
malam harinya kami tidur bertiga , (gue , nia dan sela) . sebelum tidur gue mendengar sela mendapatkan telepon dari seseorang
"jam 4 pagi" suara sela sayup sayup terdengar ditelinga gue ,gue menoleh ke arah sela , sela hanya senyum , lalu dia memeluk badan gue
"tidur sayangku udah malam" kata sela
"ada apa jam 4 yang?" kata gue
"ga ada apa apa sayang , udah tidur yaa" kata sela , gue kemudian tertidur karena cape sekali hari itu
..................................................
"bang bang bangun" suara nia membangunkan gue
"ada apa nia?" kata gue agak malas beranjak dari tempat tidur
"teh sela ga ada banggg" kata nia , gue langsung bangun . gue lihat jam baru pukul 6 pagi .
"seriusan? udah dicek belom keluar?" kata gue
"udah bang ga ada , tapi nia nemu surat diruang tamu , "untuk sandi" tuh tulisannya" kata nia
"mana mana" kata gue mengambil surat itu dan membukanya perlahan
Quote:
Dear Sandi
selamat pagi sayang ku sandi tercinta !
pertama tama aku ucapin terimakasih sama kamu telah beberapa bulan ini menemani aku dengan penuh kasih sayang ya sandi
sungguh aku sangat berat untuk mengatakan perpisahan sama kamu makanya aku tulis ini dalam sebuah surat yang mungkin sekarang kamu pegang , sayang maafin aku ya , aku harus pergi hari ini .maaf aku bohong sama kamu tadi malam , maaf untuk semua kesalahan aku selama ini . tak hentinya aku berkata maaf sama kamu sayangku sandi . karena aku tahu aku sangat salah sama kamu . sekali lagi aku mohon maafkan aku , aku cuma gamau melihat kamu sedih sayang , aku mau kamu bahagia walau jauh sama aku mulai hari ini . kamu itu cowo kuat sayang dan aku selalu yakin sama kamu walau kita berjauhan ,
inget ya sayang jangan lirik lirik cewe lain , inget selalu sama aku mulai hari ini dan seterusnya sampai kita bertemu kembali . aku pergi naik pesawat sekitar jam 9 an pagi ini sayang . nanti kalau kamu sudah baca seluruh surat ini , kamu ambil hp kamu dan telepon ke nomor aku ya . berat banget sayang sejujurnya aku meninggalkan kamu , tapi mau bagaimana lagi sayang . ini keinginan orang tua aku dan memang dari kecil ini cita cita aku itu meraih pendidikan diluar negeri .
sudah dulu ya sayang , aku nulis surat ini buru buru karena tadi dijemput sama supir papah jam 4 pagi . jangan sedih sayang dan selalu ingat pesan pesan aku ,
I LOVE YOU SANDI
SELA
terlihat titik titik air yang belum mengering masih ada disekitaran surat itu mungkin itu air mata sela ketika menulis . gue pegang erat surat itu
"SELA!!!!!!!!" gue teriak cukup kencang ,
"kenapa bang?" nia disebelah gue mengusap usap punggung gue
gue langsung ambil hp gue , gue ga telepon sela tapi telepon ivan "tuuuttt , tuuuttt ,tuuuttt"
"angkat begoo" kata gue mengerutu sendiri pada hp
"ko ngmong **** sama teh sela bang" kata nia
"bukan nia , gue telepon ivan" kata gue
"loh ko ga telepon teh sela malah telepon bang ivan? wah jangan jangan homo nih hehe" kata nia
"apa sih nia gue masih normal , jangan bercanda ah ga lucu" kata gue
"ya maaf bang" kata nia
"telepon yang ada tuju . . .bla bla bla" suara ditelepon gue saat menelepon ivan
"anjrit van lu tidur kayak bangke amat kaga bangun bangun " kata gue kemudian menelepon kembali ke nomor ivan .
mungkin 5 kali gue telepon ivan baru diangkat
"haa apaa pagi pagi?" suara ivan ditelepon
"woi bangke lu gue telepon 5 kali baru diangkat" kata gue
"sorry san gue kecapean" kata ivan
"ada saudara lu yang bisa anter gue ke bandara sekarang ga?" kata gue
"haah bandara? ada apa gitu?" kata ivan
"dah cepetan gue butuh sekarang nyampe ke sana jam 8 van" kata gue
"ya ya tunggu gue telepon saudara gue dulu" kata ivan , kemudian ditutup tuh telepon .
