Petualangan Anak Banten

Petualangan Anak Banten
Part 75


__ADS_3

"yang bener lu san?" kata anto


"iya bener dah to" kata gue


"lu bisa lihat?" kata anto , gue cuma mengangukan kepala


"bisa bukain mata gue ga?" kata anto serius , mba na dan tika juga serius melihat gue


"gimana ya? , sebenernya sih ga bisa to " kata gue


"yahh payah , berarti lu bohong" kata anto


"iya nih , masa ada setan dibelakang kita" kata mba na melihat ke belakang , dari sudut pandang yang gue lihat , itu setan semua mendekati kami


"udah udah ga usah dibahas lagi" kata gue


"mereka mendekati jadinya , dah kerja lagi" kata gue kemudian melanjutkan mengetik


"mana sih ga keliatan" kata anto , dia masih ada penasaran


"udah lah to , si sandi ini pinter banget ngebohong" kata ratna


"iya iya dah gue bohong , udah makanya jangan dibahas terus" kata gue yang masih melanjutkan mengetik ,


"tapi gue penasaran san" kata anto , kemudian gue menghentikan ketikan gue , gue dorong mundur kursi tempat gue duduk , gue lihat didepan mereka bertiga sudah berkumpul banyak kunti ,


"ngapain kalian disini" kata gue pada kunti kunti itu ,


"mereka mengundang kami" kata salah satu setan , setan ini memakai gaun hijau , sepertinya tetuanya , ada mahkota bunga dikepalanya , rambutnya disanggul gitu seperti orang nikahan , tapi muka serem banget , matanya merah , dan hancur pokoknya tuh muka , badanya juga keriput seperti nenek nenek ,


"tidak , mereka tidak mengundang , mereka hanya penasaran pada anda" kata gue


"penasaran dan mengundang bagi saya sama saja " kata setan itu


"boleh tau namanya?" kata gue


"Jin - ***** kata jin itu mengulurkan tangannya \, wajahnya yang seram berubah cantik \, badannya berisi (montok) tapi rambutnya tetap disanggul \, ( oh ya ini nama sebenarnya\, udah dapet ijin \, jangan sekali kali memanggil manggil nama itu ketika sudah tidak membaca cerita ini\, cukup ketika membaca aja )


"sandi" kata gue mengulurkan tangan juga


"mereka semua biasa memanggil saya nyai an" kata jin itu


"baik kalau gitu nyai an" kata gue


"woi lu ngapain?" kata anto


"diem to , kayaknya dia lagi komunikasi" kata tika


"ah dia itu cuma bohongan" kata ratna ,


"woii woii" ratna menggoyangkan badan gue


"apa sih mba" kata gue


"lu ngapain?kesurupan?" kata ratna


"saya lagi kenalan sama penunggu disini " kata gue


"hahah beneran gila nih bocah" kata ratna


"ya terserah mba aja deh , tapi jangan ganggu saya dulu" kata gue


"gimana lu aja deh san" kata ratna


"maaf ya nyai an" kata gue


"tidak apa apa sandi" kata nyai an , dari auranya dia cukup kuat


"kalau boleh tau , kenapa anda datang kesini hanya karena sedang dibicarakan?" kata gue


"saya malas mendengarkan mereka yang berbicara seperti itu , mereka itu tidak tahu kami jadi kami seperti dipermainkan , saya tidak suka" kata nyai an


"ya kalau gitu maafkan teman teman saya nyai an , saya tidak mau ada apa apa dengan mereka" kata gue


"berhubungan kamu mempunya ilmu putih , saya menghormati kamu disini , tapi bilang pada mereka untuk tidak berbicara seperti itu ketika diwilayah saya" kata nyai an


"iya nanti saya bicarakan pada mereka nyai , saya berterimakasih" kata gue


"baik , saya pergi dahulu , saya ada paling dari tempat ini" kata nyai an


"oke nyai nanti saya ketemu deh" kata gue


kemudian mereka menghilang , "waw dijakarta masih ada juga kerajaan jin walau tinggkatnya kecil tapi tetap saja ada haha" kata gue dalam hati , lantai paling atas dari kantor ini? berarti lantai 6 , gue sih ga pernah kesana karena gue masih baru , dan tempat kerja ini lantai dasar .


