Petualangan Anak Banten

Petualangan Anak Banten
Part 73


__ADS_3

"kenapa cepet banget bang?" kata kata itu keluar sendiri dari mulut gue , sejujurnya gue kaget mendengar itu "kami akan menikah" , bagi gue itu kata kata paling menyedihkan tapi .... . . .ya mau gimana lagi?


"kenapa gitu san?" kata kiki dengan muka agak bingung


"ohh , heeem " gue melirik sela


"engga bang ga apa apa , maksud gue itu lu cepet banget mau nikah tapi ga ngabarin gue hehe" kata gue mengelak , gue tau gue salah tingkah saat itu


"seriusan nih san?" kata kiki mukanya serius


"iya bang serius , selamat ya" kata gue menyalami kiki dan sela ,


"hehe makasih ya san" kata kiki senyum ke gue , tapi sela tampak diam aja ketika itu


"eh yaudah gue balik dulu ya" kata gue balik badan


"tunggu dulu , lu mau kemana? cepet amat?" kata kiki memegang pundak gue


"balik lah bang hehe" kata gue balik badan lagi , sumpah salting tingkat tinggi gue , entah karena melihat sela dengan kiki atau mendengar mereka akan menikah? sepertinya keduanya deh


"ya tar dulu , kita makan dulu aja yu" kata kiki


"duh kenyang bang gue" kata gue memegang perut


"kalau gitu jalan jalan dulu , kangen gue sama lu san , masa lu ga kangen sama gue? lu ga kangen nih sama sela temen PKL lu?" kata kiki


"iya sih , cuma gue agak males balik malem bang , ntar dirampok gimana?" kata gue senyum kecut ,


"yaelah sandi , gue tuh kenal lu dari masih kecil , rampok yang ada takut sama lu di tusuk kaga tembus haha" kata kiki tertawa , sela senyum senyum aja mandang gue


"bisa aja lu bang , dikira debus kali gue" kata gue


"yaudah yu makan dulu , dah tenang aja ntar ga bakalan gue diemin ko walau sama sela" kata kiki


"ia deh bang" kata gue


kemudian gue nurut aja tuh sama kiki , mereka ke kasir untuk membayar beberapa buku yang mereka beli sementara gue menunggu diluar , "**** banget lu sandi nurut aja , mau hati lu sakit melihat mereka mesraan?" suara gue dalam hati , tapi dalam lubuk hati yang paling dalam gue itu kangen banget sama sela , sela teman gue selama PKL , dia yang mengajarkan gue agar tidak terlalu emosi dan meredam amarah , sepertinya kalau didekat sela itu hati gue tenang entah kenapa . senyuman sela juga ga berubah sejauh ini . manis dan cantik banget khas orang sukabumi kali ya hehe .


buat gue tuh sebenernya sela orang yang special ,walau sudah ada sela yang berada diluar negeri tapi tetap aja sebenernya gue masih memikirkan sela teman gue ini. (tau kan ? sela ini teman gue ketika PKL? , dia ini indigo loh , ramalannya jarang meleset walau ya ada beberapa yang salah) .


"yu san" suara sela yang lembut menarik tangan gue padahal disana ada kiki pacar sela


"ehh sel lepasin aja" suara gue pelan ,


"ga enak sama kiki" gue agak berbisik


"udah santai aja" kata sela tetap menarik tangan gue ,


sampailah kami ke parkiran tempat mobil kiki , gue duduk dibelakang sementara sela dan kiki didepan


"mau kemana ni yang?" kata kiki ke sela


"kemana aja yang, makan dulu aja laper" kata sela ke kiki


"san makan dulu ya?" kata kiki


"siap bang kamana aja" kata gue


dalam perjalanan saat itu kami semua diam , entah kenapa suasananya agak ga enak karena kami diam aja , tapi ga lama kiki memulai pembicaraan


"san , temen gaib lu masih ada semua?" kata kiki


"heeem masih bang , kenapa?" kata gue


"ouh masih , kalau gue udah dilepas san" kata kiki


"loh kenapa bang? itu kan warisan dari papah?" kata gue


"udah ah san , sebenarnya mau dilanjut , tapi semenjak papah dan caca meninggal , gue jadi males sama gaib, buat gue mereka itu musibah san" kata kiki menengok gue kebelakang


"......" gue diam aja , gue jadi teringat kejadian itu , kejadian yang sangat menyedihkan .


