Petualangan Anak Banten

Petualangan Anak Banten
Part 47


__ADS_3

"Serahkan nia atau macan lu mati , siang ini jam 12 dirumah andi !!" ujar sms itu , gue yang ngantuk jadi melotot


"son son bangun" gue membangunkan soni


"weeii apa apa" kata soni bangun


"ngancem nih si ****" kata gue menunjukan sms ke soni , eh dia tidur lagi


"woii bangun" kata gue


"tenang aja " kata soni santai


"mana gue bisa tenang" kata gue


"lihat katanya jam 12 , sekarang masih jam 7 pagi , mending tidur dulu" kata soni tidur membelakangi gue


"kampreeettt " kata gue , gue yang tadi agak panik jadi agak tenang mendengar ucapan soni "tenang aja" , gue keluar kamar duduk diruang tamu diikuti nia.


"segitunya banget si riski sama lu nia" kata gue


"memang pernah ngapain aja?" kata gue lagi


"sumpah bang nia ga pernah apa apa sama dia" kata nia


"yaudah dah , eh beliin nasi uduk buat yang lain" kata gue mengeluarkan uang dari saku


"bareng bang" kata nia


"lu manja banget sihh , itu emak uduk di depan" kata gue , mukanya manyun mengambil uang


"yaudah dah iya bareng dah" kata gue ,


"gitu dong bang hehe" kata nia tertawa kecil


kita jalan kewarung uduk dekat rumah yang selalu ramai bila minggu pagi . eh ada tuh jawara kampung gue sebut aja niko , dia juga sahabat gue ketika kecil


"san tumben lu keluar sama ade lu" kata niko salaman dengan kami


"iya nih bang , mau beli uduk nih" kata gue ,


"bang niko kemana aja udah jarang maen kerumah" kata nia


"iya nih nia , sibuk sekarang udah kerja" kata niko


"kerja dmana bang?" kata nia


"ditoko nia , yah dari pada ngangur gue disini terus" kata niko


"bagus deh bang , eh bang gue lagi pusing nih" kata gue


"kenapa? pasti masalah sama orang yang kemaren didepan indom*rt itu ya?" kata niko


"iya bang , dia ngancem ade gue mulu" kata gue


"makanya punya ade jangan cantik cantik hehe" kata niko


"ihhh si abang bisa aja gombalnya" kata nia


"dah sono lu beli itu uduk malah ikutan ngobrol" kata gue ,


"iya banggg" kata nia lalu ngantri ke emak uduk


gue lalu menjelaskan pada niko tenang hal yang terjadi pada gue dan andi beserta riski sepupunya . niko itu megang 2 ilmu hitam dan putih (ilmu putih didapat dari kakeknya sementara ilmu hitam berguru , ya sekedar santet itu udah biasa) ,dan banyak juga tatonya disekujur tubuhnya , dari tampang memang dia tuh preman banget tapi hatinya baik kalau udah kenal .


"gue mau buat perhitungan sama si andi itu" kata niko


"udah bang ga apa apa , biar gue yang urus" kata gue


"gue udah anggep kalian adik gue san" kata niko ke gue dan nia yang udah selesai membeli uduk


"ya bang gue tau , tapi jangan sampe kenapa kenapa si andi" kata gue

__ADS_1


"kalau lu biarin dia , nanti dia yang bakalan bunuh lu san , gue juga gamau nia kenapa kenapa" kata niko


"pasti ada cara lain bang selain membunuh , kita bisa cabut ilmunya" kata gue


"memangnya lu bisa?" kata niko


"ada temen gue bang , dia dari jawa bisa katanya" kata gue


"oke nanti siang gue ikut" kata niko


"kita kepung aja rumahnya" kata niko lagi kemudian pergi


"jam 11 ya bang!" kata gue teriak karena niko sudah agak jauh


"sipp nanti kita semua kumpul ke rumah lu!" kata niko ,


kami balik ke rumah , sela dan elsa ada diruang tamu ,


"nih teh sela juga elsa nasi uduk" kata nia memberikan uduk , gue duduk disamping elsa


"gimana tidurnya" kata gue senyum ke elsa


"hehe enak ka , disini kalau tidur nyaman banyak yang jagain ya" kata elsa


"iya dong" kata gue


"makan dulu gih" kata gue lagi , kemudian semua makan , soni yang baru bangun juga ikut gabung makan bareng kami .


