Pewaris Tahta Yang Di Anggap Hina

Pewaris Tahta Yang Di Anggap Hina
Kesalah fahaman Episode 6


__ADS_3

Namun sesat di tengah tengah perjalanan,


Novita tiba-tiba berhenti di salah satu butik


untuk mencari pakaian buat di pakai oleh vino.


sesa'at vino menjadi bingung dan berkata:


"Non, kenapa tiba-tiba berhenti? Tanya Vino bingung.


"Tuan kita tidak mungkin kan bertemu kepada keluarga Tuan dengan penampilan Tuan seperti ini?" "Mari kita ganti pakaian terlebih dahulu."


"Tapi non,?" Saya tidak punya uang untuk membeli pakaian baru." Jawab Vino dengan malu.


"Tak usah cemas Tuan, saya yang akan membelikan baju untuk Tuan."


"Terserah non Vita aja deh gimana baiknya."


Dan setelah memili beberapa pakaian akhirnya Vino memili pakaian yang berupa kemeja dengan warna biru muda, Dan beberapa celana Jeans, serta sepatu Pantofel berwarna hitam mengkilau. Sesaat itu, Novita meminta Vino untuk mandi terlebih dahulu di Butik tersebut. Yang kebetulan butik tersebut, memiliki 2 kamar mandi yang cukup besar. Setelah Vino selsai mandi, Dan Vino memakai pakaian tersebut. Dan tentu saja alangkah terkejutnya Novita melihat sang Tuan muda tampil lebih Elegan, Dan amat tampan. Ujar Novita dalam batin sambil menatap wajah Vino.


Setelah selsai mereka dari butik, mereka pun berangkat pergi untuk melanjutkan perjalanan


mereka untuk bertemu kepada keluarga Vino. Dan setelah beberapa lama di dalam perjalanan tak terasa saat itu pukul sudah menunjukkan jam : 23:30. Malam. Novita yang sudah mengantuk lalu mengajak Vino untuk menginap di sebuah Perhotelan Berbintang, yang tidak jauh lokasinya dari Butik tersebut....


Singkat cerita. Di esokkan pagi hari nya, mereka telah bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan mereka menuju ke tempat kediaman rumah Vino. Namun, setibanya di tengah-tengah perjalanan, Novita baru ingat untuk mengurus salah satu kartu debit yang di miliki oleh si Tuan muda nya itu.


Lalu novita dan tuan muda nya itu, menuju ke salah satu Bank ternama di Kota "Y." Yang di mana uang pribadi Vino dapat di percayai di sana.


Akan tetapi, saat itu Novita mendapatkan sebuah telepon ibu Tuan Kizawa, untuk segera kembali ke rumah. Jadi secara otomatis dia tidak bisa mendampingi Tuan mudanya, untuk mengurus kartu debit tersebut.


Tapi sebelum meninggalkan Tuan Vino, di halaman Bank UP yang Sangat terkenal itu, Novita lebih dahulu mengirim SMS, kepada Presdir bank UP tersebut, untuk menyambut tamu VVIP mereka.


Mendapat SMS dari orang penting Kizawa Group, tentu saja Presdir bank UP sangat terkejut sekali. Dia buru-buru turun ke lantai untuk menyambut tamu VVIP mereka. Dan tak lama kemudian, Novita pun berpamitan pergi kepada Vino.Dan berkata:


"Tuan, Maaf banget. Saya izin pergi sebentar ya, saya ada urusan mendadak ni." Ujar Novita memohon.


"Terus,saya bagaimana?" Tanya Vino bingung.


"Saya sudah konfirmasi terhadap Presdir Bank, untuk menyambut Tuan. Dan 20 menit lagi, mereka akan tiba. Dan segera menyambut tuan." Nanti saya segera kembali kesini dengan segera. Jawab Novita dengan tergesa-gesa.


"Yasudah,baiklah kalau begitu non" Jawab Vino memberi izin pada Novita

__ADS_1


Seketika Novita pergi meninggalkan Vino di depan Bank UP tersebut. Dan Presdir yang Novita maksud ternyata belum datang juga. Sehingga salah seorang karyawati penjaga kasir Bank tersebut, yang sedari tadi memperhatikan Vino dari jarak 5 meter tersebut, menimbulkan pikiran negatif kepada Vino. Dan seketika itu, penjaga kasir tersebut berbisik kepada salah seorang Satpam, Dan Satpam itu pun tak lama menghampiri si Vino dengan muka sangar nya. Dan berkata kasar kepadanya bahkan sampai mengusirnya.


Seketika itu terjadilah sebuah insiden kecil yang terjadi kepada Vino. Karena Vino pada saat itu yang belum mengerti dengan keadaan, tiba tiba di kejutkan dengan perbuatan oleh seorang Satpam. Yang menuduh dirinya, sebagai pencuri motor. yang pada


saat itu juga Vino sedang berdiri di halaman Bank yang di iringi adanya beberapa sepeda motor yang bagus. Sesaat Vino mondar mandir, sambil menunggu Novita yang tak kunjung datang. Satpam itu pun berkata:


Heyy! Siapa kau? Kenapa kau berdiri di sana sambil memperlihatkan sepeda motor itu!?"


"Pergi sana! Jangan sampai kau ku pukul dengan alat pukulan ku ini!? Apa ka kau ingin mencuri motor tersebut!?" Tanya Satpam itu dengan ketus!


Mengetahui akan hal itu, Vino pun terkejut. Sehingga ia menjawab pertanyaan itu dengan gugup.


"Buuu... buu, bukan pak!". Saya di sini di pinta oleh non Vita, untuk menunggu dirinya di sini. Dia ingin menguruskan kartu debit saya. Jawab Vino mencoba tenang.


