Petualangan Anak Banten

Petualangan Anak Banten
Part 54


__ADS_3

"pasti lu tau kan?" kata gue lagi ,


"jawab nia" kata gue memegang pundaknya


"bener bang nia ga tau, nia gamau abang kenapa kenapa lagi , tolong bang ngerti" kata nia


"yaudah kalau lu gamau kasih tau gue yang bakal cari tau" kata gue


"lu tau sendiri sifat gue nia , lu itu adik gue" kata gue mengambil tas gue yang tadi nia pegang , nia diam aja


"ayo pulang dulu , ntar gue kerumah elsa" kata gue , gue membayar lalu menuju motor . gue lihat nia diam aja tertunduk


"hayo pulang" kata gue , nia melihat gue sambil geleng geleng kepala , gue samperin nia lagi


"hayo dong adiku yang cantik kita pulang ya" kata gue menatap mata nia , nia menatap gue , air matanya keluar


"eh nia ko nangis" kata gue mengusap air mata nia , nia lagi lagi cuma diam


"yaudah gue ga akan ketemu mereka ya , yu pulang dulu kan ada mamah papah nih" kata gue memegang tangan nia , nia mangangukan kepalanya


gue tau nia , nia tuh cengeng dari kecil ,dan manja keterlaluan , jadi gue ga bisa bentak dia apa lagi omelin kenceng karena dia bakalan nangis , ya ngediemin gue dan ngomel ngomel aja gitu ngambeknya . tapi berhubungan sekarang udah gede nia ga bakalan lama ngambek sama gue . selama diperjalanan pulang nia masih diam aja sama gue . sampai rumah ortu gue udah pulang . bokap gue manggil kami


"sandi nia sini" kata bokap gue


"iya pa bentar ganti baju" kata gue , setelah ganti baju gue samperin bokap dan nyokap , nia sudah bersama mereka


"kenapa pa?" kata gue duduk disampingnya


"mbah put mu kemana?" kata bokap


"lah aku ga tau pa , aku kan ga bisa lihat" kata gue


"ini mbah sut dan kut sedang mencarinya" kata bokap


"ya udah pa cari dulu , kali aja dia pergi" kata gue


"oh ya seluruh pasukan jin sudah di elsa kan?" kata bokap gue


"iya pa" kata gue jawab singkat


"kamu kenapa sama elsa?" kata bokap


"ga apa apa pa" kata gue


"kalau ada apa apa curhat aja kali sama orang tua san" kata bokap


"iya pa tenang aja hehe" kata gue , gue melihat nia , nia masih diam melihat gue


"oh ya san , nanti aja guru papah kesini karena pagar gaib kita sudah hilang" kata bokap


"kenapa bisa pa ya??" kata gue pura pura ga tau


"ya bapak juga ga tau sih san , semoga aja ga terjadi apa apa . tapi kata nia ada makluk lain ya kemarin datang?" kata bokap , gue melihat nia lagi kali ini tertunduk


"ya gitu pa , dia mengikuti aku sampai rumah . setan gentayangan" kata gue


"oh ya pasti bisa masuk , tapi papah heran mbah put ko engga ada ya" kata bokap , gue sempat berpikir apa yang dikatakan elsa bohong? apa selama ini mbah put tidak ada disamping gue?


"sejak kapan pa mbah put ga ada disamping aku?" kata gue


"sudah lama sih , papah kira sandi tau" kata bokap , gue sejenak berpikir apa ada pengaruhnya dengan mimpi ular ? tapi ya gue ga cerita tentang ular itu ke bokap


"yaudah kalian istirahat ya" kata bokap


"iya pa" kata nia


bokap gue pergi keluar rumah . kami masih bertiga nyokap gue nia


"sandi ada apa sama nia?" kata nyokap gue , nia memang deketnya sama nyokap gue , pasti nyokap gue tau kalau nia lagi ada masalah sama gue


"ga ada mah" kata gue


"mamah tau , ga usah ditutupi" kata nyokap


"aku ..." belum sempat gue bicara udah dipotong nia


"bang sandi lihat elsa jalan sama cowo mah , jangan sampai dia keluar rumah mah nanti berantem lagi!" kata nia ,


