Pewaris Tahta Yang Di Anggap Hina

Pewaris Tahta Yang Di Anggap Hina
Serangan Balik Untuk Vian Episode - 64


__ADS_3

Terlihat darah mengalir cukup deras yang keluar dari punggung tangan kanannya, akibat di tembus oleh sebilah pisau kecil, yang di lemparkan secara cepat oleh Deon. Pisau kecil yang di lemparkan oleh Deon tersebut bukanlah pisau biasa, tetapi pisau yang terbuat dari bahan baja yang sangat keras dan tajam.


Keahlian Deon yang sesungguhnya adalah pengendali pisau terbang. Selain itu, ia juga bisa berkelahi dengan menggunakan tangan kosong. Keahliannya itu, sudah di kuasainya cukup lama, dan sudah sangat sempurna.


Ketika dia melihat Vian, yang sedang mengarahkan moncong senjatanya ke arah Vino. Dan siap menarik pelatuknya, dengan cepat Deon bergerak dan langsung melemparkan pisau yang ada di tangannya ke arah punggung tangan Vian yang sedang memegang senjata itu


Dan hasilnya sangat akurat sekali, punggung tangan Vian seketika itu tertembus pisau tersebut, hingga membuat senjata api berjenis revolver kaliber 33 yang di pegang nya terlepas dan terjatuh ke tanah


Anak buahnya tidak sempat mencegah, dan tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka semua melongo, atas apa yang telah terjadi terhadap bos nya itu.Tapi beberapa saat kemudian, mereka baru tersadar, bahwa Vian telah terkena serangan secara diam-diam dari orang lain yang berada di situ.


Dan cepat mereka bergegas, para pengawal pribadi Vian, yang selalu setia mendampingi kemana dia pergi. Dan memeriksa keadaan bosnya, kemudian berusaha mencabut pisau kecil yang menancap di punggung tangan Vian tersebut.


Tapi bukannya berterima kasih kepada kelima orang pengawalnya, Vian justru marah-marah, dan memaki-maki mereka semua.


Dan berkata.


*Dasar tidak berguna.! Kenapa kalian tidak bisa mencegah, agar pisau ini tidak mengenai punggung tangan kananku, dan menjatuhkan senjata itu.! Dasar tolol.!" Ucapnya kasar.


"Maafkan kami bos, sejujurnya kami tidak tahu, akan ada serangan yang tiba-tiba tersebut, dan kami tidak tahu siapa yang menyerang bos secara licik, dengan pisau kecil ini. Jawab mereka membela diri.


Tapi Vian masih saja tetap marah, dan memaki-maki mereka dengan lontaran kata-kata kotor.


"Dasar begok!, dungu!, kalian memang nggak bisa di andalkan!" Ucapnya kasar memaki maki anak buahnya


Belum puas memarahi anak buahnya, Vian kembali melanjutkan makiannya.


"Dasar tidak berguna!. Lebih baik kalian aku bunuh saja semuanya!." Ujar ia marah-marah dan tidak terkendali lagi.

__ADS_1


Vino yang mendengar ocehan dari Vian tersebut tertawa cukup keras, hingga mengejutkan Vian, dan orang-orang nya.


"Hahahaha..!" Tidak ku sangka, pecundang dan sekaligus penghianat temannya sendiri, akan bersikap cengeng seperti itu, hahahaha...!" Ucap Vino meledek Vian, hingga membuat Vian semakin kesal dan emosi. Akan tetapi, Vino tidak menggubrisnya ia justru bersikap acuh pada rengekan Vian yang merintih kesakitan.


Melihat sikap Vian, yang persis seperti anak TK pada umumnya, Vino pun hanya bisa tertawa dengan terbahak-bahak sambil mencengkram perut menahan kelucuan sikap seorang Bandit, yang ternyata anak TK, yang sedang meminta jajan. Vino pun melanjutkan perkataannya.


"Baru terkena pisau kecil saja, sudah meraung-raung seperti anak TK saja, yang sedang di marahi oleh orang tuanya." Ujarnya lagi.


"Kalau aku jadi kau!, aku akan sangat malu dengan anak buahmu itu." Sambung Vino memprovokasi Vian.


Vian yang di hina secara habis-habisan itu, menjadi benar-benar sangat marah dan berkata: "Dasar bajingan kau!. Siapa kau!?." Ucap nya emosi, kemudian mengalihkan perhatiannya pada anak buahnya yang lain.


