Petualangan Anak Banten

Petualangan Anak Banten
Part 37


__ADS_3

"maaf tante ....." kata gue , omongan gue lalu dipotong siska


"iya mah sandi mau ko mah" kata siska , menangis melihat nyokapnya , dia menatap gue seakan harus memberikan jawaban "YA"


"kita harus bicara dulu sis" kata gue , gue senyum ke nyokapnya siska lalu keluar diikuti siska , kami duduk dikursi depan ruangan nyokap siska


"san tolong , demi nyokap gue bahagia diakhir hayatnya" kata siska


"tapi sis , jujur aja gue ga bisa" kata gue , gue menatap siska dia seperti kecewa dengan menundukan kepalanya


"gue harus apa lagi san, gue harus bagaimana lagi?" kata siska


"memangnya lu ga lihat nyokap gue dah sakit kaya gitu ? lu ga tetep gamau san sedikitpun bantu gue? kata dokter umur nyokap gue udah ga lama san! , gue bingung san , gue tuh cuma mau nyokap gue seneng san , gue tuh sayang sama lu!" kata siska


"cinta sulit untuk dipaksakan sis" kata gue


"gue tanya sama lu , ketika lu ditunangin sama caca? apa lu suka? apa lu mau? bukanya lu nolak ya pertamanya? gue diceritain sama sepupu caca san!"


"gue mau kita jalanin dulu!" kata siska


"....." gue diam , cukup lama kita saling diam


"yaudah! , gini aja lu jadi tunangan gue hanya beberapa saat gimana? gue mau nyokap gue lihat gue bahagia san!" kata siska


"tapi..." kata gue dipotong lagi


"tapi apa lagI? masa iya lu setega itu san sama gue! sama keluarga gue! " kata siska , gue berpikir sejenak


"iya sis maaf" kata gue


"jadi gimana lu terima ini ga?" kata siska , gue menghela nafas "haaaaahh"


" oke , hanya sementara " kata gue , dia langsung narik tangan gue kedalam ruangan itu ,


......................


"ada apa sandi sama siska?" kata nyokap siska , dia menatap gue seperti kecewa,


"ga apa apa ko tan, iya aku mau ko jadi tunangan siska" kata gue senyum , nyokap siska senyum kearah gue , dia terlihat senang sekali


"makasih ya sandi dua minggu lagi ya dirumah tante berarti acaranya, cuma ngundang saudara doang ko syukuran , ajak semua keluaga sandi ya" kata nyokap siska ,


"iya tante pasti nanti aku datang" kata gue


"sandi temanin siska ya disini menemani tante juga" kata nyokap siska


"iya tan , tenang aja ya" kata gue senyum ke nyokap siska, gue kemudian duduk dikursi panjang dekat TV , siska samperin gue


"maaf ya san" kata siska


"iya ga apa apa sis demi nyokap lu" kata gue , lalu menghidupkan TV


"gue sayang sama lu san" kata siska , gue diam aja


"dah makan belum?" kata siska


"udah ko sis" kata gue


"temenin cari makan san, laper.." kata siska , gue menatapnya , tatapannya manja sama gue


"dih napa manja gitu.." kata gue


"lu kan calon suami gue san" kata siska dia pegang tangan gue narik narik ga jelas


"iya iya deh" kata gue


kami turun akan menaiki lift padahal itu cuma dilantai 2 ,ketika masuk gue lihat ada banyak suster dengan kepala tertunduk berkulit putih susu , sangat penuh dilift itu tapi siska menarik tangan gue dengan cepat tidak sempat menolak.


"sis kita ga salah naik lift kan?" kata gue masuk kemudian menunduk . gue ga mau lihat muka muka mereka


"kenapa sih san? disini ada apa? kan cuma kita berdua , makan dibawah ya" kata siska , dia lalu menekan lantai 1 , lift itu tidak turun tapi malah naik ke lantai tertinggi lantai 10


"loh ko ga turun sih?" kata siska menekan nekan lantai 1


"ya mungkin diatas lagi ada yang mau naik" kata gue , mendengar itu siska memegang tangan gue erat


"siapa san hiii?" kata dia sembunyi dipundak gue


"ya orang kali sis , dah jangan takut" kata gue.


sampai lantai paling tinggi tidak ada orang dan semua sudah tertutup , ada beberapa lampu yang sudah dimatikan dan lampu yang redup , lift itupun tidak bergerak turun malah diam ditempat , para suster aneh itupun keluar lift diam saja masih menunduk , diiringi oleh wangi bunga melati


"san gue takut san , ko gue jadi merinding gini ya cium wangi bunga melati" kata siska


"tenang ada mbah gue " gue memanggil manggil mbah tapi tidak juga muncul "ada apa sih ini , disaat genting mereka ga ada aja" kata gue dalem hati


