Petualangan Anak Banten

Petualangan Anak Banten
Part 71


__ADS_3

"HAHAHAAH" suara tawa aldi ,


"ada apa lo ketawa?" kata gue


"gue yakin uler lu udah jadi abu sekarang" kata aldi


"lihat aja nanti , mbah tam pasti kembali ko" kata gue


"kenapa lo begitu yakin? " kata aldi


"gue yakin aja sama mbah tam , dia itu jin pinter!" kata gue


"iya dia itu jin pinter ! , pinter begoin dan tololin lo yang terlalu polos! , lihat semua jin lo itu putih semua cuma ular itu yang hitam san!" kata aldi melihat sekitar yang memang pasukan jin ini putih semua


"gue percaya sama mbah tam seperti mbah tam mempercayain gue sebagai temannya! inget nih kata kata gue , jangan nilai sesuatu dari FISIKnya ****! , tapi dari hatinya! "kata gue menatap aldi,


"...." kami diam beberapa saat


"dia tuh udah celakain ,,,," kata aldi , omongannya langsung gue potong


"celakain siapa. . . ? gue udah bilang itu salah paham di! , lu tuh ya batu banget dibilangin!" kata gue


"kenapa sih lo? apa lo udah di pelet sama ular sialan itu?!" kata aldi


gue mendekati aldi yang posisinya masih terduduk ditanah , gue pegang erat kerah bajunya


"gue bilangin sekali lagi , mbah tam itu temen gue ****!" kata gue


gue dorong lagi badan aldi sampai terlentang .tapi dengan sigap dia langsung bangun dan menarik kerah baju gue , "gue tuh ga gampang nyerah san sama orang kaya lo!" aldi lalu mendorong gue sampai jatuh . gue berusaha bangun tapi aldi dengan cepat lari dan melempar gue agak jauh dari tempat gue sebelumnya. badan gue seperti sudah mati rasa tapi apa boleh buat , gue ga mau kalah sama aldi yang memang saat itu sudah kalah tenaga . "sialan , nanti gue fitnes dah" kata gue dalam hati


"sorry ya san , ilmu lu dan tenaga lu tetep kalah sama gue , percuma sampai kapanpun! , jin jin lu juga ga mungkin bisa sentuh gue" kata aldi


gue bangun , gue bersihkan baju putih gue yang kotor oleh tanah sekitar , tak lupa membersihkan celana panjang hitam yang gue kenakan ketika melamar kerja tadi siang.


"kenapa lo bersih bersih?" ntar gue beliin yang baru! , yang penting ular lo mati dulu baru gue puas!" kata aldi ,


"ANJ*NG lo ya kalau ngomong!" kata gue


gue serang aldi dengan pasukan jin gue tapi terpental semua tak ada yang bisa mengenai aldi saat itu , mungkin bisa dibilang ilmu pertahanan aldi cukup kuat .


"apa bisa gue menang dari aldi" kata gue berbicara pelan , sebenernya saat itu pemikiran gue mulai ada dengan kata "menyerah" , secara gue serang bagaimana pun aldi masih bisa bangkit ,


"mbah put , kalau kita berdua aja tidak bisa menang lawan si aldi" kata gue bicara dalam hati


"yakin lah dengan diri sendiri bro sandi , kekuatan diri sendiri lebih besar dari pada kekuatan apapun jadi tidak boleh menyerah " kata mbah put dalam badan gue


"apa engga bisa dimasukin lagi beberapa jin? mbah kut dan mbah sut mungkin , iya mbah put maaf , saya tidak akan menyerah ko" kata gue


"tapi saya tidak bisa menjamin akan berhasil menang walau kami masuk semua ke badan bro sandi , intinya percaya pada kekuatan diri sendiri , jangan dari kami bro sandi" kata mbah put


"oke deh mbah terimakasih ya" kata gue


"lebih baik sadarkan aldi saja bro sandi , saya tidak mau bro sandi terus terluka" kata mbah put


"iya mbah put saya usahakan" kata gue


malam semakin larut , pertarungan gue dengan aldi masih berlanjut , walau posisi gue menang dengan adanya teman teman jin , tapi ilmu putih aldi lebih tinggi dari pada gue . 1 ga cukup , 2 lumayan , 3 kuat ! , jadilah badan gue di isi oleh 3 jin gue , mbah kut sut dan put untuk melawan aldi yang sudah kesetanan , mungkin aldi adalah jin bagi dirinya sendiri! gila ilmu!


