
dari arah parkiran belakang ada mobil berhenti dekat motor gue , kaca mobilnya diturunkan ternyata si riski
"nia kalau buru buru mau bareng ga ?,dianterin nih?" kata riski , ko tiba tiba riski dateng? apa cuma kebetulan? pikir gue
"lu mau buru buru nia?" kata gue , nia mengelengkan kepalanya
"apa sih ki , dah sana pergi , gue sama abang gue!" kata nia
"yaudah kalau ga mau , selamat panas panasan ya" kata riski lalu pergi , sombong banget ini anak sumpah , iya sih yang bawa mobil
"lu ga apa apa?" kata gue
"ga bang beneran aja" kata nia
"berarti kemarin kemarin sama dia pulangnya?" kata gue
"iyaa bang , cuma 2 minggu ko pacaranya juga" kata nia menunduk
"nia nanti kalau pilih cowo itu yang bener, orang kaya gitu ko dipacarin" kata gue
"iya maaff" kata nia .
eh kebetulan ada elsa menghampiri gue dan nia , elsa bawa motor
"nia gue langsung kerumah lu aja deh males balik " kata elsa memberhentikan motornya
"eh sa , nia bareng ya ini motor kaka kempes" kata gue
"ih bang ga apa apa kita jalan aja ke depan deket ko tambal ban" kata nia
"ah nanti lu item aja lah , dah sono sama elsa" kata gue
"ga apa apa bang?" kata nia
"iya ga apa apa nanti ketemu juga dirumah heee" kata gue
"iya nia duluan ya bang , hati hati!" kata nia , nia dibonceng elsa
"hati hati sa bawa motornya!" kata gue ke elsa
"siap ka" kata elsa
mereka lalu meninggalkan gue , gue duduk sebentar di kursi panjang diparkiran itu . ada ivan lewat membonceng cewe .
"woiii tunggu!" kata gue teriak , ivan berenti , gue samperin
"ngapa sih lu ga seneng lihat gue bawa cewe? , ada aja halangan san san" kata ivan geleng geleng kepala
"sorry van , gue cuma mau kasih tau nih , besok gue kayanya mau hajar orang" kata gue
"siapa? bocah tadi?" kata ivan
"ga tau , ada yang kempesin ban motor gue" kata gue
"wah sialan , yaudah tenang aja kita lihat besok san" kata ivan
"sip makasih nih" kata gue senyum ke ivan dan cewenya
"weii jangan senyum senyum ke cewe ini nanti suka sama lu" kata ivan
"hahah tenang aja van , ga akan gue rusak hubungan lo , dah sono cabut" kata gue
"lu ga apa apa sendirian? dah gini aja gue temenin lo ntar ditambal ban" kata ivan
"yaudah makasih nih , tunggu aja disana gue dorong dulu" kata gue
gue mendorong motor gue , gue lihat beberapa anak kelas satu digerbang sekolah itu seperti senang melihat gue , gue sih bodo amat lah kalau belum ada bukti gue belum mau bertindak . sampai tambal ban ya ga begitu jauh dari sekolah , disana ada ivan dan cewenya lagi duduk dekat es kelapa .
Quote:
"mbah puttt ini tambal ban" kata gue menunjukan tukang tambal ban
"baik bro sandi , orang ini tambal ban" kata mbah put
"bukan orangnya mbah tapi pekerjaannya" kata gue menepok jidat , gue lihat mbah memperhatikan bapak bapak itu yang sedang memberikan angin diban gue
"kenapa mbah?" kata gue
"orang tambal ban ini memberikan angin pada ban bro sandi" kata mbah put
"iya memang mbah" kata gue kembali menepuk jidat
\~\~\~\~\~
"woiii gila lu ya nepokin jidat sendiri?" kata ivan
"kaga haha" kata gue
kata kang tambal ban sih ga ada paku dan benda tajam lainnya berarti fix ini ban gue dikempesin , setelah itu gue balik ke rumah . ada teman teman nia diruang tamu karena diruang keluarga nyokap gue lagi nonton tv . gue yang memang cape banget saat itu jadi cuek aja ga sapa sama sekali langsung masuk kamar dan tiduran . lagi tiduran telepon gue bunyi "SELA" , gue langsung angkat tuh telepon , tiduran miring membelakangi pintu.
