
"Ini tidak mungkin! Bagaimana bisa terjadi?"
"Si,Siapa sebenarnya kamu? Tanya Tuan
Valcos gemetar
"Tii...tii.. Tidak mungkin!"
"Tidak mungkin!" Ini pasti kesalahan!"
Ucap sales Showroom mobil dengan tubuh mulai keringetan.
"Mesin itu pasti rusak! Tak mungkin benar!
Celutuk yang lain.
Sementara bagi Manejer Virline tidak begitu terkejut, Tapi sempat terpana Dan melongo. Karena sedari awal dia sudah tahu bahwa kartu itu, bukan kartu sembarangan. Maka setelah di buktikan, ternyata memang benar adanya.
"Ini kesempatan bagiku untuk mendekati nya."
"Tapi, apakah dia bisa mema'afkan ku?" Batin Virline dalam hati.
"T, Tuann, Kalau boleh tahu? Dengan siapa saya sa'at ini berhadapan"? Tanya Tuan Valcos. Ia sudah mulai bersikap sopan dan hormat pada Vino
"Bukankah di kartu itu sudah tertera nama ku, rekeningku, juga ada data diriku. Kau tentu tahu siapa aku."
"Yaa Tuan benar. Mari tuan, saya akan melayani
Tuan di ruang pribadi ku." Ucapannya merendah mencoba menjilat.
"Tidak perlu, kau urus saja surat-surat mobil yang di perlukan. Aku tunggu 10 menit. Aku sedang terburu- buru." Cuek saja Vino berucap.
"Segera di laksanakan tuan." Jawab nya sambil memandang Virline.
Manejer yang di pandang cukup mengerti apa arti pandangan bosnya itu lalu bergegas untuk pergi, Dan mempersiapkan segala sesuatu yang
di perlukan, Agar mobil itu On Road hari itu juga.
Sementara di pihak Showroom Mobil sendiri, tidak bisa berbuat apa-apa, diam terpaku membisu.
Kesadarannya memburuk, setelah kalah taruhan
dengan Vino, yang sejak awal selalu di rendahkannya. Dia berharap ada satu keajaiban, yang bisa merubah keadaan.
Tapi sekian menit di tunggu, keajaiban itu tidak
pernah datang,bmalah kesialan yang diperolehnya.
"Bukk!"
"Suara benda tumpul beradu dengan lantai terdengar, Vino menoleh ke arah nya. Di sana di dapati, Tuan Valcos yang tadinya bersikap angkuh, kini sedang berlutut ke arahnya.
"Tuan Ma'afkan Saya, ma'af kan kesalahan saya, Saya terlalu memandang rendah orang lain. Maka mulai hari ini, Saya berjanji, tidak akan bersikap angkuh, Dan sombong lagi"
Melihat Boss Showroom Mobil berlutut, sales
sombong pun juga ikut berlutut. Berharap mendapatkan pengampunan pada orang yang sedari tadi di hinanya.
"Kakak, Terimalah hormat adik mu yang rendah ini." Terlihat Valcos masih berlutut. Gemetar Dan kelihatan tulus mengucapkan nya.
T..T... Tuan aku salah, tolong ma'afkan aku.
Aku berjanji tidak akan mengulangi perilaku buruk ku seperti itu lagi.Tolong ma'afkan aku"
(Pinta nya memelas sambil membenturkan
keningnya tiga kali ke lantai)
"Untuk mu valcos bangunlah! "Hormat mu ku terima.Anda akan berguna untuk saya di kemudian hari.
"Dan untuk mu nona sales...! Vino berhenti
sejenak sambil menunjuk seorang gadis sales lain yang berdiri diam sedari tadi."
"Untuk mu gadis sombong...! vino menggantung lagi ucapannya, membuat sales yang di tunjuk semakin ketakutan.
"Sesuai dengan janji mu, Apa yang harus kau lakukan?" (Vino memandang valcos,pertanda
meminta sesuatu dari nya.)