"kenapa sandi diem aja?" kata sela

__ADS_1


"ga ko sel , ga apa apa" kata gue ,


"...." kami diam lagi


"tapi bang , jangan menyalahkan mereka ya" kata gue


"ada apa gitu?" kata kiki


"ya mereka itu ga salah bang , memang sudah takdirnya seperti ini , kita manusia biasa bang , kematian sudah diatur yang maha kuasa , bukan jin yang ngatur" kata gue


"iya san gue tau ko , gue ga menyalahkan siapapun , gue cuma lagi ga mau berhubungan dengan gaib lagi , gue mau hidup normal seperti biasa , dan semua ilmu yang gue dapat sekarang gue buang semua , terus semacam ajian dalam kertas , keris , pusaka punya alm papah udah gue kasih ke orang semua , cukup deh sampai papah gue , gue ga mau nerusin" kata kiki


"iya bang gue sih selalu dukung lu , semua orang kan punya pendirian masing masing , ga harus mengikuti jejak orang tua , bener kan?" kata gue


"hehe iya san , tapi kalau semisal caca masih hidup , pasti dia yang meneruskannya , dia tuh paling jago urusan gaib , dukun cewe yang kuat haha" kata kiki


"iya bener bang caca pasti kuat" kata gue , posisi gue menatap kaca mobil ,


"entah kenapa , gue kangen dia" kata gue lagi , gue senyum sendiri


"cieee ke inget sama istri" kata sela


"haha iya nih sel , kangen" kata gue


"oh ya san , caca pernah datang loh kemimpi gue" kata kiki


"terus gimana bang? dia ngmong apa?" kata gue


"dia bilang , dia kangen sama lu san , tapi dia ga bisa datang dulu ke mimpi lu , gue sih ga nanya ada apa" kata kiki


"serius bang?" kata gue , wah apa mungkin kejadian malam itu ketika sama elsa? haduh rumit dah


"iya san , katanya maaf , padahal dia kangen banget sama lu" kata kiki ,


"caa maafin aku" kata gue dalam hati


"terus bang apa gue bisa ketemu caca lagi?" kata gue


"nanti dah gue tanyain lagi , gatau sih kenapa heran gue juga" kata kiki


"maaf bang gue ganti nomor ga kabarin" kata gue


"iya tuh sandi udah punya cewe loh yang , namanya sela juga" kata sela


"hahah yang bener san?" kata kiki


"iya bang , dia tapi ada di luar negeri" kata gue


"duh san , kisah cinta lu kurang bagus hehe" kata kiki


"iya bang" kata gue


lalu kami berenti disuatu tempat makan cepat saji , setelah memesan dan makan , gue diantar pulang oleh kiki , gue lihat dari sudut pandang gaib , badan kiki sudah tidak memiliki ilmu lagi (sudah seperti biasa , dulu sih ada aura putih dibadannya tapi udah hilang) , pendampingnya yaitu macan juga sudah tidak ada , ya memang kiki sudah lepas dari apapun yang berbau gaib , tapi gue yakin suatu saat bila dia sedang ada masalah tentang apapun pasti macannya akan kembali pada kiki karena sebuah ikatan dengan jin yang diberikan secara turun temurun itu lebih kuat dari pada apapun , walau diusir atau diberikan kepemilik baru , jin itu biasanya akan kembali bila sedang dibutuhkan , tapi ga berlaku untuk jin yang ditangkap lalu dimasukan kebadan , itu hanya bersifat sementara. mungkin ada kan yang pernah melihat atau mendengar tentang "silat gaib"? itu salah satunya yaitu jin yang dimasukan ke badan , biasanya jin jin itu yang sudah tua bisa silat loh , tapi setelah itu mereka pergi dari badan orang yang dimasuki , jadi sementara doang.


memang sih orang yang memiliki ilmu itu terkadang berpikir "gue lebih baik jadi orang biasa dan normal " , itu juga pernah terbesit dipikiran gue , "gue gila kali ya?" , kalau dipikir dengan pemikiran logika , yang namanya jin itu ga akan pernah masuk dalam otak manusia normal , di luar nalar , tapi bagi yang bisa melihat , mungkin sudah tidak asing melihat mereka , bahkan dijadikan teman seperti gue . diluar sana ga cuma gue yang seperti ini , ada banyak! ! !


lanjut ke cerita.... (malah curhat)


setelah sampai depan rumah cindy , gue persilahkan mereka masuk dulu , tapi karena hari sudah malam dan agak jauh rumah kiki jadi mereka tidak turun


"yaudah deh bang makasih ya" kata gue menyalami kiki ,


"siap bro , kalau ada apa apa kasih tau aja , catet nomor gue" kata kiki , lalu gue mengeluarkan hp dan mencatat nomor yang diberikan oleh kiki