ga lama ada sms "woi telepon balik , pulsa gue abis nih" sms ivan , terus gue telepon lagi tuh si ivan
"gimana gimana?" kata gue
"ada san , cuma dia bisanya jam 7 , ini kan baru jam 6" kata ivan
"**** sekarang lah , gue otw rumah lu sekarang siapin cepet!" kata gue
"ada apa sih?" kata ivan
"ah keburu dia berangkat , nanti gue jelasinnya" kata gue menutup telepon itu
gue buru buru keluar kamar menuju kamar mandi , nia mengikuti gue
"bang , teh sela kemana?" kata nia
"pergi" kata gue
"kemana?" kata nia
"luar negeri" kata gue
"cepet amat? ko mendadak gini sih?" kata nia
"dia yang memberitahu gue mendadak nia , sebenernya udah direncanain jauh jauh hari sama sela , cuma dia bilangnya baru kemarin pas dipantai" kata gue mau masuk kamar mandi
"loh ko lu bisa tau bang?" kata nia
"dari anak kecil" kata gue kemudian menutup pintu kamar mandi
gue mandi cepat , sikat gigi asal asalan , dan langsung meluncur ke rumah ivan tak lupa gue membawa mbah put. didepan rumah ivan belum ada mobil saudaranya . gue samperin ivan yang sedang duduk didepan .
"mana van?" kata gue
"sabar sih san , dia juga baru mandi , lagian lu mendadak" kata ivan
"gimana lagi van , sela pergi keluar negeri hari ini" kata gue
"lah memang dia ga kasih tau dulu sama lu?" kata ivan
"dia sih kasih tau katanya lusa baru berangkatnya van , ini mendadak banget" kata gue
"dah sabar sabar" kata ivan
"begonya gue van , sebenernya gue dikasih tau sama anak kecil didekat pantai itu kalau sela mau ninggalin gue hari ini , cuma kata anak kecil itu sore hari makanya gue masih agak tenang , tapi entah kenapa pas subuh dia udah pergi dari rumah gue , gue ga nanyain dia tentang bisikan anak kecil itu , gue **** banget . kalau gue udah nanya mungkin ga kayak gini" kata gue memegangi kepala gue , pusing rasanya kalau berpisah dengan cara seperti ini
"anak kecil? dia ko tau?" kata ivan
"dia baca pikiran sela " kata gue
__ADS_1
"hebat bener , coba gue mau ketemu" kata ivan
"**** ah lu , ini dulu bantu" kata gue
"iya iya selow" kata ivan
"dan sebenernya sela udah di rencanain ini semua , dia udah siapin segalanya . tapi dia ga kasih tau gue van , gue sakit hati banget" kata gue ,
"sebenernya gue mau ngmong cuma ga enak sama sela kemarin , takut salah apa yang dikasih tau anak kecil itu , makanya gue diem aja" kata gue lgi
"ya makanya nanti lu ga boleh ga enakan gitu , harus ngomong kalau ada apa apa" kata ivan
"ya ya van , memang ini salah gue" kata gue
ga lama mobil saudaranya ivan ada didepan rumah ivan , kami langsung menuju mobil saudara ivan . gue lihat sudah hampir jam 7 di hp gue.
"a ini sampe bandara jam 8 ga ya a?" kata gue
"waduh ga tau nih san , kita lihat aja dulu ntar moga ga macet , gue usahain dah" kata saudara ivan
"makasih yaa a" kata gue
"iya san tenang aja sama gue mah" kata saudara ivan ,
selama perjalanan gue gelisah banget , gue lihat hp gue ada banyak notif pesan masuk dan panggilan tak terjawab dari "sela" . gue buka satu per satu sms sms sela . kebanyakan berkata "maaf" .
"gue ga butuh maaf sel , yang gue butuhin tuh lu" kata gue berbicara sendiri
hp gue berbunyi , panggilan dari "SELA" .
