Petualangan Anak Banten

Petualangan Anak Banten
Part 32 - C


__ADS_3

Lanjut dulu Part 32 - C nya ya gais, sorry ga pas banget dibawah part 32 - B kemarin kelewat....


kemudian wanita itu duduk didepan meja makan (ketika itu kami masih makan)


"aku sudah selamatkan kalian berdua" kata dewi......


"tapi wanita ini, umurnya sudah tidak lama lagi" kata dewi lagi menujuk caca....


"heehhh sembarang lu kalau ngomong" gue berdiri dan menunjuk dewi


"yaa memang bener, memang kenapa?" kata dewi


ga lama pintu depan terbuka, "dewi ngapain sih disini?" seorang laki laki, mukanya mirip dewi, ganteng..


"yangg.." kata gue


"iyaa engga liat" kata caca memalingkan mukanya


"kamu juga tadi gituu huuuu" kata caca lagi menatap gue


lelaki itu menghampiri kami, tangannya menuju caca


"dewa, gue kembaran dewi" kata lelaki itu kepada caca


"caca" kata caca


"hemmmmmm" kata gue disebelahnya


"sorry ganggu yaaa, ini dewi lagi kesurupan, gue mau bawa balik" kata dewa


"haaaaahh?" kata tante caca kaget dan melihat ke arah kami (gue dan caca)


"ko kami ga bisa rasain?" kata tante caca lagi, jadi sekeluarga caca memang punya kekuatan batin lebih yang bisa lihat gituan


"maaf tante, saya juga gatau, tapi saya rasa disini semua punya ilmu dari tanah sunda ya" kata dewa


"iya" kata caca


"ibu saya juga sunda, tapi bapak dari jawa, beliau kasih ke kami ilmu dari tanah jawa" kata dewa


"ehhhhhhh ini dimana" kata dewi, dia baru sadar


"ehhh maaf maaf ini ko gue disini sih" kata dewi lagi agak linglung


"a dewa?, mereka siapa, kita dimana" kata dewi sambil berdiri


"kita masih diciwidey, hayooo ke penginapan lagi ga enak disini" kata dewa yang kemudian menarik tangan dewi mereka pun pergi...


kami berlima kebingungan, dalam hati gue "ko ada ya orang kaya gitu" sambil geleng geleng kepala.


"aku punya perasaaan yang, nanti kamu bakalan deket sama mereka berdua" kata caca


"yaa mungkin temenan nanti" kata gue sambil melanjutkan makan


"lebih deket" kata caca sambil senyum tapi gue hiraukan aja


selesai makan, om dan tante caca ke kamar mereka, keponakan caca juga sudah ngantuk dan mau tidur. sisa gue dan caca diruang besar itu. ada 1 televisi dan segelas teh hanya buatan caca. gue usap usap rambut caca sambil melihat tv....


"yanngg...." kata caca


"iya..?" kata gue


"kalau beneran aku mati gimana?" kata caca


"heh jangan ngomong gitu, manusia ga ada yang tau ajalnya" kata gue


"iya tapi itu cewe tadi lagi kerasukan, kita juga disini ga bisa gunain kekuatan kita, apa itu ga sebuah kebetulan aja?" kata caca


"ya kebetulan aja kali yang.." kata gue


"yang, kamu pernah ga mimpiin aku yang engga engga?" kata caca


"hemmmmm pernah sih, nyedoottt itu..." kata gue menunjuk pegunungan caca


"astagaaaa saaandiiii, guee seriuss" kata caca sambil cubit pipi gue


"hhehehe maaf, jangan bawa serius napa sih, ntar cepet tua" kata gue


"cepeett ngomongg gaaa?" kata caca


"hemmm sebenrnya, aku mimpi sih, beberapa kali kamu kelilit ular, terus macam macam yang memang membahayakan nyawa kamu, tapi aku yakin itu cuma mimpi yang tenang aja" kata gue sambil senyum


"kalau itu pertanda gimana?" kata caca, mukanya terlihat sedih


"tenang aja kamu ga akan kenapa kenapa ca, gue janji jagain lo" kata gue


"makasih ya sandi sayang" kemudian caca mencium gue, gue balas dan agak lama ciuman ini sampai terdengar sesuatu yang jatuh "praaaaannggg" suara itu dari dapur.