"oke bang udah gue save" kata gue ,


"sip" kata kiki


"yaudah sel , gue balik dulu ya" kata gue menyalami sela , ditangan sela seperti ada secarik kertas


"iya san makasih ya" kata sela sambil mengedipkan mata


"iya sel sama sama" kata gue senyum ,gue menarik tangan gue dari tangan sela dan dengan cepat memasukan kertas itu ke saku celana gue

__ADS_1


 


"bye , hati hati" kata gue pada mereka sambil melambaikan tangan


gue masuk ke dalam rumah cindy , gue lihat cindy sedang asik menonton tv sambil ngemil


"weeeeeiii sandi kemana aja ? cie jalan sama cewe ya" kata cindy


"apaan sih cin , yang ada gue jadi obat nyamuk" kata gue duduk disebelah cindy , saat itu dia hanya pakai celana pendek super pendek dan tangtop ,


"hayo liat apa lu?" kata cindy


"paha lu mulus ya" kata gue


"wah masa napsu lu sama saudara sepupu sendiri" kata cindy


"gini ya cin , gue itu cowo normal , siapapun yang melihat ini (sambil menunjuk paha cindy) pasti bakalan teransang , berarti lebih baik lu pakai celana yang ga kekurangan bahan , sama juga baju lu itu dibenerin jangan keliatan BH" kata gue


"hiiii lu mah sandi , masa ga bolehh" kata cindy cemberut


"bukanya gitu , jangan mengumbar aurat , pesen gue gitu aja" kata gue , gue berdiri meninggalkan cindy


"san sini aja nonton bareng" kata cindy ,


"ga ahh gue mau tidur" kata gue kekamar gue dan menutup pintu


gue tiduran dikamar , gue teringat secarik kertas yang diberikan pada gue oleh sela , lalu gue buka


"hey sandi , apa ini sebuah kebetulan atau tidak? aku nulis ini kemarin malam dikamar aku karena aku bermimpi sebelumnya bertemu kamu didalam sebuah sebuah toko buku dan bener saja terjadi heheh ,,, oh ya aku tuh kangen sama kamu , kangen banget malahan, semoga pesan ini kamu terima dan kamu baca saat kamu tiduran dikamar bukan didepan tv ya , oh ya ini nomor aku xxxxxxx , kamu sms aku sejam setelah kamu membaca surat kecil ini karena jaraknya agak jauh , eh kalau kamu ga percaya aku nulis ini kemarin malam , kamu bisa lihat aku kan tadi bersama kiki terus tanpa menulis sedikitpun kan? jangan kaget ya hehe. yaudah deh nanti aku ceritainnya lagi , karena kertas ini kecil biar ga ketauan kiki , miss you sandi sayang "


"BUSETTT" gue teriak sendiri


ga lama suara pintu gue diketok oleh cindy "woi san ada apa lu? jangan kesurupan disini" kata cindy


"kaga tenang aja cin" kata gue ,


"yaudah kalau ada apa apa bilang aja san" kata cindy


"siap bos" kata gue


lalu , ..


"buset sela , kemampuan lu melihat masa depan memang manteb" kata gue berbicara pelan seakaan tidak percaya akan tulisan yang gue pegang saat itu


gue sedang senyum senyum sendiri , eh disebelah gue gue kepala mbah tam , "AAAAAA!!!!" gue kaget dan kembali teriak


"hay bro sandi " kata mbah tam


"wooii lihat setan lo ya?" kata cindy kembali mengetuk pintu kamar gue tapi tidak gue buka


"kaga cindy tenang aja" kata gue


"ah lu bikin gue kaget aja ah" kata cindy lalu ga terdengar lagi suara cindy


"bro sandi ada apa senyum senyum sendiri?" kata mbah tam


" ga ada apa apa mbah" kata gue


" eh ini mbah tam ko tiba tiba muncul , bikin kaget aja" kata gue lagi


"maaf bro sandi , saya cuma mau lihat bro sandi saja , saya bosan dirumah terus , sekali sekali kita ke warung saja bro sandi , mengikuti alunan lagu yang keras" kata mbah tam , "buset ini uler udah ketularan dugem sama pemilik lamanya" kata gue dalam hati


"...." tepok jidat


"ga usah ga warung mbah , disini aja goyangnya ya" kata gue kemudian memutar lagu dari hp gue , lagu DUGEM ! ! !


\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Terima kasih bagi yang sudah like, fav dan koment :), jangan lupa follow IG gue ya : supermansistem :) dan channel youtube gue : supermansistem


untuk bantu support gue di link : https://saweria.co/donate/supermansistem


Atau bisa via BCA : 5420-4410-71 (sahabat gue)

__ADS_1


Terima kasih ^^


__ADS_2