
"saya itu sedang serius mbah , masa iya dijadikan bercandaan? masa jadi hello kitty?" kata gue ke mbah tam
"maaf bro sandi , saya teringat itu ketika ada diwarung bersama mpu saya dulu , gambar itu dari bawah wanita" kata mbah tam ,
gue berpikir "wanjir , bawah wanita? waduh jangan jangan celana dalem , masa iya ini mbah tam sampe lihat kaya gitu ya?" kata gue dalam hati
"aduh mbah , jangan mikirin kejadian lalu , kan sekarang sudah dengan saya , saya bukan mpu mbah yang dulu loh , sifat saya juga beda kan?" kata gue . agak marah gue sama mbah tam
"iya maafkan saya bro sandi , saya kira bro sandi akan senang" kata mbah tam menunduk , sejujurnya kasihan melihat mbah tam murung gitu
"yaudah , udah jangan dipikirin mbah , maafin saya udah emosi" kata gue
"iya bro sandi tidak apa apa memang saya yang salah" kata mbah tam
"terus apa bisa dilanjut ini?" kata gue
"sebenarnya saya tidak bisa bro sandi , yang bisa itu mbah put" kata mbah tam
"ouhh , memang mbah beda ilmu ya?" kata gue
"iya bro sandi , kalau saya lihat mbah put lebih bisa untuk membuka mata batin , biasanya ilmu putih yang bisa bro sandi" kata mbah tam
"seharusnya bilang dari awal ga bisa mbah , nih saya jadi diketawain temen" kata gue
"iya sekali lagi saya minta maaf bro sandi" kata mbah tam
"oke dah oke kalau gitu , ga apa apa mbah , jangan diulangi lagi" kata gue
"baik bro sandi" kata mbah tam
"woiiiii gue udah boleh buka mata belom san? waw hello kitty nya . . . . . " kata anto
"udah buka aja ga apa apa" kata gue .
"kalau gue buka , apa didepan gue ada setan?" kata anto , didepan mukanya masih ada itu sesuatu yang ngesot
"coba aja buka , kali aja bisa lihat" kata gue , kemudian anto membuka matanya perlahan
"mana ga ada apa apa?" kata anto , masih ada itu setan padahal didepannya
"ya berarti belum bisa to" kata gue,
"yah gimana sih?" kata anto agak kesal
"maaf ini semua ya , mbah gue ga bisa bukain mata batin , tadi cuma gambaran kehidupannya yang lalu" kata gue
"wanjir seriusan san? berarti itu jin lu suka dugem ya" kata anto
"loh ko lu tau? memang lu lihat apa lagi?" kata gue
"itu celana dalem hello kitty hahaha , sexi banget coy cewenya , berbulu gimana gitu haha ada ditempat pelacuran gitu dengan musik ajeb ajeb" kata anto
"ahh lo kebanyakan ngebokep" kata ratna , "mbah tammm?? ko kasih lihat yang dulu?" kata gue ke mbah tam , mbah tam lagi lagi cuma senyum
"kaya tau aja lu mba bokep itu apa" kata anto
"banyak gue haha" kata ratna
"beuh" kata gue
"canda kali" kata ratna , tangannya mencubit pinggang gue
"tapi san seriusan itu gambaran kehidupan mbah lu? makanya gue betah tadi haha" kata anto , gue sih memang lihat anto senyum senyum sendiri sambil goyang goyang kepalanya tadi , ternyata lihat sesuatu
"kaga bercanda gue , itu cuma khayalan lu doang" kata gue mengelak , gue gamau mbah tam dibilang jin dugem
"tapi seperti mimpi gitu ya , haha" kata anto
"ya kan gue bilang cuma imajinasi lu doang , jangan dibahas lagi" kata gue
"iye iye. kali memang gue kebanyakan nonton kali ya haha" kata anto
lalu kami berempat memesan nasi goreng didepan kosan si ratna , setelah makan kami balik lagi ke kosan , anto menyalahkan sebatang rokok , karena gue ga merokok gue duduk depan pintu
"nih isep" kata anto melemparkan sebungkus rokok
"kaga to , sorry ga ngerokok gue" kata gue
"wih hebat lu cowo kaga ngeroko" kata ratna
"hehe biasa aja mba" kata gue
"matiin to rokok lu , tuh si sandi jadi dipintu duduknya" kata ratna ke anto
