Petualangan Anak Banten

Petualangan Anak Banten
Part 40


__ADS_3

gue, ivan dan cecep pulang menaiki kereta paling pagi dari jakarta ke daerah gue ,sampai didaerah gue jam 11an , ivan dan cecep dijemput oleh saudaranya , gue naek ojeg menuju rumah .


"mah pa aku pulang!!" kata gue membuka pintu rumah


"bang 2 bulan kaga balik lu" kata nia


"kemana mamah bapak?" kata gue


"kepasar kayanya" kata nia


"ohh yaudah" kata gue


gue buka pintu kamar ,


"bro sandi apa kabar?"


"MBAH PUT!!!" kata gue memeluk macan gue , badannya agak besar sekarang


"kangen sama mbah pu!" kata gue seneng banget


"eh ko mbah put badannya agak bengkak?" kata gue melihat mukanya


"bengkak apa bro sandi?"


"..." gue menepak kepala "aduh"


"maksud saya makin besar hehe" kata gue


"iya bro sandi saya diberi kekuatan oleh aki buyut supaya lebih kuat melindungi bro sandi" kata mbah put


"hehe makasih ya mbah " kata gue , dibelakang gue nyai ro dan mbah kut muncul , mereka terlihat senang melihat mbah put sudah kembali .


"ciee tuh nyai suaminya sudah sembuh tuh" kata gue senyum ke nyai , dia memperhatikan mbah put


"hahahahha cie tatap tatapan" kata gue ketawa aja keras , lucu sih mereka . eh pintu kamar gue dibuka


.....................


"bang kalau ngomong sama mbah mbah jangan keras keras ya , nanti ada teman teman nia mau kerja kelompok" kata nia


"memang kenapa sih" kata gue membaringkan badan gue dikasur


"ya nanti mereka takut kesini lagi bang please" kata nia duduk kasur sebelah gue


"ya ya , yaudah sono gue mau tidur" kata gue


"yahh bang baru juga ketemu , ngobrol dulu atuh" kata nia


"ya ya nanti aja gue cape , tutup pintunya" kata gue


"ya deh yaaa" kata nia , dia menutup pintu kamar gue


.........................


"mbah mbah dan nyai saya tidur dulu ya cape , mbah put dan nyai disini aja , mbah kut sama mbah sut aja gih jangan ganggu mereka" kata gue


"baik sandi, saya izin dulu" kata mbah kut kemudian menghilang


"eh mbah nyai jangan mesum ya belom nikah gaib hehe" kata gue


"apa itu mesum bro sandi?" kata mbah put


"heemmm , melakukan ........ ya sudah lah jangan dipikirin mbah saya tidur dulu ya" kata gue , gue memeluk mbah put dan nyai ro


"jangan kenapa kenapa lagi ya teman teman , saya udah tenang sekarang , seneng banget bisa utuh lagi" kata gue senyum ke mereka


"baik bro sandi , maaf ketika itu saya kalah dalam pertarungan" kata mbah put


"udah ga usah dipikirin mbah , yang penting mbah sekarang sudah sembuh" kata gue


"tidur dulu ya dadah" kata gue , gue membuka pakaian gue yang tersisa cuma ****** lalu pake sarung sampe kepala


.............................


"trrrinnng trriiinnng trriinnnng" suara hp gue berbunyi gue mencari cari hp gue, ivan memanggil


"woi ngapain lu ganggu gue tidur" kata gue


"malem nongrong yo sama anak anak" kata ivan


"dimana?" kata gue


"biasa aja " kata ivan


"yaudah" kata gue mematikan hp .


gue lihat jam sudah pukul 3 sore , perut gue juga bunyi laperrr , mbah put dan nyai ro melihat gue bangun , gue senyum ke mereka "ikut yu ke dapur" kata gue , mereka mengikuti . gue keluar kamar hanya dengan sarung yang dipakai sampai kekepala (kaya ronda) , karena kamar gue didepan dekat ruang tamu , gue kedapur melewati ruang keluarga , sampai ruang keluarga ada teman teman nia lagi mengerjakan tugasnya 5 orang termasuk nia cewe semua . gue sih santai jalan aja melewati mereka .


