Petualangan Anak Banten

Petualangan Anak Banten
Part 67


__ADS_3

sesudah menyuapi sela dan menenangkan sela, teman gue yang cewe teriak "SANDI KELUAR, ITU IVAN POCONG MAU SAMPERIN KITA!"


"haduh cong lu bikin gue repot aja " kata gue mengerutu sendiri ,


"mbah tam jagain sela dulu sebentar saya mau lihat ivan dulu , tapi jangan mikir warung lagi ya " kata gue


"baik bro sandi , maaf saya tadi salah" kata mbah tam


"iya ga apa apa mbah soal tadi ." kata gue ,


gue bangun dari tempat tidur sela "yang mau kemana" kata sela memegangi tangan gue ketakuan


"aku mau lihat kondisi ivan dulu yang , mbah tam disini ko temenin kamu" kata gue ke sela ,


"beneran kan mbah tam disini?" kata sela melihat sekitar


"iya yang , bentar ya kasihan ivan" kata gue


"yaudah deh hati hati yang" kata sela melepaskan tangannya


gue keluar kamar , ternyata pocong yang ada didalam badan ivan meloncat loncat mengarah ke arah teman teman gue diruang tamu .


"woi cong sini lo" kata gue mengacungkan jari tengah , lalu ivan yang kesurupan itu menatap gue melotot


"jelek lo nyet melotot gitu , sini kalau berani" kata gue ke ivan , sebenernya gue bilang itu bukan ke ivan tapi ke pocong yang merasuki badan ivan sih . memang jelek banget hiiiii


lalu ivan meloncat loncat agak cepat ke arah gue (bayangin orang kesurupan pocong) , gue mendekati ivan yang kesurupan itu. tau kan pocong? kaki tangannya diikat jadi ga bisa bergerak bebas dan hanya meloncat loncat? ketika udah dekat , gue mendorong ivan agak keras saat sedang meloncat sampai terjatuh . tapi ini pocong belum keluar dari badan ivan


"upps sorry van" kata gue pelan sambil memegang mulut (kaget) "kekencengan nih gue dorongnya aduh" kata gue dalam hati , kalau dalam sadar pasti tau sakit banget itu punggung dia


gue lihat ivan yang kesurupan itu diam aja berbaring , gue coba tenangkan suasana


"hahaha hayo loh cong mau apa lo? ga bisa bangun kan?" kata gue menenangkan suasana , gue berbalik badan melihat teman teman gue ,


"tenang aja kawan kawan!" kata gue pada mereka , jaraknya ga jauh jauh banget sih


"awas san dia bangun lagi!" kata cecep


gue berbicara sambil pelan pelan kembali menoleh ivan , "udah udah ga usah takut pocongnya udah ga bisa berdi........" kata gue tapi . . . . omongan gue terhenti


walau posisinya dia seperti (bantal guling) lurus kaku (tadinya) tapi badan ivan dengan yang kesurupan dengan perlahan itu bisa bangun tanpa dibantu apapun . heran? ya gue juga heran bisa gitu .


"waw kereeennnn lu cong bisa berdiri lagi , gue kira harus buka tali dulu hahahaah" kata gue mengejek , ivan tambah melotot tuh


"woi san jangan diledekin terus , tuh pocong marah sama lo!" kata cecep


"iya gue tau ko cep , sengaja mau tau dulu nih pocong marahnya gimana" kata gue


pocong itu lalu berusaha mendekati gue tapi karena gue kasihan dengan ivan yang mungkin sudah cape melompat lompat dan tadi sempat jatuh , gue sadarkan ivan dengan cara yang sama seperti sebelumnya lalu pergi juga tuh pocong . ivan tergeletak tak berdaya dilantai .