"ga apa apa mba , slow aja , lanjut aja to" kata gue
"sipp ,sebatang doang ko" kata anto
"eh san tapi seriusan ini ada diatas kamar mandi sama ditangga?" kata ratna
"iya mba beneran , kalau gue bisa buka mata lu sih udah keliatan" kata gue
"heemmm , terus diusirnya gimana ya?" kata ratna
"setan itu jangan diusir mba , tapi didoain , sama seperti manusia , kalau diusir nanti dia marah , diusir kalau ngeganggu aja , kalau engga ya ga usah " kata gue
"tapi mereka itu menggangu ga?" kata ratna
"engga sih mba kayanya , mereka cuma penunggu disini aja" kata gue
__ADS_1
"terus gue harus bilang apa sama yang punya kosan?" kata ratna
"ga usah bilang apa apa mba , udah diem aja lagi pula mba na ga lihat kan? mereka ga akan menampakan diri ko" kata gue
"beneran ya san , gue takut soalnya , lu nginep sini aja" kata ratna
"eeehheemmmm brondong disikaatt" kata anto
"apa sih lu to" kata ratna melempar bantal
"haha santai mba , lagi pula gue ga mau ah nginep bareng cewe , belum resmi haha" kata gue
"yaudah kalau gitu , tapi kalau bisa lu omongin baik baik ke setannya jangan ganggu gue" kata ratna , dia yang tadinya tidak percaya setan jadi percaya
"sebenernya gampang , gue tinggal bilang sama mbah gue usir setan setan itu , tapi ditakutkan setelah gue udah pulang dari kosan ini , mereka balik lagi dan marah sama penghuni sini , jadinya kita baik baik aja deh " kata gue
"setan itu jangan ditakuti , tapi ditemani haha" kata gue
"gillaa lu ya san , lu sih enak dari kecil udah lihat , lah kita kita kalau pertama lihat udah pingsan duluan" kata anto
"gue juga takut kali to , cuma gue ada temen aja yang selalu ada , jadi gue ga merasa sendirian hehe" kata gue
setelah gue rasa cukup berbincang bincang saat itu dengan teman teman gue , gue putuskan untuk balik
"gue balik dulu deh , udah malem" kata gue
"yaelah san , ini jakarta , baru juga jam 8 udah balik" kata ratna
"gue ga enak sama saudara gue mba , kasihan dia sendirian" kata gue mengelak
"hayo deh , naek motor gue aja ke rumah saudara lu" kata ratna
"ga usah repot repot mba , gue naek angkot aja , gue ga tau jalan soalnya hehe" kata gue
"seriusan nih naek angkot?" kata ratna
"iya serius , anter aja sampe depan gang males jalan gue haha" kata gue
"yaudah deh kalau gitu" kata ratna
gue dan ratna lalu menuju motor yang terparkir didepan kosan ratna , sementara anto dan tika belum pulang , gue bawa motor ratna sementara ratna gue bonceng , lama lama tuh tangan ratna melingkari pinggang gue
"keren juga lu san" kata ratna memeluk gue
"keren apaan mba?" kata gue
"keren aja hehe" kata ratna
sampailah kami didepan gang , sudah jalan raya
"makasih ya san , kapan kapan main lagi" kata ratna senyum ke gue
"hati hati san" kata ratna
"sipp" kata gue ,
singkatnya gue pulang ke rumah cindy dengan kendaraan umum , sampai depan rumah ada tuh mobil reza terparkir depan rumah "ini anak ngapain" kata gue dalam hati , gue lalu masuk kedalam rumah , si reza dan cindy sedang berciuman didepan tv ,
"eheemm" kata gue sambil membuka sepatu
"ehh sandi , " kata cindy agak kikuk melihat gue
"kunci pintunya kalau kaya gitu" kata gue , memang sih pintu rumah cindy tadi terbuka
"hehe sorry sandi" kata cindy ketawa ,
"eh tuh ada yang teleponin dan sms terus , namanya sela " kata gue , oh ya gue lupa kemarin gue hubungin sela teman gue pakai nomor cindy
"mana mana" kata gue mendekati cindy , gue lihat reza langsung membuang muka , gue ambil tuh hp cindy
