Pewaris Tahta Yang Di Anggap Hina

Pewaris Tahta Yang Di Anggap Hina
Lama Tidak Berjumpa Episode -48


__ADS_3

Dengan cepat cepat pintu mobil sport mewah tersebut terbuka, dan keluarlah 8 orang penumpang nya.


Salah satu penumpang yang keluar dari dalam mobil sport mewah tersebut di kenal oleh Vino. Dia adalah orang yang memiliki showroom mobil, tempat di mana Vino membeli Mobil Lamborghini nya.


Vino membelakangi pria tersebut, sehingga dia tidak mengenali dan mengetahui keberadaan Vino, orang yang sangat di hormati dan ditakutinya.


"Kakak...! Kenapa lama sekali datang, sehingga adik tersayang mu ini menjadi korban, karena dia telah di pukuli oleh orang gila yang tiba tiba saja dia menyerang ku kakak.!" Rengek Williams mengadu kepada kakaknya."


Mendengar perkataan adik kesayangannya dengan suara tersengal sengal, seketika emosi sang kakak, sudah tidak terbendung lagi. Dengan rasa murka nya ia berkata:


"Siapa orang yang telah berani memukul adik tersayang ku!? Tunjukkan siapa!? Teriak sang kakak murka.


"Itu dia Kakak, Orang yang telah memukuliku. Manusia gembel itulah yang menghajar ku. Dia adalah tikus got yang tidak berguna, yang telah di usir dan di buang oleh keluarga mantan istrinya.! Cepat lah kak,! Patahkan tangannya, yang telah menampar wajahku ini." Ucapnya masih tetap merengek.


Sang kakak sesaat memperhatikan, serta mengamati tubuh orang yang di tunjuk oleh adiknya itu, keningnya berkerut, pertanda dia seperti mengenali poster tubuh orang yang begitu sangat di hormati dan di takuti nya dalam beberapa hari ini.


Tapi, demi adiknya, dia mencoba memberanikan diri untuk memberi pelajaran kepada Vino, walau sejujurnya dia masih sedikit ragu. Apakah orang yang akan di celakainya itu adalah Vino, atau bukan.


"Siapa kau!?, kenapa kau memukuli adikku yang tidak bersalah ini.? Cepat!, tunjukkan wajah mu!, sebelum anak buah ku mematah matahkan tulang rapuh mu itu!" Katanya cukup keras, dan mengancam Vino.


Vino yang mendengar perkataan dari mulut sang kakak Williams. seketika tersenyum geli, kemudian dalam sedetik, wajah nya berubah menjadi serius, lalu dia membalikkan tubuhnya menghadap ke arah sang kakak dan menyeringai menyeramkan.


*****


Baaamm....!


Hening sejenak, setelah Vino memperlihatkan wajahnya kepada orang yang menyuruhnya untuk membalikkan badannya tadi.

__ADS_1


Lidah orang tersebut kelu, lututnya gemetar, dan matanya terbelalak liat, menyiratkan ketakutan yang teramat sangat. Sungguh dia sangat tidak menduga, akan bertemu dengan orang yang sangat di hormati, dan di segani itu di saat ini.


Setelah beberapa saat berlalu, baru dia tersadar, siapa orang yang dari tadi di profokasinya. Lalu dengan terbata bata dia berkata:


"T... t.. Tuan muda.! Bos! Apakah itu anda?"


Ucap Kakak Williams gugub kemudian


"Bruk..!


Terdengar lah suara bunyi benturan benda tumpul dengan benda padat, ternyata itu adalah ulah kakak Vian, benda tumpul tersebut adalah lututnya sendiri, yang berbenturan dengan aspal yang ada di bawahnya


Setelah menyadari, siapa orang yang di profokasinya tadi. Maka dia buru-buru menjatuhkan diri, dengan menghempaskan lututnya di aspal yang keras, dia tidak perduli, apa yang akan terjadi terhadap lututnya tersebut.


Kemudahan dia spontan menyuruh 20 anak buahnya, untuk ikut berlutut kepada Vino. Doni takut, kalau dia tidak melakukan itu, maka riwayat perusahaan nya akan hilang dari muka bumi ini.


