
"LO KEMANAIN TEMEN gue BANGS*T!" kata gue memegang kerah andi.
"hahaha gue mau mampusin macan lo!" kata andi , gue melemparnya dan mengenai mobil andi "adaawww" kata andi kesakitan
"balikin temen gue" kata gue menghampiri andi , tapi gue ditahan soni
"gue aja yang ngomong" kata soni , soni lalu jongkok didepan andi
"andi , kasih tau dimana macan milik sandi" kata soni
"gue bakalan lepasin macan itu , tapi gue mau pergi dari sini!" kata andi
"jangan mau son dia bakalan bohong!" kata gue
"haha kenapa? terserah lu , mau milih gue pergi atau macan lu mati" kata andi mengancam
"oke oke , lu boleh pergi dari sini , tapi kembalikan dulu macan sandi" kata soni
"ohh tidak , nanti setelah gue balikin lu malah cabut ilmu gue " andi mengelengkan kepala
"terus kesepakatannya gimana?" kata soni
"setelah gue melewati tikungan itu , macan lu bakalan balik" kata andi menunjuk tikungan beberapa meter dari kami
"oke , kalau lu bohong kita kejar lu ya?" kata soni
"ya dan macan dia mati!" kata andi menunjuk gue
"lu sialan banget sih jadi orang , mau lu apa sih di !" kata gue , gue ga habis pikir dengan sifat jahat andi
"sadar di , lu itu udah dirasuki ilmu setan jadi lu seperti ini" kata gue lagi
"peduli apa gue sama perkataan lu , yang jelas gue mau pergi dari sini" kata andi , andi memang saat itu terkepung oleh kami
"yaudah lu pergi cepet" kata soni
"tapi son..." kata gue
"nah gitu dong , maen kroyokan lo!" kata andi ke gue
"lu yang mulai b*go" gue berusaha menghajarnya tapi ditahan lagi oleh teman teman gue
"nanti kita ketemu lagi san tenang aja , gue mau bunuh lu" kata andi yang berjalan bertatih bersama saudaranya ke mobil dia dan pergi dengan kecepatan tinggi . setelah melewati tikungan tapi nyai ro belum jua kembali
"mana nyai ro gue ko ga muncul?" kata gue melihat sekitar
"kita balik aja kerumah , kali dia ada dikamar" kata soni .
"dah san , sabar aja" kata sela
"sabar gimana sel , masa iya setiap manusia sabar sabar terus , ini gue kalau udah sama andi ga bisa sabar" kata gue
"ya gue tau ko san rasanya jadi lu , kan gue udah bilang lu tuh cowo kuat" kata sela memeluk gue padahal depan soni cowonya
"eh udah udah sel" kata gue melepaskan sela
"tenang aja san" kata soni menepuk pundak gue
lalu kami semua pulang , nia bareng gue naik motor sementara elsa katanya mau menginap bareng nia dan sela . selama perjalanan gue jujur aja gue agak marah sama nia .
"bang maafin nia , nia salah" kata nia meluk gue kenceng banget padahal lagi dimotor
"ih lepasin nia , ga enak dilihat sela soni tuh dikira kita apa aja" kata gue , soni dan sela dibelakang gue mengikuti
"maafin nia dulu bang!" kata nia meluk gue tambah kencang dan menangis
"udah ga usah nangis" kata gue
"tapi nia salah bang , nia ga bisa jaga nyai roo dan pikiran nia" kata nia
"makanya nia , gue tuh ga mau lu main malem jadinya gini , gue tuh sayang sama lu nia , gue gamau adik gue tuh kenapa kenapa" kata gue
"ingat kan kejadian teh caca sama andi? sekarang nia dikejar sama saudaranya andi , sumpah gue gamau nia kenapa kenapa" kata gue
"gue ga mau kejadian yang sama terulang kembali , gue bakalan jagain nia apapun yang terjadi!" kata gue lagi , nia yang tadi menangis jadi diam dan tambah kencang pelukannya
__ADS_1
"aduh sakit nia" kata gue
"iya bang maaf , makasih ya mau jagain nia , nia seneng" kata nia
"iya asal lu nurut sama gue , kelar semuanya" kata gue
"iya abang sayang" kata nia
sampai rumah kami semua keruang tamu , nia mengambil air minum sementara gue kekamar . gue cek nyai roo ga ada dikamar . ketiga mbah gue muncul didepan gue
Quote:
"mbah gimana ini , nyai ga ada" kata gue , sedih banget
"tenang saja bro sandi , nyai masih ada" kata mbah put
"mbah tahu? , dia ada dimana sekarang?" kata gue
"saya merasa dia masih ada bro sandi" kata mbah put
"ciieee udah ada perasaan nih kayanya" kata gue ,
"lebih baik sandi istirahat" kata mbah sut
"mbah tumben ngomong biasanya diem aja" kata gue ke mbah sut , gue bilang gitu dia diem lagi
"yah mbah sut jangan marah" kata gue
"tidak sandi , saya tidak marah" kata mbah sut
"maaf kami bertiga belum cukup kuat sandi" kata mbah kut , segitu mbah kut yang paling kuat
"ya tidak apa apa mbah , buat saya kehadiran mbah mbah disini penting , ga cuma untuk bertarung tapi ya teman juga" kata gue senyum ke mereka
"terima kasih sandi , kami sangat senang punya majikan seperti sandi" kata mbah kut
"jangan ngomong gitu mbah saya bukan majikan , disini tidak ada yang namanya atasan atau bawahan , semua sama ! , kita TEMAN!" kata gue lagi
"baik sandi terimakasih" kata mbah kut , mereka tersenyum ke gue , gue seneng banget . tinggal 1 gue harus selamatkan nyai ro
"kita harus selamatkan nyai" kata gue ke mereka
"nih bang minum" kata nia
"tumben" kata gue mengambil gelas itu dan duduk dikasur , nia disebelah gue
"bang tadi tuh nia ga sadar ,tiba tiba pas sadar ada bang soni" kata nia ,
"iya nia ga apa apa , gue ngerti ko , ilmu yang dipakai buat teh caca dulu sama seperti itu" kata gue
"serem banget ya bang , tapi kata bang soni nanti mau dikasih kalung buat usir ilmu hitam itu" kata nia
"iya nia , bagus deh kita punya teman sebaik soni" kata gue
"iya bang makasih ya buat semuanya" kata nia .
