
"SAYA SEKARANG KEPALA DIVISI KALIAN ! ! !" ujar sela
kami disana hanya menganggukan kepala "baik bu" ujar kami semua kompak
"kerja yang bener jangan ngobrol!" kata sela yang kemudian menutup pintu dengan keras
gue cuma diam aja menatap layar komputer , pikiran gue agak kacau , "ribet banget dah jadinya" kata gue dalam hati , "ya udah deh jalanin aja dulu jangan ngeluh terus ,berarti harus cuek sama sela nih, tetep semangat aja dah"
"san ini tolong ketikin" suara ratna mengagetkan lamunan gue
"eh iya mba" kata gue mengambil beberapa berkas
"revisi apa yang salah ya san , buat pdf nya" kata ratna
"siap mba" kata gue
gue kemudian memulai merevisi beberapa berkas yang diserahkan ratna disana , dan kemudian mengetik ulang , ketika baru saja mulai mengetik pintu ruangan ini dibuka , lalu didepan gue ditaruh banyak sekali tumpukan berkas , ya yang menaruh itu sela
"ini , bagian kamu ya sandi , tolong semua diketik ulang , kirim filenya ke email saya , hari ini harus selesai!" kata sela
"banyak banget bu? ga bisa 2 hari bu?" kata gue melihat tumpukan berkas yang super banyak
"kamu ya , udah berani sama atasan?" kata sela
"ya bu maaf , saya akan selesaikan ini hari ini" kata gue
"bagus , kalau bisa lemburin aja sampai malam biar selesai!" kata sela yang kemudian pergi lagi
gue cuma geleng geleng kepala aja , ratna disebelah gue mengelus elus pundak gue "sabar ya san" kata ratna , "iya mba" kata gue
sampai lah jam makan siang , gue dan yang lain keluar kantor menuju kantin , anto tika dan ratna langsung memberikan gue sejumlah pertanyaan mengenai sela , gue ceritakan apa yang terjadi ,
"**** lu sandi ah , dah dapet cewe se perfect sela masih aja milih cewe lain" kata anto
"godaan laki laki itu adalah wanita to , siapa juga yang mau berakhir kaya gini" kata gue
"tahan lah san , masa iya lu kalah sama napsu lu sendiri" kata anto
"lu hebat dalam hal gaib tapi lu kalah dalam hal percintaan , mikir lah" kata anto
"iya to iya maaf" kata gue
"ya gara gara lu juga ini si sela jadi kepala divisi kita , lu tau kan tadi dia kayak gimana? mendingan sama bokapnya dah langsung" kata anto
"iya to gue minta maaf , ini semua memang salah gue" kata gue
"jangan musuhin gue atuh , gue kan butuh temen" kata gue
"hahah tenang aja sandi , takut banget kita musuhin" kata ratna
"ya lebih baik ga punya pacar mba dari pada ga punya temen" kata gue
"selow aja san , ya mungkin kita belum terbiasa aja sama sela , kalau menurut gue sih dia cuma lagi marah sama lu , semoga aja dah ga lama dia kaya gini" kata anto
"ya semoga aja to" kata gue
"oh ya san , berkas yang tadi gue kasih ga usah dikerjain hari ini besok aja , lu kerjain aja yang dari bu sela" kata ratna
"iya mba makasih ya" kata gue
kemudian dari arah kantor ada sela jalan ke arah kantor dengan bu mega (kepala divisi juga lantai 3) , mereka gue lihat membeli makanan , gue cuma menunduk aja ga berani melihat wajah sela , "jangan sampe panggil nama gue jangan sampe panggil nama gue" ujar gue dalam hati , eh ga taunya "manggil juga"
"sandi ! istirahatnya lama amat? memangnya sudah selesai?" kata sela , dia ada didepan gue yang menunduk , gue kemudian melihat wajah sela , raut mukanya masih seperti kemarin malam , marah sama gue
"ya bu maaf saya istirahat sebentar, ini juga saya akan kembali ke kantor" kata gue
"bagus , tolong dipercepat jangan kelamaan , yang lainnya ga udah sok bantuin sandi ya , dia harus cepat kerjanya sendirian" kata sela pada yang lain
"baik bu" kata temen temen gue
"gue duluan deh ya , biar cepet selesai" kata gue pada mereka, padahal gue baru aja istirahat setengah jam (normal 1 jam)
"ya san , semangat ya" kata ratna senyumin gue
"iya mba" kata gue balas senyuman ratna
gue kembali ke ruangan gue , "semangat deh!" kata gue berbicara sendiri , gue kemudian memulai merevisi dan mengetik ulang semua kerjaan gue itu , sehari itu juga sela ada diruangan gue jadilah kami yang biasa ngobrol dan bercanda sudah ga bisa .