"kenapa san?" kata tika , melambaikan tangan didepan muka gue , karena gue senyum senyum sendiri


"ehh iya sorry , jadi kebawa suasana" kata gue


"memangnya ada apa? tika dan anto berdiri didepan gue , sementara ratna masih duduk disamping gue , posisi gue berdiri , gue menoleh ke ratna


"mba na lantai 6 itu apa?" kata gue


"ko nanya lantai 6? kenapa?" kata ratna


"udah ga apa apa , mau tau aja" kata gue


"lantai 6 itu gudang , tapi udah lama ga dipake sih" kata ratna


"kenapa?" kata gue


"dulu , kalau ada yang masuk kesana pasti kesurupan" kata ratna


"ohh gitu" kata gue mengangguk


"ko lu tau sih san?" kata ratna


"kan saya bilang mba , saya tadi lagi komunikasi" kata gue , ratna yang tadinya duduk langsung berdiri disebelah gue ,


"serius lu san? terus disini ada?" kata ratna , ratna yang tadinya sangat berani jadi penakut


"iya mba beneran , tapi udah ga ada ko sekarang udah pada balik ke lantai 6 , makanya lain kali jangan sampe ada yang ngomongin mereka disini apa lagi nantangin , nanti pada dateng kaya tadi" kata gue serius pada mereka


"seriusan looo san? tadi banyak?" kata anto


"iya to beneran , tadi bukanya gue bilang ya banyak?" kata gue ,


"ih gue merinding" kata tika menunjukan kulit tanganya pada gue


"udah ga ada tik tenang aja" kata gue


"eh san , berarti kita harus peringati semua orang dikantor ini dong?" kata anto


"ga usah to , biarin aja dulu , dan jangan ada yang bilang kalau gue bisa kaya gini , tolong ya" kata gue


"sipp dah , rahasia dijamin" kata anto


"yu lah pada kerja lagi , nanti ga selesai , males lembur nih" kata gue kembali ke meja kerja gue , dan melanjutkan mengetik


gue kerjain semua kerjaan gue agak cepat karena disuruh ontime sebelum jam makan siang , setelah selesai kami berempat makan siang bareng dikantin dekat kantor , kami bercakap cakap santai setelah makan siang saat itu , menurut gue ratna itu cantik , cuma memang sih kalau lagi kerja juteknya minta ampun dah , coklat manis, rambutnya juga dicat agak coklat kaya bule bule itu hahaha .


"eh malam ini ke kosan gue san , tolong lihatin dong" kata ratna


"gue sama tika ga diajak nihhh mba?" kata anto ,


"ya ya kalian juga boleh ikut" kata ratna


"bisa ga yaa?" kata gue


"hayolah san , setelah mendengar apa yang lu kasih tau , gue jadi agak takut kekosan" kata ratna


"haha biasa aja sih mba , yaudah nanti gue ikut" kata gue


"lu bisa bawa motor kan?" kata ratna


"ya bisa" kata gue


"ntar naek motor gue aja ya san" kata ratna


"oke oke" kata gue


sesudah itu kami berempat kembali pada pekerjaan kami masing masing , terus ada tuh OB namanya pak engkus dikantor gue masuk ke ruangan admin (ruang gue) , dia memberesi berkas yang memang sudah agak menumpuk dan disuruh sama ratna taru digudang lantai 5

__ADS_1


"bu ratna , kalau dilantai 5 sudah penuh" kata pak engkus


"duh gimana dong? dsiini juga sudah tidak terpakai" kata ratna


"lantai 6 aja pak" kata gue ke pak engkus , pak engkus langsung kaget


"lantai 6 ?" kata pak engkus


"kenapa memang pak?" kata gue


"san , pak engkus ini sudah dari awal ada disini , pasti dia tau kondisi lantai 6 , iya kan pak?" kata ratna


"saya tidak berani kesana bu" kata pak engkus


"yu sama saya" kata gue


"haah? serius kamu?" kata pak engkus


"iya pak , nama saya sandi" kata gue ke pak engkus


"udah pak ikut aja sama si sandi , dia hebat" kata tika


"beneran san?" kata pak engkus


"hayu dah" kata gue


lalu gue dan pak engkus membawa berkas berkas itu yang super banyak itu ke lantai 6 dengan bantuan beberapa teman yang ada disana . ternyata tangga yang ke arah lantai 6 ini sengaja dibuat penghalang gitu awal tangga (lantai 5) dan di akhir tangganya (lantai 6) , gue yang duluan ke lantai 6 , didepan pintu gudang ada 2 kunti yang sedang berjaga , gue menundukan kepala tanda permisi