"haaloooo sandii" terdengar suara ceria sela
"halo juga sel , gimana kabar lu?" kata gue
"baik san , lu gimana?" kata sela
"baik jga sel , kabar si soni gimana? hayo jangan macem macem ya dikosan hehe" kata gue
"iya tenang aja san, kan gue sekarang ga pernah pakai pakaian yang terbuka lagi semenjak dikasih tau lu sandi , soni baik ko " kata sela
"ohhh bagus deeh kalau semua baik baik aja" kata gue
"gue kangen sama lu san , main ke jakarta 2 minggu lagi nih pulang" kata sela
"ya gue juga kangen sel , tapi gue udah sekolah sel" kata gue
__ADS_1
"gimana lu aja sama soni kesini? hari minggu ya!" kata gue
"bisa juga sih , nanti deh gue tanyain soni" kata sela
"malam minggu juga ga apa apa sel , naik kereta terakhir , nginep dirumah gue" kata gue
"siap sandii , semangat banget hehe" kata sela
"iya semangat gue kalau ketemu lu sel" kata gue
"hehe makasih ya san" kata sel
dari arah belakang gue ,
"eheemm eheeemm pacar baru nih" suara nia mengagetkan gue
"ih lu mau tau aja " kata gue
"cieee cewe yang mana lagi sih banyak amat" kata nia duduk disamping gue
"dah dah sana gue lagi teleponan" kata gue
"ga mau kemana kemana nia mau dengerin" kata nia
"seraahhh" kata gue
\~\~\~\~\~\~
"haloo sel" kata gue . "tuuuttt tuuuutt tuuutt" teleponnya mati
"ahh niaaaaaaaaaa ini teleponnya dimatiin aja lah" kata gue
"telepon balik atuh" kata nia
"ga ada pulcaaaa!" kata gue lalu bangun keluar kamar
"kemana sih bang?" kata nia
"makan" kata gue , gue melewati teman teman nia ,
"permisi adik adiku" kata gue senyum
"hahah kaka bisa aja nih" kata elsa
"makan dulu ya , ada yang mau ga?" kata gue
"iya ka duluan aja" kata elsa , duh imutnya nih cewe
sampai dapur gue makan yang ada disana , selesai makan gue ke perkarangan belakang rumah . ada kepala pasukan jin caca (macan besar) dibelakangnya berbaris rapih jin jin nya . gue samperin tuh macan besar
"mbah pasukan ini tidak kembali ke keluarga caca?" kata gue
"pada siapa dek sandi? , tidak ada lagi yang bisa kami ikuti" kata mbah macan
"kan ada saudara caca ,kiki ? kata gue
"kalau ada apa apa mbah bisa bantu saya?" kata gue
"dengan senang hati saya membantu dek sandi" kata mbah macan
"kaa banyak amat peliharaannya" suara elsa mengagetkan gue
"eh sa , eh duh ko kamu kesini" kata gue gugup .elsa yang ada didekat gue maju sedikit ke mbah macan , eh taunya pasukan jin keluarga caca semuanya membungkukan badan pada elsa .
"eh ka mereka kenapa , ?" kata elsa
"mbah ada apa?" kata gue
"wanita ini mempunyai hubungan darah dengan keluarga besar dek caca , " kata mbah macan
"haaah yang bener?" kata gue melihat elsa
"kamu kenal Alm caca?" kata gue lagi
"engga ka , memang kenapa?" kata elsa bingung
"beliau mempunya keturunan yang sama ,tapi belum tentu dia kenal dengan dek caca" kata mbah macan , gue cuma geleng geleng kepala , pantesan aja nyai ro suka dengan aura elsa , memang keluarga caca sakti sakti.
"terus mbah macan mau ikutin elsa? ini namanya elsa mbah" kata gue
"sepertinya dek elsa belum siap juga" kata mbah macan
"yaudah sementara sama saya dulu ya mbah macan besar" kata gue .
"diikutin?" kata elsa tambah bingung melihat gue
"ya nanti aku ceritain sama elsa ya" kata gue
kami pun kembali ke dapur , gue ceritakan semua pengalaman gue dengan caca dan keluarga gue . nia yang gabung sama kami juga ikut menceritakannya . ya walau nia agak ga suka terbongkar rahasia keluarga tapi menurut gue elsa perlu tahu . setelah menceritakan itu elsa terdiam
"papah aku memang pernah bilang kalau saudara sepupunya meninggal " kata elsa
"mungkin itu papahnya teh caca" kata elsa lagi
"aku kan pindahan ka dari ********" kata elsa
"ohh pantesan baru ya disini" kata gue
"iya baru kelas 1 smk pindahnya sih ka" kata elsa
"sa yu tugas lagi" kata nia menarik tangannya
"iya deh , dah dulu ya ka san" kata elsa
gue setelah itu mencerikan elsa pada nyokap gue dan nonton tv berdua . sudah agak sore teman teman mau nia pulang dan bersalaman dengan nyokap gue dan gue
__ADS_1
"kalau main kesini aja ya semuanya" kata nyokap gue senyum
"iya tante tenang aja nyaman disini" kata elsa senyum
"senyuman kamu mirip sama calon menantu tante dulu elsa" kata nyokap gue
"ehh mah jangan disama samain atuh" kata gue
"ga apa apa ka , aku malah seneng" kata elsa ,
...............................
