Pewaris Tahta Yang Di Anggap Hina

Pewaris Tahta Yang Di Anggap Hina
Jati diri Vino Episode - 46


__ADS_3

Selesai membereskan parasit pengganggu restoran itu, Vino pun akhirnya membalikkan badannya ke arah Vian, dan 10 pengawalnya yang masih berlutut di atas paving block, halaman restoran tersebut. Aura kematian, yang di perlihatkan oleh Vino, sangat mendominasi di areal tersebut, hingga membuat Vian dan 10 anak buahnya berkeringat dingin. Hati mereka berkecamuk tidak karuan, terutama 10 pengawal Vian. Sekali lagi mereka tidak menyangka, bahwa orang yang sangat di takuti oleh tuannya itu, sangat kuat sekali.


Mereka hanya tertunduk diam, dengan perasaan yang bercampur aduk, dilandasi dengan ketakutan yang teramat sangat, terhadap sosok misterius itu.


Di tengah ketakutannya itu, mereka mendengar suara yang cukup membuat nyali mereka menjadi ciut dan menambah ketakutan mereka, semakin menjadi jadi.


"Cepat, bereskan anak buahmu, dan enyah kalian dari hadapan ku. Aku sudah kehilangan mood untuk memberi pelajaran padamu."


"Kalau kalian berani lagi memasuki kota ku, maka aku tidak akan segan segan lagi untuk menghabisi mu, dan juga para anak buah mu!, Kau mengerti itu Vian!?" Ancam Vino murka, sambil mengedarkan pandangannya, ke arah Vian dan juga 10 anak buahnya. Dan beberapa saat kemudian, dia melanjutkan perkataannya lagi.


"Aku tidak mau, orang yang sombong itu, ada di organisasi mu lagi. Jika kedapatan nantinya, dia masih ada di sana, maka aku sendiri yang akan memenggal kepalamu Vian." Ucap Vino dengan nada mengancam.


"Baik, Tuan. Aku akan segera menyingkirkannya dari muka bumi ini." Jawab Vian tanpa ragu ragu lagi, tanpa di barengi dengan rasa takut yang mendalam.


"Bagus!, Sekarang bawa semua anak buah mu itu. Sebelum fikiran ku kembali berubah.!" Ucap Vino tegas.


"B.. b.. baik, Tuan. Terimakasih." Jawab Vian ketakutan, dan buru buru pergi.


10 orang anak buah Vian yang tidak terluka, mengurus semua teman temannya yang sedang terluka, di ruang penerima tamu, termasuk wakil ketua yang suda tewas, dan segera membawa nya pergi.


"Kekacauan telah teratasi, aku ingin untuk kedepannya, restoran ini mempunyai beberapa Security yang mumpuni, untuk menjaga keamanan di sini." Ucap Vino. Setelah para perusuh itu pergi.


"B.. b.. baik tuan. Saya akan membuka lowongan kerja untuk pengamanan di restoran ini." Jawab manejer restoran tersebut dengan gugub.

__ADS_1


"Tidak perlu. Aku akan mengirimkan 20 orang terbaik ku, untuk berjaga di sini, dan kau tidak perlu meragukan kekuatan mereka." Ujar Vino memotong perkataan manejer restoran tersebut dengan tegas.


Vino heran, kenapa restoran yang sangat ternama itu, tidak di lengkapi dengan fasilitas scurity yang handal juga profesional. Apakah mereka fikir, lokasi restoran tersebut cukup aman, sehingga mereka hanya menempatkan beberapa orang scurity, di pintu gerbang masuk restoran tersebut.


Di tengah Vino yang sedang memikirkan sesuatu sebuah suara membuyarakan lamunannya.


"Terimakasih tuan." Jawab manejer restoran itu senang.


"Siapa nama mu, dan sudah berapa lama kamu menjabat sebagai manejer restoran ini." Tanya Vino dingin.


"Saya Andi, tuan. Dan sudah 3 tahun menjabat sebagai manajer restoran ini." Jawabnya tanpa ragu ragu, tapi sungkan dan berhati hati.


