
"gue kangen lu sandi" kata siska , erat banget pelukannya
"ehemm ehem" kata ivan
"batuk lu van?" kata sela , sela juga erat memegang tangan gue , siska lalu melepaskan pelukannya , dan melihat tangan gue yang masih dipegang erat oleh sela
"cewe baru lu san?" kata siska melihat gue dan sela
"eehhhhhhh" kata gue , gue ga bisa ngomong
"kita temenan doang ko ka" kata sela senyumin siska
"ohhh , eh san ikut gue yu ,makan" kata siska
"ehh tapii , ,, " gue melihat sela , dia melepaskan tangan gue
"udah jalan aja san" kata sela senyum ke gue , gue menatap sela
"yaudah yu san" kata siska menarik tangan gue masuk ke mobilnya
gue masuk ke mobil siska , gue melihat sela senyum ke arah gue , kenapa dia ga cemburu ya? apa dia memang anggap gue teman biasa? masih dalam pikiran yang kurang enak siska memacu mobilnya .
"san ko lu murung aja?" siska melihat gue diam sepanjang jalan
"ya gue kira cuma dikosan sis" kata gue
"memangnya kenapa?" kata siska
"ga enak sis temen temen gue ga diajak" kata gue
"yaah maaf dong san , balik lagi nih?" kata siska
"dah dah ga usah sis" kata gue
tiba dilampu merah saat itu
"sann.." kata siska memegang tangan kanan gue
"kenapa sis?" kata gue
"sekarang kan caca sudah pergi..." kata siska , gue yang tadi menatap jendela jadi melihat siska
"gue mau dong ngisi kekosongan hati lu" kata siska, gue diam, lalu gue ketawa
"hahahahah lucu sis" kata gue
"......." siska hanya diam merengutkan alisnya, bingung
"gue mau nanya nih , lu tuh cantik , kaya , kenapa milih gue yang kaya gini? gue tuh cupu , jelek , dari keluarga ya bisa dibilang biasa" kata gue
"gue ga pentingin lu dari mana juga , gue tuh tulus sama lu ga tau kenapa san beneran" kata siska
"gue cuma malu aja sis" kata gue menatap siska
"kenapa musti malu ? gue sayang lu dari hati san bukan dari apa apa , gue suka sifat lu , gue suka semuanya, gue belum pernah nemu cowo kaya lu" kata siska
"tapi sis...'' kata gue
"apalagi san? gue kurang apa san? tolong jawab biar gue perbaiki" kata siska
"lu tuh kalau dilihat oleh cowo ya sempurna sis , cantik , kaya , pengertian ga ada yang kurang. tapi jujur gue belum bisa sis saat ini" kata gue
"ya gue ngerti san pasti masih inget caca kan?" kata siska
"eh tuh lampu udah ijo jalan dulu" kata gue ,
sepanjang jalan kita terdiam cukup lama , pikiran gue agak kacau saat itu , mau pulang juga ga enak sama siska secara cukup jauh jakarta - tanggerang . dia ajak gue ke salah satu tempat makan seafood mewah dikawasan jakarta pusat . semua makanan siska yang memesan dan sangat banyak.
"banyak banget sis , gue mah nasi sama ikan lele aja dah" kata gue
"aduhh sayang jangan makan lele disini , gue tuh udah pesen kepiting , ikan gurame dan segala macemnya , tunggu aja makanannya ya" kata siska
"berapa semuanya?" kata gue
"ya ga sampe jual tanah san tenang aja " kata siska
"seriuss" kata gue
"iya serius deh , eh tadi siapa yang megang tangan lu" kata siska
"sela" kata gue
"cantik ya" kata siska , gue cuma mengangukan kepala
"kayanya punya rasa san sama lu" kata siska
"ah kata siapa?" kata gue
"beneran dah keliatan cewe yang suka sama engga , gue kan sama sela cewe san jadi tau " kata siska , ga lama makanan yang kami pesan datang , walau bertubuh kecil tapi siska makannya lebih banyak dari gue , sampe beberapa pesanan dia yang menghabiskan .
