Petualangan Anak Banten

Petualangan Anak Banten
Part 19


__ADS_3

"suara apa itu yang" kata caca


"****** gue ****** bisa perang lagi ini" kata gue dalem hati ,


"hayo suara hp ya? coba diangkat dari siapa? kamu ada berapa hp?" kata caca , gue diem lalu mengambil tuh hp dari pantat gue . ketika gue lihat ternyata ivan yang telepon .


"eh yang ini ivan" kata gue


"ohh ya , angkat atuh" kata caca


"haloo van ada ape?" kata gue


"ui san udah idup lagi lo" kata ivan


"bangke dikira gue mati" kata gue


"ya lah lu kaya orang mati kemarin haha" setelah itu kita terlibat beberapa percakapan ga penting . gue pura pura ke wc sambil telponan sama ivan . dah gitu gue tutup teleponnya lalu hapus beberapa inbox dan notif dari siska , gue balik kekamar dan senyumin caca .


"bener dari ivan?" kata caca


"iya yang" kata gue


"sini aku cek " kata caca


"nihh" gue kasih hp jadul itu


"ko kamu ga pernah kasih tau aku sih punya hp ada 2?" kata caca masih memeriksa hp gue


"iya maaf lagi pula jarang dipake . ini aja baru aku lihat tadi" kata gue


"heemm" kata caca


"dih ngambek , " kata gue , kita diam beberapa saat sampai caca selesai cek hp gue dan mengembalikannya


"aku hapus kontak cewenya , kebanyakan" kata caca


"iya hapus aja ga penting juga " kata gue senyum


"yang disekolah aku ada cowo , dia tuh punya ilmu dan suka sama aku" kata caca


"ohhhhh terus" kata gue ,


"ya gitu dia selalu mau tau aku, padahal aku dah bilang dah punya kamu" kata caca


"beda kelas?" kata gue


"dia siswa pindahan yang , dia sekelas sama aku . dia pun duduknya dibelakang meja aku" kata caca agak menunduk


"terus di ladenin?" kata gue


"engga yang! , dia tuh selalu teleponin aku " kata caca


"oh mana sini biar aku yang ngomong" kata gue


"nihhhh" caca kasih hpnya


gue lihat beberapa notif panggilan tak terjawab , dan inbox yang banyak belom dibaca dari nomor baru tersebut. gue coba telepon tuh nomor

__ADS_1


\~\~tuuttt tutttt tutttt\~\~


"hallo caca , akhirnya lu mau juga telepon gue , kangen ya" suara cowo


"sorry ini gue cowonya caca , lebih tepatnya tunangannya , nama gue sandi" kata gue


"ohh gitu . kenalin nih gue andi . gue juga calon suami caca haha" kata dia


"kalau lu macem macem sama dia . gue ga segan sama lu" kata gue


"haha orang kaya lu bisa apa nyet!" kata dia


"weitt santai bro " kata gue


"haahaa bilang aja lo takut nyet \, temuin gue di **** sekarang nyet kalau lu berani!" kata dia


"siapp meluncur . awas lo ga ada" kata gue . gue langsung tutup teleponnya . darah gue naik gue emosi banget . gue panggil mbah put suruh ikut dengan gue


"gimana yang?" kata caca


"dia mau ajak ketemu , kamu ikut!" kata gue caca hanya menganguk


"pake mobil aja ya yang" kata caca


"ya kamu yang bawa , aku ga bisa" kata gue .


tiba di lokasi gue lihat dia dengan beberapa temannya lagi nongkrong kalau ga salah 4 orang . ketika itu memang masih sore dan agak ramai jalanan. gue lihat dibelakangnya ada jin bertubuh besar berwarna hitam melotot kearah gue . sepertinya dia tidak bisa melihat makhluk gaib hanya memakainya . gue turun dari mobil dan suruh caca dibelakang gue , kita mendekati mereka , tuh si andi melihat penuh amarah ketika gue pegang tangan caca .


"woi ga usah pegang pegang gitu dong" kata andi


"kenapa? ini calon bini gue? kenapa lu sewot?" kata gue


"gue tu sayang lu ca , gue bakalan pertahanin lu bagaimanapun caranya" kata andi


"gue mau duel sama nih orang" kata andi nunjuk gue


"oh hayo siap , kebelakang ya disini rame" gue senyumin dia


"yoooo" dia teriak , dan berbisik keteman temannya .


dibelakang tempat itu memang sepi cuma ada jalan kecil . gue lihat jin dibelakangnya seperti memasuki dirinya \, gue lihat mbah put sangat marah ketika itu dia pun masuk ketubuh gue . caca ada dibelakang gue "hati hati yang jinnya cukup kuat" kata caca \, tubuh gue serasa bergerak sendiri dengan ancang ancang silat . tak mau kalah andipun melakukan demikian . lalu temannya berkata "mulai!" . dia langsung berlari ke arah gue . dia berusaha menendang gue tapi gue menghindar . lalu dia mengambil sebilah kayu dan mengenai badan gue \, tapi gue tidak merasakan apapun \, dia cukup kaget dan gue tersenyum . gue balas dengan pukulan sangat kuat ke matanya . dia tersungkur dan seperti kesakitan . lalu dia bangkit kembali dengan agak lebam diwajahnya "aaaaaaaaaaaaaaa anj*ng" kata nya seraya berlari kearah gue \, dia berusaha menonjok wajah gue tapi gue bisa menghindar \, gue tendang perutnya lalu ketika dia terjatuh gue layangkan pukulan beberapa kali kearah mukanya "anj*ng!!!!!!!!!!!!!!!!!" kata gue . tiba tiba ada benda yang pecah mengenai kepala gue "trruuukkk" temannya andi ini melempar genting rumah \, tapi untungnya kepala gue ga pecah \, "woi gue tuh duel sama dia bukan ramean \, BANCI!" teriak gue \, mereka seperti ketakutan melihat gue . ketika gue lengah ternyata andi mengambil pisau dari sakunya \, lalu lapisinya dengan tanah dan menusuk betis kaki kanan sebelah kanan gue . memang ga besar tapi cukup sakit . gue cabut tuh pisau gue arahkan kebadannya . "CUKUP!!!!" caca teriak . "udah yang udah kita pulang aja \, kamu terluka itu \, jangan kamu bunuh dia nanti kalau kamu dipenjara bagaimana!" kata caca sambil menangis .


