
"gila lo ya , mandi sono" kata ivan , gue melihat jendela sudah pagi
"ganggu gue aja lu van , gue lagi nikah sama caca" , gue terduduk
"lu yang ganggu tidur gue , mulut lo tinggal sesenti ke mulut gue san , untung ga kena bibir gue hih , bau ****" kata ivan dia lalu mengambil handuk dan mandi , cecep tidak ada dikamar , gue diam sendirian sejenak memikirkan itu . lama gue terdiam kemudian gue lihat sela ada didepan pintu
"ciee" kata sela , gue menatapnya bingung
"abis ketemuan sama istri nih" kata sela
"eh sel ko...." kata gue masih bingung
"hahah seneng ya?" kata sela
"banget sel ," kata gue , dibelakangnya ada siska , mereka lalu duduk didepan gue . gue menceritakan mimpi gue pada mereka .
"caca sayang banget ya sama lu san" kata siska
"iya sis" kata gue ,
"lu juga masih sayang banget ya sama caca?" kata siska , gue lalu mangangukan kepala
"jujur aja sis , gue akan kenang caca selama lamanya sampai akhir hayat hidup gue , " kata gue , siska diam saja
"sudah ka ga usah dipikirin , jodoh mah ga kemana" kata sela
"iya sel makasih ya" kata siska
"san , malam ini gue boleh ga kesini lagi" kata siska ,
"boleh ka kesini aja" siska menjawab sambil senyum ke gue dan siska
"jangan jangan , cape kasihan lu pulang aja sis nanti kita ketemuan aja di lain hari aja yaaa" kata gue menatap sela dan siska
"yaudah kalau gitu \, oh ya san mamah gue lagi sakit \, nanti jenguk ya di rumah sakit *****" kata siska
"iya nanti dijenguk dan moga cepet sembuh , kan lebih baik jaga mamah sis dari pada disini" kata gue , siska diam tertunduk
"sebenarnya mamah aku kayanya udah ga lama san karena kena kanker" kata siska
"looh ko bisa sis?" kata gue terkejut
"iya san kasihan mamah gue , mamah mau lihat gue menikah dengan pria yang gue pilih dan gue sayang san" kata siska
"heeemm" kata gue menganggukan kepala
"lu san pria itu" kata siska , gue terkejut ,
"maaf sis , gue belom mau menikah" kata gue
"lu bukanya ga mau menikah san , lu tuh ga mau sama gue!" kata siska , dia meneteskan air mata , sela merangkulnya dan mengelus pundaknya
"salah gue apa san sama lu , gue tuh sayang sama lu" kata siska menangis , ivan datang sehabis mandi
"eitts ini ada apa?" kata ivan
"diem b*go" kata gue
"san gue mohon kasih harapan sama gue" kata siska , gue menatap sela, sela menganggukan kepalanya dan tersenyum
"kasih gue waktu sis" kata gue , dia melihat gue
"sampai kapan san??!" kata siska
"gue juga ga tau sis" kata gue
"lu jahat san jahat!!!"kata siska , dia lalu lari keluar menuju tangga bawah , gue mengikutinya dari belakang
"sis sis berhenti!" kata gue , dia langsung menuju parkiran dan menutup kencang pintu mobilnya . gue mengetuk ketuk pintunya tapi tidak digubris , dia langsung tancap gass , gue seperti orang b*go saat itu , sela turun dan berada disamping gue
"tenang san ya , siska itu sayang banget sama lu tau" kata sela
"sebenarnya jodoh gue siapa sih! gue mau tau sel" kata gue menatap sela
"maaf ya san , gue ga bisa melihat" kata sela , gue diam saja , agak kesal sama sela sejujurnya
"yaudah mandi dulu lu nya ya" kata sela menarik tangan gue
__ADS_1
agak campur aduk perasaan gue , gue senang bermimpi bertemu dengan caca , tapi gue juga kwatir dengan siska , gue telepon siska ga aktif nomornya . sampai tempat prakerin ada 2 cowo yang akan prakerin ditempat gue juga , mereka berasal dari salah satu daerah di jawa barat . sebut saja namanya soni dan feri . keduanya bisa dibilang cukup ganteng dibandingkan kita kita . setelah kenalan ini itu gue perhatikan soni itu menunjukan rasanya pada sela tak hentinya menatap sela , sela membalas dengan senyuman dan candaan seperti biasa dengan soni , saat itu gue cuek toh menganggap sela itu memang cewe yang ceria dan gampang bergaul dengan siapapun.kemudian kata si cecep soni itu punya keturunan kerajaan didaerah jawa karena auranya kuat .
sampai jam makan siang cowo cowo makan dikantin kalau yang cewe sudah bungkus warteg .