"tikus kali" kata gue melepaskan ciuman caca dan senyum


"yang periksa gih" kata caca

__ADS_1


"oke, bareng tapi" kata gue


"yeee penakut kamuuu, sini aku yang duluan" kata caca kemudian menarik tangan gue


lampu ruangan memang sudah dimatikan tapi lampu didapur tetap kami nyalakan, karena menurut kami dapur itu tempatnya jin berkeliaran. jadi harus tetap dinyalakan sama seperti kamar mandi.


"tuhhh piring jatuh, untung aja bukan beling" kata caca, gue kemudian mengambil piring itu. ternyata dibawah piring itu ada kecoaaa


"aaaaaa anj*ng, kecoaaaa!!" kata gue agak mundur beberapa langka


"yang? kamu serius takut kecoa?" kata caca yang kemudian berjalan ke arah kecoa tersebut dan mengambilnya


"hehhh mau lo apain heh!!" kata gue


"mau ku lempar ke kamu hahaha" kata caca


dan jadilah gue sama caca berlarian dirumah itu, sampai cape dan kecoanya dibuang caca baru gue tenang...


"jangan gitu ah, gue takut kecoa karena dulu pernah masuk tuh kecoa ke mulut" kata gue


"hahahaha lucu kamuu, cowo cowo takut" kata caca yang terlihat kelelahan


"kita tuh lucu yang, kaya anak kecil" kata caca lagi


"......" gue diam aja


kami terdiam sejenak sampai ada suara, suara gamelan, seperti musik dari tanah jawa....


"kamu denger?" kata caca


"iyaaa, itu siapa yang maenin malem malem gini?" kata gue


"dari kamar kita loh" kata caca berdiri dan mau berjalan tapiii gue tahan..


"udah udah, kamar masih ada 1 lagi yang kosong, kita dikamar lain aja, jangan macem macem heh" kata gue


"tapi, itu seolah memanggil kita yang, kita harus cek" kata caca


"noooo, kita kekamar lain" kata gue


"kita kesana setelah ilang suaranya" kata gue lagi yang kemudian menarik caca ke kamar yang kosong


kami masuk kekamar kosong, disana sama seperti kamar kami bedanya tidak ada cermin jadul yang gue info sebelumnya. gue tiduran bareng caca dikasur, sambil memandang langit langit kamar.


"yaaanngg aku ga bisa tidur kaya gini, aku mau pake tangtop akuu" kata caca


"iya besok aja besok" kata gue


"heeee, dengerin aku" kata gue memegang kepala caca


"sayangku yang cantik jelita, gini ya, kita memang orang yang diberikan kelebihan sama Tuhan, tapi kita jangan sampai bernapsu banget sama hal gaib. aku takut kamu kenapa kenapa, aku pun sama, aku gamau kehilangan kamu. mereka gaib yang memang seharusnya ga harus kita lihat" kata gue


"inget kan yang diperkemahan kemarin gimana?, sebenernya aku dah gamau lihat kaya gini tapi mau gimana lagi" kata gue


"aku tuh takut" kata gue lagi yang kemudian tiduran. cacapun tiduran disamping gue


"aku lebih takut kehilangan kamu sandi, dari pada mereka, aku pun jagain kamu. kita saling menjaga ya sayang" kata caca kemudian cium pipi gue


"..." gue cuma senyum dan tarik selimut, gue kecup keningnya


"yuuu bobo, kalau kamu ga bisa pake baju, pake BH aja, kan pake selimut yang" kata gue, kemudian caca melepaskan bajunya kami pun terlelap tidur.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Jam 2 malam, suara musik gamelan itu semakin kecang kekuping gue.


"aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa hah hah hah" kata gue kebangun,


"anjirrrr gue ga bisa tidur" kata gue, gue lihat caca masih tertidur pulas


"ga bisa gini terus, ini ada apa sih" kata gue berbicara sendiri, kemudian gue bangun dan keluar dari kamar. gue menuju kamar gue dan caca sebelumnya, gue tempelkan kuping gue ke pintu dan suara itu memang dari dalam...


"bodo amat" kata gue, kemudian gue buka pintu itu tidak ada siapa siapa didalam sini...


gue lihat sekitar, ke arah kamar mandi pun tidak ada tapi suara itu memang dari kamar ini,


"ada apa ini" kata gue dalam hati, gue kemudian menuju cermin jadul yang ada disamping tempat tidur. gue terkejut melihat seorang wanita berparas cantik, dengan baju pengantin adat jawa gitu memainkan gamelan atau apa lah itu. dari sosok itu dia ada didepan gue, tapi mata gue ga bisa lihat, gue cuma lihat dari cermin.