"angkat tuh ****" kata ivan melihat hp gue
"gue mau ngomong langsung van" kata gue
"**** lu ya , itu juga sama ngomong langsung" kata ivan
"ya maksud gue ketemu van" kata gue
jam 8 lewatan kami sudah hampir memasuki kawasan bandara ,
"terminal berapa?" kata ivan
"astaga gue ga tau , bentar gue tanya sela" kata gue , ivan tepok jidat
"gimana jadinya kalau lu kaga tau , lu kira bandara itu stasiun apa?" kata ivan
"ya sorry gue kan ga pernah naek pesawat" kata gue
"yaudah tanyain dulu" kata ivan
"eh kalau gue nanya nanti dia curiga , gue lihat aja status media sosialnya deh , kali aja dia buat status" kata gue , lalu gue lihat salah satu media sosialnya sela
"@terminal 2 * bandara soekarno hatta" ucap sela distatusnya itu
"ini nih terminal 2 * , cepetan a tolong" kata gue , lalu mobil dipacu agak cepat oleh saudara ivan ,
"ntar gue bawa masuk lu berdua ya , ntar gue tunggu depan . kalau markirin mobil dulu jauh" kata saudara ivan
"siap a" kata gue .
mobil lalu berhenti didepan terminal 2 * ,belum juga turun , belum juga lari ,belum juga apa apa , gue cuma turunkan jendela mobil itu udah lihat sela bersama keluarganya. dan ga jauh dari sana ada ROY temannnya yang ada dipesta ulang tahun sela waktu lalu , "itu orang kan si roy?" kata ivan
"diem lu van" kata gue fokus melihat mereka
gue perhatian mereka bersama kedua orang tuanya masing masing , ada bokap dan nyokap sela disana . "kenapa ada roy sih? kenapa gue ga bisa bahagia tanpa ada orang ketiga!!?" kata gue teriak dalam hati ,
"pulang aja deh" kata gue ke ivan , gue menunduk lemas . kepala gue pusing , hati gue panas
"....." gue diam aja , gue menoleh kembali ke arah sela, cantik banget dia hari itu . gue ga rela ditinggal sela apa lagi dia dengan roy
"WOI , san sekarang nyali lu kemana?" kata ivan
"gue ga kenal lu yang kaya gini , masa mudah nyerah banget! , inget san lu itu pacarnya sela dan lu harus tau semuanya!" kata ivan memberikan semangat .
"kalau lu mau nangis , nangis dulu sebelum kesana" kata ivan , ivan paling tau sifat gue , agak sensitif masalah yang kaya gini , keluar lah dikit air mata gue . jujur aja sedih banget melihat itu . cewe yang selama ini gue pertahanin jadi seperti ini . gue usap air mata ini
"yaudah gue turun dulu , kalian keparkiran aja nanti gue nyusul" kata gue
"gue ikut san" kata ivan
"yaudah gimana lo van" kata gue
gue buka pintu mobil itu , gue berdiri dengan sekuat tenaga walau nih kaki udah lemes . pas banget ketika gue turun gue lihat sela dan roy berpegangan tangan serta difoto oleh bokap sela . sela mungkin ga melihat gue karena saat itu ramai serta gue memakai topi
"senyum dong" suara bokap sela terdengar gue walau samar samar .
ivan mendekati gue sambil menepuk pundak gue "sabar san" kata ivan
"mendingan lu tanya baik baik" kata ivan lagi
"ya gue jalan kesana dulu " kata gue .
gue jalan beberapa langkah . mata gue menatap mata sela yang saat itu belum melihat gue , tangan mereka berdua (roy dan sela) belum juga terlepas sementara gue semakin mendekati mereka . lalu jalan gue terhenti ketika sela melihat gue . dia diam sejenak seperti sangat kaget ditambah semua orang yang ada didekatnya pun melihat ke arah gue .
"SANDI!" teriak sela saat itu , dia melepaskan tangannya dari roy , gue mencoba senyum walau hati ini sakit tidak bisa dibohongi
"hay sel" suara gue pelan , mungkin dia tidak mendengar itu . sela lari ke arah gue . gue masih mencoba senyum . dia langsung memeluk gue , keras banget pelukannya sela
"kamu kenapa kesini sayang , aku telepon kamu ga diangkat , aku sayang kamu!" suara sela diiringi isak tangisnya .