"sandi lu punya ilmu ya" kata soni
"ah kaga , tuh cecep doang" kata gue
"yaa gimana lu aja deh , yang jelas gue tau" kata soni , gue ga bales omongan dia
"sela cakep ya" kata soni
"pacar si sandi" kata ivan
"huss kalau ngomong" kata gue
"hahaha sela tuh indigo loh kalian tau ga , masa iya sih sela pacarnya sandi?" kata soni , sombong banget nih orang dalem hati
"canda si ivan itu , trus masa sih indigo?" kata gue , pura pura ga tau
"oh bagus deh kalau masih jomblo selanya haha , oh ya gue tuh bisa lihat hal gaib loh jadi gue tau sela" kata soni
"ohhhh'' kata gue , dalem hati gue "nih anak bau kencur aja udah sombongnyaaa" , gue mengedipkan mata ke cecep dan ivan , isyarat untuk diam
malamnya kami semua pulang , sela menunjukan ke soni kosan kami , sebenernya gue kurang suka tuh dekat dengan mereka tapi apa boleh buat gue hargai sela . kamar mereka beda beberapa kamar dari kamar gue dan sela .baru juga tiduran perasaan gue kurang tenang entah mengapa hawa kosan menjadi agak panas .
"cep lu rasa panas ga sih?" kata gue , cecep sedang diam duduk memejamkan mata
"ulah si soni" kata cecep
"sialan nih orang" kata gue , gue bangun menuju kamarnya , gue ga ketuk pintu gue buka langsung , dia lagi mandiin keris yang agak panjang , disebelahnya ada jin perempuan memakai kebaya kalau ga salah berwarna merah
"woi kalau mau mistis jangan disini!" kata gue
"eh san , sorry ini gue disuruh bapak gue" kata soni , gue lihat jinnya kurang suka sama gue
"lu bisa lihat kan?" kata soni
"ga gue ga bisa lihat , gue cuma dikasih tau cecep" kata gue menutup pintunya agak keras . sela keluar dari kamarnya
"ada apa sandi?" kata gue
"panggil teman teman gaib lu aja san" kata sela
"iya nanti" kata gue , karena agak panas gue naik ke atas kosan.
diatas kosan gue memandang langit malam yang cerah ditaburi bintang bintang , gue panggil nyai ro dan mbah kut lalu mereka datang
"mbah nyai kalau ga disamping saya ada dimana?" kata gue
"kami selalu ada disamping dek sandi , " kata mbah kut
"ko ga kelihatan?" kata gue
"apa bro sandi mau kami terus terlihat?" kata nyai ro
"ya ga juga sih , ya ga apa apa deh teman teman seperti itu aja" kata gue , gue jadi ingat keris pulpen pemberian caca , tertinggal dirumah gue
"mbah keris kecil dari caca masih ada dirumah kan? yang dalamnya itu wanita?" kata gue
"masih ada dek sandi " kata mbah kut
"oke deh , eh iya teman teman tau ga , saya seneng banget punya teman gaib seperti ini" kata gue
"kalian tuh lebih dari teman deh , udah jadi saudara" kata gue senyum
"semoga mbah put bisa cepet sembuh , saya mau bercanda lagi sama dia , kangen" kata gue lagi , mereka menganggukan kepala
"ya sudah teman teman istirahat dulu" kata gue
"dek sandi ada yang datang" kata mbah kut ,
lalu didepan gue datang soni dengan jin wanitanya tadi , jin wanita itu maju kearah mbah kut kemudian dengan mudahnya melemparkan dia arah jauh .
"woi rusuh!" kata gue
"makanya jujur sama gue san" kata soni
__ADS_1
"ga sampe lu buang temen gue!" kata gue bangun
"ya sorry jangan marah gitu , gue cuma mau test ilmu" kata soni
"KALAU TEST JANGAN SAMA TEMAN gue B*GO!" kata gue memegang erat kerahnya
"weii sabar dong sabar" kata soni , jin wanita itu menatap gue berusaha menyentuh gue tapi tidak bisa
"sayang banget ilmu putih lu kalau dipakai emosi terus , jadi kotor san beneran" kata soni , gue diam dan melepaskannya
"gue bukanya apa apa san , gue juga punya kaya lu , cuma gue bisa atur emosi" kata soni merapihkan kerah bajunya
"dah diam lu , gue ga suka aja ada yang begitu sama temen gue" kata gue , mbah kut datang lagi disebelah gue , dia bersiap siap seperti akan berdual dengan jin wanita itu .
