Petualangan Anak Banten

Petualangan Anak Banten
Part 7


__ADS_3

"gini sandi , om mau jodohkan kamu dengan anak saya caca , dan keluarga kamu juga sudah setuju" kata bokap caca


"haaaaaahhhh??? , om ga salah? " kata gue, gue kaget banget ketika itu  "apa coba ini maksudnya" kata gue dalam hati, gue langsung menatap caca, tatapan ga percaya


"sandi tenang aja ga bakalan nikah sekarang ko, kemungkinan nanti ketika kalian lulus , tapi bila sandi ingin dekat terus dengan caca , nanti om pindahkan caca ke sekolah sandi, biar bareng ya" kata bokap caca


"iya sandi , bapak sudah setuju ko dengan caca , caca ini juga kan temanmu dari kecil dan bapak sudah tau dengannya. cantik dan baik, calon menantu bapak nih" kata bokap gue


"tapi pak .." omongan gue disela


"tapi apa lagi san , sudah tidak apa apa , acara tunangan kalian sudah saya jadwalkan minggu depan ya .. nanti siap siap aja, akan banyak yang datang , dari yang terlihat dan tidak terlihat" kata bokap caca


caca berdiri kemudian


"sandi kebelakang yu" kata caca sambil narik tangan gue


\~\~belakang rumah\~\~


kami duduk di kursi ...


"sandi maaf yaa sebelumnya gue ga kasih tau lu dulu terkait ini" kata caca


"ca ini mendadak banget, lagi pula yang melamar itu kan cowo bukan cewe , pake acara jodoh jodohan lagi ah , ga suka gue" kata gue memalingkan muka


"maaf san" caca nunduk, suasana hening


"terus lu ga mau san?" ucapnya lirih


"bukannya gamau ca , seharusnya lu bilang dulu sama gue , jadi kan biar ga kaget gini , dan mendadak pula" kata gue masih tidak melihat mukanya


"memang ada apa sih?" gue agak sewot


"ga ada apa apa ko , gue cuma ga mau lu sama cewe lain san , kemarin kemarin gue lihat lu jalan sama cewe , itu siapa?" kata caca


"itu teman gue doang ca , gue ga ada apa apa sama dia" kata gue memandang muka caca, bibirnya agak pucat


"gue heran sama lu ca, lu memang ga ada yang suka gitu sampe mau sama gue yang jelek kaya gini , lu cantik , body model. baik, orang kaya" kata gue


"lu itu ga ngerti !!!, cewe itu pake hati bukan dari fisik doang , hati gue udah mau sama lu san dan kalau lu sekali lagi ngomong gitu, gue batalin semua ini dan gue ga akan mau lagi ketemu sama lu!!!" kata caca, terlihat marah, air matanya keluar lagi dari mata indahnya.


"iyeee maaf caca cantik" kata gue, gue usapin air matanya


"udah udah maaf, gue ga akan ngomong gitu lagi" kata gue pegang tangan caca


lalu gue lihat datang 5 mahkluk jin wanita berpakaian kebaya berparas cantik berada dibelakang caca , mereka ini penjaga caca yang memang diutus oleh buyut caca menemainya kemanapun . mbah put datang kesebelah gue , dia bilang ilmu caca sekarang jauh diatas gue . caca juga sudah bisa melihat mbah put . gue konsultasi sama mbah put tentang ini, tapi soal cinta si mbah tidak mengerti jadi di skip aja pembicaraannya :D  , setelah berpikir segala sesuatu ,


"jadi , gimana san ? lu terima gue ga?" kata caca


"gini ya ca , kita kan masih sekolah , apa bisa diundur dulu acaranya? memang mau nikah kapan?" kata gue


"ya sehabis lulus sekolah langsung nikah san. sekarang cuma tunangan dulu" kata caca


"buset , karir dulu ca . masa langsung nikah aja ih" kata gue


"udah ga apa apa , nanti lu sama gue kerja bareng" kata caca


nyokap gue dateng samperin gue sama caca ,


"san , gimana keputusannya? , caca itu sayang sama kamu , kenapa harus disia siakan"


"tau nih mah sandi ga ngerti cinta , harus diajarin dulu kayanya" caca cubit pipi gue


"yaudah hayo kedalam lagi , bapak masih nunggu kamu tuh san" nyokap jalan menuju dapur


gue pegang tangan caca yang sedang duduk itu untuk bangun , saat bangun .

