Petualangan Anak Banten

Petualangan Anak Banten
Part 78


__ADS_3

"benar kamu itu **** sandi , teman kamu juga **** ! ! !" kata nyai an sangat marah . ada ada aja mbah tam pake makan anak buat nyai An


"maaf nyai , aduh mbah saya itu cuma ga sengaja nyai" kata gue membela mbah tam


"KELUAR! , SURUH MEREKA PERGI!" kata nyai An dengan suara keras


"baik nyai" kata gue


gue lalu mendekati mbah tam dan mbah put ,


"keluar dulu mbah , nyai nya marah tuh lah jadinya" kata gue berbisik


"saya tidak mau bro sandi kenapa kenapa" kata mbah put


"mbah tam sih pake makan kunti , memang enak gitu rasanya kunti?" kata gue


"saya bisa makan sesama jin bro sandi" kata mbah tam , waduh ini jin kanibal berarti


"jangan seperti itu mbah tam , ga boleh lagi makan kayak gitu" kata gue


"baik kalau gitu bro sandi saya tidak akan seperti itu lagi , saya pergi dulu , kalau ada apa apa bro sandi panggil saya saja" kata mbah tam yang kemudian pergi ,


"mbah put ga pergi?" kata gue


"saya tidak akan pergi" kata mbah put


"nanti mbah kenapa kenapa ih" kata gue


"saya akan menjaga bro sandi" kata mbah put


"bentar ya mbah , saya nanya nyai An dulu" kata gue


gue samperin nyai an , eh nyai - An sedang berjalan kedalam kerajaannya ,


"tidak apa apa kalau macan itu , saya tau niat macan itu baik bukan seperti ular itu" kata nyai an berbicara sambil berjalan tanpa melihat gue


"ya nyai - An terimakasih ya" kata gue , lalu "heemm mbah tam jahat gitu ya?" kata gue dalam hati


gue dan mbah put masuk ke dalam kerajaan gaib nyai - An , ya seperti perumpamaan sebelumnya , gudang yang telihat kumuh kotor dan banyak debu itu berubah menjadi ruangan kerajaan nan mewah , kunti kunti yang terlihat seram juga berubah menjadi dayang dayang cantiknya Nyai - An , semua penduduk kerajaan ini adalah wanita . gue diberikan kursi oleh salah datu dayangnya nyai - An yang ada disana , lalu gue duduk berhadapan dengan nyai - An yang hanya dipisahkan oleh sebuah meja . mbah put ada disebelah gue .


"jadi ? mau apa kamu kesini sandi?" kata nyai - An


"saya hanya mau bertanya nyai , itu kenapa ada teman saya yang kesurupan oleh setan disini? kan saya sudah bilang kalau bisa kita berdamai jangan ada .." omongan gue dipotong


"siapa yang melakukan itu? dilantai berapa?" kata nyai - An ,


"lantai dasar nyai , lantai 1 , wujudnya itu terpisah pisah " kata gue , nyai - An geleng geleng kepala


"itu bukan anak buah saya" kata nyai - An


"terus itu siapa nyai?" kata gue


"sebenarnya lantai paling bawah itu adalah tempat makluk jin diwilayah sini berkumpul , jadi kemungkinan bukan anak buah saya saja yang ada disana" kata nyai - An


"aduh terus gimana tuh nyai? ada yang menganggu teman saya" kata gue , lalu gue lihat nyai - An seperti berpikir .