pukul 17:00
kerjaan gue belum selesai , setengahnya aja belum , tapi teman teman gue udah bersiap untuk pulang
"san gue duluan ya" kata anto
"iya to dluan aja" kata gue
"sorry ya san duluan" kata ratna
"selow mba" kata gue
"yuuu sandi gue balik" kata tika
"sip tik" kata gue
kemudian tinggal gue berduaan sama sela , dia duduk di meja yang memang dulu kosong (meja untuk berkas berkas saja) , seharian dia kerjaannya cuma ngomelin gue dan teman teman gue padahal kami ga ada salah apapun ,
pukul 17:30
baru juga setengah kerjaan gue yang baru selesai ,
"gimana udah selesai belum?" kata sela
"belum bu baru setengah" kata gue
"lama bener kerjanya , bisa kerja ga?" kata sela
"maaf bu bukannya tidak bisa , karena ini sangat banyak" kata gue
"makanya pinter dong , ngetik aja masih lama!" kata sela , duh jujur aja sakit gue dibilang gitu , padahal ketikan gue ga lama lama banget
"ya bu maaf , saya usahakan belajar mengetik lagi" kata gue
"ya bagus!" kata sela
pukul 18:00
suasana sudah sepi banget dikantor , pintu ruangan gue terbuka taunya ada bokap sela
"sandi belum pulang?" kata bokap sela
"belum om ini masih ngetik" kata gue
"yu pah pulang" kata sela sambil memberesi barang barang yang ada dimejanya , beberapa pensil warna dan buku gambar
"sandi lanjut besok saja ya" kata bokap sela memegang pundak gue
"apaan sih pah , ini kan perintah aku , jangan ikut campur lah" kata sela
"inget kan apa yang papah bilang? jangan ikut campurkan masalah pribadi dengan kerjaan?" kata bokap sela
"udah om ga apa apa saya akan lanjutkan , lagipula sekalian belajar om" kata gue senyum
"bener nih sandi ga apa apa?" kata bokap sela , bokap sela begitu membela gue
"ya om ga apa apa ko , ada pak engkus kan?" kata gue
"ada ko dia rumahnya dekat disini , yaudah kalau kamu kuat lanjut aja , tapi kalau engga bisa lanjut besok ini perintah saya langsung" kata bokap sela
"baik om terimakasih" kata gue
"ih papah gitu banget sih" kata sela manyun
"jangan seperti itu sela , sandi juga manusia bisa cape" kata bokap sela
"biarin aja! , makanya jangan MAIN HATI!" kata sela teriak depan telinga gue , gue pikir sela memang sangat dendam sama gue , gue cuma senyumin aja , padahal ini hati gue nangis sampe digituin
"apa lu senyum gitu sama gue! , dah lah males!" kata sela mengambil tasnya kemudian keluar ruangan
"hayo pah pulang! ! !" teriak sela didepan ruangan gue
"udah sandi jangan dimasukin ke hati ya , harus kuat" kata bokap sela ,
__ADS_1
"iya om makasih ya" kata gue senyum
kemudian bokap sela keluar ruangan , gue jadilah sendirian diruangan gue , gue keluar ruangan menuju dapur menyeduh susu dan mengambil beberapa cemilan . gue lihat pak engkus sedang nyapu didekat tangga
"eh sandi belum pulang?" kata pak engkus
"belum pak , ini saya ada lemburan" kata gue
"yasudah bapak tungguin ko sekalian beres beres" kata pak engkus
"oke pak" kata gue
gue kembali ke meja kerja gue dan kembali mengetik ,
pukul 21:00
kerjaan gue BERES! ! ! , gue kemudian mengirim file file itu ke email sela , sesudah itu gue beres beres meja kerja dan mengambil tas, gue keluar ruangan gue panggil panggil nama pak engkus ,
"pak pak saya sudah selesai" kata gue , kemudian dibalas tuh
"saya dilantai 5 sandi" kata pak engkus , tapi gue berpikir , gue dilantai 1 sementara pak engkus dilantai 5? ko bisa kedengeran ya? ada gue salah denger?
"saya pulang duluan ya pak!" kata gue
"tunggu sandi , bisa kelantai 5 dulu ga bantu bapak" kata pak engkus , ya karena gue orang baik dan pemberani gue naik tuh kelantai 5 , lantai perlantai gue telusuri tidak ada sih itu kunti kunti yang biasanya banyak , nah sampai lah gue dilantai 5 , gue lihat pak engkus sedang berjongkok dibawah besar yang ada disana ,
"ada apa pak?" kata gue
"ini ada yang rusak san" kata pak engkus
"apanya yang rusak?" kata gue , gue membungkukan badan dekat banget dengan pak engkus
pak engkus membalikan badan , dan . . .