"aku cuma mau lihat kamu sebelum kamu pergi , itu aja udah cukup" kata gue , gue balas pelukannya sambil memejamkan mata , gue merasakan detak jantungnya sela berdetak agak cepat,dan gue merasakan kembali apa yang dinamakan sebuah "kehilangan" yang "nyesek" ke hati ,tapi sejenak gue merasa tenang didalam pelukan sela
"maafin aku" kata sela , isak tangisnya semakin keras terdengar . orang orang disana memperhatikan gue dan sela , gue hiraukan itu semua , ga lama gue lepaskan pelukan sela , gue senyum menatap wajahnya , gue usap air matanya yang keluar dari mata indahnya yang agak bengkak
"udah ga usah nangis ,nanti aku jadi sedih" kata gue masih mencoba senyum, air mata mau keluar tapi gue tahan "SAN LO HARUS KUAT ,JANGAN NANGIS" suara hati ini menyemangati gue
"aku tau kamu lihat kan tadi aku pegangan tangan sama roy , aku mohon maafin aku , aku gamau kamu marah , aku sayang kamu san" kata sela
"aku mau jelasin , aku sama roy cuma teman ko sayang , dia juga diterima disana makanya kita berangkat bareng. tenang aja aku tetap sama kamu sepanjang hidup aku" kata sela ,
"iya iya yang , aku ngerti ko" kata gue pasrah aja walau ini hati sakit , gue melihat roy mendekati kami .
"tenang san , gue jagain sela disana" kata roy mengulurkan tangannya
"ya , tolong jagain sela ya roy " kata gue menjabat tangannya
"oh ya roy . gue mau kasih tau kalau sela ga kuat dingin jadi kalau bisa dipake jaket double disana, dan selalu ingetin jangan telat makannya , dia punya magh" kata gue senyum ke roy ,
"maaf gue ga bisa jaga sela disana , jadi gue titip sela sama lu roy . gue percaya sama lu" kata gue , kali ini air mata ga bisa terbendung lagi dari mata gue , ya gue nangis ,
"santai bro , gue akan jagain sela buat lu" kata roy
"ya makasih ya roy" kata gue
"aku sayang kamu sel , aku sayang banget" kata gue , gue kembali memeluk sela
"aku juga sayang kamu sandi , sayang banget" kata sela , dan membalas pelukan erat
"boleh aku pinta topi ini yang?" kata sela , sela mengambil topi jelek yang udah bau dari kepala gue
"jangan yang topi jelek ini belum dicuci" kata gue
"ga apa apa sayang , yang penting dari kamu" kata sela kemudian memakainya , gue senyum pada sela
__ADS_1
"tunggu aku ya nanti kalau liburan aku pulang ko" kata sela
"iya sayang, aku selalu menunggu kamu" kata gue
...........................................................
"selamat jalan sela , semoga kamu selamat sampai tujuan , gapai cita cita kamu setinggi langit , belajar yang bener jangan shoping aja disana dan pulanglah nanti ketika kamu bener bener kangen sama aku , dari aku , Sandi" . gue kirim pesan itu dari salah satu media sosial .
...........................................................
setelah pesawat yang ditumpangi sela pergi sampai menghilang dilangitnya biru saat itu gue hanya bisa terdiam . gue ga berani mengucapkan apa yang dikatakan anak kecil itu kalau sela sudah mempersiapkan ini semua jauh jauh hari , karena gue ga enakan orangnya apalagi sela sedang sedih seperti tadi .
"sabar ya sandi , jodoh itu ga akan kemana ko" ucap bokap sela sambil menepuk pundak gue
"iya om makasih" kata gue
"mau ke rumah om dulu ga?" kata bokap sela
"makasih ya om tawaranya tapi aku mau pulang dulu ga enak sama temen" kata gue
"yaudah tapi jangan lupa sama om ya " kata bokap sela
"iya om sama sama" kata gue
"sandi mau kuliah apa kerja?" kata bokap sela
"kerja dulu sih om baru nanti kuliah" kata gue
"kalau gitu kerja dikantor om aja gimana?" kata bokap sela
"dimana om?" kata gue
"udah nanti kamu ke jakarta aja bawa lamaran kerja , nanti ke rumah om dulu ya" kata bokap sela
"kapan ya om?" kata gue
"secepatnya saja san , om tunggu ya" kata bokap sela
"oke om" kata gue
setelah itu gue pulang dengan ivan . sampai rumah gue masih kepikiran sela . gue ceritakan semua ini pada orang tua gue , mereka selalu mensupport gue apapun yang terjadi .