"..." suasana hening sesaat , hanya suara petir dan derasnya hujan yang terdengar sampai ruangan gudang ini . bagi orang yang melihat gue mungkin gue hanya duduk ditengah tengah kegelapan gudang yang saat itu mati lampu , ditambah sendirian , tapi bagi yang bisa melihat dunia lain itu berbeda . gue mungkin gila , tapi kegilaan gue ini beda emoticon-Big Grin


"bawa teman temanmu dilantai dasar itu , saya memperbolehkannya tapi hanya untuk lantai dasar , tidak boleh naik lagi" kata nyai - An


"oke deh nyai kalau gitu , terimakasih" kata gue


"ya sandi sama sama , soalnya lantai dasar itu bisa dibilang tempat umumnya jin yang lewat , maaf saya lupa memberi tahu hasil kesepakatan dengan mahesa ketika itu , karena sekarang lantai paling bawah itu jadi tempat umum bagi jin , bisa dibilang titik temu mereka , jadi lebih baik ada teman sandi yang berjaga jaga . sekarang sudah bukan tanggung jawab saya" kata nyai - An , gue cuma mengangguk dijelaskan seperti itu


"ya nyai ga apa apa ko , yang penting kan ada penjelasan jadinya saya tau tapi kenapa harus lantai paling bawah tempat ini nyai? kenapa tidak didepan tempat ini? kan banyak orang disini?" kata gue


"maaf tidak bisa jelaskan kepada dirimu , yang jelas teman temamu (manusia) harus kuat iman mulai sekarang , dan akan lebih baik lagi apa bila teman gaibmu berjaga , maaf saya sudah tidak memiliki kuasa lebih sekarang" kata nyai - An


"oh yaudah deh nyai kalau seperti itu saya pergi dulu" kata gue berdiri , sebenernya gue agak males mendengar ini , masa iya lantai dasar kantor gue jadi tempat jin berkumpul , "hadeuh"


"baik kalau gitu sandi , oh ya kalau mau naik bawa temanmu ini saja " kata nyai - An menunjuk mbah put


"memang yang lain kenapa nyai?" kata gue


"hati teman gaibmu ini suci bersih beda dengan yang lain , dia akan menjadi teman yang setia" kata nyai - An , gue cuma senyum


"kalau gitu saya turun dulu nyai" kata gue ,


gue kemudian keluar ruangan itu bersama mbah put , ketika gue tutup gudang itu secara bersamaan juga listrik kantor gue nyalah . "syukurlah" kata gue dalam hati


"hayo mbah put kita turun" kata gue


"baik bro sandi" kata mbah put


gue turun langkah demi langkah menurunin anak tangga dari lantai 6 ke lantai dasar , setiap lantai gue melihat banyak sekali kunti seperti yang gue lihat sebelumnya . serem? ya sangat serem . tapi masa gue lari gitu aja . gue perlahan lahan jalannya sambil bilang "misi mba misi"


sampai lah gue dilantai 2 (tempat bos dan ruang meeting) singkatnya gue dan client serta bos mengadakan meeting saat itu . gue duduk didekat bokap sela


"sandi , apakah disini ada sesuatu?" kata bokap sela berbisik


"ada om , belakang orang itu" kata gue menunjuk dibelakang client gue ada kunti


"tolong usir dong , saya tidak mau mereka ketakutan" kata bokap sela


gue lalu nyuruh mbah put untuk mengusir itu kuntil dan berjaga didepan ruang meeting , setelah selesai jam 4:30 , gue lihat hp banyak banget sms dari sela


"sandi , aku tunggu kamu jam 6 sore , jangan lama ya ! " sms dari sela


gue lalu bergegas naik kendaraan umum untuk pulang dulu ke rumah cindy , sampai rumah cindy gue langsung mandi dan bergegas berangkat menuju kota tua jakarta .


"woi mau kmana lu cepet cepet banget tuh pake baju" kata cindy melihat gue dikamar


"maen cin , ada janji" kata gue


"inget sela lu , lu ko ga hubungin sela sih?" kata cindy, sela pacar gue masih inget?