"aduh sis mbah gue ga ada" kata gue


"duh gimana dong ?" kata siska


tiba tiba dilorong depan lift dari salah satu ruangan ada sosok merangkak menuju kearah lift ,


"sa ssaaan iii tuu apa?" kata siska menunjuk kearah sesuatu itu , dibawah lampu yang agak redup samar samar sosok itu mengeluarkan lidah panjang dan bergigi runcing , bukan ngesot tapi merangkak ,kukunya pun panjang panjang! , badannya penuh darah masih memakai baju suster ,


"see see seeetaaann sis" kata gue ,


"san hayo keluar !!!! cari tangga!" kata siska


"cepet cepet" kata gue


gue menarik tangan siska menuju ke arah kiri dari lift , ada tangga tapi sangat gelap gulita dilantai bawah . "ini rumah sakit apa rumah setan sih" kata gue


"sumpah gue takut san ," kata siska , gue lihat kebelakang sosok itu semakin dekat sudah sampai depan lift tinggal beberapa meter lagi menuju arah kami .

__ADS_1


"turun turun hayo" kata gue , gue menuntun siska turun , gue lihat ke arah atas tuh setan suster ga mengikuti kami ,


"san gelap banget gue ga lihat apa apa "kata siska , kami sedang menuruni anak tangga ,


"eehhh itu kaya ada jendela ya" kata siska setelah sampai kebawah menunjuk arah pojokan lorong disana , ada cahaya lampu


"cepet cepet lari!" kata gue , ketika akan lari kaki gue dipegang sesuatu lalu gue terjatuh , gue lihat ke arah belakang . .


"AAAAAAAAAAAAAAAAA setan!!!" kata gue dan siska teriak , yang memegang kaki gue setan suster yang merangkak tadi ,


"woiii udah jangan ganggu!" kata gue , lalu gue tendang tendang muka seremnya


"setan lu , jelek lu ,monyet lu , lepasin gue!!" kata gue ,


"san hayo san! tendang terus , terus!!!" kata siska menarik badan gue,ga lama setan itu melepaskan peganganya gue langsung berdiri dan kami berlari kearah jendela yang ada sinarnya itu . eh tiba tiba lagi muncul beberapa sosok gue depan kami berdua , sosok wanita tanpa tangan dan kaki kiri yang gue lihat didepan rumah sakit, suster yang merangkak tadi dan beberapa suster pertampang seram yang ada dilift tadi , mereka ada didepan dan belakang kami , mereka mendekati kami


"san lu ga bisa pakai ilmu san tolong gue takut banget tolong" siska menangis dipundak gue , gue baru sadar masih ada ilmu putih dari aki buyut , gue diam konseterasi , dengan sangat tenang gue seperti mengeluarkan energi yang besar dan semua setan itu menghilang


"haah haah haah " suara napas siska , "setannya hilang san" kata siska dia agak kecapean teriak teriak dan menangis, gue membuka mata memang sudah tidak ada , kami membuka pintu yang ada jendelanya itu ternyata tangga darurat . gue buka pintu itu disebelah kiri dari pintu ada sosok pocong melihat gue , matanya melotot !


"astaga!" kata gue


"kenapa san ada apa?" kata siska


"turun turun cepet , POCONG!" kata gue , kemudian kami lari sangat cepat , sampai lantai 1 dan gue buka pintu , didekat pintu itu ternyata ada kamar mayat ! , didepan kamar mayat itu banyak hantu hantu bekas tabrakan mungkin agak susah dijelaskan , mukanya rata rata hancur dan ada yang ususnya keluar . sungguh pemandangan sangat luar biasa ,


"lu kenapa san? itu dikamar mayat ada apa?" kata siska


"dah hayo hayo lari" kata gue , kami berlari kearah depan parkiran , dan masuk ke mobil siska


................


"hahahah lucu ya" kata gue


"dih kenapa ketawa? jangan jangan kesurupan!" kata siska


"engga sis ,sumpah lucu aja hampir dicekik kita sama setan ahaha" kata gue


"hahah memang lucu! , sangat lucu san!" kata siska cemberut


"dih ngambekk" kata gue


"abisnya sih becanda gitu " kata siska ,


"dah hayo cepetan jalan" kata gue .


sepanjang jalan kami berbicara tentang setan , sesudah makan kami kembali lagi kerumah sakit itu ,kami menaiki tangga dan menuju ruangan nyokap siska (trauma naik lift), gue lihat bokap dan nyokap siska sudah tertidur , gue duduk dikursi panjang tadi dan siska bersender dipundak gue , dia mengeluarkan hpnya lalu membuka beberapa sms , gue sih lihat sedikit kepo ada beberapa nama cowo yang sms dia , tapi gue tertuju pada satu nama yang ga asing "Andi" , dan sms "lagi apa sayang"


