
"kenapa kamu baru ngomong sama aku kalau kamu mau kuliah keluar negeri?" kata gue
"maaf yang , aku kira aku ga akan diterima ternyata masuk" kata sela mengusap air matanya , agak kesal gue
"aku janji yang ga akan macem macem disana , aku akan terus sama kamu" kata sela lagi , dia merangkul pinggang gue dan menyenderkan kepalanya dipundak gue , gue kaget sekaget kagetnya melebihi kaget melihat setan . kenapa ini terjadi sama gue ? apa ini sebuah kutukan cinta bagi gue? ah sudahlah
"ko kamu diam aja yang?" kata sela memandang gue , gue memandang laut sore dengan segala lamunan yang ada
"yaaannng!" kata sela mengoyang goyangkan badan gue
"kamu marah sama aku?" kata sela
"yaudah aku ga jadi kuliah , mau nikah aja sama kamu!" kata sela yang kemudian mengambil hpnya , hpnya lalu gue ambil
"ga usah yang , aku cuma lagi berpikir" kata gue
"kenapa sayang ? mikirin apa?" kata sela
"................" kami diam beberapa saat
"apa aku akan dapat menjadikanmu istri ketika kamu pulang nanti?" kata gue memandang sela , suara ombak dipantai menghempas keheningan ini , sela diam aja lalu dia mengeluarkan air mata lagi . kali ini air matanya berbeda , gue lihat tajam matanya ini adalah air mata akan kehilangan , sela masih diam
"aku ga mau kehilangan kamu sel" kata gue
"tapi aku juga ga mau menahan kamu menggapai cita cita kamu" kata gue
"jujur aja aku bingung" kata gue
tangan gue dipegang erat sela , sepertinya sela tau apa yang gue rasakan , gue juga tau apa yang sela rasakan . lalu
"sela ke wc yu anterin aku" kata teman kelas gue cewe , sela mengusap air matanya
"eh iya , hayu ke wc" kata sela menunduk lalu pergi meninggalkan gue . tinggalah gue sendirian menghadap pantai
gue menoleh kesebelah kanan eh taunya ada mbah tam yang juga melihat kearah pantai (posisinya seperti cobra yang kepalanya tidak ditanah tapi mbah tam bukan cobra dia sih seperti piton) ,langit di ufuk barat yang tersisa hanyalah cahaya redup yang dikeluarkan matahari yang sudah terbenam . sebentar lagi malam .
"bro sandi baik baik saja?" kata mbah tam, gue melihat mbah tam tapi mbah tam tidak melihat gue , dia fokus melihat lautan luas
"baik baik aja mbah" kata gue , lalu. .
"bro sandi terlihat sedih" kata mbah tam , kali ini dia melihat gue
"ya seperti itu mbah . saya tidak cocok mempunyai pasangan sepertinya . selalu ditinggal" kata gue memandang mbah tam , ular besar
"apakah yang bro sandi maksud itu dek sela?" kata mbah tam
"iya mbah" kata gue
kami kembali diam , mbah tam tidak mendesis seperti ular pada umumnya .
"saya dari daerah sini bro sandi" kata mbah tam
"dari pantai ini ? katanya selatan?" kata gue agak kaget , jangan jangan mbah tam seperti ular yang dulu kejadian sama elsa? ah sudahlah jangan dipikirin
"iya maksud saya , saya itu dari pesisir pantai selatan " kata mbah tam , gue agak lega , untung aja bukan . . .
"ohhh , hebat ya mbah kalau dari pantai , kan jin air lebih hebat mbah" kata gue
"tapi saya bukan bangsa jin air bro sandi , saya masih dipesisir" kata mbah tam
"ohhh gituu" kata gue
"bro sandi senang saya ikut seperti ini?" kata mbah tam
__ADS_1
"wah saya senang banget mbah , makin banyak teman makin bagus . saya tidak pandang mbah dari golongan apa yang penting kita sama sama membantu" kata gue senyum
"bro sandi itu baik , walau saya termasuk golongan hitam saya tetap diterima , terimakasih ya bro sandi" kata mbah tam , senyuman ular lucu banget ,
"hehe iya mbah tenang aja selama mbah baik sama saya , saya akan baik sama mbah " kata gue
"baik bro sandi tenang saja" kata mbah tam
"mbah nanti berarti menurun ke keturunan saya ga ya seperti mbah put dan yang lain?" kata gue
"tergantung bro sandi nanti ketika akan meninggal , bro sandi apa akan menitipkan saya ke anak cucu bro sandi atau kita lepas ikatan . semua tergantung yang memegang perjanjian" kata mbah tam
"oh gitu ya , oke deh oke terimakasih mbah tam" kata gue senyum
"baik sama sama bro sandi" kata mbah tam senyum , mbah tam kalau senyum matanya ketutup (bayangin ular senyum)
"permisi aa ko senyum senyum sendiri" datang itu cewe disebelah gue , cakep dah sepertinya ini cewe penduduk lokal
"eh engga teh ga apa apa , tadi saya lagi melamun" kata gue
"hati hati a jangan banyak melamun , nanti kesurupan" kata cewe itu
"iya teh makasih" kata gue . eh sela ternyata melihat itu dibelakang gue
"ehem" kata sela
"eh sayang" kata gue kaget melihat kebelakang
"sorry aa , teteh , saya ganggu permisi" kata cewe itu lalu pergi
"baru ditinggal bentar udah ganjen sama cewe" kata sela cemberut