"yang cewe urusin tuh ivan kasihan" kata gue melihat ivan agak tersadar , gue bangun mau ke kamar sela lagi


"sanddiii gue lihat pocong saaaaaannnn!" kata ivan bangun terduduk , dia memegangi punggungnya


"ya dan lo jadi pocong tadi 1 jam" kata gue


"cape banget gue ! ko punggung gue sakit?" kata ivan ,


"sshhhttttttt" gue menempelkan jari telunjuk gue dibibir pada cewe cewe mendekati ivan dan mengedipkan mata (bukan genit  ) kepada mereka supaya jangan memberi tau bahwa gue yang mendorongnnya


"ga apa apa olahraga van , itu punggung lu sakit karena ditindihin pocong tadi" kata gue


"oh di tindih pocong ya ? bisa sakit gini ya san" kata ivan mengelus ngelus punggungnya


"ya maaf van eh maksud gue makanya hati hati" kata gue agak keceplosan


"wah lu ya jangan jangan pas gue kesurupan lu mukul gue?" kata ivan


"kaga van tenang aja , tar gue ke cewe gue dulu" kata gue kemudian jalan ke arah kamar sela .


................................................................


ditengah malam saat itu kami berkumpul semua diruang tengah kecuali teman teman cowo yang sedang menemani boni dan marwan dirumah warga , jadi yang cowo cuma gue , ivan dan cecep . diluar rumah masih terdengar suara petir dan hujan yang deras menambah suasana semakin tegang


"besok kita pulang gimana ya?" kata vivi


"moga aja besok ga ujan" kata ivan


"besok masih hujan besar" kata sela , gue melihat sela terheran ,


"ko kamu tau yang?" kata gue


"firasat aja yang" kata sela senyum ke gue , kepalanya disandarkan ke pundak gue , gue usap usap rambutnya


"kamu bisa lihat atau memang cuma firasat yang?" kata gue berbisik


"cuma firasat yang , ga tau juga ada yang kasih tau dipikiran aku" kata sela


"yaudah kalau pulang kita pikirin besok , jadi sekarang yang cewe tidur duluan ya , gue begadang sama sandi dan cecep" kata ivan , mendengar ucapan itu , gue mengambil bantal lalu tidur membelakangi mereka


"ini si bangke malah tidur" kata ivan melempar bantal ke arah gue

__ADS_1


"hehe ngantuk van" kata gue masih tiduran


"udah gue aja yang jaga sandi van gantian" kata sela , mendengar sela bicara gitu gue langsung bangun


"canda sayang , dah kamu tidur" kata gue


"ah lo so lo ada cewe lu aja gitu hahaha" kata ivan kembali melempar bantal ke arah gue dan disambut tawa oleh teman teman gue,


setelah tawa tersebut kami lalu terdiam , gue setel music dugem dari hp gue supaya ga terlalu tegang karena suasana malam yang agak mengerikan. gue menoleh kebelakang ada mbah tam sedang bergoyang . "buset dah pantesan aja ini ular bisa goyang , kayanya dulu sering dugem sama pemilik lamanya " kata gue dalam hati sambil geleng geleng kepala . ga lama tuh mbah tam melihat gue , dia menghentikan goyangannya


"maaf bro sandi ada apa melihat saya?" kata mbah tam


"oh ga apa apa mbah , mbah jin paling lucu sedunia" kata gue senyum


"terimakasih bro sandi , saya sering bergoyang bro sandi , ini kegiatan saya ketika dulu" kata mbah tam


"iya mbah ga apa apa lanjut aja , ini baru namanya goyang ular mbah" kata gue menganggukan gue, lalu mbah tam lanjut bergoyang


jadilah malam itu gue begadang sampai pagi walau ada sempat tertidur sedikit tapi gue tetap harus menjaga teman teman gue dari hal negatif , mbah tam sampai pagi juga gue putar music dugem dan masih terus bergoyang ,


pagi itu sela masih tertidur dipangkuan gue , gue usap usap rambutnya yang sudah mulai panjang


"sel sebenarnya gue ga mau lu pergi dari hidup gue" kata gue


"walau lu nanti jauh disana , gue akan tetap setia sama lo sel , apapun yang terjadi dan kapanpun lu pulang , gue akan menunggu lo , karena gue sayang sama lo sel ," kata gue berbicara pelan ,


setelah itu tanpa sadar tertidur pulas sambil terduduk menyender ke tembok .