Menyadari bahwa pandangan yang di arahkan
padanya tidak biasa. Valcos mengerti bahwa,
vino meminta tindakan lebih untuk sales yang
__ADS_1
sombong itu.
Sambil menepuk-nepuk debu yang tidak seberapa di tangannya. Valcos berkata pada sales arogan tersebut.
"Mulai hari ini, kau di pecat! Gaji mu akan di potong untuk mengganti rugi, atas sikap ku yg
kurang ajar itu pada pelanggan pentingku."
"Tapi tuan...?
"Diaaamm..!!! (Hardik valcos menghentikan sanggahan yang di tujukan padanya".
"Pergii kau dari sini...!!! (Teriaknya keras)
Dengan tubuh limbung, sales itu pergi,sambil menyesali atas perilakunya.
"Dan untuk kamu rhina.Segera ambil bonus mu
di bagian ke uangan"'!(Perintah valcos padanya)
"Trimakasih tuan... (Ucapnya senang,sambil membungkukkan badannya ke arah tuan valcos dan tuan vino, kemudian melangkah pergi.
"Sementara itu tuan bilts, begitu mendengar ada kartu diamond di ruang tersebut,apa lagi milik orang yang barusan tadi coba untuk di profokasinya,tubuhnya gemetar.
Sebagai orang yang juga mempunyai pergaulan luas di tingkat atas, dia tahu apa arti kartu diamond itu.Kalau vino bisa memiliki kartu tersebut, berarti statusnya jauh lebih tinggi dari nya.
Setahunya di kota "Y" atau mungkin di negara itu,Hanya ada tiga orang yang memiliki kartu diamond tersebut.Itu berarti dia tidak boleh
sembarangan mengusiknya.
Lalu dengan terburu buru,dia datang menghampiri vino dan berkata:
"T..t..tuann... Hari ini aku menyadari, bahwa di atas langit, masih ada langit.Ma'afkan prlakuan kasar kami tadi,trutama wanita ku yang tidak
tahu diri itu."
"Sayang..!! untuk apa meminta ma'af padanya
dia sekali pecundang ya tetap pecundang..!!!
Mendengar perkataan tersebut,tuan bilts menjadi geram dan seketika itu juga sebuah tamparan keras melesat padanya.
""Plaaaakk.!! )
(Ancam tuan bilts emosi).
Bukan pembela'an yang di dapat oleh nya, justru tamparan keras yang di terimanya.
"Kau menamparku demi membela gembel itu?!"
"Plaakkk!!!...
"Belum sadar juga kau!!!
"Pergiii...!! (Teriaknya keras sambil mendorong
virline)
Tubuh virline mundur beberapa langkah, wajah
nya pucat, tidak menyangka akan mendapatkan
perlakuan kasar dari pasangan nya.
Vino dan orang-orang yang melihat drama itu,
hanya bisa diam saja,tapi sedetik kemudian dia
berkata:
"Apa kita jadi menyelesaikan urusan kita di luar
tuan bilts...?!
"A...a...a...Aku tidak berani tuan... sudah tidak
ada masalah lagi bagiku.jadi mohon,tuan mem
beri muka padaku". (ucap bilts ketakutan tatkala menatap vino.)
Vino terdiam melihat tubuh Bilts yang gemetaran di hadapannya.
"Orang ini bisa ku manfaatkan nanti nya."
Batinnya di dalam hati.
__ADS_1
"Baiklah Tuan Bilts, hari ini kau ku ampuni. Tapi kau harus melakukan sesuatu untuk ku." Ucap vino menggantung.
"Nanti akan ku beri tahu, Apa yang harus kau lakukan."
"Terimakasih tuan, panggil saja saya Bilts. Aku
bawahan Tuan sekarang." Ucap Bilts merendah.
Vino cukup senang mendengar perkataan itu.
Kemudian mengalihkan pandangannya pada Valcos yang sudah berdiri dari berlutut nya.
"Saya juga akan ikut berkerja dengan kakak.
Apapun tugas yang di berikan,akan saya lakukan untuk kakak bos."