"maaf , saya hanya mau menaru beberapa barang tidak terpakai , apakah saya boleh masuk?" kata gue pada 2 penjaga itu , mereka hanya diam dan menganggukan kepalanya tanda diperbolehkan , gue kemudian memberi tau pada beberapa teman gue untuk naik ke lantai 6 ,


"hayo naik , jangan ada yang melamun" kata gue , kemudian naik tuh 5 orang termasuk gue dan pak engkus , pak engkus yang memegang kunci gudang , tapi entah kenapa dia karena gugup atau apa itu kunci selalu terjatuh ketika akan dimasukin ke lobang pintu ,


"ga usah gemeteran gitu pak , santai aja jangan takut" kata gue


" iya san" kata pak engkus


lalu karena agak lama ga masuk masuk itu kunci jadi gue dah yang membukanya , sekali tusuk langsung masuk  , gue buka perlahan pintu itu , dibalik pintu itu ada nyai an ,


"ada apa sandi kemari?" kata nyai an


temen temen gue yang akan masuk ke ruangan itu gue tahan ,


"bentar jangan masuk dulu" kata gue


"maaf ya nyai an , saya hanya mau memasukan barang tidak terpakai ini kedalam ruangan ini" kata gue


"tidak apa apa , tapi hanya kamu yang masuk , yang lain diluar" kata nyai an yang kemudian menghilang,


"huh , kalau gitu kalian nunggu disni aja , cuma saya yang boleh masuk" kata gue


"ga apa apa? berat loh" kata pak engkus


"ya saya bolak balik aja pak" kata gue


gue kemudian masuk keruangan itu , ketika pertama kali gue menginjakan kaki diruangan itu , pemandangan ruangan itu berubah menjadi seperti istana nan mewah , diatas sana ada kursi singgasana sang ratu , nyai an


"selamat datang disini sandi" kata nyai an


"hehe iya nyai , maaf ya saya taru ini disini" kata gue


"iya , saya sangat senang bisa bertemu orang seperti kamu , dulu pernah ada yang seperti kamu tapi dia masuk untuk mengusir kami , ya ilmu dia tidak sebesar saya hahahahaha" kata nyai an


"oh gitu ya nyai hehe , tenang aja selama kita baik , kita bisa kan jadi teman?" kata gue


"tentu saja bisa sandi , apapun yang kamu mau , kamu bisa meminta pada saya" kata nyai an


"tapi maaf nyai , saya tidak meminta pada jin , saya hanya mau berteman saja hehe" kata gue


"hatimu bersih sandi , terimakasih kalau seperti itu" kata nyai an


"sama sama nyai" kata gue


kemudian gue keluar masuk beberapa kali untuk mengatur berkas berkas itu , cukup berat juga


"kalau gitu saya keluar dulu ya nyai ini sudah selesai terimakasih ya nyai" kata gue


"oh ya sandi satu lagi , ada pengikutmu ular diluar sana ingin masuk , tapi maaf tidak bisa sembarangan masuk sini tanpa ijin dari saya" kata nyai an


"ya , saya bisa merasakannya kalau ular itu baik , kalau gitu sandi boleh keluar" kata nyai an


"terimakasih sekali lagi ya nyai" kata gue , nyai an cuma tersenyum , sungguh cantik khas wanita jaman dulu , kalau dia ga berubah sih mukanya serem dan keriput haha , ( canda nyaii )


setelah kerja , gue ratna anto dan tika keparkiran , gue bawa motor ratna dan memboceng ratna , anto membonceng tika menuju kosan ratna . kami melewati gang gang kecil yang agak sempit karena banyaknya motor yang terparkir disana


"selamat datang di jakarta" kata ratna dibelakang gue


"kenapa gitu mba?" kata gue


"ya beginilah jakarta , udah kebanyakan motor , jadi jalanan yang kecil aja tambah kecil" kata ratna , kami lalu tertawa


kami masuk rumah yang cukup besar ,ratna masuk terlebih dahulu , kamar kosnya itu ga jauh dari pintu masuk , untungnya kosannya bagus dan agak besar , tapi untuk kamar mandi ada diluar ruangan .