"haha banyak juga makan lu sis , padahal badan lu kecil" kata gue ketawa melihat dia makan
"yaa ga tau aja , gue mau gedein badan buat seseorang" kata siska
" baguss dehh" kata gue
"ya buat lu , biar semok kaya caca" kata siska
"dihh , jadilah diri sendiri ga boleh sama samain orang lain" kata gue
"ya ya sayangggku , abisin tuh makanannya" kata siska , masih ada kaki kepiting dimulutnya
__ADS_1
"kenyang beneran dah sis" kata gue
"huuu dasar" kata siska
setelah makan , siska membayar itu semua , dia ga kasih tunjuk ke gue nota makanannya dan membayar via debit . ah ga apa apa dah sekali sekali makan enak dibayarin juga pikir gue . kami pun balik lagi ke mobil siska
"lu mau balik jam berapa? , sekarang aja udah jam 9 sis" kata gue
"gue ga balik malam ini san , kita nginep aja yu dihotel" kata siska
"ih ga ah gue dikosan aja " kata gue
"yah lu mah gitu ,gue jauh jauh kesini mau deket sama lu walau semalam" kata siska
"tetep sis gue ga mau , kalau mau lu yang nginep dikosan sama anak anak cewe , tapi kita ga ada AC cuma kipas angin" kata gue , dia mikir sesaat
"oke deh yang penting sama lu ,tapi ga apa apa ?" kata siska
"tar gue yang ngomong sama anak anak cewe" kata gue
"yaudah kita beli makanan dulu , beli apa ya?" kata siska
"martabak aja" kata gue
"pizza aja san" kata siska
"jangan ntar mereka muntah muntah sis haha" kata gue
"yaudah deh martabak haha " kata siska
kita pun balik ke kosan . mereka terlihat bermain kartu remi dikamar gue , kecuali sela gue ga lihat dia . gue cerita kalau siska ga bisa pulang karena kemalaman dan akan menginap semalam dikamar cewe . nur yuli sih ga masalah secara memang cukup besar kamar kosan ini.
"kita sih ga masalah san , tanyain aja ke sela coba" kata nur
"mana sela?" kata gue
"diatas kayanya" kata nur
gue naek ke atas , dia sedang berdiri menghadap langit melihat bulan saat itu, bibirnya sedang senyum sangat cantik .
"hey lagi apa?" kata gue
"eh san , udah pulang?" kata sela
"udah sel , eh mau ngomong" kata gue
"iya ga apa apa ka siska malam ini tidur disini , aku sih ga masalah malah seneng nambah temen" kata sela ke gue , dia samperin gue dan memperbaiki kerah baju gue
"lu juga kuat imannya ya san , gue salut" kata sela
"asal tadi lu ga balik kekosan ini berarti kan lu sama dia dihotel" kata sela senyum ke gue
"gue seneng sel bisa deket sama lu , makasih ya" kata gue
sampai tengah malam kita semua main kartu ketawa ketiwi bareng tanpa memegan ponsel sama sekali , disebelah kiri gue siska sebelah kanan gue sela mereka juga terlihat akrab , entah kenapa sela itu gue lihat begitu dewasa . setelah itu karena sudah jam 1 malam cewe cewe balik kekamar mereka . tinggal gue cecep ivan sedang tiduran dikasur .
"enak banget sih san jadi lu dideketin cewe? lu pakai susuk ya?" kata ivan
"hus jangan ngomong gitu van , si sandi memang punya aura" kata cecep
"padahal jelek mukanya " kata ivan,
"haha jelek geh laku" kata gue ketawa
"ah curang lu san" kata ivan
"gue juga mau berguru nih kalau kaya gini" kta ivan lagi
"jangan van , ada aja godaan kalau punya ilmu itu" kata gue
"eh diem.." kata gue , gue merasakan seperti ada yang akan datang
"kentut lu ya ****" kata ivan menutup hidungnya pakai kaus
"ih bukan lah " gue lalu terduduk .
"ada mbah si sandi dateng , gue bisa rasain" kata cecep ,
benar saja datang mbah kut (jin gue bentuk kera) , dia duduk sila didepan gue
"saya diperintahkan bapak untuk menjaga dek sandi sampai mbah put bisa kembali" kata mbah kut
"mbah put bisa kembali lagi?" kata gue
"menurut aki buyut bisa" kata mbah kut
"seriusss mbah?" kata gue senang
"iya dek sandi" kata mbah kut
"asik dah , berapa lama ya?" kata gue
"mungkin beberapa bulan dek sandi" kata mbah kut ,
"baik deh kalau begitu , pasukan keluarga caca gimana mbah" kata gue
"mereka ada semua di perkarangan rumah dek sandi" kata mbah kut
"apa mau saya panggilkan?" kata mbah kut lagi
"tidak tidak mbah saya cuma bertanya" kata gue
__ADS_1
"mbah panggil bro sandi aja hehe" kata gue lagi
"saya tidak diperbolehkan oleh bapak dek sandi " kata mbah kut
"yahh yaudah deh kalau gitu , tapi sandi aja jangan pake dek" kata gue
"baik sandi" kata mbah kut
\~\~\~\~\~
saat itu ...
