
"wei sabar dong bro sama cewe!!!" kata gue
"hahaha memang itu urusan lu?" kata andi
"ya dah gini aja" kata gue melepaskan pelukan siska
"siska andi kita omongin baik baik ga ada pertengkaran lagi di cukup!!!" kata gue , nada bicara gue cukup keras
"gue males damai terus !! apa lagi sama lo!!" kata andi , pasukan jin hitamnya ada dibelakang andi bermunculan sampai big bosnya yang dulu punya bokap caca ada di andi ,
"eh di tolong cukup perangnya , jin juga punya nyawa di , jangan biarkan nyawa mereka melayang cuma gara gara kita" kata gue
"persetan sama omongan lu san , gue males!" andi mendekati gue . gue lihat kebelakang pasukan jin keluarga caca berkumpul semua dibelakang gue , ada ketiga mbah gue juga .
"haruskah kita menyerang sekarang dek sandi?" kata mbah macan besar
"jangan , saya ga mau ada yang terluka hari ini" kata gue
"andi cukup!!!" kata siska berdiri didepan gue
"gue muak sama sikap kasar lo andi ! ! !" kata siska
"gue ga bisa terus terusan seperti ini ! ! !" kata siska
"ambil tuh semua mobil dan uang gue!, gue cuma butuh cinta andi bukan kekerasan!" kata siska
"eh eh tenang tenang jangan berantem disini , banyak orang lihatin malu" kata gue melihat warga sekitar berkumpul , dari tukang martabak , tukang tambal ban , ibu ibu nasi uduk . sampe pemuda temen temen gue pas kecil disana kumpul (kampung kalau ada apa apa langsung aja rame)
"kendaliin dulu emosi lu andi kalau ga lu bakalan mati dikeroyok warga sini" kata gue
"ok kalau gitu , kalian menang kali ini. lo balik sendiri! " kata andi menunjuk siska lalu dia kembali ke mobil dan pergi
......................................
"woii sandi kalau ada apa apa sama lo bilang aja sama kita kita , kita siap bantu" kata salah satu jawara dikampung gue bersama teman teman gue , pegangannya itu kalau ga salah macan juga
"siap bang tenang aja" kata gue , kemudian mereka bubar
.....................................
siska yang tadi diam lalu mendekati gue .
"tolongin gue san , gue salah pilih andi , gue seharusnya pilih lu san" kata siska didepan gue
"udah lah siska , semua sudah terjadi , lu harus terima semua ini ," kata gue
"maafin gue san" kata siska
"gue udah maafin lu sis dari kemarin kemarin juga" kata gue .
"gue mau putus sama andi san" kata siska
"inget siska , kalau emosi jangan ambil tindakan! pikiran lo itu masih dikendalikan emosi bukan perasaan lo!" kata gue , siska kemudian duduk dilantai depan indom*rt sambil menangis
.......................................
gue didatengin oleh emak emak warung deket rumah gue .
"eh ada apa emak?" kata gue
"pasukan jin ini punya sandi?" kata emak warung menunjuk ke mbah macan
"ini punya caca mak di titipin" kata gue
"oh gitu , tadi yang bawa pasukan jin hitam teman sandi juga?" kata emak warung
"yaa bisa dibilang kenal mak bukan temen sih hehe" kata gue
"bilangin jangan terlalu pekat ilmu hitamnya , susah nanti ketika meninggalnya , berbeda dengan ilmu sandi yang putih" kata emak wrung
"memang gitu ya mak?" kata gue
"iya sandi , emak juga punya kakek dulu ilmu hitam sering santet dan pelet orang, susah meninggalnya san , kamu ga boleh seperti itu" kata emak warung
"iya mak tenang aja" kata gue
"ingat ilmu putihmu bisa jadi hitam dan sebaliknya , gunakan untuk kebaikan bukan kejahatan , emak mau pulang dulu" kata emak warung lagi
"iya mak hati hati" kata gue ,
gue yang tadi mau pulang enak ga ada beban sekarang terbebani oleh siska , gue samperin tuh si siska yang lagi duduk
"sis gue pesenin ojeg ya biar dianter kerumah lu" kata gue
"jauh rumah gue san di tangerang, mana mau mereka" kata siska
"yaudah ke hotel dulu aja ya , besok pagi naik bus" kata gue
"gue mau nginep dirumah lu san" kata siska
"duh ga bisa sis sumpah" kata gue
"aaaaaaaaaaaa semuanya ga bisa bantu gue!!" kata siska tambah menangis
"bukan gitu sis , ngerti ini kampung bukan kota , kalau bawa orang dari luar harus laporan dulu ribet" kata gue
".............." siska diam , gue melihat dia kebingungan .