"dah ga usah mbah , dia kuat , kita ga usah ribut" kata gue
"nah gitu dong" kata soni , lalu datang sela dari arah tangga
"ada apa sih ribut ribut kalian!!" kata sela , mukanya agak marah
"sandi turun! gue mau ngomong sama soni" kata sela , gue lalu turun diikutin mbah kut dan nyai ro
gue menunggu sela depan pintu kamar , lama sekitar 1 jam mereka baru turun dengan canda tawa menuruni tangga , jujur gue sedikit cemburu melihatnya tapi gimana lagi sela bukan cewe gue dan baru dekat. sony menatap gue dengan senyuman dan dia masuk kembali ke kamarnya begitupun dengan sela yang hanya senyum sama gue dan masuk kekamarnya . karena cukup melihat itu gue menutup pintu kamar dan tiduran
"sombong banget si sony " kata gue
"ya gimana lagi san , anak orang kaya , punya ilmu juga, tapi dia tuh tenang ga kaya lu emosian" kata cecep
"gue mau belajar ga emosi itu susah banget cep beneran aja dah" kata gue
"niat dari hati , belajar sama aki buyut lu" kata cecep
"iya sih , eh cep gue mimpi menikah sama caca itu beneran ga ya?" kata gue
"heemm cuma mimpi deh kayanya ga lebih, tapi kalau dia datang lagi tapi bukan dengan kejadian yang sama tetapi kelanjutan lu menikah mungkin secara gaib lu itu udah nikah , jadi nanti seperti kehidupan nyata cuma itu terjadi dimimpi haha" kata cecep
"serius cep" kata gue
"ya kemungkinan kaya gitu , nanti lu tanyain lagi aja ke bokap lu" kata cecep
"iya deh" kata gue
dari hari ke hari gue perhatiin sela dan soni semakin dekat , ga tau apa disengaja atau tidak tapi dia juga ga lupa sama gue begitu saja , tiap malam pun sela selalu berkunjung ke kamar gue sekedar bermain kartu atau bercandaan sama gue , dan hari ke hari itupun gue belum bertemu lagi dengan caca dalam mimpi gue , sampai saat itu hari sabtu , gue dapat sms dari siska suruh datang ke rumah sakit tempat nyokapnya berada . sore hari setelah pulang prakerin gue naek taxi dari kosan kesana karena cukup jauh . depan rumah sakit gue melihat ada wanita dengan tangan dan kaki kiri yang hilang sedang melihat ke arah pohon besar , gue diam saat itu karena walau ini setan tapi terlihat sedih dari belakang . dengan keberanian gue bertanya
"bu ? mba? teh? nene?" kata gue ngmong ke arah tuh cewe setan , gue lihat ada beberapa ojeg dekat situ melihat gue dengan tatapan aneh (orang gila ngomong sendiri)
"ada apa ko lihat ke atas? tangan kakinya kemana?" kata gue , dia lalu melihat gue , mata kirinya juga hilang , lalu dia tertawa "hihihihihi" mukanya serem gila
"saya dibunuh mas , saya diperkosa , saya dimutilasi" kata tuh cewe setan
"dimana letak kaki dan tangannya mbaa , berubah dulu dong mukanya serem" kata gue
"muka saya memang seperti ini mas hihihihihihihhihi" dia tertawa lagi , sumpah dah gue takut , mundur beberapa langkah lalu lari ke lorong rumah sakit , di rumah sakit itu pun banyak setan, duh ga bisa dihitung apa yang gue lihat dirumah sakit itu berbeda dengan rumah sakit ditempat gue kebanyakan sih suster yang ngesot dan kuntil membawa bayi sedang berjalan .lalu gue masuk keruangan khusus yang mewah bisa dibilang , gue ketuk pintu dan masuk , gue lihat siska sedang menangis memegang tangan nyokapnya , bokapnya ada disebelahnya siska . lalu siska menangis menghampiri gue
"sandi mamah aku mau lihat kamu" kata siska ,, gue lalu menghampiri nyokap siska , dari wajahnyapun sudah pucat
"sandi ya" kata nyokapnya siska
"iya tante" kata gue
"maafkan saya ya ketika itu tidak percaya akan omonganmu dirumah lama kami , saya sangat menyesal" kata nyokap siska
"iya tante ga apa apa" kata gue , nyokap siska lalu memegang tangan gue
"sandi , mau ya nikah sama siska, itu permintaan saya langsung , tunangan dulu saja ya" kata nyokap siska
"haaaaaaa" kata gue terkejut
\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Terima kasih bagi yang sudah like, fav dan koment :), jangan lupa follow IG gue ya : supermansistem :)
untuk bantu support gue di link : https://saweria.co/donate/supermansistem
Atau bisa via BCA : 5420-4410-71 (sahabat gue)
Terima kasih ^^
__ADS_1