"woii bang misi atuh" kata nia


"miissiii" kata gue sudah sampai depan pintu dapur tanpa melihat mereka


"teellattt!!!" kata nia , di iringi ketawa kecil teman temannya


sampai dapur gue melihat meja makan ga ada makanan , gue cek ke lemari makanan juga tidak ada makanan sampai mie instan juga ga ada ,


"aduh mana laper" kata gue


"mbah beliin mie instan dong" kata gue


"mie instan apa bro sandi" kata mbah put


"beli ke emak warung depan bilang aja mie instant , eh tapi nyuruh nia aja deh mbah" kata gue


"baik bro sandi" kata mbah put


gue lalu mengambil susu dan menyeduhnya (gue ga suka kopi)


"niaaaa mamah belom pulang?" kata gue teriak masih didapur


"belom bang , kenapa bang?" kata nia , gue menuju ruang keluarga sambil minum susu


"gue laper nih" kata gue melihat nia ,

__ADS_1


"bang ganti atuh jangan pake sarung gitu hii" kata nia , teman temannya ketawa kecil


"ya nanti gue ganti , beli mie ke warung gih , beli 10 nih buat temen temenmu juga" kata gue memberikan uang , nia mengambil uang gue


"makasih ya abangku sayang" kata nia


"yaudah sono jalan" kata gue


"ih bang , nia banyak tugas , lu aja yang beli" kata nia


"dihh males dasar , sini duitnya" kata gue


"gaaaa udah masuk dompet weee" kata nia menjulurkan lidahnya


"iya iya dah gue yang jalan tapi lu yang masak ya" kata gue


"siap bos" kata nia , mbah put gue lihat menuju ke arah depan , nih macan ada ada aja .


"mbah tungguin saya dongg!" kata gue , teman teman nia agak heran memandang gue


"ngomong sama siapa abang lu nia?" kata salah satu temannya


"itu abang gue mah suka aneh memang hehe , sini sini" kata nia menarik gue ke dapur


"kenapa sih nia , nih mau jatuh susu gue" kata gue


"lu punya susu bang?" kata nia


"hus ngomongnya , nih susu yang digelas" kata gue


"bang jangan ngomong aneh aneh ih , ntar mereka tau" kata nia


"iya maaf keceplosan , abisnya si mbah put jalan duluan" kata gue


"iya iya yaudah jalan dulu bang" kata nia ,


kami kembali dari dapur , gue melewati mereka lagi , gue masih belum memperhatikan wajah teman teman nia ketika itu jadi sok cuek dan sok cool aja . berhubungan warung dari rumah gue ga jauh jadi gue ga ganti baju masih pakai sarung kewarung . diwarung itu ada emak emak sudah tua , dia tuh bisa lihat hal gaib dan juga sudah dekat dengan keluarga gue,


"ehh sandi udah pulang dari jakarta ya" kata emak warung


"iya mak , nih baru sampai" kata gue


"mbah put sudah sembuh ?" kata emak warung melihat mbah put dibelakang gue


"iya tuh udah sembuh " kata gue menunjuk mbah put


"ya soalnya emak dikasih tau bapak kamu kalau mbah put sedang sekarat kemarin kemarin, tapi sekarang makin gede ilmunya mbah put" kata emak warung


"iya mak , bukan gede ilmu mak banyak makan kayanya dia haha , macan kesayangan aku mak" kata gue


"eh tapi sekarang ada macan lagi, angun sekali jalannya , wanita ya" kata emak warung melihat nyai ro jalan kearah gue