gue yang lagi nonton dipanggil sama nyokap gue , disana ada nia
"kenapa mah?" kata gue
"elsa bisa lihat juga? kata sandi dia punya keturunan yang sama dengan caca" kata nyokap gue
"iya mah , ga tau juga sih" kata gue
"ya mamah berharap aja sandi " kata nyokap gue
"berharap apaan mah?" kata gue
"engga engga deh , eh sandi kamu tuh jadi kaka harus perhatian sama adiknya" kata nyokap gue
"ih mah aku kan perhatian sama nia , iya kan nia sayangggg" kata gue senyum kecut
"tuuhhh kan maahhh" kata nia menunjuk gue
"sandii jaga dong adiknya , kalau ada apa apa harus saling bantu , mamah ga suka kalau kalian berantem terus seperti masih kecil . sekarang kan udah gede sandi" kata nyokap gue
"iyaaa mamahku sayang" kata gue , gue lihat nia menjulurkan lidahnya "weeeee" pada gue
"ini juga nia , nia harus nurut sama abang sendiri , kata sandi kamu pacaran sama orang ga bener ya?" kata nyokap gue , gue yang kemudian menjulurkan lidah "weeeeeeeeeeeeeeee" pada nia
"ihh engga mah" kata nia
"tadi abangmu cerita" kata nyokap gue
"iya mah maaf" kata nia menunduk ,
"jangan pacaran dulu , belajar yang pinter" kata nyokap gue
"iya mah engga , kan sekarang kalau disekolah aku samarin pacaran sama bang sandi hehe" kata nia
"tuh mah dia mulai error otaknya" kata gue
"yahh bener atuh sandi kata nia , biar ga dideketin cowo , namanya juga pura pura" kata nyokap gue , duh nyokap gue terlalu manjain si nia
"iya iya mah gimana mamah aja deehh" kata gue
"oh ya tolong belikan sabun dan segala macem buat mandi ya , habis mamah lupa" kata nyokap gue
"yaaahhhh maaah capeee" kata gue
"suruh mbah put aja" kata nyokap gue
"iya mah nanti ada odol sama sabun melayang" kata gue , mereka tertawa
"nih udah sana beli ke indom*rt" kata nyokap
"ikut ya bang" kata nia
"gaaaaaaa" kata gue lalu lari kedepan dan tancap gas ,kalau bawa si nia nanti repot cewe lama belanjanya
sampai depan indom*rt deket rumah gue masuk dan membeli beberapa peralatan mandi , gue bicara ke mbah put dan nyai ro
\~\~\~\~
Quote:
"nihh odol" kata gue ke mbah put dan nyai ro
"nih sabun" kata gue ke mbah put dan nyai ro
"nihhh sikat gigi!!" kata gue ke mbah put dan nyai ro
mereka hanya mengangguk anggukan kepalanya (kalau bisa lihat sih lucu banget)
"ada apa ya ka?" kata pelayan disana
"eh teh maaf tadi .... ehh ada macan dipikiran saya hehe" kata gue
"ohhaha oke deh ka" kata pelayan itu meninggalkan kami
"lucuuuuu" kata gue melihat mereka senyum senyum
setelah membayar gue keluar dari sana \, ada mobil didepan indim*rt berhenti mendadak \, turun tuh 2 orang cowo cewe yang sangat sangat tidak asing bagi gue \,"kenapa sih ada mereka" kata gue dalam hati . mereka terlibat adu bacot . baru aja gue mau masuk lagi ke dalam indom*rt tuh si cewe lihat gue dan lari ke arah gue serta memeluk gue . "aduh" kata gue dalem hati dan menepok jidat!
"sandi tolong , andi kasar banget sama gue" kata siska menangis dipelukan gue
"anj*ng lo ya \, pake meluk si bangs*d!!! \," kata andi
"wei sabar dong bro sama cewe!!!" kata gue
\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Terima kasih bagi yang sudah like, fav dan koment :), jangan lupa follow IG gue ya : supermansistem :)
untuk bantu support gue di link : https://saweria.co/donate/supermansistem
Atau bisa via BCA : 5420-4410-71 (sahabat gue)
Terima kasih ^^
__ADS_1