Untuk sejenak, dia tidak memperdulikan adiknya Williams, yang terkenal sangat manja di keluarga tersebut. Vino yang melihat kejadian itu hanya menyunggingkan senyum sinis, kemudian dia berkata yang seolah olah mengintimidasi Doni dan orang orang nya, berikut Williams dan kekasihnya yang arogan tersebut.


"Aku tidak berani bos, sampai kapanpun, aku akan tetap mengingat bos." Jawab Doni takut takut.


Orang orang yang melihat kejadian itu, seketika menjadi terpana, mereka tidak menyangka, bos showroom mobil terbesar di kota Y, sekaligus orang terkaya nomor 2, sanggup berlutut seperti itu, kepada orang yang selama ini telah di ucap sebagai gembel, dan sampah yang tidak berguna.


Begitu juga dengan Williams, dan Yara, mereka tidak menyangka, orang yang di panggil agar bisa membantu, tapi malah berlutut, dan bersikap hormat kepada Vino.


Dengan gugup dan terheran heran, dia mencoba maju melangkah mendekati kakaknya Doni. Dan kemudian berkata:


"Kakak..! Kenapa kakak malah berlutut kepada nya?" Aku meminta mu datang kesini, untuk membela ku. Karena aku telah di pukul tanpa sebab." Ucap Williams mengarang cerita.

__ADS_1


"Dasar sialan!, anak tidak berguna.! Cepat, berlutut dan minta maaf padanya.!" Bentak Doni geram.


Sang adik bukannya menuruti perintah sang kakak, tapi malah dengan sikap sombongnya ia berkata:


"Atas dasar apa aku harus berlutut kepada gembel seperti dia?. Dia yang telah memprovokasi ku, dan dia juga yang telah memukulku hingga berdarah seperti ini." Jawab Williams membela diri.


Mendapat jawaban seperti itu, Doni menjadi semakin tambah geram, kemudian bangkit dari berlutut nya, dan menuju adiknya Williams, kemudian menampar pipinya.


Williams yang mendapat perlakuan seperti itu terheran heran, kenapa kakak nya, justru memukulnya, bukan memukul Vino, orang yang telah menyebabkan dia terluka.


Di tengah keheranannya, dia mendengar kakaknya, Doni berkata: ''Masih belum sadar juga kau!"


Plak.. plak.. buk...!"


Uhhhgkh..! Kakak..! Apa yang kau lakukan?. Kenapa kau malah memukulku?, bukan memukul bajingan itu!'' Teriak Williams, sebelum jatuh ke tanah.


Tubuh Williams kembali terjatuh ke tanah. Kali ini luka nya semakin bertambah parah, bukan hanya di mulutnya saja yang berdarah, tapi tangan kanan, dan kaki nya juga berdarah, karena celana yang di pakai nya koyak, ketika bergeseran dengan batu pembatas yang sengaja di pasang di situ.


Sedangkan Yara hanya diam saja, lututnya bergetar tanda takut. Setelah menghajar Williams yang kurang ajar tersebut, Doni segera bergegas menghampiri Vino dan berkata:


"T... tu, tuan muda, eh bos. Mohon ampuni diriku, karena tidak bisa mendidik adikku sendiri dengan baik."


"Aku berjanji, jika tuan mengampuni ku dan adikku, maka aku akan memberikan pelajaran yang setimpal kepadanya, ketika sudah sampai di rumah nanti."


"Sungguh aku tidak menyangka, dia berani memprovokasi tuan, jadi mohon ampuni ketidak tahuan juga kekurangajaran nya itu."


"Masalah wanita ****** itu, aku tidak tanggung jawab, terserah tuan mau berbuat apa terhadap nya." Ucap Doni mengakhiri permohonan maaf nya kepada Vino.

__ADS_1


"Aku tidak tertarik, dan tidak perduli terhadap wanita ****** itu, ku serahkan ia padamu, kau boleh merobek mulutnya yang kotor tersebut." Jawab Vino acuh.


Yara yang mendengar perkataan Vino menjadi ketakutan, dia tahu siapa itu Doni dan anak buahnya, mereka tidak akan segan segan untuk menyiksa seseorang perempuan sekalipun, jika sudah kurang ajar padanya. Maka dengan terburu buru, dia berlari ke arah Vino, dan berlutut di depan nya, memohon maaf, serta di lepaskan dari hukumannya tersebut.


__ADS_2