"gue udah inbox cin , belum dibales sama dia" kata gue ,


"coba lah telepon" kata cindy


"gue telepon ga aktif" kata gue


"yaudah deh, yang penting jangan kecewain sela ya san" kata cindy


"siap bu" kata gue ,


gue kemudian lari kearah depan mencari tukang ojeg yang ada didekat sana , lalu meluncur ke tempat janjian gue dan sela . setelah sampai gue sms sela ,


"sel dimana? gue udah sampe ni , sorry telat" sms gue pada sela , gue lihat jam sudah pukul 18:30 , telat dah , ga lama ada yang mencubit pinggang gue dari belakang


"saaaannnddddiiiii laaammaaaa" ucap sela dibelakang gue ,


"aduh aduh sakit" kata gue meringis kesakitan


"lama banget sih" kata sela manyun sambil melepaskan cubitannya


"maaf sel , tadi meeting dulu , terus macet banget dijalan" kata gue


"makan dulu yu laper " kata sela


"makan apa? jangan mahal mahal belum gajian gue sel" kata gue jujur , mendingan jujur lah dari pada sok ajakin makan tapi ga punya duit iya ga?

__ADS_1


"haha sandi sandi kan lu tau gue ga suka makan yang mahal mahal , kita makan yang biasa aja , nasi goreenng" kata sela menarik tangan gue


"bisa aja lu sel" kata gue ,


kami menuju tempat nasi goreng yang ada didekat sana ,


"bang 2 porsi , jangan pedes" kata gue , gue lihat sela senyum


"napa lu sel?" kata gue


"masih inget aja lu san gue ga suka pedes hehe" kata sela


"iya lah masa dilupain" kata gue


"cieeee ehemm" kata sela senyum , duh senyuman sela ga berubah dari pertama gue bertemu ketika PKL dulu


"eh sel , sekarang kerja sama kiki ya?" kata gue


"iya , ko tau?" kata sela


"nebak aja eheheh" kata gue


"ko bisa sih sel?" kata gue


"bisa apa san?" kata sela


"jadian sama kiki?" kata gue


"ya ga tau san , namanya juga sayang kali" kata sela senyum


"ohh , jadi lu sayang sama kiki?" kata gue


"..." sela diam sambil mengaduk ngaduk es teh manis yang ada didepannya


"kenapa diem?" kata gue


"sebenernya san.." kata sela


"kenapa? " kata gue


"sebenernya gue ga sayang sama kiki san , gue cuma kasihan sama dia" kata sela


"loh memang kenapa? jangan gitu sel , masa iya pacaran dan mau nikah cuma merasa kasihan? , ga ah ga boleh!" kata gue serius


"tapi kan hati itu ga bisa dipaksakan iya kan?" kata sela


"ya lu kenapa ga jujur sama kiki tentang ini sel?" kata gue


"gue udah berusaha jujur san , tapi kiki ga mau ngerti aja , dia itu egois" kata sela


"masa sih? kiki? " kata gue


"ya kan lu ga tau sifat aslinya , pertama gue nyaman san , tapi kesini kesini gue ga nyaman , gue lebih nyaman deket lu" kata sela memegang tangan gue


"..." gue menatap tajam matanya


"selaa . ., gue juga sebenernya sayang sama lu , gue cinta sama lu , tapi gue udah punya pasangan begitupun dengan lu sel yang mau nikah" kata gue memegang erat tangan sela


"gue juga sayang lu san" kata sela meneteskan air mata


"jangan nangis sel , kan lu bilang sendiri sama gue , jodoh itu ga kemana" kata gue


"tapi , gue ga bisa lihat kedepan lagi sekarang san , gue ga tau ini kenapa , biasanya ketika gue merenung atau melamun tiba tiba datang seperti mimpi dilamunan gue , tapi sekarang kosong san , ada yang menghalangi tapi gue ga tau ini kenapa" kata sela sambil mengusap air matanya


"kenapa ko bisa ya?" kata gue


"ga tau san , mungkin lagi banyak pikiran aja kali ya" kata sela , gue sih lihat sela ga ada sesuatu yang janggal


"jangan malem malem ya sel , gue takut kiki curiga" kata gue


"tenang aja kiki ga bakalan tau , dia itu lembur san" kata sela


"tapi perasaan gue , kiki itu ada disekitar sini loh sel" kata gue , gue merasakan hawa keberadaan macannya kiki ,