"betah lu mba disni?" kata anto


"betah betahin aja to , namanya juga merantau" kata ratna , anto itu sama tika orang jakarta jadi rumah sendiri dengan orang tuanya


"lu dimana san?" kata anto


"gue dirumah saudara" kata gue


"oh enak dong" kata anto


"enak ga enak hehe" kata gue


"keliling dulu yu" kata ratna


"sesajennya mana nih?" kata anto


"buset dah baru juga dateng , keliling dulu baru sajen turun" kata ratna


"siap" kata gue


kami lalu keluar kamar , menuju ke arah belakang dan benar aja ada kunti disana diatas kamar mandi , ditangga yang mengarah kelantai 2 juga ada , sesuatu yang ngesot , ada anak tangga ke 13 dari yang gue hitung dari bawah  , gue sih cuma permisi aja karena mereka mereka pasti lebih memperhatikan gue karena gue bisa melihat mereka .


setelah berkeliling kami balik lagi ke kamar ratna


"gimana gimana san?" kata ratna


"ada sih 2 mba , ditangga sama di atas kamar mandi" kata gue


"seriusan?" kata ratna , dia memegang tangan gue


"cie , cari kesempatan lu mba pegang berondong" kata anto


"ah lu to canda aja" kata ratna melepaskan tangannya


"terus gimana dong?" kata ratna melihat gue


"to , lu mau lihat kan? sekarang gue mau kasih lihat" kata gue , gue lihat itu sesuatu yang ngesot ada didepan pintu


"siap san , dimana nih posisinya" kata anto


"nah sekarang lu menghadap ke pintu itu " kata gue


"terus terus gimana?" kata anto


"lu pejamkan mata dulu" kata gue


"udah nih terus" kata anto


kemudian gue panggil mbah tam ,


"mbah , apa bisa membuka mata ketiga seseorang?" kata gue


"oh tentu bisa bro sandi , untuk siapa?" kata mbah tam


"ini orang ini" kata gue


"melihat saya bro sandi?" kata mbah tam


"jangan mbah , kalau lihat mbah dia ga takut cuma ketawa hehe" kata gue

__ADS_1


"ko bisa ketawa bro sandi?" kata mbah tam


"udah udah jangan dibahas , saya mau orang ini lihat itu" kata gue menunjuk sesuatu yang ngesot itu yang sudah agak dekat pada anto


"kalau begitu saya akan diam dulu sebentar bro sandi" kata mbah tam


"kalau saya bilang siap , berarti siap , saya hanya bisa membuka mata batin , berarti dia melihat dari hatinya bro sandi" kata mbah tam


"oke kalau gitu mbah" kata gue


kemudian gue menutup kedua mata anto dengan tangan kanan gue , lalu


"siap bro sandi" kata mbah tam


"to lu harus konsenterasi , ini cuma bayangan doang , ingat ya bayangan , semua ada diotak lo ," kata gue


"gue buka mata nih?" kata anto


"ini bukan melihat langsung tapi dengan batin , jangan buka mata lu dulu " kata gue


"oke deh kalau gitu , terus gimana lagi" kata anto


"nih, tangan lu buka , rasakan apa yang ada didepan lo" kata gue , tepat didepan tangan anto itu muka si ngesot


"gue merasakan sesuatu san" kata anto


 


 


"gue melihat sesuatu . . ." kata anto


 


 


 


 


"semakin dekat san" kata anto


 


 


 


 


"mendekat sandi , sesuatu berwarna putih" kata anto


 


 


 


 


"putih?" kata gue , gue sih lihat muka tuh si ngesot warna merah karena ada darahnya


 


 


 


 


"iya putih" kata anto


 


 


 


 


"gue melihat . . ." kata anto


 


 


 


 


"apa to apa?" kata ratna


 


 


 


 


 


 


"hello kitty" kata anto


 


 


 


 


 


 


"nnjjjiiirrr" kata gue tepok jidat


 


 


 


 


suasana yang tadinya menegangkan berubah menjadi candaan , gue agak kesal saat itu melihat ratna dan tika tertawa sampai tertidur , ekspresi mereka seperti ini (ratna dan tika)


 


 


"ko pada ketawa sih? seriusan gue lihat hello kitty" kata anto


 


 


lalu gue melihat mbah tam ,


 


 


"mbah , mbah apain temen saya??" kata gue , mbah tam cuma senyum


 


 

__ADS_1


"mbahhh tammmmmm ! ! ! " kata gue ke mbah tam


__ADS_2