"inget ya san , jangan lu selingkuhin si sela temen gue , ini sela mana lagi?" kata cindy
"ini temen gue ko" kata gue
"temen ko panggil sayang sayang , lihat tuh di sms" kata cindy
"ya gatau gue cin ,lagi pula dia udah punya calon laki , gue pinjem dulu ya hp lu" kata gue kemudian berjalan ke arah kamar
"jangan selingkuhin sela temen gue inget y sandii!!!" kata cindy
"sip" kata gue kemudian menutup pintu
gue buka satu persatu sms dari sela yang isinya sih cuma basa basi tapi ada kata kata "sayang" , gue ambil hp gue kemudian menelepon sela ,
"tuuttt tuuttt , , , hallooo siapa?" suara sela disana
"hayo tebak siapa?" kata gue
"sandiiii , ih kemana aja gue teleponin ga diangkat , eh yang angkat cewe" kata sela
"sorry , kemarin gue telepon lu pake nomor cindy saudara gue , ini ke nomor ini aja kalau ada apa apa , sorry lupa banget gue" kata gue
"ouuhhh yaudah ga apa apa ko san , lagi apa?" kata sela
kami teleponan sampe agak malam , ya teleponannnya sih basa basi aja sih hehe , yang gue tau dari sela orang sukabumi ini ga berubah , sifatnya tetap ceria seperti pertama gue kenal dia ketika PKL , tapi yang gue takuti hubungan sela dengan kiki (kaka kandung Alm caca) , gue takut kalau gue dekat dengan sela itu bisa berujung masalah gue dengan kiki , dah tau sendiri kiki itu udah gue anggap saudara gue , mungkin kalau caca masih ada , gue udah nikah dengan caca , dan kiki sudah menjadi kaka ipar gue , jadi kangen aku sama kamu sayang , maaf curhat
pagi pagi saat itu gue langsung berangkat kerja karena gue gamau dibilang pemalas ataupun telat kerja , gue datang ke tempat kerja jam 7:30 dan gue cuma sendirian diruangan gue , sebelum masuk ruangan gue ada beberapa kunti yang mondar mandir didepan kamar mandi yang tidak jauh dari ruangan gue , "kenapa itu ya dia ?" kata gue dalam hati , "dah ah cuek aja" kata gue ,
lagi duduk sendirian didepan komputer , bulu kuduk pundak gue merinding , "duh ada apa ini?" kata gue dalam hati , gue tengok kesebelah kiri (meja mba na dan lainnya ga ada apa apa) , gue tengok ke sebelah kanan (cuma ada galon air minum aja) , gue tengok ke atas cuma ada lampu , gue tengok ke bawah eh ada muka jelek , cuma kepala doang botak ga ada badannya , yang bikin serem itu matanya yang mau copot dan lidahnya yang menjulur keluar dari mulut
__ADS_1
"aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa" gue teriak sendiri kaget , lalu tuh kepala menggelinding ke arah tembok dan menembus tembok ,
"huh huh huh" suara napas gue naik turun karena kaget , tiba tiba pundak gue ditepok "aaaaaaaaaaaaaaaaaaa lepas lepas" gue teriak lagi
"sandi ada apa?" kata ratna
"eh mba na , sorry kaget banget gue haah haah" kata gue dengan napas ngos ngosan
"kaya lihat setan aja lu" kata ratna
"apa jangan jangan ada ya?" kata ratna
"haahh haaahh , engga ko mba , saya cuma sesak napas doang" kata gue , gue ga mau ratna takut kalau kerja
"seriusan ? nyalahin atuh Ac nya" kata ratna yang kemudian menghidupkan ac ruangan ini
"hehe ya baru nyampe tadi mba" kata gue berusaha senyum padahal kaget , gue sih sebenernya orangnya kagetan kalau ada sosok yang tiba tiba muncul didepan gue kecuali kalau ada temen gaib gue , berhubungan ga boleh masuk mbah tam kesini oleh ratu jadi mau gimana lagi
jam 10an saat itu , gue anto ratna dan tika yang sedang kerja dikejutkan oleh datangnya pak engkus (Ob kantor) , dia seperti dikejar kejar setan