"yaudah yu ke mereka" kata gue , kami pun menuju ruang tamu
gue tidak cerita ke orang tua gue , kalau cerita nia dipelet oleh riski pasti bokap gue langsung turun tangan jadi ribet urusannya , soni lalu memberikan kalung yang katanya pemberian orang tuanya pada nia , gue mungkin tidak akan menjelaskan rupa kalung tersebut disini . gue pegang kalung itu hawanya sangat sejuk ditangan gue memang bener ilmu putih itu kebadan beda, sejuk kehati dan pikiran . tapi berhubungan kala itu gue belum sepenuhnya menguasai ilmu putih itu jadi gue belum merasakan itu semua . setelah agak malam kami semua ke kamar , elsa nia sela dikamar nia , gue sama soni
"son ajarin gue dong ilmu putih , yang lu ajarin dikosan itu cuma pernapasan doang" kata gue
"ya intinya sih cuma tahan emosi san , semua tergantung si empu nya" kata soni tiduran disamping gue
"terus itu jin lu ko bisa kuat banget?" kata gue
"itu jin tua san , semakin tua usia jin kekuatannya juga beda , keluarga gue kan udah berapa turunan yang megang jin itu , sekarang jadi gue" kata soni
"memangnya lu mau?" kata soni ke gue
"gue udah cukup sama ketiga mbah gue , sekarang gue mikirin balikin nyai ro" kata gue
"yang penting gue tau tempatnya san , nanti gue yang bantu" kata soni .
"sip son makasih , besok balik ke jakarta sore ya" kata gue
__ADS_1
"iya , senin pagi juga ga apa apa " kata soni
"asik dah siap makasih nih mau bantu " kata gue
kami lalu tertidur , dalam mimpi gue yang begitu sunyi ntah kenapa gue melihat seseorang yang tidak asing buat gue , CACA!, dia sedang duduk ditaman bunga yang sangat indah membelakangi gue memakai baju pengantin yang ketika itu dipakai olehnya dimimpi gue sebelumnya, gue lihat kaca dekat situ gue pun memakai jas penganti pria . gue mendekati dia
Quote:
"hei sayang" kata gue duduk disebelahnya ,
"hei juga sayang , aku kangen sama kamu" kata caca meluk gue
"kamu ko dateng ke mimpi aku lama banget sayang" kata gue
"ga setiap saat aku bisa datang kemimpi kamu sayang" kata caca ,
"aku kangen kamu ca , maafin aku ga bisa jagain kamu ketika itu" kata gue
"tidak sayang , aku yang salah , aku yang minta maaf telah pergi lebih dulu dari kamu" kata caca
"aku mau kita bersatu lagi sayang" kata gue
"aku juga mau sayang , tapi alam yang membedakan kita ," kata caca menangis , muka cantikk sekali , rambutnya pun sangat halus , gue usap usap
"jangan sedih sayang , aku walau ketemu seperti ini sudah senang sekali" kata gue mengusap air matanya
"aku cinta banget sama kamu sandi" kata caca , dia tertunduk
"iya sayang aku juga cinta banget sama kamu" gue mengangkat pelan kepalanya ,gue dalam menatap wajahnya , ini kah mahkluk ciptaanMu yang sangat sempurna ?
"kamu cantik banget sayang" kata gue mengusap usap pipinya , caca senyum
"sayang selamatkan nyai ro untuk aku" kata caca
"kamu tau sayang?" kata gue
"aku ada selalu disini , dihati kamu" kata caca menunjuk dada gue
"aku akan selalu sama kamu , sampai nanti kita bertemu dialam yang sama sayang" kata caca , gue sangat terharu
"aku pergi dulu ya sayang, ingat pesan aku , jaga badan , jaga pikiran , jaga juga nia , cari cewe yang lebih baik dari aku , dan yang terpenting jangan emosian aja sayang" caca kemudian mengecup kening gue .
"aku sayang kamu ca" kata gue memejamkan mata
"aku juga sayang kamu sandi" kata caca , kemudian semua gelap .
tubuh gue serasa digoyang goyangkan ,
"bang bangun bang" kata nia
"ehh heem" kata gue , gue lihat soni masih tidur , jam pun masih jam 7 pagi .
"nia masih pagi" kata gue ,
"hayo mimpi apa ko nangis?" kata nia gue ternyata mengeluarkan air mata
"eh tadi gue ketemu teh caca nia, dia cantik banget" kata gue mengusap air mata gue
"terruss teruuss gimana?" kata nia
"nanti dah ah gue ceritanya masih ngantuk" kata gue memejamkan mata lagi
"ih bang bangun ini riski sms aku" kata nia , gue langsung bangun dan membaca sms nia
"Serahkan nia atau macan lu mati , siang ini jam 12 dirumah andi !!" ujar sms itu , gue yang ngantuk jadi melotot
\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Terima kasih bagi yang sudah like, fav dan koment :), jangan lupa follow IG gue ya : supermansistem :)
untuk bantu support gue di link : https://saweria.co/donate/supermansistem
Atau bisa via BCA : 5420-4410-71 (sahabat gue)
Terima kasih ^^
__ADS_1