"dia yang deketin aku yang" kata gue bangun dari duduk gue mendekati sela dan mencubit pipinya
"yu balik sayang" kata gue ,
"hayu yang , eh kayanya mau hujan yang " kata sela
"kenapa kamu bisa tau? , ini cerah aja" kata gue
"pirasat aku aja" kata sela senyum ke gue
gue pacu motor gue ke penginapan , disana sudah banyak teman teman gue yang sudah pulang sedang maen gitar dan bersantai diteras penginapan ,(gue ga sebutin 1 per 1 ya banyak , yang jelas genk gue ada semua ) setelah memarkirkan motor gue depan teras , kami melangkah masuk ke teras penginapan lalu benar aja ga lama hujan besar turun disertai petir yang cukup besar
"tuh kan bener hujan" kata sela senyum
"ko kamu bisa tau?" kata gue , dari penglihatan gue ke sela , sela itu tidak ada yang tuh unsur unsur gaib
"insting aja yang" kata sela ,lalu sela mencium gue depan teman teman gue , sungguh agak canggung gue ,
"wah wah enak banget" kata boni , gue lepaskan ciuman itu
"udah udah jangan dilihat" kata gue ke boni
gue lihat ivan lari ke arah kami semua yang ada diteras depan
"yaahh gue udah beli kayu bakar , kaga jadi dah bakar bakar" kata ivan
"bakar rumah aja van" kata sela
"hahah gila lu sel" kata ivan
gue dan sela masuk kedalam rumah , cewe cewe lagi pada kumpul semua depan tv dan seperti biasa ngerumpi . gue masuk kamar dan dikuti sela . sela kemudian menutup pintu kamar dan menguncinya
__ADS_1
"ada apa yang?" kata gue ,
"mau lanjutin yang tadi" kata sela langsung mencium gue , lama banget gue dan sela berciuman . sampai pintu kamar gue di gedor gedor
"san san tolong itu vivi (teman sekelas gue) kesurupan nangis aja " kata ivan , gue melepaskan ciuman sela
"ya ya bentar" kata gue
"sayang kamu bisa sembuhin orang kesurupan juga?" kata sela
"ya aku sih mau lihat dulu" kata gue
"hebat kamu sayang" kata sela memeluk gue ,
"udah udah yang hayu" kata gue menarik tangan sela
kami berdua keluar kamar . gue lihat vivi sedang menangis dan dipegangi oleh teman teman gue yang cowo . gue lihat sekitar tidak ada apa apa , mbah tam pun ada dibelakang vivi . (tidak seperti mbah put yang ketika itu hilang setelah matahari terbenam karena mbah tam lebih kuat) , gue dekati vivi
"vi lu kenapa?" kata gue , vivi diam aja masih menangis dan mengelengkan kepalanya
"tadi si vivi kenapa?" kata gue melihat teman teman gue
"dia tadi melamun dan melihat arah belakang ke kamar mandi itu" kata marwan , gue melihat ke arah kamar mandi tidak ada apa apa .
"bro sandi tenang saja , hantu wanita tadi sudah saya usir , tadi dia menampakan diri ke teman bro sandi" kata mbah tam
"oke deh mbah" kata gue tenang , berarti sudah aman , gue berbicara dalam hati
dari arah salah satu kamar , cecep lari cuma pakai kolor (sepertinya habis tidur) dia dibangunin salah satu teman gue juga , cecep seperti membacakan doa doa gitu ke arah vivi ,
"tenang vi , gue akan menyelamatkan lu" kata cecep
gue bingung , mbah tam bingung , mungkin kalau ada setan cewe yang dilihat vivi juga pasti bingung apa yang dilakukan oleh cecep , memang sih cecep itu suka sama vivi tapi vivi ga mau
"teman bro sandi tidak waras ya?" kata mbah tam dengan muka bingung , ular bingung ngakak
"sepertinya sih mbah , dah tau ga ada apa apa" kata gue , gue lalu meninggalkan cecep dan yang lain . sela mengikuti gue ke arah teras rumah
"vivi kenapa yang?" kata sela
"lihat doang , cuma udah pergi" kata gue , kami berdua duduk dikursi
"terus cecep ngpain?" kata sela
"gila dia" kata gue . kemudian sela tertawa , gede banget ketawanya
"HAHAHAHAH' serius yang ih" kata sela
"iya serius aku" kata gue , gue melihat gitar disamping gue lalu gue ambil
"mau lagu apa yang?" kata gue
"mainin aja nanti aku ikutin" kata sela
suara sela itu merdu banget didengar , menurut gue kalau sela jadi penyanyi juga cocok cocok aja sih . kami berduaan diteras penginapan saat itu ditemanin alunan lagu dari bibir cantik sela . eh ga berdua sih tapi bertiga sama mbah tam , mbah tam udah mengikuti petikan gitar yang gue mainkan dengan mengoyangkan kepalanya .gue kira diawal mbah tam itu bakalan serius seperti mbah sut , tapi kenyataannya terbalik , ada ada aja ini teman gaib gue
\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Terima kasih bagi yang sudah like, fav dan koment :), jangan lupa follow IG gue ya : supermansistem :) dan channel youtube gue : supermansistem
untuk bantu support gue di link : https://saweria.co/donate/supermansistem
Atau bisa via BCA : 5420-4410-71 (sahabat gue)
__ADS_1
Terima kasih ^^