"Non Vita siapa!?"


"Siapa dia, saya tidak kenal!"


"Pergi sana.! Jika salah 1 sepeda motor di sini ada yang hilang,? Maka kau yang telah mencurinya!" Ujar satpam itu dengan kasar.


"Sudah pergi sana.!" Bentak Satpam tersebut, sambil mendorong tubuh Vino, hingga terbalik ke belakang.


Dan tak lama kemudian, baru lah beberapa Presdir Bank UP pun datang. Dan melihat peristiwa tersebut. Dan betapa alangkah terkejutnya mereka, melihat tamu VVIP mereka di perlakukan tidak sopan oleh salah seorang Satpam tersebut. Lalu dengan spontan, Presdir itu, berteriak kencang memanggil Vino Dan


"Berhenti! Berhenti, menghardik Tuan Vino?


"Tuan....!"


"Tunggu...!


"Maafkan Saya, Karena saya dan rekan-rekan saya terlambat dalam menyambut Tuan...Dan Maafkan Satpam tersebut." "Karena telah memperlakukan Tuan seperti tadi." "Dan menuduh Tuan sebagai pencuri..."


Ujar Presdir itu dengan memohon.


Mengetahui akan hal itu, Satpam yang sedari tadi menghardik Vino, Tiba-tiba diam tidak berkutik. Dan seketika itu juga menghampiri si Vino lalu meminta maaf kepada nya. Namun,


pada saat itu Vino yang sudah sangat kecewa kepada si satpam tersebut, karena tidak mau mendengarkan kejujurannya yang Vino telah ungkapkan kepadanya.


"Sudah la tidak apa-apa Pak..."


"Saya juga sudah maklum akan siapa saya di sini." Jawab Vino dengan mencoba tetap tenang.

__ADS_1


"Sekali lagi maafkan atas perlakuan Satpam ini ya tuan? Dan maafkan atas keterlambatannya saya juga Tuan." Ujar kedua Presdir itu dengan memohon.


"Iyaa Pak Saya maklum. Jawab Vino singkat.


"Saya kesini untuk bertemu juga dengan atasan Manejer kalian, Dan satu lagi, Saya ke mari bukan untuk mencuri!" Jawab Vino dengan mengusap debu yang ada di beberapa pakaian nya.


Dan tiba-tiba saja Manejer yang bertubuh langsing sesaat menghampiri mereka berlima dengan raut wajah yang tegang. Dan berkata:


"Ada apa ini,? Kenapa membuat keributan di sini?" Tanya seorang Manajer wanita bernama Olivia.


"Ini Bukk, tadi salah satu Satpam kita mengira Tuan ini adalah seorang yang berniat mencuri di areal parkir ini. Tapi, setelah saya terangkan kepada mereka. Bahwasanya Tuan ini bukanlah seorang pencuri. Akan tetapi, tak lain adalah tamu VVIP kita bukk." Jawab salah satu Presdir itu mencoba menjelaskan.


"Oo begitu Pak. Oky. Jadi masalah sudah selesai kan?" Tanya wanita tersebut sambil mengamati penampilan Vino dari atas hingga sampai bawah.


Setelah beberapa saat wanita itu mengamati Vino. Vino pun akhirnya di ajak ke dalam untuk bertemu dengan orang yang ia maksud.


Dan sesampainya di ruangan, ia pun duduk dengan mencoba menguasai dirinya agar tidak gugup. Selang beberapa lama, datanglah salah seorang pria paruh baya lalu menghampiri Vino yang sedang duduk sembari mengamati ruangan yang amat megah tersebut. Setelah Vino mengetahui akan pria itu, lalu pria paruh baya itu bertanya kepada Vino, dengan amat sopan.


"Kalau saya boleh tahu,? Ada gerangan apa Tuan ingin menemui saya di sini?. Tanya pria paruh baya itu tenang."


"Apakah anda yang bernama Tuan Verdian Tarta Raharja?" Dia balik bertanya, tanpa menjawab


pertanyaan lelaki paruh baya itu terlebih dahulu.


Dengan sikap profesional, pria paruh baya itupun menyahut.


"Ya, Saya yang bernama Verdian." Kalau boleh tahu,? Dengan siapa Saya tengah berhadapan? dan ada keperluan apa anda kemari?


"Apakah anda sudah mendapatkan pesan dari Nona Novita, tentang akan ada datang seseorang tamu di kantor mu Tuan? Tanya Vino sekali lagi, tanpa mau menjawab pertanyaan dari Tuan Verdian.


Mendapat pertanyaan seperti itu, seketika tubuh Tuan


Verdian tiba-tiba saja menggigil. Dan kemudian


pria paruh baya tersebut menghampiri Vino dengan langkah kaki terburu buru, sambil membungkukkan tubuhnya 90 derajat. Dan ia berkata:


"Oh, Tuan. Maaf kan la mereka, yang tidak tahu diri ini?. Yang tidak menyambutmu sebagai mana semestinya." Tuan Verdian berkata sesopan mungkin. Karena dia tahu apa jadinya jika Vino marah.


Nona Olivia Dan 3 Presdir, serta salah seorang karyawati penjaga kasir itu pun dan seluruh orang orang yang berkerumun di dalam ruangan tersebut, di buat terkejut akan tingkah laku Tuan Verdian, yang terkenal tidak akan mau tunduk pada siapapun.


Tapi hari ini, mereka melihat dengan mata kepala mereka sendiri, bahwa Tuan Verdian menunduk kan kepalanya kepada seorang laki-laki yang belum tau asal-usul nya dari mana.

__ADS_1


Namun,sesaat Nona Olivia secara perlahan mencerna keadaan, Dan mencoba memberanikan diri untuk bertanya kepada atasannya tersebut.


__ADS_2