
"tuutt ttuut ttuuutt" . . . . . gue cuma bisa bengong "elsa tau dari mana ? , apa ada yang lihat gue tadi ditempat makan? temen temen gue kan ke puncak juga , jangan jangan mereka kasih tau elsa" kata gue dalam hati . dingin sih disini tapi panas hati
“kenapa sayang?” kata sela menghampiri gue yang sedang berdiri menghadap jendela
“ehh ini si elsa telepon” kata gue
“bukannya udah putus ya?” kata sela
“iya udah ko” kata gue
“terus kenapa lagi?” kata sela
“dia lihat kita disini kayanya” kata gue
“yaudah mau gimana lagi, udah putus juga ko masih aja ganggu” kata sela
“iya udah sih sel, tapi gimana ya bingung gue” kata gue
“bingung kenapa? Udah sih sini ahh bobo” kata sela menarik tangan gue ke kasur
Gue tiduran disebelahnya, Saat itu sela sedikit membuka kancing kemeja tipisnya, membuat gue bisa melihat belahan besar yang indah.
“sel udah jangan, ntar gue napsu gimana” kata gue
“ya lanjut aja sih san” kata sela mencium telinga gue dan meniupnya, rasanya aneh, geli nikmat gitu
“njirrr napsu gue lama lama” kata gue dalam hati, tapi tetap gue tahan saat itu tapi tak lama pintu kamar itu diketuk “tok tok tok”
“ehh” kata gue kaget, gue lalu langsung bangun dan sela langsung menuju kamar mandi untuk menganti pakaiannya
“gue buka ya” kata gue sedikit berbisik dibalik pintu kamar mandi
“iya san,tapi gue takut kalau itu polisi duhhh” kata sela panik, karena saat itu kami memang masih sekolah
“yaudah mau gimana lagi, resiko. Tenang aja gue tanggung jawab” kata gue
“iya san makasih ya, yaudah buka dulu” kata sela
Gue lalu menuju pintu kamar, gue buka itu pintu tapi tak ada siapapun disana. Lalu terdengar suara di telinga gue “jangan melakukannya atau kau akan mendapatkan kesialan terus menerus” kata suara itu, suara wanita tapi gue tak bisa melihatnya
“aneh” kata gue berbicara sendiri, Gue menutup pintu kamar tak lama tercium harum bunga melati dihidung gue. “kayanya ada yang ngerjain gue nih” kata gue dalam hati
Tak lama sela keluar dari kamar mandi menggunakan baju tidur biasa dengan lengan panjang dan celana panjang.
“tadi siapa san?” kata sela melihat gue bingung
“ga ada siapa siapa sel” kata gue
“tapi gue denger ada yang ngetok pintu loh” kata sela
“iya gue juga sama, kayanya ada yang ngerjain kita. Mungkin anak kecil kamar sebelah” kata gue menenangkan sela
“iya kali ya” kata sela
Tak lama lampu kamar vila itu menjadi redup dan mati listrik
“ehhh kenapa ini” kata sela lari ke arah gue dan memeluk gue, sela memang agak parno kalau lagi gelap
“sandiii gue takut ih” kata sela panik
“iya sama gue juga takut sel, udah lu disini aja dulu. Gue coba keluar buat tanya ke penjaga vila” kata gue
“ahhh engga mau sendirian gue, gue ikut” kata sela
“yaudah” kata gue
__ADS_1
Mata ketiga gue saat itu memang belum dibuka tapi gue bisa merasakannya, ada sesuatu yang tak beres dengan vila yang kami tempati dan hawanya sangat kuat setelah mati listrik.
“srekkk” ada suara benda di seret, ada didalam lemari
“ehh apa itu? Coba san cek dong itu apa?” kata sela
“iya sebentar” kata gue, gue lalu menuju kedepan lemari, disana ada tetesan darah segar
“ko ada darah ya? Kamu mens?” kata gue ke sela
“ihh ngacok deh kamu, engga atuh” kata sela menghampiri gue
“coba didalam lemari ada apa? Kali ada hewan mati” kata sela
“oke coba gue buka” kata gue
Lalu gue coba membuka lemari yang tadi sudah diisi oleh beberapa baju sela, ketika dibuka …..
“BAAAAAAAAAAAAAAAA” ada suara dan kami tidak melihat apapun, sela langsung mundur dan terjatuh karena kaget, gue juga jadi mundur beberapa langkah. Tak lama ada wangi kemenyan dan melati disekitar kami.
“san, pulang yu san gue takut” kata sela menghampiri gue
“iya tapi kamu kuat ga bawa mobil?” kata gue
“atau kita pindah vila aja yu?” kata sela
“jangan deh, ngabisin duit doang. Ntar coba kita tanya resepsionisnya dulu” kata gue
“buat jaga jaga ambil semua baju aja, bawa turun. Jadi kalau ada apa apa ga usah balik lagi kesini, kali aja bisa pindah kamar” kata gue lagi kepada sela
“iya san” kata sela, gue lalu membantu sela merapihkan baju yang dari lemari tadi ke tas sela. Gue bawa tas sela itu.
kami keluar kamar. Kamar yang kami pesan memang bernomor 13 sih tapi kami tidak mencurigai hal hal aneh sebelumnya.
“HP lu mana? Gelap banget ini” kata gue ke sela, saat itu lorong vila kami sangat gelap
“ko sepi banget ya?” kata sela
“iya ya, perasaan tadi banyak orang jalan” kata gue
Gue merasakan ada beberapa langkah kaki dibelakang gue..