__ADS_1


"san . . . " bibir caca nempel di bibir gue , begitu terasa lembut dan sedikit basah ,( my first kiss dan cewe yang mulai cium gue )


"ehh...... uuudahh " kata gue sambil mendorong dikit tubuh caca


"kenapa sayang , dicium ko nolak , lu lucu ih" kata caca


"yang yang , memang gue ayam , kaya udah resmi aja haha" kata gue sambil pegang pantat caca


"ih pegang pegang sandi jorok ih" kata caca, tapi tangan gue kaga disingkirin tuh dari pantatnya


"hehe , dasar lu juga kaga nolak sih" kata gue melepaskan pegangan gue di gundukan empuk itu


"ga apa apa kan lu calon suami gue weeeee" kata caca julurin lidahnya . 'yuu lah ke dalem lagi sayang kemudian caca tarik tangan gue


dalam ruangan tengah ada sesosok jin ular yang gue lihat dulu diperkarangan rumah caca, kita semua ngobrol tanpa terasa jam sudah menunjukan pukul 2 malam . berhubung sudah malam bokap caca nginap dan caca dirumah gue dan tidur dikamar gue , gue tidur dikursi diruang tamu.


paginya gue dibangunin caca, hari itu hari jumat tapi gue males banget sekolah


"heyy calon suamikuuhh bangun , kaya kebo kamu" sambil cium pipi gue


"aaahhh masih ngantuk gue , males sekolah ah" kata gue


"yaudah ga usah ya yang , kita disni aja berduaan , kangen gue sama lu yang" kata caca


gue tertidur lagi , tak terasa gue tidur ternyata sudah siang , gue lihat kiri kanan sepi banget ini rumah . gue panggil mbah put dia datang . katanya isi rumah lagi pergi semua , kecuali caca yang sedang ada didapur . singkat cerita gue terima tunangan ini dan gue berpikir positif aja "bini gue udah keliatan, jadi ga usah dicari lagi"


kemudian gue kedapur lihat caca lagi masak "wahhh cantik, body mantab, kaya raya, bisa masak, bini idaman" kata gue dalam hati


"eh yang udah bangun ya , sini duduk , gue udah buatin makan" gue pun makan , enak sih makanannya


"gimana enak ga masakan gue yang?" kata caca


"enak enak , eh ko lu ga pergi juga keluar?" kata gue


"ngapain , gue gamau ngapa ngapain ah" kata gue


"ye kaga atuhhh, sini ikut dulu deh" kata caca yang jalan duluan ke kamar


"tuh baju buat ganti, tempat tidur udah gue beresin , sekrang mandi dulu ya yang" kata caca


kemudian gue mandi, lalu kita terus berduaan depan TV , dia tiduran manja di paha gue , gue usap usap rambutnya , disaat seperti ini mungkin mbah put mengerti jadi dia tidak ada disekitar gue. :D


\~\~Tunangan\~\~


"sudah siap sandi?" ucap nyokap gue


"sebenernya sih gugup mah" jawab gue


siang itu gue dan keluarga meluncur ke rumah caca , perkarangan rumah caca ternyata sudah ramai , tapi bukan manusia tapi jin jin keluarga caca berkumpul semua dan berpakaian perang jaman dulu , gue masuk ke rumah caca , gue lihat didalam juga sudah ramai jin , tapi beda dengan yang diluar , yang didalam ini penampilannya seperti orang penting disebuah kerajaan . singkatnya gue sudah resmi jadi calon suami caca , dihadiri oleh leluhur caca , yang mereka bilang harus selalu menjaga , bila ada apa apa mereka siap membantu . diusia gue yang baru 17 tahun , gue sudah ada calon istri yang sama sama punya ilmu . saat itu gue engga tau kedepannya bagaimana dan apakah gue bisa nikahin caca atau engga. yang penting dijalani aja dulu


caca tetap sekolah di SMA dan gue SMK . apakah gue akan menikah dengan caca ? baca terus ya....