"INI YANG RUSAK " tangannya itu menunjuk muka yang memang rusak , hidung hancur , matanya ga ada , bibir sobek , berdarah !
"hihihihhohohohhihihih" suara itu menggema se isi ruangan
"aduh ko jadi dikerjain sih" kata gue , gue bangun dari bungkukan gue masih memandang wajah serem itu setan jail, gue mau lari tapi nanti cape , mau teriak percuma ga ada orang , gue kemudian memanggil nyai an dengan ajiannya yang pernah diberikannya untuk gue
muncul tuh nyai an disamping gue , tapi setelah muncul itu sosok yang menyerupai pak engkus menghilang
"nyai tuh tadi ada setan jail banget , kaget saya" kata gue
"tadi ya sandi?" kata nyai an
"iya nyai tadi , saya mau pulang diteriakin suruh naek , eh taunya setan" kata gue
"maaf ya tadi pasukan saya semua masuk kedalam kerajaan jadi tidak ada yang mengawasi bawah" kata nyai an
"oh gitu ya" kata gue
"maaf ya memang disini tuh setannya jail semua , tapi tenang untuk pasukan saya tidak ada ko yang jail karena mereka sudah kenal dirimu" kata nyai an
"mampir dulu hayu ke atas san , sedang ada pesta" kata nyai an
"wah makasih deh nyai tawarannya tapi saya mau pulang dulu" kata gue , nanti gue ceritakan pengalaman ini di side story (pesta kerajaan nyai an)
"ya sandi , maaf " kata nyai an yang kemudian menghilang
gue turun sampai lantai dasar , gue lihat pak engkus sedang tiduran dikursi , gue perhatikan mukanya , "bukan setan lah" kata gue
"pak pak bangun" kata gue ,
"eh eh iya sandi " kata pak engkus
"yu pak pulang jangan disini tidurnya" kata gue
"iya san , eh tadi saya buatkan susu hangat sudah diminum belum?" kata pak engkus
"loh saya dari lantai 5 pak" kata gue
"eh tadi kan sandi diruangan itu?" kata pak engkus menunjuk ruangan gue yang sudah gue matikan lampunya
"itu kan lampunya saja sudah mati pak , masa iya saya didalam hehe" kata gue
"ih barusan hidup san" kata pak engkus kucek kucek mata
"udah udah pak jangan dipikirin , mungkin tadi mimpi" kata gue menenangkan pak engkus
gue dan pak engkus kemudian masuk keruangan kerja gue , gue nyalahkan lampu dan benar aja ada 2 gelas susu , yang satu sudah gue minum dan yang satu masih utuh
"tuh kan ada 2 , duh bapak jadi merinding nih" kata pak engkus
"ya pak memang pada jail dikantor ini , dan sebenernya bukan dari gudang lantai 6 tapi memangnya didaerah sini aja pada jail" kata gue
"iya san bapak tau , bapak sudah bertahun tahun kerja disini , dulu kan tanah ini bekas kuburan ketika jaman penjajahan , ya bapak juga sebenernya mau keluar dari sini tapi ditahan terus oleh bos , jadi ga enak" kata pak engkus
"sabar aja pak , nanti deh aku kasih 1 pendamping" kata gue
"pendamping apa san? jin gitu ya? khodam?" kata pak engkus
"khodam dan jin pendamping beda pak , nanti saya kasih batu cincin deh dari kampung hehe , ini cuma sebagai penjaga ya pak bukan apa apa lagi , jangan menduakanNya" kata gue senyum ke pak engkus
"oke sandi terimakasih ya kalau gitu , berapa tuh?" kata pak engkus
"saya iklas pak ga usah dipungut biaya" kata gue
kemudian gue dan pak engkus pulang , gue tunggu kendaraan umum didekat kantor gue sudah jarang , "wah jam segini masa ga ada angkot ya , metro mini juga ga ada" kata gue bicara sendiri , gue lihat jam ditangan gue juga sudah hampir jam 10 malam,
"naek taxi mahal , naek ojeg apa ya" kata gue , gue kemudian jalan dipinggiran trotoar , sampai lampu merah yang sudah agak jauh dari kantor gue , disana ada bajai yang sedang berenti , ya karena terpaksa gue naik bajai aja , mahall couuyyy harganya 4 kali lipat dari biasa gue naek angkot
