
Mereka berempat yang melihat Vino diam saja, sambil mengangguk anggukkan kepala, berpikir
bahwa dia sudah mema'afkan mereka, ternyata salah besar. Untuk urusan ini, kita selsaikan setelah aku selsai sarapan, atau lain kali saja. Karena aku ada
urusan penting yang harus aku selsaikan di luar sana. Vino berkata tanpa exspresi.
"Sekarang tunjukkan di mana lokasi Cafe itu!?
aku mau mengambil sarapan. Sebentar lagi aku
akan di jemput." "Cepat tunjukkan!" Vino berkata
benar-benar kesal.
"Mohon maaf Tuan, untuk tamu paling penting
sperti tuan, semua kebutuhan telah di sediakan
dan sudah di hantarkan ke ruang President Suite,
beserta sarapan Tuan." Jawab kepala Cafe merendah.
Sikap nya benar-benar berubah 180 derajat, tak
lagi angkuh, seperti tadi. Begitu juga dengan exsekutif itu.
"Ohh begitu." Jawab Vino singkat, kemudian beranjak pergi, tanpa memperdulikan mereka yang berdiri bengong di tempat nya.
"Cepat antar Tuan Vino, Dan layani dia dengan baik!" Perintah tuan farel tegas.
Seketika itu, terdengar la sebuah suara dari
kejauhan, yang ternyata berasal dari general manejer mereka.
"Baik Tuan.!" Serentak mereka menjawab
kemudian mengikuti Vino, untuk naik ke lantai
atas, guna melayani Vino sarapan pagi ini.
Vino yang mendapat layanan pribadi ini untuk
sarapan, yang tak tanggung-tanggung, di layani
langsung oleh Exsekutif koki, hanya diam saja.
Baginya itu adalah kesempatan, untuk menguji
seberapa tulus mereka melayani dirinya. Apa karena pamrih atau takut atau bisa juga karena
hanya perintah.
__ADS_1
Setelah selesai sarapan, mereka berempat membersihkan perabotan makan yang ada di meja makan. Membersihkannya, dan membawa
turun untuk di cuci, setelah meminta izin kepada
Vino.
Tapi sebelum mereka turun, Vino meminta kepada mereka untuk segera membawa makanan yang di antar oleh para pramusaji tersebut.
Singkat cerita, tak terasa pukul suda menunjuk
kan; 13:00 WIB. Saatnya untuk Vino bersiap-siap pergi untuk menemui ibunya, dan juga kakek nya. Untuk menerima mandat atau penyerahan kekuasaan semua aset perusahaan Kizawa Prataxsa Group. Dengan mematut-matut dirinya di cermin, Vino memutuskan untuk segera pergi mengemasi baju-baju nya di ruang penginapannya.
Setelah selesai berkemas Vino pun turun lagi ke bawah dan membawa sebuah koper berisikan beberapa pakaian yang tidak cukup banyak itu.
Sesampainya di bawah, semua tamu yang pada
saat itu berada di hotel, tiba-tiba memandang Vino dengan mimik wajah berkesan meremehkan. Terlihat mereka benar-benar kurang senang atas kedatangan Vino di ruang loby bawah hotel Tepat pada saat itu, headphone Vino berbunyi, dia segera mengeluarkan hp jadul nya, Dan mengangkat sebuah panggilan masuk yaitu Novita.
Seketika itu orang-orang yang berada di dekat Vino yang tengah melihat Vino mengeluarkan hp jadul nya, tersenyum sendiri, tapi berusaha menahan nya.
Vino cuek saja pada saat itu, tidak begitu menggubris mau bagaimana reaksi mereka melihat nya. Vino malah asik mengarahkan pandangannya ke arah pintu masuk hotel, untuk memastikan Novita, sudah datang atau belum.
Tak lama berselang, seorang gadis cantik dengan
tubuh serba berisi,yang terlihat sangat profesional mengiringi tinggi badannya,datang menghampiri Vino yang sedang duduk di sofa loby hotel. Kehadiran nya tentu saja menarik beberapa perhatian bagi para tamu yang ada di loby hotel itu, termasuk Olivia, Dan gadis sang penerima tamu, serta karyawan lain, yang kebetulan tengah berada di situ. Mereka tidak tahu, mengapa seorang sekretaris utama Tuan Vino Kizawa
yang notabene nya adalah pemilik hotel tersebut.
Novita yang di tatap oleh beberapa orang cuek saja, dia terus maju mendekati Vino, dan membungkukkan tubuhnya ke arah Vino dengan sikap hormat. Kejadian itu tentu saja membuat mereka yang hadir pada saat itu menjadi terkejut seketika. Siapa gerangan orang yang telah mendapat kehormatan dari seorang sekretaris sekaligus tangan kanan tuan Vino kizawa itu.
Keterkejutan mereka terus berlanjut, tapi Olivia
segera menyadari, dengan sigap dia menghubungi general Manager hotel, memberi tahu tentang kedatangan Nona Novita ke hotel tersebut. Begitu mendapat pemberitahuan itu, Bergegas dia menghubungi bawahannya untuk ikut turun untuk menyambut Nona Novita dengan sikap hormat.