"iya , calon bininya tuh" kata gue menunjuk nyai ro


"huss jangan ngomong gitu , nanti mereka marah" kata emak warung


"haha mereka mah ga bakalan marah mak , eh mak mie 10 bungkus ya" kata gue


"iya sandi" kata emak warung


"nih bang mienya , jangan becanda dibawah meja atuh" kata nia , dia menaruh mie dimeja makan


"abisnya kan nanti ketauan sama temen temen lu" kata gue


"ya nanti aja becandanya " kata nia jonggok melihat gue kebawah meja ,


"ihh bang keliatan tuh" kata nia , dia lalu berdiri lagi , ga terasa sarung gue tidak menutupi ****** gue


"eheheh sori " kata gue , gue keluar dari bawah meja dan berdiri ,


"mereka makan disini juga ya bang" kata nia membawa satu persatu mie yang sudah matang kemeja makan


"iya join aja" kata gue


nia memanggil teman temannya , ya meja makan gue ga gede gede banget tapi cukup lah buat 6 orang . gue masih memakai sarung sampai kepala . gue perhatian mereka sering melirik lirik gue . cantik cantik temannya nia ternyata gue jadi malu sendiri saat itu.


"eh sorry ya makannya cuma mie instan" kata gue


"ga apa apa ko bang" kata salah satu temen nia , ini nih yang paling cakep , gue senyum ke dia , dia bales senyum ke gue


"hayoo senyum senyuman" kata nia


"apa sih nia" kata gue


"abang nia lucu" kata cewe itu


"haha badut kali lucu" kata nia , mereka tertawa


setelah makan gue kembali kekamar gue , gue mendengarkan music sampai akan tertidur lagi eh ada yang bangunin gue .


"bang bang temen temen nia mau balik , salaman dulu" kata nia


"dah sih ga apa apa gue ngantuk" kata gue membalikan badan


"hiii bangun , ganti baju ah! " nia narik tangan gue ,


"iya iya , lu cerewet banget sih" kata gue memakai baju , gue cuek ganti baju depan dia soalnya ya udah biasa


setelah teman temannya nia pulang , nyokap dan bokap gue balik dari pasar , mereka kira gue pulangnya malam jadi mereka baru memasak sore itu . gue menceritakan semua pengalaman gue dengan mereka , mereka senang mendengar gue lulus prakerin dan mendapatkan banyak teman serta pengalaman . kata bokap gue mbah put bisa pulih berkat aki buyut serta memberikan lebih ilmu supaya bisa menjaga gue lebih baik jadi badannya agak besar sekarang bukan gendut ya, setelah makan malam bareng gue bersiap ketempat tongkrongan gue bersama teman teman sekolah . nyokap gue samperin gue


"kemana san?" kata nyokap


"main mah kangen temen temen" kata gue mengikatkan tali sepatu


"nia ajak gih , katanya kangen sama abangnya" kata nyokap


"ihh mah cowo semua" kata gue


"yaudah deh nanti mamah ngmong" kata nyokap gue


"yaudah dah mah bye muach" kata gue berlari kearah depan .


sampai tempat tongkrongan gue ya seperti biasa saling ledek saling hina dan bercanda canda kaya orang gila serta godain cewe cewe yang lewat walau tuh cewe lagi sama cowonya haha jadi keinget . sudah jam 10 malam gue pulang kerumah , gue buka pintu si nia masih duduk diruang tamu .

__ADS_1


"bang lama banget sih pulangnya, bagian nia jalan aja jam 9 harus pulang" kata nia cemberut ,


"ya gimana lagi nia , ada perlu dikittt" kata gue duduk depan dia sambil membuka sepatu


"dapet salam loh" kata nia


"dari?" kata gue


"temen nia yang tadi senyum ke lu bang" kata nia , gue teringat sama cewe cakep tadi