sampai lah gue didepan banget rumah cindy , gue masuk seperti biasa langsung tiduran dikamar , pintu kamar gue diketok ketok
"san san buka" suara cindy dibalik pintu
"buka aja kali ga dikunci" kata gue
kemudian cindy masuk kamar dan duduk disebelah gue
"san besok malem ikut gue yu" kata cindy
"kemana cin?" kata gue
"ke acara ultah temen , pliss" kata cindy
"lu ajak aja cowo lu" kata gue
"nah itu masalahnya san , dia ga bisa" kata cindy
"kenapa ga sama temen temen lu cin? cape gue pasti besok , ini aja gue pulang malem" kata gue
"memangnya ada apa?" kata cindy
"sela jadi bos baru gue , di kerjain gue sama dia seharian" kata gue menutup wajah gue dengan bantal
"hahaha lu sih kerjaannya selingkuh , ya dia juga marah banget lah san , sampe sampe dia tinggalin kuliah di luar negeri balik lagi dijakarta , feel gue sih dia cuma caper sama lu tuh" kata cindy
"gue kenal sela san , gue tau dia masih sayang sama lu" kata cindy
"ah cin tapi gue ga mau sama dia , percuma udah gue sakitin , mendingan gue cari lagi" kata gue
"ya serah lu sih , gue cuma kasih saran , kayaknya juga sela dateng loh besok ke acara itu" kata cindy
"aaaaaaa tambah ga mau gue!" kata gue
"hayolah san pliss! ! ! !" kata cindy
"besok kalau gue pulang setengah hari gue bisa cindyy , kalau gue pulang malam gue gamau" kata gue
"siap bos kalau gitu , janji ye" kata cindy
"iya cin" kata gue
esok harinya gue masuk agak pagi ke kantor gue , belum ada siapa siapa disana , gue beres beres berkas yang masih agak berantakan bekas semalem. dan ga lama temen temen gue sudah berkumpul .
"biasanya sih kalau sabtu bos bos itu ga ada , semoga aja sela ga masuk" kata gue ke ratna
"hahaha ngarep banget lu bos baru ga masuk" kata sela
"ya iyalah mba , gue bisa gila lama lama" kata gue
__ADS_1
"jalanin dulu san , gue rasa sela itu cuma caper sama lu" kata ratna
"ah sama aja lu mba kaya saudara gue ngomongnya gitu , padahal gue males banget" kata gue
"kenyataannya san , harusnya dia kasih kerjaan juga sama kita kita tapi kemarin cuma lu doang" kata ratna
"gimana mba aja dah" kata gue
pukul 10:00
bos baru belum datang berarti aman nih ga ada kerjaan numpuk ! ! !
pukul 12:00
gue pulang kerja ! ! ! , dengan secepat kilat gue menuju rumah cindy , sebelum ke rumah gue mampir dulu ke warkop pak tohir
"pak biasa susu" kata gue
"siap bos , wih kayaknya udah seger nih muka" kata pak tohir
"hahaha biasa lah pak , masalahnya selesai" kata gue
"nih 3 in 1" kata pak tohir
"maksudnya pak?" kata gue
"3 saset jadi 1 , bapak tambahin satu gratis!" kata pak tohir
"hehe makasih ya pak , baek banget" kata gue senyumin , lalu kami terlibat ngobrol agak lama,
sudah satu jam an gue ngobrol dengan pak tohir , karena mau sore gue pun pulang ke rumah cindy , gue jalan melewati taman yang memang harus dilewati. gue lihat ditengah tengah taman ada cewe yang kemarin malam teriak teriak dikejar ular , sekarang dia sedang melamun , disampingnya masih ada ularnya . gue coba deketin dia
"hey boleh duduk disini?" kata gue pada cewe itu , padahal gue tau itu ada ular disebelahnya
"jangan , ada ular saya disini" kata cewe itu menunjuk ular, jadilah gue tetap berdiri
"ah masa sih? mana ga ada?" kata gue
"ya semua orang bilang kayak kamu ko , makanya aku dikucilkan oleh teman dan saudara saudara aku yang bisa mengerti cuma mamah aku" kata cewe itu
"mamah kamu bisa lihat?" kata gue , cewe itu geleng geleng kepala
"bukan mamah aku tapi kakek aku , papah dari mamah aku" kata cewe itu
"ohhhh" kata gue , berarti ini keturunan
"memangnya kenapa? bukannya bersyukur bisa melihat?" kata gue
"kamu itu ga tau!" cewe itu memandang gue sambil berdiri!