Ada gerangan apa kah Nona berkenan datang ke hotel di hari siang panas begini.?" Tanya Tuan Farel sambil membungkuk.
"Ohh Tuan Farel ternya, Bangunlah.! Jangan seperti itu. Kedatangan ku ke mari bukan untuk menginpeksi hotel ini, tapi kan kedatangan ku kesini hanya berunsurkan dalam niat menjemput Tuan Vino." Jawab Novita santai.
Mendapat pemberitahuan itu, dengan serentak
mereka menoleh ke arah Vino. Dengan kesan penuh tanda tanya.
"Belum saatnya kalian mengetahui siapa Tuan
ini sebenarnya. Jalankan tugas kalian. Biar kan aku yang berbicara secara pribadi dengan Tuan ini.!!" Ujar Novita tegas terkesan menegur mereka.
Mendapat pemberitahuan dan teguran itu,
General dan Manejer yang lain segera permisi berlalu, tapi sambil berjalan dengan hati penuh tanda tanya.
"Untuk apa Nona Novita datang ya?"
__ADS_1
"Apakah khusus untuk menemui Tuan Vino, tamu penting di hotel ini.?"
"Mungkin ada urusan lain di sini."
"Siapa sebenarnya Tuan yang ingin di temui oleh nya?"
"Apa kah dia orang yang sangat penting?"
"Sehingga Nona Novita sebegitu tunduk padanya"
**
Itulah pertanyaan beberapa dalam hati mereka, baik dari general hotel, maupun dari petinggi lain. Setelah mereka di pastikan benar-benar pergi. Vino mengajak Nona Novita untuk segera keluar dari hotel.
Novita menyetujui saran dari Vino. Lalu mereka berjalan brsama, dengan Vino berada di bagian depan, sedang kan Novita mengekor tepat di belakang nya. Peristiwa itu tentu saja menimbulkan kegemparan di loby hotel tersebut. Tetapi mereka tidak berani berkomentar secara terang-terangan, mereka hanya bisa menggumam dari dalam hati.
Beberapa saat kemudian, Vino dan Novita
sudah berada di dalam mobil. Vino tidak jadi untuk makan siang di Cafe yang di cari nya sedari tadi. Tapi Vino tidak menuju mobil nya sendiri.
"Wow,! Pilihan Tuan sangat pas dengan kepribadian Tuan, Mobil Lamborghini keluaran terbaru. Jadi yang sedang viral di media sosial adalah mobil tuan." Tanaya Novita senang.
"Ahh, Mereka saja yang penuh kepo. Mau tau saja urusan orang lain." Jawab Vino sekedar nya.
Sementara itu, Mobil terus melaju, membelah jalanan kota yang masih ramai. Beberapa orang yang melihat mobil vino yang viral baru-baru ini di sosmed, serentak berkomentar.
"Lihat,! Mobil Lamborghini keluaran terbaru
yang lagi viral. Ayo kita ambil gambar dan video nya." Ujar mereka serentak sambil mengarahkan hp nya ke arah mobil yg sedang berjalan di jalan.
Tak lama berselang, berita tentang mobil itu
merebak di sosmed, bermacam ragam komentar bermunculan di sana. Novita yang duduk di sebelah Vino, sempat juga membuka hp, Dan melihat bagaimana terkenal nya mobil Lamborghini milik tuannya di kalangan publik maupun di kalangan masyarakat. Tapi dia hanya tersenyum saja.
"Orang-orang pada sibuk membicarakan mobil itu, aku malah menaiki mobil tersebut." Batin Novita senang.
"Duh Mirisss banget hidup mereka.!" Batinnya dalam hati.
Sesuai dengan rencana awal, sebelum menemui
Ibu dan Kakeknya, Vino berfikir untuk membeli baju baru terlebih dahulu, lengkap beserta Jaz nya. Ia pun tak lupa pula, Ia harus membeli handphone baru. Seketika itu Vino memberhentikan laju mobilnya, dan memarkirkan mobilnya ke halaman suatu tokoh, yang memiliki halaman cukup luas atas rekomendasi dari Novita.
Toko yang mereka kunjungi, adalah sebuah toko kenamaan di kota "Y". Salah satu toko yang sangat populer. Sa'at mereka turun dari mobil, tentu saja beberapa orang yang tengah lalu lalang, Baik pejalan kaki, maupun yang mengendari motor, ada juga yang lagi joging. Dan tiba-tiba mereka pun terpana oleh Vino beserta Mobil Lamborghini nya yang di kendarai itu. Dan mereka pun bertanya-tanya :
"Siapa gerangan laki-laki yang sangat beruntung itu.?" Gumam mereka dari dalam hati.
Banyak yang iri, banyak juga yang mencibir.
'''Hukhh paling-paling hanya lelaki simpanan"
Cibir mereka dalam hati.
__ADS_1
Tanpa memperdulikan ocehan dan tatapan mereka, Vino dan Novita melangkah masuk ke dalam toko tersebut. Kedatangan mereka di sambut oleh seorang pramuniaga yang berparas wajah cantik jelita. Tapi masih kalah cantik dengan Novita.