san . suasana kampung gue jadi mencekam pas malemnya" kata ivan , gue lalu jalan menuju pintu kelas
"woiiii **** lu maen jalan aja" kata ivan
"gue kira apa lu mau mati van " kata gue , gue menuju kursi gue , paling belakang . mereka samperin gue
"bantu gue lah brooo . ga bisa tidur gue semalem jadinya . lama lama gue mati juga" kata ivan
"lu kan udah tau van , mata gue udah ga bisa lihat gituan , nanti aja abis lulusan gue kesana gimana?" kata gue
"ya yang ada gue yang gantung diri san di intip setan tiap malem" kata ivan
"cecep tuh bisa" kata gue tunjuk cecep
"jelangkung lagi hayo" kata gue
"gila lu nanti gue jadi pocong lagi" kata ivan
"lahh bagus dong" kata gue
"gilaa lu sandi , orang paling gila lu doang dsini" kata ivan mereka tertawa
"yang gantung diri cewe apa cowo?" kata gue
"cewe" kata ivan
"cakep ga?" kata gue
"kembang desa coy , dia tuh bunuh diri gara gara dipaksa nikah" kata ivan
"jam berapa kita kesana??" kata gue
"bangke lu giliran cewe cakep aja jalan , udah mati woi !!" kata ivan , teman teman gue tertawa semua
hari itu serasa gueh buat gue walau penuh canda tawa bersama teman teman gue tapi perasaan gue agak ga enak gatau kenapa . gue dan teman teman gue akan kerumah ivan sekitar jam 6 sore jadi gue akan pulang kerumah dulu . gue nia dan elsa menuju parkiran bareng .
"yang nanti nitip nia ya malam" kata gue , nia menatap gue
"ih bang kenapa?" kata nia
"gue mau kerumah ivan" kata gue
"ikutt" kata nia
"lihat setan mau lo" kata gue
"ih ga jadi deh" kata nia
"mau sekarang ke rumah elsa apa sore gue anter?" kata gue ke nia
"yang aku kerumah kamu dulu deh , baru nanti sore aku sama nia ke rumah aku yang" kata elsa
__ADS_1
"oke deh kalau gitu yu jalan" kata gue , gue bonceng nia karena nia gamau bawa motor sendiri , tadinya mau bonceng elsa
sampai rumah gue kami ngobrol sambil bercanda bertiga . elsa bilang ada sesuatu yang lain mengikuti gue tapi gue tidak merasakan apa apa , sampai sore itu nia dan elsa ke rumah elsa dan nanti malam gue jemput si nia sementara gue bergegas pergi ke camp tempat nongrong genk gue , gue melihat boneka jelangkung dalam tas cecep , "buat jaga jaga" kata cecep ke gue . sudah berkumpul semua lalu kami on the way rumah ivan . gambaran untuk rumah ivan itu ada dikampung , ya ga kampung kampung banget sih tapi agak dalam aja . melewati jalan agak kecil yang sebelah kiri dan kanannya pohon bambu .setelah sampai kampung ivan hawanya memang agak berbeda , kami semua parkir didepan rumah ivan . rumah ivan sih cukup besar , ada adiknya ivan masih sd cewe semua datang menghampiri gue yang baru aja turun dari motor , gue memang cukup mengenal keluarga ivan karena ya teman dari kecil serta 1 sekolah terus.
"bang sandi hai apa kabar" ujar adiknya yang masih kecil imut dan lucu ga seperti abangnya
"baik dekk , kamu gimana hayo kabarnya" kata gue menunduk
"baik bang , maen yu bang kebelakang" kata adik ivan , tangan kecilnya menarik narik tangan gue
"duh deee ini abang sandi mau maen sama aa ivan , dah sana main sendiri dlu" kata ivan
"yaahh , nanti kesana ya bang sandi" kata adik ivan
"okeee" kata gue
.....................................................................................