Vino tidak merespon penjelasan dari Andi, manejer restoran tersebut, dia hanya mengangguk kan kepalanya saja, pertanda mengerti, kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Novita, dan berkata:


"Baik tuan." Jawab Novita singkat. Lalu dia mensejajarkan diri nya di sebelah Vino dan berjalan dengan cepat meninggalkan areal restoran mewah tersebut.


••••••••


Sesudah kepergian tamu agung, Vino dan Novita ke restoran yang di kelolanya. Andi terus berkeringat dingin, dia tidak menyangka, hari ini akan kedatangan tamu terhormat dan paling penting di restoran yang di kelolanya itu atau yang di pimpin nya itu.


Kalau tamu tamu orang kaya, itu sudah biasa baginya, tetapi tamu kali ini sangat sangat istimewa, karena tamu terhormat itu, adalah pemilik restoran tersebut, salah sedikit saja, maka tamatlah riwayatnya.


Selama ini, restoran tersebut memang tidak pernah memperkerjakan scurity, atau satpam yang berjaga 24 jam di lokasi tersebut, karena pemeriksaan untuk bisa masuk ke areal restoran itu, sudah sangat ketat sekali. Tapi satu pengecualian untuk Vian, dan anak buahnya. Mereka bisa masuk ke areal restoran tersebut, di sebabkan sebelumnya telah melumpuhkan penjaga yang ada di depan pintu gerbang restoran, yang jaraknya lumayan jauh.

__ADS_1


Jadi ketika keributan terjadi, tak satupun satpam atau scurity yang datang melerai, karena mereka telah di lumpuhkan, dan di ikat di pos mereka. Hanya dengan kekuatan 1 Orang, 6 Orang satpam berhasil di lumpuhkan, setelah menerima pukulan telak di dada mereka masing masing.


Orang yang berhasil melumpuhkan 7 orang satpam terlatih tersebut, tak lain adalah komandan gangster, sekaligus sebagai wakil ketua. Kekuatan nya memang sudah terkenal di kalangan anak buahnya sendiri.


Tapi, ketika berhadapan dengan Vino, kekuatan tersebut tidak ada artinya sama sekali. Hanya dengan beberapa pukulan, yang di layangkan oleh Vino, seketika itu juga nyawa Wakil ketua gangster tersebut tiada. Tubuhnya tumbang dan tidak bergerak lagi.


*****


Dan pada keesokan harinya, saat Vino dan Novita sedang berada di halaman luar hotel, ia di kejutkan oleh para gadis yang seperti nya sangat mengenali nya. Sambil berkata:


"Lihat, bukankah itu Vino? Mau apa dia di sini?" Kata seorang gadis muda keheranan, sambil menarik narik tangan pasangan nya, untuk melihat ke arah orang yang di maksut.


"Kau benar, itu memang Vino. Tapi, kenapa dia bisa berada di sini?, dan kau lihat baik baik!, bukankah penampilan Vino sekarang sudah berubah?" Jawab pasangan wanita muda tersebut juga keheranan.


"Dari pada penasaran, lebih baik kita hampiri dia, dan kita tanyakan, apa maksud kedatangan nya. Bukankah tempat ini adalah tempat orang orang yang kaya saja.? sambung wanita muda itu dengan sombong.


Mereka berdua bergegas menghampiri Vino, yang sedang menelpon seseorang. Ketika itu posisi nya membelakangi pasangan muda tersebut.


Begitu jarak mereka dengan Vino sudah dekat, hanya tinggal 4 meter saja, salah seorang dari keduanya berinisiatif, untuk mempermalukan Vino di lokasi tersebut.


"Ku kira siapa, ternyata gembel, sampah masyarakat yang tidak berguna, menantu terbuang dari keluarga besar Robin, yang terhormat itu." Ucap wanita tersebut merendahkan Vino, dan berusaha memprovokasi Vino.


Kebetulan saat itu, Vino sudah selesai menelpon. Karena panggilannya tidak terhubung, begitu dia mendengar sebuah suara yang cukup ia kenal, serta begitu merendahkannya, Vino dengan tenang membalikkan tubuhnya menghadap mereka berdua, dan langsung berkata:

__ADS_1


"Oooh, ternyata kau Yara, ku kira pengemis mana?, yang ingin meminta sesuatu dari ku." Jawab Vino cuek, dan terkesan merendahkan pasangan muda tersebut.


__ADS_2