"gue rasain macannya" kata gue lagi


"kan kiki udah lepas semua ilmunya san , mana mungkin itu macan balik lagi ke dia? mungkin itu macannya lagi jalan jalan kali hehe" kata sela


"hemm iya juga sih , tapi gue ga pernah salah deh kalau gini" kata gue ,


"udah udah makan dulu aja ih san" kata sela menyuapi gue nasi goreng ,


setelah nasi goreng habis kami jalan jalan sebentar disekitar sana , sambil menikmati alunan lagu musisi jalanan kami makan es krim durian dan duduk dibawah pohon besar ,


"gue mau selalu seperti ini san sama lu" kata sela menyenderkan kepalanya dipundak gue


"ya sel gue tau , tapi gimana lagi . lu dan gue . . ." omongan gue dipotong


"apa sih san? kan bisa kita dari awal lagi" kata sela melihat gue


"iya gue tau , tapi gue ga mau ada orang yang kecewa , sebenernya sekarang gue lagi kecewain sela pacar gue yang diluar negeri sel" kata gue mengusap rambut sela


"ya gue tau ko san , pasti dia sakit hati kalau lihat kita , begitupun dengan kiki , tapi mau gimana lagi , ini udah terjadi" kata sela


kita duduk berduaan sampai sekitar jam 9 malam saat itu . karena sudah agak malam menurut gue jadi kita menuju jalan raya , padahal si sela masih mau berduaan sama gue tapi gimana lagi , kalau punya kendaraan pribadi sih ga apa apa ,


ketika itu gue masih polos gan , karena ya masih belum tahu benar kondisi kota jakarta yang sebenarnya kendaraan umum seperti taxi (ketika itu) ya masih ada diatas jam 9 malaman dan mungkin 24 jam . karena kalau dikampung gue jam 9 keatas aja udah sepi emoticon-Hammer


kami menunggu taxi didepan stasiun kota yang jaraknya tidak jauh dari kota tua jakarta (kalau yang belum tau) ,


"yakin sel mau pulang sendirian?" kata gue


"iya san ga apa apa ko" kata sela


"eh lu tinggalnya dimana?" kata gue


"gue nge kos san , ya lumayan sih kalau dari sini" kata sela senyum


"terus kenapa lu ga mau ditempat yang lebih deket aja sel?" kata gue , sela geleng geleng kepala


"gue maunya tempat ini san , tempat dimana kita pertama kali jalan bareng " kata sela senyum


"tempat dimana gue itu sayang sama lu" kata sela lagi , wajahnya begitu dekat dengan gue . hembusan nafasnya naik turun . , sedikit lagi , , , sedikit lagi ! ! !


"ehhh san , itu ada taxinya" kata sela menunjuk taxi dibelakang gue , tadi hampir aja kita ciuman , taxi pun berenti didepan kami


"heeemm ok deh , hati hati kalau gitu sel" kata gue


"iya san lu juga hati hati ya , love you" kata sela , kemudian naik kedalam taxi


"too sel" kata gue senyum ,


gue kemudian duduk ditangga tangga didekat stasiun saat itu , gue merasa ada yang janggal yang mengikuti gue sedari tadi ketika bersama sela , gue lihat sekitar , pelan pelan gue fokuskan mata ketiga gue dikeramaian orang orang yang berjalan , lalu tanpa sengaja gue melihat sesosok kepala macan yang ada dibelakang tukang gorengan , ya hanya kepala macan saja yang gue lihat , gue perhatikan lagi ini macan seperti macannya kiki . lalu ga lama itu kepala menghilang .