"weeii ngapain lu diem aja ? kesurupan lu?" kata ivan , menendang nendang badan gue
"diem van si sandi lagi ngomong sama mbahnya" kata cecep
"gue kira ngomong langsung cep" kata ivan
"ya bisa langsung dan bisa dalam hati" kata cecep
\~\~\~\~\~\~
"nyai roo kesini" kata gue memanggil nyai , dia datang disebelah mbah kut
"nyai nanti berduaan dulu ya sama mbah kut , jangan selingkuhin mbah put yee" kata gue
"selingkuh apa bro sandi" kata nyai , mukanya ga kalah polosnya sama mbah put , macan kepo ini
"ya selingkuh itu jadi gimana ya , intinya sih berpaling hati , jadi nyai ro ini mau sama mbah kut sementara ada mbah put , ngerti ga nyai" kata gue ,
"tidak bro sandi" kata nyai ro
"aduhh , ya udah nanti aja lagi dijelaskannya ,ya teman teman sekarang boleh pergi dulu" kata gue
"baik bro sandi"
"baik sandi" merekapun menghilang
\~\~\~\~\~\~
"woi jangan ganggu gue kalau lagi sama mbah gue van" kata gue kembali tiduran
"iya iya maaf , gue cuma takut aja lu kesurupan , nanti siapa yang nyembuhin" kata ivan
"ga tenang aja , setan yang takut sama gue hehe" kata gue
"yakin lo? pocong?" kata ivan
"hiiii amit" kata gue
"dah lah tidur" kata gue , ivanpun mematikan lampu .
sebelum tidur gue memikirkan caca dan berharap caca ada disebelah gue "aku kangen kamu caca sayang mau ketemu" kata gue pelan ,lalu entah mengapa setelah gue menutup mata gue ada disebuah ruangan yang sangat mewah berwarna putih bersih seperti tempat resepsi pernikahan lengkap dengan makanan, tamu, hiasan bungan , dan juga kue pernikahan. mereka semua menatap gue dengan penuh senyum . gue melihat kearah kaca didinding gue memakai jas hitam dipadu dengan kemeja didalamnya sangat rapi penampilan gue seperti seorang mempelai pria , tiba tiba disebelah kiri gue datang seorang wanita yang memakai baju pernikahan dan ada kain yang menutupi mukanya seperti mempelai wanita rambutnya digerai panjang terlihat sangat cantik. kami berdua dituntun oleh 2 anak kecil diatas karpet merah maju ke atas pelaminan , tangan kanan wanita itu merangkul tangan sebelah kiri gue. sampai diatas pelaminan sana gue disuruh membuka kain penutup wajah wanita itu oleh anak kecil tadi . gue buka perlahan kain itu
"hay sayang" ucap suara wanita yang beberapa hari ini tidak gue dengar , CACA!!
"haa haa hay saa yaanng" kata gue agak terbata sangat kaget
"aku sayang sama kamu sandi, akhirnya aku bisa bertemu sama kamu" kata caca , matanya berlinang air mata , membasahin wajah cantiknya . dia sangat cantik!!! .
"jangan nangis sayang , aku juga sayang sama kamu , aku seneng banget bisa ketemu sama kamu" kata gue mengelap air matanya,tanpa sadar gue juga menangis saat itu , menangis sedih senang campur aduk bisa bertemu caca , caca senyum sama gue , senyuman yang sangat gue rindukan , senyuman itu yang sampai sekarang gue ingat!!!
"sayang walau ini bukan didunia nyata , tapi aku mau kita tetap menikah sayang , semua leluhurku datang" kata caca , lalu gue melihat sekitar
"ya sayang aku juga mau menikah dengan kamu" kata gue
"ambillah sesuatu dikantong sebelah kanan kamu sayang" kata caca , gue raba raba ada barang berubah cincin emas bertabur berlian , gue pakaikan itu dijari manisnya
'ini menandakan kita sudah menikah disini ya sayang" kata caca
"iya sayang, aku seneng banget , terimakasih ya sayang" kata gue .
"iya sayang aku juga seneng" kata caca
"sayang kapan kamu hadir lagi?" kata gue
"setiap kamu panggil aku , setiap kamu inget sama aku , dan setiap kamu menyayangi aku , aku bakalan selalu hadir didekat kamu , aku akan selalu memelukmu dalam tidur nyenyakmu . selamanya sayang sampai kita bertemu lagi dialam yang sama" kata caca , gue nangis sejadinya , mau dilihat oleh leluhur caca juga bodo amat , gue sangat terharu mendengar itu.
"cium aku sayang , nanti kita bertemu lagi" kata caca , gue memeluk caca , pelan pelan gue arahkan bibir ini ke bibirnya yang tipis itu
.......................
"WOIIII JANGAN CIUM gue , gue MASIH NORMAL" kata ivan berontak , posisinya gue peluk
"pake nangis lagi lo? kenapa lo" kata ivan
"aduhh lo ganggu gue aja van ahh, gue tuh mau cium caca bukan lo , gue ketemu caca van , gue nikah sama caca!" kata gue melepaskan pelukannya ,
"gila lo ya , mandi sono" kata ivan , gue melihat jendela sudah pagi
\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Terima kasih bagi yang sudah like, fav dan koment :), jangan lupa follow IG gue ya : supermansistem :)
untuk bantu support gue di link : https://saweria.co/donate/supermansistem
Atau bisa via BCA : 5420-4410-71 (sahabat gue)
Terima kasih ^^
__ADS_1