
besok paginya gue menelepon bokap sela....
"om maaf hari ini ga bisa masuk dulu , sepertinya besok baru bisa" kata gue ditelepon
"oh iya sandi tidak apa apa , jaga kesehatan ya" kata bokap sela
"iya om terimakasih" kata gue
gue tiduran dikamar sambil menatap langit , "sialan lo di , harusnya gue masuk hari ini !" umpat gue
"bangg" kata nia , matanya sembab
"udah ga usah nangis aja , gue masih hidup" kata gue
"mau nia laporin polisi si aldi kalau dia celakain hidup bang sandi terus" kata nia memeluk gue , udah kaya istri gue aja tuh si nia
"ga nia , ga apa apa . mungkin aldi lagi khilaf aja" kata gue
"orang kaya gitu tuh jangan kasih ampun" kata nia
"ga boleh lu ngomong gitu , lihat aja andi , walau dihitam tapi sekarang dia sudah berubah iya kan?" kata gue
"pokoknya ga boleh gitu lagi! , kalau ada apa apa mendingan lari ga usah dilawan!" kata nia
"kalau gitu harga diri gue kemana ?" kata gue
"mendingan ilang harga diri bang dari pada hilang nyawa!" kata nia
"......." gue berpikir sesaat
"iya kan!" kata nia
"ya kali ini debat lu yang menang" kata gue
lalu pintu kamar gue terbuka , nyokap gue masuk membawa sebuah baskom berisikan air hangat , air itu diusapkan kebagian badan gue yang sakit , (pinggang , punggung , paha , perut , sampai muka) , tapi entah kenapa setelah beberapa lama diusapkan air itu badan gue sudah agak tidak sakit dan bekas luka lebampun perlahan menghilang .
seharian ketika itu gue hanya tiduran ditemani nia , nia gue suruh sekolah dia gamau . katanya sih mau nemenin gue sampai sembuh dan seharian juga gue ngobrol sama nia diranjang ahahahah , ya beruntung lah mempunyai adik seperti nia yang penuh perhatian! . malam harinya gue menceritakan pada cindy bahwa gue mau menginap sementara waktu dirumah cindy , cindy (saudara gue) sangat antusias mendengar gue mau tinggal dengannya dijakarta . mungkin ya karena dia kesepian disana cuma berdua sama pembantunya
besoknya setelah semua badan gue sembuh gue bangun agak subuh , gue bereskan semua barang barang gue yang akan gue bawa ke jakarta dalam koper kecil yang sudah disediakan nyokap gue , tak lupa 2 keris gue bawa untuk berjaga . keris mbah put dan kecil pulpen .
sebelum pergi gue mencium kedua kaki orang tua gue , jujur aja gue sedih meninggalkan mereka walau gue seminggu sekali gue pulang ke daerah . tapi tetap aja yang ini beda , ini bukan PKL , ini itu KERJA cari duit! ,
"mah , pah doain sandi disana moga sukses , jadi orang pinter , dan doain sandi juga disana sehat terus , nanti sandi kasih semua gaji sandi sama mamah" kata gue ,
"udah sandi ga apa apa , mamah ada ko . gaji sandi tiap bulan ditabungin ya , jadilah orang sukses , mamah doain sandi yang terbaik" kata nyokap gue
"iya mah makasih ya" kata gue
"anak bapak harus kuat!" kata bokap gue memeluk gue kencang
"hehe makasih ya pa" kata gue beruntungnya gue masih memiliki mereka .
nia keluar kamar , matanya masih mengantuk tetapi disamperin gue , nia juga memeluk gue .