"apa apa aku lihat! , entah itu di wc rumah , dijalan , sampai ditempat mall yang ramai! , saya bisa gila lama lama seperti ini!" kata cewe itu meneteskan air mata
"kamu ga ngerasain jadi aku! , aku ga mau bisa melihat gini ! , kakek aku bodoh sebelum meninggal dia nurunin ilmunya pada aku! aku itu ga mau!" kata cewe itu kemudian lari diikuti ularnya
"kasihan banget ya dia , nanti deh harus ditemenin dan dibimbing" kata gue bicara sendiri
gue balik ke rumah cindy , karena gue sudah janji dengan cindy jadilah gue dengan cindy ke pesta ulang tahun teman sekolahnya cindy mengendarai sepeda motor. sampailah kami rumah yang cukup megah sudah dihiasi pernak pernik ulang tahun , ketika itu masih jam 5 sore , cindy itu kan teman baiknya jadi dia diminta datang lebih awal
"san ikut gue aja ya nanti disana" kata cindy
"yoo" kata gue
kami masuk tuh ke kediaman teman cindy , "lebih besar rumahnya dari rumah sela" kata gue dalam hati , cindy kemudian menghampiri seseorang yang ada didekat panggung , ya itu teman cindy yang ulang tahun , gue ikuti aja dan kemudian kami bersalaman
"pacarnya sela ya" kata riska (teman cindy yang ulang tahun)
"hehehe udah engga" kata gue
"loh kenapa?" kata riska
"ga apa apa ko , kayaknya ga cocok aja" kata gue senyum
"ah padahal kalian cocok loh , kan gue lihat kalian ketika sela ulang tahun" kata riska
"ohhh gitu ya hehe" kata gue
"san kalau lapar makan dulu aja dibelakang" kata riska
"oke siap" kata gue
"lu lapar ga san?" kata cindy membenarkan posisi dasi kupu kupu gue , padahal gue ga betah tapi dipaksa
"kaga cin , gue mau nyusu" kata gue
"nyusu apaan sandi?" kata riska ketawa sendiri
"maksudnya susu putih gitu , yang dingin" kata gue
"yaudah kebelakang aja minta diseduhin" kata riska
ya kemudian gue kebelakang , gue duduk dikursi yang ada disana membelakangi rumah riska .
"pasti jadi kacang goreng nih gue malam ini" kata gue dalam hati
"duh mau pipis" kata gue
ketika gue mau bangun dan balik badan pundak gue ditahan
"wei siapa?" kata gue
"tebak siapa hayo" kata suara itu , ga asing
"SONI!" kata gue balik badan
"hay my old friend!" kata soni , gue berpelukan (bukan homo) ya mungkin kangen aja
"***** kemana aja lu son" kata gue
"haha ada aja gue san , gimana kabar lu" kata soni
"baik gue , lu? eh ko lu bisa kesini?" kata gue
"haha yang ultah cewe gue san" kata soni
"wih hebat lu dapetnya , gimana dapetin riska nih?" kata gue
"haha nanti deh gue ceritain san , eh cewe lu namanya sela temenya cewe gue kan? gue baru pacaran 2 bulan sama riska jadi belum kenal semua teman temannya termasuk cewe lu san" kata soni
gue yang tadinya mau pipis ga jadi , gue duduk kembali dan menceritakan apa yang terjadi pada soni , gue dengan sela (bos) dan sela (pkl) ,
"udah ga aneh san gue sama si sela (pkl) , memang gitu sifatnya makanya gue putus sama dia nanti gue ceritanya jangan sekarang, lu sih gue hubungin susah bener nomor kaga ada yang aktif" kata soni
"ya gimana lagi son , nasib gue ga bagus cinta cintaan" kata gue
"berarti bukan jodoh san , gitu aja sih" kata soni
"jangan terlalu dipikirin lah" kata soni lagi
"hehe sip son , eh iya gue ganti nomor" kata gue
kemudian dateng tuh riska , cindy dan sela (bos) mereka itu udah kayak trio yang tidak dapat dipisahkan cieelah ,
"hey cowo cowo yu masuk dulu ke dalam" kata riska , gue lihat sela begitu cantik dan angun gue senyum aja lihat sela (mendadak)
"apaan lu senyumin gue ih ga level" kata sela
"hus jangan gitu sel , lu benci nanti jadi sayang lagi loh" kata riska
"hahahaha perasaan gue sih gitu" kata soni
"ah bisa aja lu son" kata gue
\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Terima kasih bagi yang sudah like, fav dan koment :), jangan lupa follow IG gue ya : supermansistem :) dan channel youtube gue : supermansistem
untuk bantu support gue di link : https://saweria.co/donate/supermansistem
Atau bisa via BCA : 5420-4410-71 (sahabat gue)
Terima kasih ^^
__ADS_1