"Kalian kenapa diam saja!?. Cepat, habisi mereka semuanya.! Jangan beri ampun lagi!. Tapi jangan kalian ganggu gadis itu!." Teriaknya kuat-kuat, memerintahkan kepada anak buahnya untuk menghabisi Vino dan orang-orang nya.


"Jangan mimpi.! Kalian hanya tikus kecil yang menjijikkan di depanku.!" Teriak Vino tak kalah kuat, dan terkesan memprovokasi mereka.


"Doorrrrrr..." Terdengar suara letusan pistol seketika memecahkan suasana yang awalnya mencekam di tempat itu.


Kejadian itu berlangsung sangat singkat, sehingga Deon dan pengawal yang lainnya, tidak sempat untuk menggagalkan tembakan tersebut. Mereka hanya bisa berharap, Vino tidak terjadi apa apa.


Ternyata harapan mereka terkabul. Peluru yang di tembakkan oleh Vian tersebut, tiba-tiba berhenti, ketika jaraknya tinggal sejengkal lagi dari kepala Vino.


Semua orang orang melihat kejadian itu, tentu saja sangat terkejut, mereka tidak percaya, peluru yang di tembakkan dari senjata revolver itu, bisa berhenti secara mendadak seperti itu.


Deon, Show Young, Windsor, Farhan, Roni, Novita dan Govin, serta puluhan para pengawal yang lain, juga tak luput dari rasa keterkejutan nya. Mereka terkejut ketika melihat, peluru tajam yang di tembakkan dari pistol yang di lakukan oleh anak buah Vian dari jarak dekat tersebut, berhenti persis di sejengkal dari wajah Vino.


Mereka jelas tidak percaya, bagaimana caranya Vino mampu memberhentikan peluru yang melesat dengan cepat tersebut.

__ADS_1


Sebaliknya di sisi Vian, ia tidak mau tahu, bagaimana caranya Vino bisa menghentikan peluru yang melesat cepat ke arahnya tersebut. Vian berfikir, bahwa hal itu hanya kebetulan saja.


Maka dengan sekali lagi ia menembakkan pistol nya secara berturut-turut ke arah Vino, dengan harapan, kali ini Vino akan musnah.


Tapi kejadian tadi terulang kembali, dan harapan Vian tidak terkabul. Peluru yang di tembakkan oleh nya barusan, juga mendadak berhenti di depan Vian, dan kali ini jaraknya bukan satu jengkal lagi, tetapi 1 meter jauhnya.


Kejadian itu, sekali lagi telah sukses. Membuat Vian, dan mereka semua yang menyaksikan kejadian itu, kembali tercengang. Sungguh mereka benar-benar tidak menyangka, bahwa Vino mampu menghentikan 9 peluru yang di tembakkan secara berturut-turut itu.


Ditengah keterkejutan mereka, tiba-tiba terdengar sebuah suara yang keras, yang beraura sangat menakutkan, suara itu berasal dari Vino, dan....


Tap...! Tap...! Tap...!


Baaaammmm..!


Sepuluh peluru yang tadi di tembakkan oleh Vian, dan sedang mengambang di udara, tiba-tiba saja di tangkap oleh Vino, dan di hancurkannya dengan mudah.


"Sudah cukup atas permainannya.! Kalian semua telah membuang buang waktu ku saja yang sangat berharga ini." Ucap Vino dingin.


"Hahahaha.." Tawa Vian geli, walau dalam hatinya terkejut, begitu melihat Vino mampu menghancurkan peluru pistolnya tersebut dengan begitu mudahnya, lalu dia berkata lagi,


"Hanya mainan anak-anak, kau berani sesumbar di hadapanku. Kalian hanya beberapa puluhan orang saja, tapi lihat anak buahmu, mereka berjumlah ratusan orang, yang dipersenjatai dengan senjata tajam, dan lain-lain. Sedang kalian?." Ucap nya menggantung dengan mimik wajah seperti merendahkan, seraya melanjutkan perkataannya lagi.


"Hanya membutuhkan waktu cuma beberapa menit saja, kalian semua akan binasa.!" Sambungnya lagi percaya diri.


"Benarkah..?" Ucap Vino enteng, lalu...


"Kalian!, cepat lakukan tugasmu."Perintah Vino tegas dengan suara yang amat sangat keras.

__ADS_1


__ADS_2