"hey kamu, ngapain disini?" kata gue


wanita itupun menghentikan permainannya, suara pun berhenti, dia melihat kearah gue dan....


"HEYYY" kata caca dimenepuk pundak gue


"heh anjirrr kaget gueeee" kata gue, gue tadi ga lihat caca dateng dan hanya ada gue dan sosok wanita itu dicermin


"ada apa sih? katanya takut kesini" kata caca


"iya gue takut ca tapi sosok ini berisik" kata gue


"ga ada apa apa" kata caca melihat sekitar dan kecermin

__ADS_1


gue melihat kecerminta ada caca, gue dan sosok itu.


"yannggg itu yanggg" kata gue nunjuk wanita itu dicermin yang ada disebelah caca


"mana sih? ko aku ga lihat?" kata caca melihat juga ke arah cermin, gue lihat sosok itu ingin mencekik caca, gue dengan sigap menarik caca dari kamar itu...


"kamu kenapa yang?"  kata caca sambil kami berlari menuju kamar sebelumnya


"aneh banget" kata gue mnutup pintu


"kita harus pulang yang" kata gue lagi


"kamu lagi mabok ga?" kata caca


"kamu aneh sejak disni yang" kata caca lagi


"bukan aku yang aneh tapi tempat ini, yaudah kita harus istrihat" kata gue menarik caca ke kasur..


\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Pagi hari,,,,,,,


"sarapaaann anak anak" teriak tante caca mengetok kamar gue dan caca


"hoaaaaaammmmm, jam berapa ini" kata gueee


"yaaanngggg bangun" kata gue ke caca


"iya ntaarrr" kata caca sambil membalikan badannya


"kebo" kata gue


kemudian gue menuju arah pintu, mengambil makanan dari tante caca, nasi uduk.


"ehh tan, semalem denger musik kaya gamelan gitu ga?" kata gue


"hemmm, engga, memang kenpaa?" kata tante caca


"ouhhh engga , engga apa apa tan" kata gue


"yaudah makasih ya tan, ntar si caca aku aja yang bangunin" kata gue lagi


siang harinya kami keluar rumah itu, dengan membawa handuk dan pakaian ganti, kami berlima menuju pemandian air panas. disana ternyata ramai "jangan sapa jangan sapa jangan sapa" kata gue pelan


"hehh itu orangggg bukan jin" kata caca


"ohh dikira" kata gue yang cuma senyum malu


kami pun sekeluarga mandi disana, terlihat dewi dan dewa ada, kembar tapi cowo dan cewe. semula gue ga percaya ada kembar cewe dan cowo ternyata itu ada. mereka menghampiri kami, dan menceritakan kalau merekapun sedang liburan disini walau tempatnya ga jauh dari sini.


dewa dan dewi punya ilmu dari alm bapaknya. tapi gue dan caca ga bisa melihat itu semua. kalau katanya sih ilmu gue dan caca yang dari banten ga bisa dibawa kesini tapi ya gatau juga.


"nanti malem, gue sama dewi mau bakar bakar di penginapan sama keluarga kami, mau ikut?" kata dewa


"hemmm boleh" kata caca


"ehhhh" kata gue


"udah yang ga apa apa" kata caca


"ya ya" kata gue, gue lihat dewi sedari tadi memperhatikan gue


"okeee see you nanti malam yaa" kata dewa yang kemudian pergi disusul dewi


tinggal gue berdua sama caca dipinggir kolam,


"kamu mau kesana ga yang?" kata caca


"males aku" kata gue


"hayolah, nambah temen" kata caca


"hemmmmm iya" kata gue


kemudian sampailah malam hari, sekitar jam 7 malam gue dan caca menuju penginapan mereka, jaraknya ga jauh tapi cukup cape bila berjalan kaki. sampai disana cukup ramai keluarga mereka. mungkin ada om tante, kakek nenek mereka. tapi gue melihat ke belakang dewi, ada sosok wanita yang gue lihat di cermin penginapan gue, sosok itu mengikuti dewi.....


"yang kita pulang aja...." kata gue ke caca


\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Terima kasih bagi yang sudah like, fav dan koment :), jangan lupa follow IG gue ya : supermansistem :)


untuk bantu support gue di link : https://saweria.co/donate/supermansistem


Atau bisa via BCA : 5420-4410-71 (sahabat gue)


Terima kasih ^^


 


 

__ADS_1


__ADS_2