Walau mereka belum begitu mengenal siapa Vino, Dan latar belakang nya, Tapi mereka sudah tunduk Dan patuh. Apa lagi setelah dia mengetahui jati diri vino yang sesungguhnya.
"Ini kartu nama saya Tuan, Kalau Tuan membutuhkan tenaga saya, Hubungi nomor itu. "Bilts mulai bersikap formal, dengan mengganti sebutan aku, ke saya pada Vino."
"Saya juga memberikan ini untuk Boss."
Valcos juga mengganti sebutan kakak menjadi bos pada Vino, Sambil mengeluarkan kartu namanya.
Vino menerima kedua kartu itu, lalu menyimpan nya di dalam saku bajunya. Sa'at itu Manejer Showroom itu tiba berjalan dengan langkah kaki tergesa-gesa menuju mereka, Dan memberikan sebuah map berwarna hijau pada Vino.
"Terimakasih." Ucap Vino datar tanpa melihat
nya lagi.
Beberapa sa'at kemudian, Vino sudah berada di
jalanan dalam mengendarai Lamborghini nya.
sambil menikmati enak nya menjadi orang kaya.
Orang orang yang sedang lalu lalang di jalanan, terpana melihat Mobil Lamborghini nya tersebut. Mereka berusaha mengabadikan mobile itu dengan Headphone nya, Dan memposting nya
di medsos.
Mobil yang Vino bawa itu, hanya ada satu-satunya
di kota "Y". Pemberitaan sudah ramai sebelum
mobil itu sampai. Karena pihak Showroom telah
merilis pemberitaan, akan datang nya mobil Lamborghini keluaran terbaru yang sangat elegan.
Berita itu tentu saja membuat semua orang orang kaya terpincut, Dan ingin memilikinya. Tapi begitu tahu harganya yang selangit, mereka mundur secara teratur.
Tapi hari ini, mereka melihat bersama mobil yang menjadi pembicaraan hangat di kota "Y." Sedang berkeliaran di jalanan.
Entah siapa yang beruntung memiliki nya. Tentu saja bukan orang biasa yang berhasil memilikinya. Pikir mereka.
Sementara itu, Vino terus melaju mobilnya di jalanan. Dia tahu apa yang orang orang buat. Karena mereka memfotonya secara terang-terangan. Tapi, dia cuek saja.
Vino kemudian memutuskan untuk tidak meladeni ulah mereka, jadi dia terus saja melaju di jalanan yang sudah mulai ramai itu. Karena orang-orang yang berkerja di kantor sudah mulai bubar.
Sebentar saja postingan yang mereka ambil tadi, Dan memvideokannya, menjadi viral.Dan menjadi trending di kalangan publik. Banyak yang iri melihat nya, banyak juga yang mencibir, paling paling mobil bekas batin mereka.
"Siapa pemilik mobil itu ya?"
"Aku mau dong jadi kekasih nya."
"Aku juga mau jadi simpanan nya aja."
"Aku juga mau kali, jadi istrinya sah nya."
"Ganteng, ajak kami dong untuk naik mobil itu?"
"Aku saja!"
"Jangan... aku saja!"
"Jangan mau,dengan ku saja!"
"Aku akan melayani orang ganteng dengan sepenuh hati." Terdengar celetukan-celetukan para gadis sosialita, Juga yang sedang tengah mondar-mandir di jalanan. Baik dengan mobil, maupun pejalan kaki, ataupun yang sedang duduk-duduk di Cafe yang tersebar di jalanan kota itu. Mereka jatuh cinta pada pandangan pertama. Bagaimana tidak tertarik, melihat pemilik nya saja sudah terkesima, apa lagi dengan mobil Lamborghini keluaran terbaru tersebut. Semua di buatnya terkesima, Dan tergila-gila.
"Huuuuuhhkh" Keluh Vino sambil menggelengkan kepala mendengar celetukan para gadis-gadis sosialita itu.
"Begini ternyata rasanya menjadi orang kaya ya,
kasihan kau Vino. Ke mana saja kau selama ini?
Monolog Vino dari dalam hati sambil mengulum senyum.
__ADS_1