"cukup di! , kita sudahi ini!" kata gue , gue mulai kehilangan kesadaran , walau yang mengisi badan gue adalah ketiga mbah gue , tapi tetap saja sulit dikendalikan


"gue ga akan sudahi ini dulu!" kata aldi


"ilmu lu putih tapi hati lu hitam! , lebih baik hitam sekalian!" kata gue


"persetan!" kata


aldi lari ke arah gue , gue juga lari ke arah aldi . tangan gue mengepal keras sepertinya seluruh tenaga gue berkumpul dikepalan tangan gue ini . kami berdua semakin dekat dan dekat sampai akhirnya . . . "kena lo" kata gue dalam hati , tangan gue sedikit lagi mengenai mukanya


"CUKUP!!!!" ada suara seseorang yang ga asing ditelinga gue , kami berdua berhenti , padahal tangan kami masing masing sudah berada beberapa cm dari muka lawan , kami menoleh kearah samping , terlihat seseorang yang melihat kearah kami


kami berkata bersamaan! "ELSA!!??!!" . . . . .


"cukup jangan berantem lagi" kata elsa yang masih dibalik pintu mobil itu dengan menangis ,

__ADS_1


kemudian turun bokap elsa dan supir elsa , supir elsa membuka pintu belakang mobil dan mengambil kursi roda untuk elsa , lalu bokap elsa membantu menurunkan elsa dari mobilnya tersebut .gue dan aldi bertatapan dengan terkejut , aldi berbisik sama gue


"diem lo ga usah banyak bacot" kata aldi pelan


"lo yang diem ****" kata gue pelan


bokap elsa mendorong elsa yang berada dikursi roda itu menuju arah kami berdua ,


"kalian kenapa masih berantem seperti ini?" bokap sela memulai percakapan menatap gue dan aldi , gue lihat aldi tertunduk tapi gue menatap bokap elsa


"maaf om" suara aldi ,


"bukannya ketika malam itu kalian sudah berjanji sama saya tidak akan berantem lagi?" kata bokap elsa


"maaf ya om , bukan saya yang memulai" kata gue dengan mantab


"oh jadi lo nyalahin gue hah!" kata aldi menarik kerah gue lagi


"CUKUP ALDI!" suara elsa cukup keras , tangisanya juga cukup kencang terdengar


"KALIAN ITU ! , KENAPA MASIH SEPERTI INI! , gue TUH SENGAJA PERGI JAUH! , SUPAYA LO BERDUA ITU MIKIR! , JANGAN BERANTEM LAGI!" kata elsa teriak sampai terbatuk batuk


"elsa sayang pelan pelan jangan teriak gitu" bokap elsa menepuk nepuk punggu elsa , dia tersendak


"maaf pah , aku kesel sama mereka berdua!" kata elsa mengusap air matanya dan menenangkan diri


gue dan aldi bertatapan kembali , dia lalu melepaskan tangannya dari kerah baju gue .


"gue itu cuma mau ular sandi itu mati elsa" kata aldi


"ular yang mana aldi?" kata elsa


"ular yang membuat lu seperti ini!" kata aldi melihat kaki elsa


"lu itu salah lihat di , maaf gue ga jelasin dari awal , ular yang lu lihat memang mbah tam aldi , tapi dia mau selamatin gue" kata elsa , matanya masih berlinang air mata


"maksudnya?" kata aldi agak kaget


"..." aldi melihat gue seperti orang **** ,


"makanya kalau jadi orang itu denger! batu lu!" kata gue , sebenernya saat itu gue mau tertawa terpincang pincang meledek si aldi yang salah , tapi gue tetap diam menghormati elsa dan bokapnya


lalu bokap elsa menghampiri kami berdua


"maaf om sudah mengusir kalian dari rumah sakit ketika itu , om sangat marah sekali ketika mendengar kaki elsa seperti itu kata dokter , om kira elsa cuma pingsan biasa ,tapi ketika elsa sadar dan menjelaskan kejadiannya om sekarang berterim akasih sama kalian berdua serta saudaramu andi (menunjuk gue) , berkat kalian nyawa anak saya tertolong , dan kabar baiknya untuk kaki elsa akan segera sembuh ,ternyata hanya sementara" kata bokap elsa , kacamata yang dia kenakan dilepas karena air matanya menetes , antara bahagia dan sedih , gue tahu perasaan bokap elsa saat itu


"maafkan saya" kata bokap elsa , tertunduk


"sudah om , om tidak salah ko , sandi mengerti perasaan om" kata gue menepuk pundak bokap elsa , bokap elsa mengusap air matanya dengan tissu yang dia ambil dari kantong celananya


"sandi masih dendam sama om?"kata bokap elsa


"tenang aja om , sandi ga ada dendam sama om , dan bila sandi yang diposisi om pasti sandi akan melakukan hal yang sama" kata gue , gue teringat saat itu gue ditendang dari ruangan rumah sakit sampai semua orang melihat gue oleh bokap elsa, gue malu sih cuma buat apa gue dendam sama beliau ? ga ada gunanya . sementara aldi dan andi hanya diusir biasa oleh satpam ,