"yaankk yaankk bangun" ucap suara sela , gue mengusap usap mata gue , posisi gue sudah tiduran dikarpet .


"eh yang sorry ketiduran" kata gue melihat sekitar teman teman gue sudah bangun semua


"iya ga apa apa sayang , baru jam 2 sore ko , kamu mandi yu siap siap pulang" kata sela


"iya yang" kata gue , gue bangun mandi siap siap .


"habis mandi makan dulu ya sayang , tadi aku beliin makan buat kamu" kata sela menunjukan bungkusan nasi


"iya yang makasih" kata gue senyum


boni dan marwan lukanya hanya lecet akibat jatuh dari motor ketika malam itu jadi masih bisa melanjutkan perjalanan sampai daerah gue . kami siap siap lalu menuju motor masing masing


"eh van ntar gue berenti disuatu warung makan ya , ada sesuatu yang mau gue tanyain ke orang yang disana" kata gue


"iya tar lu duluan aja nanti kita ikutin" kata ivan


jadilah motor gue paling depan , sampai warung kecil itu . didepannya ada macan berwarna hitam yang kemarin gue lihat dibelakang caca kecil ,


"yang mau ngapain?" kata sela


gue kemudian masuk ke warung itu diikuti sela , kemudian beli juga gue mengetuk pintu caca kecil itu keluar dan memeluk gue


"ehhh om sandi balik lagi" kata caca


"iya nih om balik lagi" kata gue senyum ke caca


"nih kenalin sela , pacar om" kata gue , sela senyum ke caca , tapi caca seperti tidak suka dengan sela , mukanya yang tadi ceria sekarang berbeda


"caca teh , teh sela cantik ya" kata caca , tapi mukanya tuh ga ada ekspresi senang


"iya nih adik caca juga cantik" kata sela senyum , kemudian gue jongkok menghadap caca


"caca , om mau nanya ...." omongan gue dipotong


"om , om mau nanya ular yang dibelakang om itu kan?" kata caca , gue melihat mbah tam agak dibelakang


"ia ca , coba kasih tau" kata gue , gue udah ga heran karena sudah tau kemampuan caca


"caca kasih tau hati hati om , dia itu jin hitam , pemilik lamanya dulu banyak menggunakan dia untuk hal hal jahat . maaf ya om caca ngomong seperti ini , yang jelas om sandi harus hati hati walau dia bilang baik sama om" kata caca


"masa sih ca?" kata gue


"iya om , caca beneran" kata caca polos , lalu caca membisikan sesuatu pada gue ,


"......................" kata caca


"haah yang bener?" kata gue agak ga percaya,, caca menganguk


"ngmongin apa sih yang?" kata sela


"iya bentar yang" kata gue


"jangan bisik bisik atuh" kata sela


"ini tentang jin ko yang" kata gue


"ngmongin aku kan?" kata sela


"beneran engga ko yang" kata gue


"yaudah aku ke motor lagi aja yang kalau gitu" kata sela yang kemudian meninggalkan gue , gue tau sela marah

__ADS_1


"mana mamah kamu caca?" kata gue pada caca


"ke pasar om , caca disini sama teteh sepupu dia lagi masak" kata caca


"yaudah salamin aja buat mamah caca ya" kata gue ,


"bentar om" kata caca dia masuk ke dalam lalu keluar lagi


"nih" kata caca memberikan kertas kecil bertuliskan nomor hp


"caca tau tadi om mikir mau hubungin caca lagi bagaimana , itu nomor mamah" kata caca senyum , duh ini anak pinter banget , imut lagi ca kamu :* .emoticon-Stick Out Tongue


"iya ca makasih yaaa , om cubit dulu, geemeess" kata gue mencubit pipinya emoticon-Stick Out Tongue


"iya om nanti bisa telepon ke nomor itu ya kalau kangen sama caca hehe" kata caca ,


"ok om pulang duluan ya" kata gue


"iya om hati hati , temen temen om pada nungguin tuh" kata caca


"WOI san cepetan balik hayo , mendung nih" kata ivan


"iya sabar! " kata gue teriak pada ivan


"oh ya maksih ya udah kasih tau om , nanti om omongin dulu deh" kata gue ,


"oke om hati hati" kata caca kembali memeluk gue


gue kembali ke motor gue , gue lihat sela cemberut diatas motor .