"sis , itu andi yang sms lu siapa?" kata gue


"ini temennya sepupu caca , dia ga tau nih suka sms , baru kemarin kemarin dikenalin" kata siska


"ohh , dikira..." kata gue


"yaudah tidur gih , ga apa apa ko" kata gue ga curiga


pulang dari rumah sakit itu gue diantar siska menuju kosan . siska saat itu ga bisa lama karena ada urusan harus balik ke rumahnya .sampai depan kamar, gue ga lihat semua teman teman prakerin gue , gue buka kamar ada mbah kut dan nyai ro


"hey teman kenapa ga dateng pas saya susah , hampir mati loh di cekik setan? " kata gue


"maaf sandi , ada pagar gaib yang dipasang sekitar sini , kami tidak bisa keluar" kata mbah kut


"siapa sih yang masang masang segala hi" kata gue


"teman sandi" kata mbah kut ,


"yang kemarin itu?" kata gue


"iya bro sandi" kata nyai ro


"kami bisa keluar kalau masuk kedalam badan bro sandi" kata nyai ro


"yasudah nanti kalau mau keluar masuk dulu aja , jangan dalem dalem ya nyai roo" kata gue senyum mengedipkan mata


"maksudnya apa bro sandi?" kata nyai ro polos


"ga , ga ada apa apa hehe" kata gue ketawa sendiri


karena cape gue tidur sampai sore berhubung hari minggu ,gue terbangun karena kamar gue diketuk ketika gue buka sela dan soni dan beberapa teman gue (ivan , cecep , nur , yuli , dan feri dibelakangnya )


"eh dari mana sel?" kata gue


"dari ancol dong" kata soni ,


"gue ga ngomong sama lu" kata gue


"tenang atuh sandi , nih gue beliin oleh oleh" kata sela senyum , gue buka kaos pantai


"hehe makasih ya sel" kata gue senyum


malamnya gue teleponan sama siska , dia sangat peduli dengan gue walau gue agak kurang respon sama siska , singkatnya hari senin , selasa , rabu saat itu gue tetep aja agak cuek meladeni siska tapi dihati gue mulai senang sama siska ya kalau dibilang masih malu malu. di hari kamisnya siska yang biasa sms gue dan teleponin gue tidak ada kabarnya ,dan malam itu hujan sangat besar "trrinng" ada sms masuk dari siska "udah makan belum sayang?" kata siska , gue jawab "belum nih hujan" kata gue , ga lama gue suara ketukan pintu gue buka ternyata siska! dia membawa makanan untuk teman teman se kosan , karena parkir mobil agak jauh dari pintu kosan bawah jadi siska kehujanan basah kuyup ,


"kamu repot repot banget sis aduh sampe kehujanan gini" kata gue mengambil makananya lalu memberikan pada cecep menginsyaratkan untuk dibagikan ke yang lain , lalu mengelap wajah cantik siska


"apapun demi kamu san , aku tuh ga mau kamu lapar" kata siska


"tapi kamu jadi hujan gini , ga usah repot gitu atuh" kata gue


"hari ini aku ga kabarin kamu , mau kasih kejutan" kata siska senyum


"hu dasar kamu , ada baju ganti ga?" kata gue , dia menggelengkan kepala , gue pinjem ke sela dan dia menganti baju dikamar cewe . setelah ganti dia kekamar gue, kami semua makan bersama , tentu dengan soni dan fery. gue lihat sela saat itu agak murung beda dengan biasanya , mau nanya juga kurang enak . di keadaan siska yang dekat sama gue , karena sudah malam juga siska kembali menginap dikosan ini . besok paginya gue bangun agak siang , teman teman lagi mandi , gue tengok ke kamar cewe katanya siska lagi diatas dan sela senyum ke arah gue , gue naik menuju tangga gue lihat siska sedang teleponan dengan nada manja , melihat gue telepon itu langsung ditutup


"paggi" kata gue senyum

__ADS_1


"ehh pagi juga sandi" kata siska bangun dari tempat duduknya dan menaruh hpnya disaku celana


"hayo teleponan sama siapa?" kata gue


"sama temen doang ko sayang" kata siska , kemudian kami duduk , kami sama sama diam agak lama , keadaan saat itu sangat canggung


"jujur aja aku cape" kata siska memecah diam ini


"lohh kenapa?" kata gue


"kamu tuh ga pernah ada rasa sama aku" kata siska menangis ,


"aku tau dari soni , katanya dia , dia melihat kamu suka sama sela" kata siska lagi , "anj*ng nih si soni orang brengsek" kata gue dalem hati , gue bangun dari tempat duduk ditahan tangan gue oleh siska


"sudah cukup , aku mau pulang dulu ga usah berantem!" kata siska , gue saat itu agak emosi


"sis tunggu" kata gue , tapi tidak dihiraukan olehnya , dia lalu menuruni tangga , dari atas gue lihat dia kembali telepon seseorang dan masuk kedalam mobilnya .


mbah kut san nyai ro muncul disamping gue ,


"tenang bro sandi , tolong jaga emosi bro sandi" kata nyai ro


"sabar itu akan baik untuk sandi" kata mbah kut


"sampai kapan saya diinjak injak terus oleh dia mbah" kata gue


"kesabaran sandi itu kuncinya" kata mbah kut ,


sela datang dari arah bawah , dia memeluk gue dengan erat !