"bener san?"kata nyokap gue , gue cuma menganguk ,


"tapi aku ga akan berantem mah" kata gue


"hari ini jangan kemana kemana ga boleh" kata nyokap , gue teringat mau kerumah ivan


"eh mah tapi aku mau kerumah ivan mah " kata gue

__ADS_1


"sudah besok besok lagi ya san" kata nyokap


"ga bisa mah aku udah janjian" kata gue


"hayolah mah , aku ga akan ke elsa ko" kata gue


nyokap gue memandang nia , nia cuma mengelengkan kepalanya


"janji ga akan berantem?" kata nyokap


"iya mah" kata gue


"bang sandi pasti berantem mah!" kata nia menghampiri gue lalu memukul mukul pundak gue


"lu tuh ga tau rasanya jadi gue bang!!! , gue tuh sedih kalau lu sakit bang sandi!!!" kata nia teriak


"udah udah sakit ih" kata gue menghentikan pukulannya


"awas aja lo kenapa kenapa! , awas pulang darahan! , awas pulang baju acak acakan! nia kunci pintunya! sekalian jangan pulang!" kata nia yang kemudian pergi ke kamar gue dan menguncinya .


"haduh mah itu kelakuan nia mah" kata gue


"itu berarti nia perhatian sama abangnya , makanya jangan sampai berantem" kata nyokap


"iya mah ga akan" kata gue


gue kemudian mengetuk pelan pintu kamar gue yang dikunci tok tok tok , gue mau ngambil hp gue


"niaaa hp gue dong" kata gue


"gaaa!" kata nia


"ih lu mah gitu amat sih" kata gue


"sono pergi aja ke bang ivan ga usah bawa hp!" kata nia


"ih lu ngambeknya ga pernah berubah , gue tetep tunggu lu didepan pintu!" kata gue


ga lama gue tungguin pintu kamar terbuka , gue lihat nia cemberut melihat gue


"udah sih lu lebay banget" kata gue


"lu yang lebay!" kata nia


"mana hp gue" kata gue


"yaudah makasih , gue jalan dulu" kata gue meninggalkan nia


"awas aja sampe kenapa kenapa!" kata nia teriak


"siap bu bos" kata gue .


gue menghidupkan motor gue , gue melihat sekitar tuh ular hitam sudah tidak ada , gue juga berpikir mbah put kemana , berarti selama ini gue ditipu oleh elsa? kenapa ini bisa terjadi . gue lalu telepon ivan , katanya anak anak sudah ada dirumahnya , gue pun memacu motor gue langsung kerumah ivan . sampai sana gue lihat mereka dengan pasangan masing masing . gue menuju ke tempat mereka yang ada didepan rumah ivan


"hahaha ada yang jomblo nih" kata ivan


"enak lu ya pada bawa cewe kaga kasih tau gue" kata gue duduk diantara mereka


"haha sengaja" kata ivan


"tapi san gue lihat elsa jalan sama cowo loh" kata boni , gue menelan ludah "gleeekk"


"salah lihat kali" kata gue


"beneran , tuh marwan juga lihat" kata boni


"hayo loh san , kalau gue jadi lu sih gue labrak langsung mereka" kata ivan , gue cuma manganguk nganguk , hati gue kembali panas


"berarti lu udah tau kan?" kata boni ,


"ya udah tau , tapi ga akan gue labrak" kata gue


"takut lu ya?sandi takut bray sekarang" kata marwan


"bukan gitu wan , gue dikasih tau adik gue ga boleh brantem lagi" kata gue


"haha sekarang takut ade dia" kata ivan


"udah ah udah , gue sih selow aja nurut keluarga" kata gue , dalam hati sih panas , dah mana di ledekin temen


jadwal kita hari ya mau ketemu keluarga tetangganya ivan yang meninggal itu , menurut ivan sore ini mereka sudah datang .kami saat itu sedang ngobrol segala macem yang ga penting menurut gue , ga lama gue lihat cewe cakep lewat depan rumah ivan . rambutnya panjang , macung , badannya bohai , kulitnya putih dan terlebih ada yang "besar". gue perhatikan tuh cewe melihat ke arah gue senyum, gue senyumin balik . lalu


"woi ngapain lu senyum senyum sendiri" kata ivan menyenggol pundak gue , gue melihat ivan