"mati gue , itu macanya kiki , apa nanti kiki tau ya? eh kan kiki ga bisa lihat macanya? ah masa bodo ah" kata gue dalam hati walau gue kaget , gue barusaha menenangkan diri


hari demi hari , minggu demi minggu gue lewati dijakarta , ga kerasa gue sudah 1 bulan kerja , dan selama itu juga gue sering ketemu dengan sela , ya sela teman PKL gue ,( gue ga henti hentinya mengingatkan karena ada 2 nama yang sama dalam 1 cerita gue ini ,jangan sampai tertukar ). gue ajak nonton sela , dan kadang sela yang ajak jalan gue , kita seneng senengan aja walau status kita itu "pacar orang" , tapi gue tahu bener kalau itu "SALAH" , tapi yang namanya godaan dan bisa dibilang hawa napsu itu susah diajak kompromi (bukan napsu dalam sex tapi dalam bertemu) . mungkin sudah 4 kali kita ketemuan dalam beberapa minggu itu . malam minggu dan malam sabtu , ya itu hari yang tepat buat gue dan sela jalan bareng , walau kita jalan pakai busway ataupun bajai , tapi gue merasa bahagia banget bisa deket sama sela , saat itu cuma sela yang menjadi teman terbaik dan bisa dibilang tersayang .


ketemuan kelima kali . . . hari sabtu sore , gue menuju kosan sela


gue saat itu pakai banyak parfum (maklum abis gajian jadi beli ) , pakai baju baru , dah rapi aja dah pokoknya , rumah ketika itu sepi , cindy sedang jalan sama cowonya , ketika gue buka pintu ada mbah put didepan pintu

__ADS_1


"eh mbah , ada apa ini?" kata gue sebari mengancingkan lengan panjang kemeja gue


"maaf bro sandi , saya hanya memberitahukan sesuatu , lebih baik bro sandi jangan keluar malam ini" kata mbah put


"loh memangnya kenapa mbah?" kata gue


"perasaan saya tidak enak bro sandi" kata mbah put


lalu gue jongok depan muka mbah put ,


"udah ga apa apa mbah , saya hanya keluar sebentar ya , mbah put ikut aja" kata gue senyum


"baik kalau gitu bro sandi" kata mbah put


gue lalu keluar komplek diikuti mbah put , dan yap banyak anjing disekitar sana menggonggong ke arah gue , lebih tepatnya ke mbah put . orang orang disana sih agak heran sama gue , tapi gue sih cuek aja jalannya ,  (bayangin selama jalan digong gongin anjing , rasanya itu bak raja wkwkwkkwk canda)


sampailah gue didepan kosan sela (untuk daerahnya gue rahasiakan) , bukan seperti kosan sih tapi rumah . gue masuk membuka gerbang kosanya itu , tanpa gue sadari ada tangan yang memegang pundak gue , gue menoleh kebelakang ada KIKI (pacar sela) ! ! ! .


"ngapain lo san?" kata kiki yang kemudian meninju muka gue agak keras , tepat dihidung sampai keluar darah dan kepala gue agak pusing


 


"awww" gue memegangi hidung gue yang keluar darah


 


"ohhahah gitu ya ternyata san , lu berani nikung calon kaka ipar lu dulu? untung lu ga jadi sama CACA!" kata kiki


 


"kalau tau gini gue ga SUDI!" kata kiki


 


"CUIH!" kiki meludah depan sepatu gue


 


"tunggu dulu bang , gue mau jelasin" kata gue


 


"jelasin apa lagi san? lu tuh udah ambil sela dari gue ! , gue itu kiki san , gue itu kaka kandung alm caca ! , gue itu tau lu san!" kata kiki


 


"maafin gue bang" kata gue menunduk , gue sungguh menyesal , apa lagi kiki bilang seperti itu , gue sudah gelap mata


 


"gue ga bisa maafin lu san , lu udah gue anggap adik gue sendiri , dan lu berani banget kecewain gue san ? , sela itu calon bini gue ! , kita akan menikah dan semua ini bakalan batal gara gara ulah lu san! ! !" kata kiki , tetesan air mata kiki membuat gue sedih,


 


"maafin gue bang , iya gue salah , gue cuma . .. . gue cuma . . ." kata gue


 


"lu cuma sayang sela kan? memangnya gue ga tau?" kata kiki


 


"lu bener san , macan gue balik lagi ke gue walau gue udah buang , dia bilang apa yang dia lihat ketika lu jalan sama sela , sekali sih ga apa apa , ini sudah 4 kali , gue sakit hati san sakit .dan sekarang gue lebih percaya macan gue dari pada omongan lo!" kata kiki