"lu san cowo tertabah dan sabar didunia deh" kata sela melepaskan pelukannya dan senyum ke gue , gue agak bingung dengan bicara sela


10 hari setelah kejadian itu gue telepon siska tidak diangkat dan sms pun tidak dibalas , terkadang gue telepon sibuk , karena kwatir gue kembali kerumah sakit itu bersama sela karena sela juga mau mengambil bajunya yang ada disiska , tapi setelah gue bertanya ke suster ternyata nyokap siska sudah kembali kerumahnya , gue meminta suster itu memberikan alamat rumah siska lalu diberikan . ke arah sana kami beberapa kali naik kendaraan umum selama diperjalanan gue dan sela sudah seperti adik kaka yang mengobrol panjang lebar , dia sangat ceria berbeda dengan wanita lain menurut gue . setelah panas panasan kami sampai kesebuah rumah mewah , gue lihat banyak orang digerbang besar rumahnya itu memakai jas dan rapi. gue mencoba masuk dan bertanya kepada satpam diposnya memang ini betul rumah siska , dan sedang ada acara dirumahnya , gue masuk sangat shock melihat foto besar terpampang disudut pintu utama yang sedang terbuka , foto wanita sangat cantik siska dan pria yang sangat tidak asing buat gue , pria yang sangat gue benci saat itu


"eh dateng juga lo sandi" suara dari arah belakang itu mengagetkan gue , suara pria yang ada difoto itu


"eh andi , iya gue dateng mau ucapin selamat!' kata gue


"jodoh gue memang siska kayanya haha" kata andi ,gue balik badan dan kami pun salaman , gengamannya sangat erat , gue perhatikan ilmu dia berbeda dengan yang kemarin ,apa ilmu yang dicopot ratu pantai masih ada ? apa dia mempengaruhi siska juga? ah gue ga pikirin!


"salam ya buat caca yang ada dialam sana yang mati gara gara lo" kata andi , gue menatapnya dan gengaman tangan kami semakin keras


"cukup!" kata sela , dia melepaskan tangan kami berdua , gue masih menatap andi. dari arah rumah gue mendengar suara siska


"sandi!" gue menoleh kebelakang , dia memakai kebaya , sangat cantik siska ketika itu


"maaf ya san" kata siska ,


"ya seengganya lu kasih kabar sama gue" kata gue


"iya maafin gue , gue sibuk " kata siska


"ya ya gue maafin" kata gue ga melihat siska


"gue mau lu doain acara tunangan gue sama andi ini berjalan sampai pernikahan setelah andi lulus san ya" kata siska


"..." gue diam aja


"ini cewe lu ye nyet?!" kata andi ,


"ngmong sama gue biasa aja bisa ga lu! , ya ini cewe gue kenapa?" kata gue


"hati hati , cewe yang mau nikah sama sandi mati haha!! " kata andi , gue mengambil ancang ancang mau menonjok mukanya tapi di tahan sela


"udah udah sabar deh sandi" kata sela pelan


"biasa aja lu!" kata gue ke arah andi


"sudah deh sandi , andi kalian ya!" kata siska


"makasih siska buat semuanya lu udah kasih cinta walau sesaat " kata gue


"penghancur akan cocok dengan penghianat!" kata gue lagi kemudian tangan andi dengan cepat memegang kerah baju gue


"ngomong apa lo hah!" kata andi


"CUKUP!" kata siska


"dah sana pulang sandi!" kata siska


"YA MAKASIH!'' kata gue melepaskan tangan andi


"awas lo , bakalan abis suatu hari nanti" kata andi


"gue TUNGGU!" kata gue , gue lalu menarik tangan sela pergi keluar dari rumah siska


"dah nanti baju lu gue beliin , ga usah ambil dari dia!" kata gue


"iya sandi ,oh ya lu memang tabah banget tapi nanti kedepannya atur emosi ya serta kesabaran menghadapi kekuatan jahat" kata sela


\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Terima kasih bagi yang sudah like, fav dan koment :), jangan lupa follow IG gue ya : supermansistem :)


untuk bantu support gue di link : https://saweria.co/donate/supermansistem


Atau bisa via BCA : 5420-4410-71 (sahabat gue)


Terima kasih ^^


 


 

__ADS_1


__ADS_2