"hawanya ga enak van" kata boni
"iya nih gue aja yang ga bisa bisa ngerasain jadi ga enak" kata marwan
"nah itu maksud gue , semenjak itu tuh dirumah itu" menunjuk arah sebelah rumahnya yang lebih kecil
"maen sekarang?" kata cecep
"apaan?" kata ivan
"jelangkung" kata cecep
"kaga ah kaga mau gue , trauma gue kemasukan pocong" kata ivan
"kali kali lu jadi pocong lagi van" kata gue
"seneng banget sih lu san liat gue menderita" kata ivan , kami semua tertawa
"kalau ga seneng lihat lu menderita dan menertawai lu . itu namanya bukan sahabat bro" kata gue menepuk pundaknya
"haha bisa aja lu bro sandi" kata ivan
singkatnya kita semua menuju rumah TKP , tapi berhubungan dikunci dari luar dan tidak ada orang kamu mengurungkan niat untuk mengecek . bukannya bantu malah nanti disangka maling . dah gitu karena tidak jadi masuk kami bakar bakar ayam dan ikan diperkarangan rumah ivan malam itu bersama bokap nyokap ivan serta adik ivan . lagi asik nyanyi nyanyi dan bercanda depan api ,posisi ketika itu badan gue membelakangi rumah kosong disebelah rumah ivan kepala gue seperti ditimpuki sesuatu . "tuuukk" seperti batu kecil , gue lihat kearah belakang tidak ada apa apa . gue kembali ngobrol dan "tuuukk" kena pundak gue kedua kalinya, gue lihat ga ada apa apa juga . "ini siapa sih malem malem nimpukin gue batu" kata gue dalem hati , ketika itu cecep dan marwan sedang kedalam mengambil kecap . lalu "tuukkk" ini agak sakit karena agak besar batu yang mengenai kepala gue , gue tengok kebelakang samar samar gue melihat sesosok baju putih , dengan rambut yang dikedepankan (bayangin dah) , samar samar ada suara orang menangis dan berbisik ditelinga gue
"toloong saya , saya tidak mau dinikahkan paksa , tolong saya , saya kesakitan" suara itu sangat lirih sekali .
gue perhatiakan terus itu sesosok baju putih itu , dia menyibak rambutnya dan terlihat mukanya . ya seperti itu . matanya melotot , ada hitam hitam disekitar matanya (lihat aja digoogle gambar kunti susana , seperti itu rupanya ) ,
"woi lihat apa lu?" suara ivan mengagetkan gue yang memang agak takut (udah lama ga lihat jadi ketika lihat lagi jadi serem banget dah)
"ah ga van tadi gue lihat kebelakang takut ada ular hehe" kata gue sengaja berbohong karena gue gamau ivan dan keluarganya ketakutan . gue lihat kebelakang lagi sudah tidak ada sosok itu . "syukurlah" kata gue dalam hati . gue berpikir sesaat , "bukannya gue udah ga bisa lihat setan sekarang?" "apa setan itu berbeda?" "apa setan penasaran lebih mudah dilihat manusia?"
sudah pukul setengah 9 malam , gue dan teman teman ijin pulang keorang tua ivan . dijalan kami semua berpisah karena ya gue mau kerumah elsa dulu jemput nia dan tidak ada teman gue yang kearah sini . gue memacu motor gue agak cepat karena jalannya yang sangat sepi dan agak gelap karena lampu jalan masih kurang , kiri kanan kebun kelapa sawit . belum sampai rumah elsa gue serasa diikuti oleh 2 motor dibelakang gue , gue pacu agak cepat tapi motor mereka lebih cepat hingga gue di pepet , ada 4 orang
"TURUN LO ATAU gue TUSUK!" kata salah satu dari mereka , mereka semua memakai penutup wajah
"iya bang iya" kata gue kearah pinggir , gue gugup banget dah . mbah put kemana , saya dirampok ujar gue dalam hati
"serahin stnk motor ini atau mati lo!!" kata orang itu yang turun dari motornya ,
tiba tiba salah satu dari mereka terjatuh dari motor , lehernya seperti terlilit sesuatu .
"WOI LO APAIN TEMEN gue!" kata orang itu mengarahkan pisaunya kemuka gue , ga lama tuh temannya yang terlilit seperti terlepas
"sumpah bang gue gatau " kata gue bingung
"uu uuu uullllaarrr bang itu!!" kata kawan orang yang tadi seperti terlilit itu melihat kebelakang gue
"sialan lo pake ilmu! , cepetan cabut!" kata orang itu , mereka semua pergi
"lohhh mbah put ko jadi ular ?" kata gue melihat sekitar tidak ada apa apa , sepi , gelap , sendirian , ada suara dari arah kebun sawit diseberang jalan , suara gesekan rumput "sreekk sreekkk" . dalam hati gue "wah parah ada yang mojok nih......."
\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Terima kasih bagi yang sudah like, fav dan koment :), jangan lupa follow IG gue ya : supermansistem :)
untuk bantu support gue di link : https://saweria.co/donate/supermansistem
Atau bisa via BCA : 5420-4410-71 (sahabat gue)
Terima kasih ^^
__ADS_1