"itu gue lihat ce..." gue lihat lagi sudah tidak ada ,

__ADS_1


"eh tadi gue lihat cewe" kata gue


"perasaan lu doang kali san" kata ivan


"haha lagi galau dia ditinggal elsa" kata boni


"udah sih ga lucu" kata gue agak kesal


"siap bro santai santai jangan marah" kata boni


karena seperti obat nyamuk diantara teman teman gue yang sibuk dengan pasangannya masing masing , gue lalu sendirian kebelakang rumah ivan ,perkarangan belakang rumah ivan sih ga luas cuma ada kolam ikan kecil disana dan dipagar kayu setinggi dada orang dewasa dan diikat dengan kawat kawat besi. sedang melamun memikirkan nasib gue kedepan ,"sreek sreek" ada suara jejak kaki disamping rumah ivan , gue lalu melihat ada cewe yang tadi gue lihat didepan rumah ivan berdiri disamping pagar sebelah kanan gue .


"eh teh , ada apa?" kata gue , cakep banget nih cewe montok depan belakang maju


"aa sini atuh ngobrolnya jauh banget" kata cewe itu , gue lalu mendekatinya , cewe itu mengulurkan tangannya ,


"sumi a" kata cewe itu , namanya sumi , gue mengemgam tangan sumi ,agak dingin rasanya


"sandi teh" kata gue , gue lagi lagi menelan ludah , dia memakai baju dengan belahan dada yang terlihat . gede banget dah


"eh aa lihat apa hayo" kata sumi


"ga teh ga lihat apa apa hehe" kata gue


"panggil sumi saja a " kata sumi


"sumi juga panggil sandi saja" kata gue


"oke deh sandi , salam kenal ya" kata sumi , gue lalu melepaskan tangan gue dari tangan sumi


"sumi ada dikampung ini?" kata gue


"iya sumi ada disini ,tapi sumi belum pernah melihat sandi nih" kata sumi , tatapannya manja


"aku memang bukan warga sini sum , tapi aku sering ko kesini , ini rumah temanku" kata gue


"ohh iya , pantesan ga pernah lihat , sandi mau ga jadi suami sumi? , sumi ga mau dipaksa menikah dengan orang yang sumi benci" kata sumi , kaget juga gue mendengarnya , baru juga ketemu diajak menikah


"duh sumi kita tukeran nomor aja dulu , masa iya langsung menikah hehe , tapi mau juga sih haha" kata gue bercanda, pandangan gue kembali ke belahan dadanya , pikiran cowo normal langsung kemana kemana ketika itu


"hayo liat apa lagi sandi , jangan lihat pegang aja" kata sumi , wah dikasih kode


"jangan lah nanti aja kalau sudah menikah" kata gue


"jadi mau nikah sama sumi?" kata sumi


"haha nanti aja sumi" kata gue , gue lihat sumi sedikit sedih


"eh memangnya kenapa sumi benci dengan calon suami sumi sendiri?" kata gue lagi


"panjang sandi ceritanya , yang jelas sumi gamau" kata sumi


"eh a sandi sumi pergi dulu ya" kata sumi seperti bergegas


"eh bentar ..." kata gue , tapi dia tetap berjalan dipinggir rumah ivan . lalu


"woi ngapain lu disini?" kata ivan


"eh van , ga apa apa van" kata gue menengok kebelakang


"liat setan?" kata ivan


"kaga , gue malah lihat cewe cakep" kata gue


"namanya siapa? dari tadi perasaan ga ada cewe cakep" kata ivan


"sumi namanya van" gue menatap ivan , ivan seperti terkejut


"SUMI ITU YANG MENINGGAL DISEBELAH RUMAH gue BEGOOOO!!" kata ivan terlihat panik


"yang bener lo??" kata gue kaget , langsung dah bulu kuduk gue merinding .


 


\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Terima kasih bagi yang sudah like, fav dan koment :), jangan lupa follow IG gue ya : supermansistem :)


untuk bantu support gue di link : https://saweria.co/donate/supermansistem


Atau bisa via BCA : 5420-4410-71 (sahabat gue)


Terima kasih ^^


 

__ADS_1


 


__ADS_2