"besok aku mau ngelamar kerja dikantor papahnya sela pa" kata gue ke bokap
"wah bagus tuh san , jadi bisa lebih deket" kata bokap gue
"iya pa doain ya" kata gue
jadi kalau ada apa apa lebih baik menceritakan pada orang tua , jangan gengsi pada mereka ! , mereka itu lebih tau perasaan anaknya dari pada diri kita sendiri . (menurut gue sih) serta mereka pasti akan mendoakan yang terbaik buat anak anaknya!
...................................................
pagi itu gue bangun agak subuh , dibantu alarm hp gue , gue bergegas mandi dan memakai baju hitam putih . gue lihat nia masih tidur jadi gue enggan membangunkannya , gue keluar kamar ada nyokap gue.
"mah doain aku masuk ke kantor itu " kata gue meminta restu orang tua
"iya sandi mamah doain , hati hati di jalan" kata nyokap gue
gue lalu bergegas lari kecil kearah motor gue diteras rumah , tak lupa gue membawa keris mbah put untuk jaga jaga kalau ke jakarta . sampai stasiun gue memarkirkan motor ditempat penitipan motor dan bergegas ke loket stasiun , "untung ga telat kereta partama" ujar gue dalam hati . gue melihat seseorang yang gue kenal menunggu diperon stasiun
"eh di ngapain?" kata gue , sebenernya gue agak males melihatnya tapi ga enak juga lah kalau ga disapa
"ini san , ini gue mau ke jakarta" kata aldi agak kaget melihat gue
"ohh" kata gue
"....." kami terdiam
"haha untung aja disini banyak orang , kalau engga gue udah cekek leher lu itu" kata aldi
"haha kalau bisa sih hebat lu di" kata gue menantang
"yuu kebelakang kalau mau tau" kata aldi manjawab tantangan gue
"sorry di nanti aja , gue mau melamar kerja dulu , kita selesaikan nanti" kata gue menatap aldi , badannya masih aja besar dan berotot
"ya gue tunggu lu , awas jangan kabur lu" kata aldi menunjuk nunjuk muka gue , dibelakang aldi ada 3 jin putih semuanya macan , aliran jin aldi putih semua
"tenang aja gue selalu ada" kata gue , dibelakang gue ada 3 teman gue nyai ro , mbah put , mbah tam
"nah seimbang kalau gini , 3 lawan 3" kata aldi
"hari ini ga ada yang bertarung di" kata gue
"hebat lu ya masih ada itu uler sama lu , gara ular itu el . . '' kata aldi , gue potong
"BUKAN DI!, bukan teman gaib gue ini! , lu masih ga percaya sama gue terserah! yang jelas bukan dia!" kata gue agak emosi
"gimana lo aja yang jelas gue dendam sama lo!" kata aldi
"TERSERAH!" kata gue
ga lama kereta pun datang . gue naek dan mencari tempat duduk agak jauh dari aldi . kereta saat itu masih sepi . mbah tam , mbah put dan nyai roo muncul didepan gue
"haruskah saya kejar macan macan itu bro sandi? saya bisa sekarang" kata mbah tam
"ga usah mbah tam , saya ga mau ada apa apa" kata gue ,
"baik bro sandi , kalau ada apa apa bilang saja sama saya , saya urus 3 macan itu" kata mbah tam ,
"iya mbah tam tenang aja" kata gue , gue pikir mbah tam hebat juga ya
"bro sandi sabar ya" kata nyai roo
"iya nyai makasih ya , untung ada kalian . jadi saya tidak merasa sendirian" kata gue senyum pada mereka .
"iya bro sandi sama sama" kata nyai roo
"bro sandi tenang saja kami akan selalu bersama bro sandi" kata mbah put
"oke mbah put terimakasih ya , saya mau tidur dulu sebentar nih , ngantuk" kata gue
"baik bro sandi " kata mbah put lalu mereka menghilang
gue tidur perjalanan itu menaiki kereta sampai jakarta
\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Terima kasih bagi yang sudah like, fav dan koment :), jangan lupa follow IG gue ya : supermansistem :) dan channel youtube gue : supermansistem
untuk bantu support gue di link : https://saweria.co/donate/supermansistem
Atau bisa via BCA : 5420-4410-71 (sahabat gue)
Terima kasih ^^
__ADS_1