"hey ada apa sayang" kata gue


"kamu tuh bisik bisikan sama anak kecil" kata sela tidak melihat gue


"udah lah sayang cuma kasih tau sesuatu tentang mbah tam , kamu cemburu ya ciieee ahahaha" kata gue


"iya aku cemburu napa huuu" kata sela , gue cuma mencubit pipinya


kami lalu melakukan perjalanan pulang melewati m*nd*law*ng* lagi suatu jalan yang ada didaerah sana . baru ditengah tengah perjalanan hujan lebat turun kembali \, gue lihat tidak ada tempat berlindung disana \, kiri kanan hanyalah hutan \, ditambah suasana jalanan yang dingin semakin manambah "MANTAB" perjalanan pulang saat itu . kami pacu agak cepat kendaraan motor ini \, kemudian ivan yang motornya paling depan berenti disebuah gubuk . kami semua parkir dekat situ kemudian berlindung disana \, menurut gue percuma karena sudah basah semua ini baju gue . gue lihat sela gemeteran \, gue peluk sela dan mengeluarkan jaket gue dari tas \, "syukurlah ini jaket ga basah semua" ujar gue dalam hati . gue berikan ke sela lalu gue peluk


"maaf ya sayang kamu jadi kedinginan gini" kata gue ,


"ga apa apa sayang ,yang penting sama kamu" kata sela senyum , badannya sudah tidak gemeteran


"..." gue diam aja menatap sela


"kamu ga kedinginan sayang? kamu mengigil gitu badanya" kata sela


"ah engga sayang ini biasa , udah jaketnya kamu aja yang pake" kata gue senyum , jujur aja gue kedinginan , bagi yang pernah kedaerah sini pasti tau deh .


"bener kan hujan" kata sela


"iya , hebat kamu yang , jadi peramal cuaca gih di tv hehe" kata gue , gue dicubit oleh sela


sesudah ujan agak reda kami melanjutkan perjalanan pulang dan sampailah rumah gue saat itu sore menjelang malam . kami masuk ke dalam rumah , gue ketuk ketuk pintu rumah keluar nia . nia bilang nyokap bokap sedang keluar ,


"yang kamu pulang kapan?" kata gue


"ga tau nih yang , kayaknya besok deh soalnya lusa aku udah harus pergi" kata sela , senyumnya agak terpaksa


"pergi yang ya?" kata gue , gue mencoba senyum


"maafin aku ya sayang , aku janji setia sama kamu" kata sela


"iya yang" kata gue ,


"bentar ya aku ke kamar dulu ganti baju" kata gue , gue kemudia ke kamar gue


mbah put dan nyai ro mucul didepan gue ,


"hey mbah put nyai roo gimana kabarnya , kangen nih" kata gue senyum pada mereka


"kami berdua baik bro sandi , kalau bro sandi bagaimana?" kata mbah put


"bagus deh kalau baik , saya cuma kecapean aja nih jadi kurang baik , eh belum punya anak ya?" kata gue


"anak siapa bro sandi?" kata nyai ro


"iya anak mbah put dan nyai roo lah mana nih hehe" kata gue


"bagaimana buat anak bro sandi" kata mbah put , tepok jidat, "ini macan polos bener" kata gue dalam hati


tiba tiba muncul disamping gue mbah tam


"saya tau caranya bro sandi" kata mbah tam tepok jidat 2 kali, "hapal bener nih uler" kata gue dalam hati


\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Terima kasih bagi yang sudah like, fav dan koment :), jangan lupa follow IG gue ya : supermansistem :) dan channel youtube gue : supermansistem


untuk bantu support gue di link : https://saweria.co/donate/supermansistem

__ADS_1


Atau bisa via BCA : 5420-4410-71 (sahabat gue)


Terima kasih ^^


__ADS_2