"jadi gimana nih son?" kata gue


"dah san tenang aja" kata sela


"gimana mau tenang sel , ini mengancam nyawa loh" kata gue


"bener kata sela lu harus tenang" kata soni


"bantuan bakalan banyak buat kita nanti" kata sela


"ya cuma perasaan doang hehe" kata sela


"bisa aja lu sel , eh memang sih teman teman gue dulu pas kecil mau ikut gabung ntar , semoga aja berhasil" kata gue


"ya semoga deeh , yang penting sekarang jangan terlalu banyak pikiran" kata soni


"ntar elsa ikut aja ya , tapi dibelakang jangan ikut masuk" kata gue


"oke ka" kata elsa


jam 11 siang , pintu rumah gue diketuk "tok tok tok" . gue buka pintu ternyata niko dengan 10 orang lainnya yang gue kenal semua , ya sahabat gue ketika kecil dikampung ,semuanya memegang pegangan macan tapi tidak ada yang berwarna putih .


"yoo masuk semua" kata gue , kita semua jadi duduk dilantai karena kursinya tidak muat


"jadi gini bang , rencana kita kepung rumah andi , tapi nanti yang masuk gue, nia ,sela dan soni aja dlu" kata gue


"terus?" kata niko


"kalau macan gue dah balik , baru kita serbu , pastinya juga dia pake jin jin nya" kata gue


"masalah jin gitu sih gampang tenang aja , lagi pula gue lihat temen lu ini hebat " kata niko menunjuk soni


"hehe makasih bang" kata soni


"yang penting lu ketika masuk hati hati san , jangan ambil resiko langsung misscall gue kalau ada apa apa , nanti kita serbu" kata niko


"oke bang , yo berangkat" kata gue . sebelum berangkat gue ke kamar gue dan berpesan pada mbah mbah gue dan mbah macan kepala pasukan untuk ikut tapi menunggu aba aba dari gue


tibalah kita semua disana , kami parkir diwarung yang jaraknya tidak jauh dari rumah andi . nia gue soni dan sela duluan masuk ke gerbang rumah andi . ada ular besar digerbang itu berkepala manusia . dia memberikan tanda untuk kami masuk kerumah itu . dari lantai 2 riski teriak


"hai nia sayang selamat datang disini" kata riski


"lepasin macan abang gue!" kata nia

__ADS_1


"bakalan dilepas tapi lu harus masuk kedalam ,sisanya tunggu luar" kata riski


"gimana ini?" kata gue


"tenang san , selama nia memakai kalung dari gue ga akan kenapa kenapa" kata soni


"nia nanti kalau udah masuk pura pura aja ga sadar , nanti kami bantu , yang jelas jangan sampe tuh kalung dilepas" kata soni lagi


"oke deh bang soni" kata nia


"hati hati nia , teh sela yakin nia bisa" kata sela


"makasih teh " nia peluk sela ,


"woii masuk!" kata riski ke nia


"iya gue masuk! " kata nia ,


"hati hati nia!" kata gue ,


"ia bang , tenang aja" kata nia .


nia menuju pintu utama rumah andi , pintunya terbuka sendiri kemudian nia masuk . dan ga lama tertutup .


"sekarang lepasin macan gue!" kata gue


"ya ini " kemudian dia melemparkan botol plastik yang sedikit remuk ke tanah , gue langsung ambil dan membukanya, keluar nyai ro tapi dia berubah warna menjadi hitam , kuliatnya pun ada bekas terbakar


"nyai kenapa ko jadi hitam?" kata gue


"ini jebakan bro sandi selamatkan dek nia!" kata nyai , nyai ro kemudian tersungkur jatuh .


"nyai ... nyaiii.....!" kata gue membangunkannya


"MBAH PUT!!!!!!!!!!!" kata gue teriak , mbah put datang dengan pasukan jin gue , dia disebelah nyai ro tampangnya sedih


"dia dibakar oleh api jin bro sandi" kata mbah put


"terus gmana? harus gimana!" kata gue , mbah put memandang gue dengan sedih


"nj*ng lo riski!!!!!!!!!!!!!!!!!" kata gue teriak , si riski udah ga ada dilantai atas. ,


"san , lu sabar" kata sela


"gimana mau sabar , masa harus ada korban terus!" kata gue ,


"san ada yang mau datang , kekuatannya kuat banget" kata soni


"hitam atau putih?" kata gue


"putih" kata soni


"depan lu" kata soni lagi


disaat itu juga , datang aki buyut gue didepan gue .


"saya tidak akan membiarkan nia menjadi korban, pejamkanlah matamu sandi , saya akan masuk kedalam tubuhmu" kata aki buyut


\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Terima kasih bagi yang sudah like, fav dan koment :), jangan lupa follow IG gue ya : supermansistem :)


untuk bantu support gue di link : https://saweria.co/donate/supermansistem


Atau bisa via BCA : 5420-4410-71 (sahabat gue)


Terima kasih ^^


 


 

__ADS_1


__ADS_2