 


saat yang bersamaan ketika gue lagi acara tunangan itu, tim OSIS sekolah gue sedang mengadakan survei tempat untuk perkemahan PERJUSAMI (jumat sabtu minggu) tapi gue tidak ikut karena acara tersebut , kemah kali ini berada disalah satu desa pelosok di pedalaman salah satu kabupaten di Banten.


yang dinantipun tiba , pakaian selama 3 hari sudah di siapkan , kami semua berangkat menggunakan truk besar ke tempat kemah . satu per satu anggota sudah di angkut tinggal gue dan tim OSIS yang tersisa (panitia biasa diangkut terakhir karena untuk absensi anggota lainnya).


kami tiba di desa pada jam 3 sore , dari desa tersebut kami masih harus berjalan kaki menuju lapangan perkemahan karena hanya bisa dilewatin oleh jalan kaki . lapangan luas sekali , dari arah masuk terlihat sebelah kiri ada sungai yang cukup bersih dan deras , dari sebelah kanan ada hutan yang cukup lebat dan sebuah bangunan tua yang tentunya ada sesuatu disana . gue beristirahat sejenak menghadap langit yang ketika itu cerah berawan , "trrinnng trrrinng" suara hp gue bunyi , "calon istri telepon" ,


"haloo" kata gue


"sayang udah makan? istirahat ya jangan lupa , oh ya tempat itu kuat penunggunya hati hati , kalau butuh bantuan bilang aj yang" kata caca


"lohh ko lu tau sih haha" kata gue

__ADS_1


"ya udah yang penting jaga diri , mbah put ada kan?" kata caca


"ada ko tenang aja" kata gue


"bye yang" kata caca


"bye" kata gue


"tuuuutt tuuutt tuuutt"


"haha mbah, kata si caca penunggu disini kuat ya? mbah jangan kalah ya" kata gue, tapi gue lihat sekitar mbah put yang tadi ada sekarang menghilang tiba tiba.


"dek sandi , lebih baik kita panggil bantuan sebelum malam , saya kawatir mereka akan menyerang ketika magrib" kata mbah put tiba tiba datang dibelakang gue


"siapa mbah yang nyerang kita?" kata gue penasaran


"disini ada dua penunggu besar, 1 ratu air , 1 raja hutan . mereka terlihat tidak akur dan sering berperang , dan lapangan ini tempat perang mereka " kata mbah put


"yaudah selow aja sih mbah" kata gue


"selow apa dek?" kata mbah put


"suanttaii mbah" jawab gue bercanda haha


"baik dek , saya akan berkeliling dahulu" mbah put pun menghilang lagi


setelah gue berpikir, "berperang?" dilapangan ini? hemmm, bahaya ga ya" kata gue dalam hati,


gue melihat lihat sekitar masih aman terkendali , kami pengurus OSIS membuat ditenda besar yang ada di dekat akses jalan keluar menuju desa , gue lihat ada beberapa jin bermuka hancur , tapi mereka tidak menganggu hanya melihat lihat saja. "jangan kalian kesini" kata gue teriak


"san, lu kenapa?" kata temen osis gue, sebut aja reni


"kaga apa apa ren" kata gue


"lu suka ngomong sendiri, lu kenapa?" kata reni agak kepo


"ga apa apa ren, gue agak gila memang hehe" kata gue


jam sudah menunjukan pukul 18:08, tiba tiba ada salah satu siswi menangis ga jelas , gue lihat telah masuk setan berkepala botak dengan usus dan jantung bergelantungan , gue dekatin siswi tersebut tapi malah kena sembur ludah . gue coba berinteraksi dengan tuh setan botak , tapi dia terus memberontak dan sangat susah untuk dikeluarkan . gue panggil mbah put tidak ada . tak lama satu per satu siswa kesurupan , gue lihat banyak sekali jin jin disana dari yang kecil sampai besar , para siswi yang kesurupan dibawa di pos OSIS. gue begitu takut saat itu, baru kali ini gue memanggil teman gaib gue tidak ada ,


cecep yang punya ilmupun ikut mengalami kesurupan , mungkin sekitar 50 siswa-siswi yang kesurupan. gue sangat tak berdaya kala itu karena tubuh gue menjadi lemas, tiba tiba mbah put muncul tapi dengan api yang berkobar dibadannya , didekat gue sudah ada raja hutan tesebut , berperawakan tinggi besar dengan tongkat yang terdapat api di atasnya ,


"dek tolong , saya sudah menahan mereka tapi mereka terlalu banyak . . ." kata mbah put lirih


"PERGILAH KALIAN MANUSIA SEMUA, TEMPAT KALIAN BUKAN DISINI" kata raja jin tersebut


"aammmpuuunn.......


 


 


\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Terima kasih bagi yang sudah like, fav dan koment :), jangan lupa follow IG gue ya : supermansistem :)


untuk bantu support gue di link : https://saweria.co/donate/supermansistem


Atau bisa via BCA : 5420-4410-71 (sahabat gue)


Terima kasih ^^


 


 

__ADS_1


__ADS_2