"bener lu?" kata gue


"iya nih sms orangnya" kata nia menunjukan smsnya ,


"mana sini nomornya" kata gue


"huh bagian yang cakep aja langsung , ga kangen apa sama teh caca" kata nia


"ya kangen lah nia , ga usah ditanyain" kata gue


"bang pernah mimpiin teh caca ga?" kata nia


"pernah pas di jakarta" kata gue


"hayo mimpi apa?" kata nia


"nikah" kata gue , kemudian bangun menuju dapur


"seriuss bang" kata nia mengikuti gue dari belakang


"iyaa" kata gue


"terus terus" kata nia


"ihh mau tau aja , urusan orang gede" kata gue


"nia udah gede bang , bukan anak kecil lagi , sekarang juga kan udah kelas 1 smk kata nia , dia tuh satu sekolah sama gue, kata nyokap bokap dijagain kalau disekolah lain nanti takut kenapa kenapa .


"iya iya , gue mau tidur dulu ngantuk" kata gue


"iyaa banggg besok bareng yaaaa" kata nia ,


"sipp bensin" kata gue


"huuuuu pelitt" kata nia


setelah dari dapur untuk minum gue kekamar untuk tidur , gue setel musik sampai gue ketiduran . eh baru aja masuk alam mimpi gue dibangunin nia


"bang baanngg nia takut sendirian dikamar" kata nia


"ihh sono sama mamah" kata gue


"kata mamah sama lu aja bang sandiiii ih" kata nia


"ya ya tapi sonoan jangan deket deket gue" kata gue , dia lalu tidur disebelah gue membelakangi gue , gue tendang tendang pantatnya


"woii awas jangan kentut!!" kata gue


"ihhh bang ahh ngantuk" kata nia , nia lalu tidur menghadap ke arah gue . gue perhatian mukanya memang cakep badannya juga bagus , ya moga aja nia masa depannya cerah , gue berdoa saat itu, lalu gue tidur


.....................................................


"trriinnnngggggggggggggggggg" alarm dihp gue berbunyi , gue buka mata didepan gue nia lagi meluk gue,jadi posisinya tangan dan kakinya merangkul gue


"aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa" gue kaget , pintu kamar gue terbuka , nyokap gue membuka jendela


"kenapa sandi? kaya lihat setan aja" kata nyokap , nia belum bangun , tapi gue melepaskan rangkulannya


"tuh mah si nia meluk meluk kaya apa aja" kata gue


"ya namanya adek sandi , kangen sama abangnya" kata nyokap gue membangunkan nia


"niaa sayang bangun udah siang" kata nyokap gue , nia bangun .


"gue dulu yang mandi" kata gue bangun dari tempat tidur


"ihhh bang , nia dulu" , dia langsung lari keluar kamar


"hahaha anak anak mamah nih lucu" kata nyokap gue


"ah lucu dari mana" kata gue


gue berangkat bareng nia kesekolah naik motor , kebetulan ini masuk pertama gue ketika naik ke kelas 3 jadi anak kelas 1 belum gue kenal. sampai parkiran nia masih nungguin gue naruh helm.


"kenape lu nungguin gue?" kata gue


"ih bareng atuh bang" kata nia


"tau ga temen temen nia ko pada fans sama lu ya bang" kata nia


"udah ah males urusin orang" kata gue


eh dari arah belakang ada yang memukul muka gue , tepat dipipi gue , dibelakang nih orang ada jin berupa genderuwo yang hitam pekat matanya merah


"woi lu ko bonceng cewe gue!'' kata tuh cowo , gue balik badan ditahan oleh badan nia


"**** banget sih ini tuh abang kandung gue!" kata nia


"eh bang sori bang sori gue ga tau" kata tuh cowo


"......."


\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Terima kasih bagi yang sudah like, fav dan koment :), jangan lupa follow IG gue ya : supermansistem :)


untuk bantu support gue di link : https://saweria.co/donate/supermansistem


Atau bisa via BCA : 5420-4410-71 (sahabat gue)


Terima kasih ^^


 

__ADS_1


 


__ADS_2