"sandi , tolong itu banyak orang kesurupan setelah melewati gang disamping kantor" kata pak engkus
"ah yang bener pak?" kata gue
"iya tolong lihatin aja" kata pak engkus yang kemudian keluar ruangan
"eh ada apa itu?" kata tika
"hayoo san kedepan bentar" kata ratna
kami lalu jalan keluar kantor , didepan kantor gue sudah ramai ternyata , oh ya kantor gue itu disebelahnya ada beberapa kantor yang bangunannya sama dengan kantor kami , bisa dibilang perkantoran kali ya hehe , ruko ruko lebih tepatnya . diantara jarak kantor itu ada jalan kecil yang biasa dipakai untuk memarkirkan sepedah motor karyawan , nah yang kesurupan ini mereka yang melewati jalan itu (jalan itu juga menghubungan ke warung warung dibelakang kantor) , gue lihat ada nyai An dan sosok berwujud kera sedang bersalaman , dibelakang mereka ada banyak sekali pengikut dikedua belah pihak , nyai An dengan kunti nya , dan kera itu juga dibelakangnya ada beberapa setan , gue ga bisa sebutin satu satu bentuknya banyak , gue menghampiri mereka ,
"ada apa ini?" kata gue melihat mereka berdua , sosok kera itu berubah menjadi sosok raja dengan mahkota dikepalanya
"saya sedang mengadakan pembagian wilayah" kata nyai an
"terus ko banyak yang kesurupan nyai?" kata gue
"mereka tidak sopan melewati kami" kata nyai an
"tapi bukan seperti itu caranya nyai" kata gue
"lalu harus apa lagi sandi? manusia itu semena mena , seharusnya mereka bilang permisi ditempat tempat nya sepi seperti ini" kata nyai an
"mereka seperti itu karena mereka tidak tau nyai" kata gue
"kenapa kau terlalu membela mereka?" kata raja jin itu
"ya karena saya tau , apa yang mereka rasakan ketika kesurupan , sakit , cape , dan itu ga enak " kata gue , lalu raja jin itu mengulurkan tangannya
"Mahesa (nama samaran)" ungkap raja jin itu
"sandi" kata gue
"panggil saya dengan esa saja" kata jin itu ,
"oke deh esa" kata gue santai , padahal itu raja jin loh didaerah situ
"saya mau kalian bubar , saya gamau ada keributan disini" kata gue ,
"bubarin pasukan anda esa" kata gue , eh ga lama gue lihat mahesa mengeluarkan pedang gaibnya dan mengarahkannya pada gue , gue menutup mata , "mbah kut , , , ," kata gue dalam hati , "traaaannnggg" suara pedang beradu , gue membuka mata
datang mbah kut didepan gue , tongkat emasnya itu menghadang pedang milik jin itu
"hahahahaha hebat juga ternyata dirimu punya teman jin" kata mahesa
"kenapa esa menyerang saya?" kata gue
"kamu tidak sopan , beraninya mengusir saya , INI WILAYAH SAYA!" kata mahesa dengan emosi, gue lihat sih nyai an diam aja ,
"maaf atuh esa , saya kan tidak tahu" kata gue
.........
"mbah kut yang lain mana?" kata gue
"ada dibelakang sandi" kata mbah kut
gue lihat dibelakang gue penuh pasukan jin gue , mbah tam put sut juga ada semua dibelakang gue ,
"anda mau perang dengan saya sandi?" kata mahesa
"tidak esa, saya tidak akan perang , ini cuma perlindungan" kata gue
"bagi saya ini ancaman , SERANG ! ! !" kata mahesa mengerahkan pasukan dibelakangnya
"tenang bro sandi , ini sih gampang" kata mbah tam disamping gue
"jangan diserang mbah tam , kita disini tidak akan melawan mereka" kata gue ke mbah tam
\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Terima kasih bagi yang sudah like, fav dan koment :), jangan lupa follow IG gue ya : supermansistem :) dan channel youtube gue : supermansistem
untuk bantu support gue di link : https://saweria.co/donate/supermansistem
Atau bisa via BCA : 5420-4410-71 (sahabat gue)
Terima kasih ^^
__ADS_1