"tuh lo liat jing , caca milih gue bukan lo! , sekali lagi lo ganggu dia , lo bakalan mati di tangan gue!" kata gue


"sialan lo pake ilmu!" kata andi


"eh jing lo juga pake ya , jangan kira gue ga lihat!" gue sambil menarik bajunya


"ya ya ya gue ngaku kalah! gue ga akan ganggu cewe lo lagi! tapi gue tetep sayang sama dia!" kata andi sambil melihat caca


"nah gitu , baru itu dibilang cowo! yang penting kalau gue tau lu sedikit ganggu dia , bakalan mati lo" kata gue lalu melepaskannya


"satu lagi , pindah tempat duduk lo jangan dibelakang caca , atau lo tau akibatnya" gue berdiri dan menghampiri caca


sambil menangis caca peluk gue , dia bilang makasih lalu kita ke rumah sakit lagi untuk di obatin luka gue karena masuk tanah ke darah daging gue , darah gue terus keluar dari luka itu . "yang maaf ya jadi kotor ni kena darah" kata gue, "udah ga apa apa yang penting kamu selamat!" kata caca


sampai depan RS gue jalan pincang karena memang agak sakit dan masuk ruang IGD kalau ga salah , ketika dokter ingin melakukan suntikan untuk bius lokal, jarum suntik itu tidak bisa masuk ke kulit gue . dokter itupun menyarankan untuk melepas dahulu ilmu gue . setelah tenang akhirnya jarum suntik itu bisa menusuk kekulit betis kanan gue, setelah selesai gue diantar pulang oleh caca , bokap gue terkejut melihat gue dengan baju kotor dan kaki diperban , lalu gue ceritakan apa yang terjadi , bokap gue cuma bilang "ini baru anak bapak" lalu dia tersenyum , "perjuangkan lah apa yang memang harus diperjuangkan sandi " kata bokap gue . caca sedari tadi hanya diam sambil peluk gue . dia sudah tidak malu dengan bokap gue.

__ADS_1


setelah itu bokap gue pergi meninggalkan kita , kita terdiam cukup lama . dia lalu memandang gue .


"kamu tuh kuat sandi , terima kasih ya , aku sayang sama kamu" kata caca


"iya sayang sama sama" kata gue


"kayanya aku pindah sekolah aja deh yang" kata caca


"lohh kenapa? sebentar lagi kita kan lulus , tanggung banget pindah kelas 3 yang , ini kan bentar lagi kenaikan" kata gue


"aku ga mau kamu berantem lagi yang , aku minta maaf gara gara aku kamu sakit kaya gini" kata caca


"cowo mah berantem wajar yang , udah ga usah dipikirin besok sekolah" kata gue


"iya iya deh , aku nginep aja yang disini ya , males pulang" kata caca


"yeeeee jangan nanti baju dari mana" kata gue , dia langsung mengambil hpnya dan menyuruh nyokapnya menyiapkan baju untuk sekolah besok dan dibawakan oleh supirnya ke rumah gue


"buset niat kamu mah yang" kata gue


"hahaha lagi mau sama pangeranku" kata dia


setelah bermesraan .gue pun tidur dikursi , dan caca tidur dikamar gue , besok paginya gue antar caca dengan motor kesekolahnya , gue perhatiin ada andi dipos satpam dengan muka bonyok dia melihat kearah gue lalu berpaling . gue berpesan kepada caca bila ada apa apa langsung segera kasih kabar . gue percepat mengendarai motor karena sudah hampir jam 7 . sampai sekolah gue parkirkan motor , lalu disamperin si cecep yang datangnya bersamaan


"kemana aja lu ?" kata cecep


"sakit" kata gue singkat nunjuk kaki gue yang diperban


"kenapa san?" kata cecep


"nanti aja gue cerita dikelas" kata gue


"eeeh bantu gue dong usir nenek nenek yang diwc cewe , sekarang makin jail . tiap hari ada aja yang kesurupan." kata cecep


"udah lah biarin aja setan juga punya tempat tinggal . kualat lu usir orang tua haha , " kata gue


"tapi san mukanya makin serem , keriput dan matanya putih gitu hii , gue aja ga berani lewat situ"


"ya jangan dilihat atuh" kata gue


"eh ada salam dari ayu" kata cecep


"salam balik" kata gue


dikelas seperti biasa gue duduk dipojokan sama ivan , anak anak samperin gue . gue cerita panjang lebar kejadian kemarin kalau gue berantem dengan andi .


\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Terima kasih bagi yang sudah like, fav dan koment :), jangan lupa follow IG gue ya : supermansistem :)


untuk bantu support gue di link : https://saweria.co/donate/supermansistem


Atau bisa via BCA : 5420-4410-71 (sahabat gue)


Terima kasih ^^


 

__ADS_1


 


__ADS_2