"yaudah gini aja , kita kerumah gue dulu anterin ini belanjaan mamah gue , abis itu gue temuin lu sama andi lagi" kata gue
__ADS_1
"ga ga san , dia tuh kasar sama gue , gue gamau ketemu lagi sama dia , dia tuh gila san!!" kata siska
"ya lu yang milih sih" kata gue
"dia cuma mau harta gue doang san , abis semuanya sama dia!!" kata siska
"........" gue diam aja , dalam hati gue "ya salah lu sendiri sih , udah tau andi kaya gitu"
"memangnya lu kasih apa aja sama dia?" kata gue
"......" siska diam aja , tatapannya kosong
"ya dah yu kerumah gue dulu , mamah gue mau mandi" kata gue , lalu dia ikut dibonceng dimotor gue
sampai rumah , nia kaget melihat siska yang pucet dan matanya yang sembab (nia tuh udah kenal sama siska) tapi nia kurang suka gue berhubungan dengan siska
"teh siska kenapa?" kata nia menghampiri siska
"sandi lama amat , ehhh siska ada apa?" kata nyokap gue mendekatinya juga .
"ya ini abis nolongin siska dari cowonya yang over" kata gue
siska lalu menceritakan tentang andi dan hubungan tunangan gue dengan siska sebelum datang andi . gue sih cuek aja dengerin abis tuh gue mandi . gue balik lagi nyokap gue manggil gue
"san , siska nginep disini aja ya ntar bilang gih sama pak RT" kata nyokap gue
"duh mah bukannya gitu ribet , ini aku mau temuin sama andi dulu" kata gue .
"tapi jangan sampai kalian berantem lagi ya sandi!" kata nyokap gue agak keras
"iya mah tenang aja ," kata gue
"bang sandi ,,,," kata nia
"kenapa nia" kata gue , gue lihat matanya berkaca kaca
"jangan berantem lagi bang, nia gamau abang sakit lagi" kata nia , nia berjalan ke arah gue lalu dipeluk
"ihh iya tenang aja nia ya , gue itu kuat hehe" kata gue
"udah lepas sih sakit amat di peluk lu , tenaga lu kenceng banget" kata gue
"sandii ade nya kuatir malah diomelin" kata nyokap gue
"iya maaf maahh" kata gue , nia melepaskan pelukannya
"janji sama nia jangan berantem!" kata nia
"iya janji!" kata gue
"yaudah sis telepon andi gih , gue ga ada pulsa" kata gue , siska lalu mengambil hp dan menelepon andi , siska memberikan hpnya sama gue
"kenapa bangs*d?" kata andi
"biasa aja dong! , gue ngmong biasa!" kata gue
"tuh kan mah bang sandi emosi! , jangan emosi bang ah!" kata nia
"san jangan emosi! , kalau emosi ga boleh sama mamah" kata nyokap gue
"iyaaa" kata gue
"lu dimana andi?" kata gue
"gue ditempat makan yang biasa lo ajak caca makan , lo mau apa hah?" kata andi
"yaudah , gue mau kesana sama siska" kata gue kemudian menutup teleponnya
"bang jangan sampe kenapa kenapa ya" kata nia
"iya adiku tercintaaaa" kata gue senyum
gue pun meluncur bersama siska ketempat makan itu , ga terlalu jauh dari rumah gue .
"sis apapun yang terjadi jaga emosi lo" kata gue
"iya san makasih ya" kata siska memeluk gue
sampai tempat makan , andi menunggu diluar dan semua pasukan jin hitamnya semua berkumpul disana , yang ikut sama gue cuma mbah put ketika itu karena nyai ro gue suruh menjaga nia dirumah dan pasukan jin caca dirumah semua.
"kita ngomong didalam aja" kata gue , lalu dia menuruti gue ,1 meja duduk bertiga . posisinya gue ditengah sedangkan siska dan andi berhadapan
"mau pesen makan apa nih?" kata gue mencairkan suasana
"apa aja gue san " kata siska
"lu di?" kata gue
"serah lo" kata andi
"oke kalian ngobrol dulu aja ya , gue pesen dulu" kata gue meninggal mereka berdua .