"hati hati ya bang" kata nia
"iya lu juga hati hati kalau sekolah , nanti gue beliin motor matic buat lu , perbulannya gue yang bayar" kata gue
"seriusan bang?" kata nia
"iya serius tapi nunggu bulan depan ya" kata gue
"yeeee asikkkkk , makasih ya bang" kata nia , melihat nia senyum buat gue tuh seneng banget ,
"oh ya , lu kalau mau minta apa apa sama gue aja jangan sama papah" kata gue
"nia minta hp baru donggg" kata nia
"iya nanti deh habis motor hahaha" kata gue
__ADS_1
"makasih ya bang" kata nia
setelah berpamitan pada orang tua , gue ke jakarta naik kereta lagi dan menuju rumah cindy . sampai sana gue melihat cindy hanya mengenakan tangtop saja ada didepan rumahya , rumahnya ini sih kecil ada disekitar komplek perumahan tapi menurut gue sih idealis banget . simple dan pas isi dari rumah cindy .
"sampe juga san" kata cindy menarik tangan gue
"iya nih cin , eh makasih nih ya udah sediain gue tinggal disini" kata gue
"udah ga usah pikirin itu , kita kan saudara harus saling membantu" kata cindy
"terima kasih saudaraku" kata gue
setelah beres beres baju dari koper , gue bergegas berangkat menuju kantor tempat gue bekerja . hari pertama gue bekerja cukup melelahkan karena gue ditempatkan disalah satu bagian admin yang menurut gue cukup ribet , tapi gue cukup senang karena semua teman gue diruangan itu cewe semua ada 3 cewe hahaha .
3 hari kemudian
hari itu hari sabtu , kantor gue kalau hari sabtu setengah hari jadi gue pulang agak siangan sekitar jam 1 . sampai rumah cindy ada mobil terparkir didepan rumah cindy . gue masuk aja tanpa mengetuk pintu diruang tengah gue lihat cindy sedang bersama seorang laki laki berciuman panas , tak hanya berciuman mereka berdua memegang "sesuatu" . karena saat itu suasananya ga enak balik lagi kedepan rumah
"toookk . . toookk . .. tookkk" gue pura pura mengetuk pintu
tak lama kemudian ada suara cindy "masuk"
gue masuk dengan menundukan kepala
"eh sandi ,ini kenalin cowo gue" kata cindy , gue melihat cowonya itu , "nice" kata gue dalam hati , "pinter lu cin milih cowo ga jelek" kata gue dalam hati
"sandi" kata gue mengulurkan tangan
"reza" kata cowo itu
lalu gue duduk disamping cindy
"za ini saudara gue yang pernah gue ceritain" kata cindy
"oh iya iya cin " kata cowo itu , terlihat raut wajahnya "tergangu sama gue
"eh cin gue mau keluar dulu deh , mau jalan jalan" kata gue bangun dari duduk
"haha ga apa apa cin , gue mau keliling jakarta" kata gue
"nanti aja malem sama kita sekalian malam mingguan san , iya ga yank?" kata cindy menatap reza
"hehe iya" kata reza singkat , "najis banget ini orang" kata gue dalam hati
"sorry cin gue gamau ganggu orang pacaran" kata gue
"gue ganti baju dulu" kata gue pada mereka , gue senyumin aja tuh si reza tapi dia membuang muka
sampai kamar gue , (kamar gue disebelah kamar cindy) , gue buka baju dan menggantinya dengan baju santai , gue keluar kamar lagi dan menuju arah depan ,
"gue jalan dulu cin" kata gue
"pake motor gue aja san , jangan jalan kaki atuh" kata cindy
"haha ga usah cin , gue jalan aja , bisa juga kan naek angkot" kata gue
"sandiiiii serius" kata cindy mengikuti gue dari belakang
"serius saudaraku" kata gue
"hati hati , pulangnya jangan malem malem" kata cindy
"adanya jga lu jangan malem malem cin haha" kata gue
"maaf ya san" kata cindy
"santai kali cin , gue keluar dulu" kata gue
gue keluar rumah cindy , gue menuju taman bermain yang ada tak jauh dari rumah cindy , gue duduk disalah satu tempat duduk disana , gue lihat sekitar ketika siang itu masih sepi , tapi karena tempat duduk ini dibawah pohon besar jadi tidak panas . gue santai menikmati hembusan angin dari arah depan gue .