 


"walau gue ga bisa lihat macan gue , gue tau keberadaan dia" kata kiki , memang benar dibelakang kiki muncul macan pemberian alm bokapnya


 


"dan lu tau ga? gue udah ambil seluruh pasukan milik almarhum bokap gue , gue udah ga mau lagi semua harta warisan tak terlihat almarhun bokap gue jatuh ditangan lu!" kata kiki ,


 


dan benar saja , tidak lama kemudian bermunculan pasukan milik keluarga caca yang kemarin ada di gue , semua berkumpul dibelakang kiki .


 


"buat gue , lu itu penghianat san , lu udah bukan bagian dari keluarga gue" kata kiki ,


 


"lu mau ambil dia?" kata kiki menunjuk arah belakang gue , ada sela


 


"ambil aja sana , gue ga butuh lu berdua! sial! ," kata kiki


 


"yaang yang aku bisa jelasin" kata sela lari ke arah kiki


 


"jelasin apa lagi sel?" buat gue lu itu busuk! lebih busuk dari sampah !" kata kiki kemudian kiki pergi meninggalkan gue dan sela ,


gue lihat sela menangis , dan lari ke arah kosannya tanpa berkata apapun sama gue , jadi gue salah ? ya gue salah banget , gue kemudian duduk dikursi batu yang ada didekat gerbang kosan sela sambil memegangi hidung gue yang masih keluar darah ,


seluruh pasukan keluarga caca menghilang kecuali kepala pasukan macan (keluarga caca) mbah macan besar , dia menatap gue dengan tajam


"selamat tinggal sandi , kelak ketika perjanjian ini sudah berakhir , kami akan kembali pada sandi yang baik hati , jangan lupakan kami semua ya " kata mbah macan senyum


"terimakasih ya mbah macan atas segala bantuannya" kata gue senyum sambil meneteskan air mata , mungkinkah ini sebuah perpisahan?


ga lama mbah macan itu menghilang dan datang mbah put disebelah gue


"bro sandi maaf , saya tadi mau bilang kalau seluruh pasukan milik keluarga caca sudah diambil oleh saudaranya (kiki) , jadi bro sandi hanya memiliki kami" kata mbah put, kemudian muncul mbah kut mbah sut mbah tam dan nyai ro , gue mengambil napas panjang sambil mengusap air mata gue yang keluar tadi


"walaupun keluarga kita hanya segini , hanya sedikit , tapi kekuatan kita jauh lebih besar dari apapun ketika kita bersama , dan ingat ya kita akan selalu bersama sampai kapanpun , sampai kita bertemu lagi di alam lain , selalu bersama" kata gue berusaha tuk senyum padahal nih hati udah sedih banget , ,


sesungguhnya gue merasa kehilangan , sangat sangat kehilangan . satu dari kiki yang memusuhi gue (salah gue) dan satu lagi pasukan keluarga caca , bersama mereka ketika itu gue tenang karena banyaknya teman gaib , perkarangan rumah gue juga ketika ada mereka selalu ramai oleh mereka , ya walau tidak akrab semua hanya beberapa (tidak gue ceritakan karena banyaknya nama jadi gue ceritakan hanya mbah macan saja , kepala pasukannya) .


"kalau aja gue ikutin apa kata mbah put , engga mungkin jadi kayak gini" kata gue dalam hati


lalu gue menatap langit yang sudah berubah menjadi gelap karena matahari sudah mulai terbenam


"maafin aku ya sela , kiki , gara gara gue kalian bubar" kata gue pelan


\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Terima kasih bagi yang sudah like, fav dan koment :), jangan lupa follow IG gue ya : supermansistem :) dan channel youtube gue : supermansistem


untuk bantu support gue di link : https://saweria.co/donate/supermansistem


Atau bisa via BCA : 5420-4410-71 (sahabat gue)


Terima kasih ^^


 


 

__ADS_1


__ADS_2