gue pesan beberapa makanan untuk mereka , gue cuma pesen jus saat itu . gue lihat dari jauh mereka masih diam diam saja tidak ada obrolan . gue kembali lagi ke meja makan
"gimana udah baikan belom?" kata gue , siska geleng geleng kepala sementara andi sibuk main hpnya
"di hargai siska dulu" kata gue . andi kemudian melihat gue
"terus gue harus apa? sujut depan dia?" kata andi
__ADS_1
"ya seengganya lu minta maaf di sama siska" kata gue
"ilmu lu ga bakalan dibawa mati , mati aja susah lu nanti" kata gue lagi , andi mengeprak meja
"soo tau banget si lo!!! , ilmu ilmu gue , terserah gue!" kata andi
"ya gimana lo aja di , gue cuma kasih tau .semua terserah lo!" kata gue
"jadi gimana ini sis?" kata gue , siska diam aja , ga lama makanannya dateng
"lu cuma pesen minum san?" kata siska
"iya ga bawa duit lebih gue" kata gue
"tenang aja sih bayaranya" kata siska
"ga , gue bayar punya gue sendiri" kata gue
"perhatian banget sih lo sama sandi!" kata andi
"ya emang kenapa andi! , lu aja ga pernah perhatian sama gue!" kata siska membuka omongan sama andi
"eits jangan emosi inget" kata gue
"ya terus gue harus apa lagi sih sis?" kata andi
"lu ngapain gitu sama gue , so sweat dikit dan jangan kasar omongannya! , emang sekarang ga main tangan tapi nanti? gue takut sumpah andi sama lu takut!" kata siska mengambil tisu mengelap air matanya
"nah sekarang gue tinggal dulu kedepan ok , kalian terusin aja curhatnya" kata gue senyum dan meninggalkan mereka .
gue menuju depan duduk dikursi , gue teringat dengan caca yang setiap makan kami pergi ketempat ini . tempatnya makannya ga mahal buat kalangan pelajar , gue melihat kearah belakang andi memegang tangan siska , yah syukur dah berarti udah damai nih dalam hati gue . sungguh berat memang gue sebagai penengah diantara orang ya yang bisa dibilang agak kurang enak dihati gue. gue juga melihat mereka sudah kembali tertawa . gue balik lagi tuh ke meja makan . gue lihat si andi ketika gue dateng ga banget tatapannya sinisss
"ya gue balik dulu ya" kata gue
"yah san , baru aja kita balikan masa lu ga mau temenin kita dulu?" kata siska
"yaudah dia mau balik ngapain ditahan sih yang" kata andi menatap gue dengan sinis , "dah syukur gue bantuin lu andi!!" kata gue dalem hati
"sorry sis banyak tugas gue harus balik" kata gue
"makasih ya sandi!" kata siska
"oke sama sama" kata gue senyum ke siska dan andi , tapi dia tetep aja sinis tatapanya sama gue ,
sampai rumah , nia udah nunggu gue depan pintu , dia cek cek muka dan badan gue
"apa sih nia lu?" kata gue
"ga berantem kan?" kata nia
"kagaaaaa" kata gue , lalu gue masuk keruang tamu ada nyokap dan bokap gue
"sandi memang bener kata mamah kalau pernah ditunangin sama siska?" kata bokap gue
"iya pa, keluarga dia yang maksa sandi" kata gue lalu menceritakan semuanya pada bokap gue
"ya bagus sekarang kamu lebih dewasa mikirnya san" kata bokap gue
"hehe makasih pa" kata gue
sudah jam 10 malam setelah nonton tv gue balik ke kamar mau tidur . eh pintu kamar gue dibuka sama nia dan nyokap gue
"san , nia tidur sama kamu aja ya , dia katanya mimpi serem terus" kata nyokap gue
"hadeuh mah ..." kata gue
"jangan ngeluh aja sih , kamu mau jagain adik kamu ga?" kata nyokap gue
"iya iya sini adiku tercinta tidur bareng kakamu!" kata gue
"yaudah tidur ya nia sayang " kata nyokap gue mengecup kening nia , dia bawa bantal guling kesukaannya . gue tiduran agak kepojok kasur sambil cek hp dan bales sms sms dari temen temen .
"bang tidur napa udah malem , maen hp terus" kata nia disebelah gue
"ih serah gue niaaaa" kata gue
"bang dapet salam dari elsa loh" kata nia
"iya mana nomornya elsa?" kata gue
"iya besok ya bang , nia ngantuk" kata nia
"yaudah tidur " kata gue bangun lalu mematikan lampu
"baaannnggg jangan di matiin lampu bang!!!" kata nia
"niaaa , gue mau tidur!!" kata gue . pusing juga punya saudara kaya gitu ya gan kalau udah beda pendapat . apa lagi cewe, ada yang sepengalaman?
\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Terima kasih bagi yang sudah like, fav dan koment :), jangan lupa follow IG gue ya : supermansistem :)
untuk bantu support gue di link : https://saweria.co/donate/supermansistem
Atau bisa via BCA : 5420-4410-71 (sahabat gue)
Terima kasih ^^
__ADS_1