“diem deh” kata gue ke sela, lalu kami diam, tapi suara langkah kaki masih terdengar dibelakang kami walau kami sudah diam. Tiba tiba suara langkah kaki misterius itu pun berhenti
“wah ada yang ngikutin kita sel” kata gue merinding
“san jangan nakut nakutin terus deh” kata sela
“denger kan? Tapi pas kita berenti, tapi masih ada yang jalan?” kata gue
“iya sih, duhhh gimana dong, gue takut banget ini” kata sela disamping gue
“yaudah yuu jalan lagi” kata gue
Kami menuju area depan, walau takut tapi gue harus berusaha kuat melindungi sela. Gue gatau kemana mbah put yang seharusnya melindungi gue.
Sampailah kami di area depan vila. Disana gelap dan tidak ada siapa siapa, gue gatau kenapa jadi sangat aneh suasana disana. Lalu ada suara minta tolong…
“tolong….” Suara itu pelan
“eh san? Siapa itu?” kata sela melihat gue, kami saling bertatap tatapan, gue lalu mengarahkan cahaya ke pojokan kamar vila itu, ada seorang perempuan memakai gaun merah sedang duduk sambil menundukan kepalanya
“san sumpah itu setan” kata sela panik
“ya gue tau sel, tapi gue heran. Gue harusnya ga bisa lihat ko bisa lihat ya?” Kata gue
__ADS_1
“mungkin setannya kuat san?” kata sela
“bisa jadi” kata gue, gue mengarahkan cahaya lagi ke pojokan tadi, namun wanita bergaun merah itu menghilang
“tuhhh kan ilang” kata sela
“iya kan memang setan sel” kata gue
“yaudah yu cabut ah, aneh sumpah” kata sela
tiba tiba ada suara dugg dugg dugg, seperti suara loncatan sesuatu.
"san suaranya dari lorong tadi" kata sela melihat gue, gue arahkan cahaya ke lorong tadi, betapa kagetnya gue melihat pocong dengan muka hancur melihat ke arah gue, matanya merah menyala.
"AAAAAAAAAAAAAAAAAA" gue teriak sekuat tenaga
"ehh san san ada apa?" kata sela menenangkan gue
"pocong sel pocong" kata gue sambil menutup mata gue
Lalu tak lama ada bapak bapak dari arah luar mengarahkan cahaya senternya ke arah kami.
“hei kalian ngapain disini?” kata bapak tersebut, penampilannya seperti bapak bapak kang villa. Jadi kita sebut bapak kang vila
"pak ada pocong pak" kata gue menujuk ke arah lorong tapi pocong tersebut sudah hilang
"ini rumah kosong loh, ya pantesan ada setannya" kata bapak itu
“hah rumah kosong?” kata kami saling bertatapan heran
Gue lalu melihat sekitar, betapa terkejutnya gue melihat penampilan rumah ini, rumah ini kosong dan sangat kotor. Gue melihat sela sangat kotor dengan debu, apakah kami disesatkan ke rumah ini? Kejadian ini membuat gue sangat kebingungan sampai saat ini (makanya part ini gue ga publish sebenernya memang agak aneh malam itu dan akan membuat pembaca bertanya tanya..)
“lalu kenapa kalian kesini?” kata bapak kang villa
“pak tadi kami kesini, vila pak bagus tempatnya” kata gue bingung, sela terlihat sangat shock
“yasudah mari kita keluar dulu” kata bapak itu
Kami berjalan kedepan rumah itu, gue melihat kebelakang ternyata itu adalah rumah tua yang sudah tak terpakai, mobil sela memang masih ada didepan rumah itu makanya bapak kang vila tadi heran kenapa ada mobil masuk ke rumah kosong. Singkatnya kami diantar ke villanya bapak itu, disana asli dan bukan seperti vila kami sebelumnya. Ada emak emak tua (sesepuh disana) yang mengatakan bahwa kami disesatkan oleh salah satu kuntilanak merah didaerah sini yang memang terkenal dengan keusilannya. Info dari emak itu kalau saja kami tidak ditemukan tadi, mungkin saja sudah jadi gila atau tidak ditemukan…..
“sel pokoknya jangan cerita cerita kesiapa siapa kejadian ini” kata gue ke sela yang masih memakai haduk setelah mandi
“iya san, aku gamau sampe kejadian gini lagi” kata sela
“iya maaf ya sel” kata gue
“kenapa lu minta maaf san?” kata sela
“iya gue minta maaf soalnya gue ga bisa lindungin lu, gue ga bisa rasain apa apa sebelum kita kesana tadi” kata gue
“iya udah ga apa apa san, memang kita lagi sial aja kali” kata sela
Kami tidur malam itu dengan semua keanehan yang masih menjadi tanda tanya besar dalam hidup gue. kuntilanak merah, ya memang salah satu hantu paling usil. Power Mereka 1 tingkat diatas genderuwo. Jumlahnya pun ga banyak dari pada kuntilanak putih. tapi sekalinya mereka ada disekitarmu, tidurmu tidak ada bisa menyenyak…
Saat itu kami berjanji tidak akan publish cerita ini tapi dengan seizin dari tokoh sela, gue bisa menulisnya disini.
Besok harinya setelah tidur di vila bapak kang vila, kami kembali ke jakarta. dan singkat cerita gue berpacaran dengan sela ^^ , nantikan di part selanjutnya ya...
\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Terima kasih bagi yang sudah like, fav dan koment :), jangan lupa follow IG gue ya : supermansistem :)
untuk bantu support gue di link : https://saweria.co/donate/supermansistem
Atau bisa via BCA : 5420-4410-71 (sahabat gue)
__ADS_1
Terima kasih ^^