__ADS_1
lama lama bosen juga sendirian disana , lalu gue mengambil hp dari saku gue dan mengecek nama kontak yang ada di hp gue , gue jadi teringat sela teman gue yang dari sukabumi ,
"sela , mana ya nama kontaknya ga ada" gue mencari nama sela tapi tidak ditemukan , gue baru sadar kalau gue ganti nomor dan semua nomor cewe dikontak hp gue dihapus oleh sela pacar gue yang sedang keluar negeri
"kemana lu sela wahai temanku yang paling gue sayangi , gue kangen" kata gue mengumpat sendiri
"gue sayang sama 2 sela" kata gue senyum senyum sendiri ditaman itu
sudah agak sore , gue putusan kembali kerumah cindy tapi itu mobil reza masih terparkir didepan rumah cindy
"ah gue jalan jalan aja dah" kata gue
gue lalu jalan kaki kearah jalan besar lalu naek angkot , gue ga tau tuh angkot menuju kemana , entah kenapa gue melihat toko buku dan gue turun dari angkot itu .
gue masuk kedalam toko buku itu , gue melihat beberapa buku tentang masakan . sedang memilih milih buku , tepat didepan gue ada seseorang yang agak gue kenal ,
"ko itu seperti sela ya" kata gue dalam hati , sela teman gue disukabumi ! ,
saat itu kami hanya terpisahkan oleh 2 rak buku , kami sejajar muka , ga lama itu dia melihat ke arah gue yang sedang bengong tak percaya melihatnya
"SANDI?" kata sela teriak
"SELA!?" kata gue teriak juga ,
setelah sekian lama gue bertemu kembali dengan sela ditoko buku , gue mendekati sela yang terlihat sangat cantik , wajahnya ceria tak berubah , senyumannya itu mengalahkan apapun
"kabar lu gimana sel? gue kangen sama lu!" kata gue menjabat tangan sela , tapi sela membalasnya dengan pelukan
"gue kangen banget sama lu sandi" kata sela , kemudian dilepaskan pelukan ini
"gue pernah telepon ke nomor lu san , tapi yang angkat cewe namanya sela juga , katanya dia calon istri lu makanya gue tutup lagi" kata sela
"masa sih?" kata gue
"iya beneran , abis itu gue telepon lagi udah ga aktif sampai sekarang gue nemuin lu haha" kata sela
"loh ? gue kan yang nemuin lu " kata gue
"haha , gimana lu aja san , yang jelas pertemuan ini seperti udah diatur , lu punya perasaan ketempat ini kan?" kata sela
"iya sel , haha ko bisa ya" kata gue
lalu dibelakang gue ada yang menepuk pundak gue , gue menoleh kebelakang , ada KIKI kaka kandung alm CACA
"eh bang , ko ada disini juga?" kata gue kaget , tapi senang melihatnya
"haha iya sandi , ga nyangka ya gue disini" kata kiki ,
"iya bang ga nyangka aja" kata gue
"dan lu pasti ga bakalan menyangka hal lainnya" kata kiki sambil senyum
"hal lainnya? apa bang?" kata gue
"kalau gue sama sela pacaran loh , kami mau menikah nanti" kata kiki ,
buku tentang masakan yang tadi gue pegang terjatuh dari tangan gue , gue sangat terkejut mendengar itu . lebih kaget mendengar kata kata itu dari pada melihat pocong yang muncul didepan muka gue
"kenapa cepet banget bang?" kata kata itu keluar sendiri dari mulut gue
\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Terima kasih bagi yang sudah like, fav dan koment :), jangan lupa follow IG gue ya : supermansistem :) dan channel youtube gue : supermansistem
untuk bantu support gue di link : https://saweria.co/donate/supermansistem
Atau bisa via BCA : 5420-4410-71 (sahabat gue)
__ADS_1
Terima kasih ^^