"sekarang dimana om?" kata gue


"kami semua pindah san ke daerah tanggerang , maaf ya sudah ga disana" kata bokap elsa


"iya om ga apa apa , itu lebih baik" kata gue , gue melihat elsa masih meneteskan air mata


"ya san , ketika itu om sudah gelap mata ingin memisahkan kalian" kata bokap elsa , gue cuma balas senyum ke bokap elsa , lalu gue menatap elsa yang sedang duduk dikursi roda


"maafin aku ya sa , aku ga pantes sama kamu lagi" kata gue , elsa senyum sama gue sambil meneteskan air mata, dia membuka kedua tangannya lebar lebar , gue mendekati elsa , lalu elsa memeluk gue


"selama aku koma beberapa bulan , aku selalu teringat sama kamu sandi , maaf ya sifat aku terlalu anak kecil kemarin , aku mau berubah demi kamu" kata elsa membisik ditelinga gue , wajahnya masih aja imut ga berubah tapi badannya tambah kecil ,


gue melepaskan pelukan elsa ,


"kamu sadar kapan?" kata gue jongkok didepan kursi roda elsa


"baru seminggu yang lalu" kata elsa , gue bepikir "lama banget gilaaa dari kejadian itu sampai seminggu yang lalu"


"ketika aku sadar , aku telepon kamu ga aktif , ya mungkin kamu udah sama cewe lain ya kannn?" kata elsa

__ADS_1


"hehehe" kata gue tertawa kecil


"bener kan?" kata elsa


"iya sa , aku sudah punya pacar lagi , cewe yang jalan ketika itu sama aku" kata gue menunduk , tangan elsa yang lembut menaikan kepala gue


"aku akan terus menunggu kamu sayang" kata elsa


"ga bisa sa , aku ga mau kecewain kamu" kata gue


"sekecewanya aku sama kamu , ga lebih kecewa ketika malam itu kamu melihat aku kan?" kata elsa , gue terdiam beberapa saat mengingat hal itu


"kalau gitu anggap aja kita impas hehe gimana?" kata elsa


"hehe iya aja sa" kata gue


"love you sandi , aku akan selalu menunggu kamu" kata elsa senyum sama gue


"iya sa , maaf aku ga bisa jawab" kata gue , gue masih ingat sela yang ada yang diluar negeri


"eh sa kamu kesini tau dari mana?" kata gue


"sebenernya hari ini aku baru boleh pulang sama dokter dan langsung mau ketemu kamu tadinya dirumah kamu, terus dijalan aku panggil pasukan jin aku , ada cuma beberapa yang dateng , katanya sedang membantu sandi berantem gitu , makanya aku langsung kesini" kata elsa


"maaf ya sa , pasukan kamu aku ambil , dari pada dipake sama si aldi lagi" kata gue berbisik


"iya san ga apa apa , mereka milik mu juga" kata elsa senyum ke gue ,


sejujurnya setelah tidak bertemu elsa cukup lama dari kejadian itu gue selalu dihantuin oleh rasa bersalah , tapi ketika gue bertemu kembali elsa dan ada kabar baik bahwa kakinya sembuh itu sesuatu banget


"sa gue sayang sama lo" kata aldi ,


"tapi gue engga di , gue tuh sayangnya sama sandi" kata elsa melihat gue


"gimana dong sa supaya lo cinta lagi sama gue!" kata aldi


"ga akan gue cinta sama orang seperti lo di , lo harus berubah !" kata elsa


"kalau gue berubah lo bakalan sayang sama gue?" kata aldi


"tergantung" kata elsa


"tergantung apa?" kata aldi


"tergantung sandi udah nikah apa belum" kata elsa senyum ke gue


ga lama gue lihat sosok mbah tam dibelakang elsa dan tersenyum sama gue ,


"hay bro sandi saya kembali" kata mbah tam , dibelakang mbah tam 3 jin milik aldi sedang di lilit oleh ekornya yang panjang itu


"hebat nih mbah tam" kata gue senyum


"ehh ehh itu jin jin gue ko bisa di gituin?" kata aldi melihat mbah tam


"kan gue udah bilang mbah tam itu pinter" kata gue melihat mbah tam .


"yaudah sekarang jangan pada berantem lagi!" kata elsa ,


gue dan aldi lalu berjabat tangan , (sebenernya ga rela juga , secara badan gue udah remuk sama aldi)


"****** kan lu salah" kata gue berbisik ke aldi


"diem lo!" kata aldi


\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Terima kasih bagi yang sudah like, fav dan koment :), jangan lupa follow IG gue ya : supermansistem :) dan channel youtube gue : supermansistem


untuk bantu support gue di link : https://saweria.co/donate/supermansistem


Atau bisa via BCA : 5420-4410-71 (sahabat gue)


Terima kasih ^^

__ADS_1


__ADS_2