Pewaris Tahta Yang Di Anggap Hina

Pewaris Tahta Yang Di Anggap Hina
Vino Hotel Episode - 11


__ADS_3

Mobil yang di dikendarainya terus melaju kencang, membelah jalan kota, Dan memasuki sebuah pelataran hotel berbintang 3. Dari nama nya saja, Vino sudah tahu dari Novita. Bahwa Hotel tersebut


tak lain adalah milik Vino sendiri.


Vino memarkirkan mobilnya di samping Hotel.


Sa'at itu suasana sangat la sepi, Tidak ada satu


pun yang melihat Vino, yang memarkirkan mobil


nya di sana.


Kebetulan Satpam yang berjaga di sana, sedang


membuang hajat di kamar kecil. Sementara 4


lainnya sedang melakukan pergantian jam kerja


Jadi di waktu pergantian shift itulah Vino, masuk ke pelataran hotel tersebut, tanpa melalui pemeriksaan lagi.


Hotel yang di kunjungi oleh vino, sangatlah megah, Dan juga besar. Menempati areal seluas 60 Are. Tingginya saja hingga mencapai 85 lantai. Dengan ketersedian kamar yang banyak, Dan berbagai Variasi di dalamnya.


Kamar yang tersedia antar lain, Standard Room,


Superior Room, Deluxe Room, President Suite, atau


Penthuse Suite, Singgel Room, Twin Room, Connecting Room, Murphy Room, Acesible Room, Smoking Room atau Non Smoking Room.


Fasilitas yang di tawarkan jangan di tanya lagi.


Standard Room saja, jangan di bayangkan, Sama seperti kamar biasa pada hotel bintang lain. Tapi, di hotel 4 fasilitas nya cukup mewah.


Setelah Vino memarkirkan mobilnya, lalu Vino


melangkah mengarah loby hotel. Tapi dia lupa pada saat itu, bahwa pintu mobilnya belum terkunci. Lalu ia memencet suatu tombol Remote Control yang secara otomatis mengunci pintu mobil tersebut.


Dan pada saat ingin masuk, Vino lupa untuk berganti pakaian semenjak kejadian tadi di Bank.


""Huuukhh sial!! Kenapa aku lupa ya belum ganti pakaian!?"


"Akh.! Sudah lah, Nanti di kamar, Aku akan mandi.


Dan bergegas mengganti pakaian yang suda lusuh ini. Atau memesan layanan pembelian pakaian baru."


Penampilan Vino yang kusut itu, tentu saja membuat para gadis yang menjadi resepsionis menjadi terkejut, Dan tidak percaya. Kenapa bisa ada pengemis yang masuk ke hotel ini? kemana semua penjaga?" Fikir mereka bingung.


Tetapi sebagai resepsionis yang sudah cukup


professional, mereka tetap melayani Vino dengan


sopan Dan ramah.


"Selamat sore tuann."


"Apa yang bisa kami bantu untuk tuann.?"


Sapalah salah seorang resepsionis itu sesopan


mungkin.


"Saya membutuhkan kamar terbaik di hotel ini."


"Apakah ada..?" Tanya Vino merasa tidak bersalah.

__ADS_1


"Maaf Tuan, apakah Tuan sudah reservasi sebelum nya?"


"Belum sih, Aku masuk begitu saja, Dan langsung memesan kamar". Jawab Vino enteng.


"Kalau Tuan belum reservasi, mohon maaf sekali Tuan, kami tidak bisa melayani Tuan. Kecuali Tuan sudah melakukan reservasi terlebih dahulu." Jawab resepsionis itu mulai tidak senang, di mana pun ia berada, selalu di anggap adalah gembel. Apakah orang menilai buku dari sampulnya saja? Malang sekali nasib mu Vino.


Salah kamu juga Vino. Kenapa juga selalu berpakaian lusuh seperti itu. Mana bau keringat lagi. Kau kan kaya, uang banyak. Kenapa juga tidak kepikiran untuk membeli baju baru lagi.


Monolog Vino bertubi-tubi dalam hati


Pelayan yang melihat Vino marah, Dan mulai membalas nya dengan sikap yang arogan. Padahal itu sangat di larang di sebuah hotel ternama, bahkan di hotel kelas mawar sekalipun.


Resepsionis yang melayani Vino adalah orang


baru, Dan sedang magang di sana. Pantas kalau dia bersikap sedikit kurang baik pada setiap tamu hotel yang datang.


"Kalau tuan tidak mampu untuk menyewa kamar hotel di sini, lebih baik tuan pergi dari sini. Dari pada mengotori pemandangan tamu yang lain!" Cetusnya kasar.


"Apa kau bilang!?"


'''Aku tidak mampu!?" Jangan kau mengira, dengan Saya berpenampilan seperti ini, lalu kau berbuat semena-mena kepada saya!"


"Dengar baik-baik ya! Saya datang kemari, dengan baik-baik Dan berniat untuk menyewa kamar yang ada di sini, Tapi kau malah bersikap tidak sopan kepada saya!"


"Apakah kau tidak takut di pecat oleh atasan mu!?" Tanya Vino sudah mulai tidak peduli lagi


dengan apa itu kesopanan.


Vino adalah orang yang paling tidak suka di bentak oleh perempuan, Apa lagi oleh seorang laki-laki. Baginya sudah cukup di hina selama 2 Tahun oleh mantan istrinya itu Dan juga keluarga nya dulu. Pada dasarnya Vino adalah orang yang sudah kenyang dalam memakan garam, juga asam. Dan sudah cukup kenyang mendengar caci makian orang di jalanan, sebelum di temukan tidak berdaya oleh kakek Robin yang dulu pernah menyelamatkan nya. Hari ini dia mendapatkan lagi hinaan itu, dari seorang perempuan karyawati hotel miliknya pula.


"Tak bisa di biarkan!" Batinnya


"Katakan apa yang harus aku lakukan agar bisa menginap di hotel ini?" Tanya Vino tidak mau tahu.


"Kami tidak bisa memenuhi permintaan untuk mendapatkan kamar tanpa pemesanan terlebih


dahulu dengar itu baik-baik!" Mendapat perlakuan kasar dari yang notabene nya adalah karyawan nya sendiri dan merasa di usir, Dan membuat Vino tersulut emosi, tapi tak ada yang bisa di buat nya saat itu kakeknya belum menurunkan kekuasaan resmi padanya.


"Tunggu waktunya!" Vino membatin dalam hati.


"Ada apa ini? Kenapa ribut-ribut di sini?"


Tanya seorang perempuan muda yang seumuran dengan Vino.


"Manejer Vika!" Ini ada pria yang berlagak sok kaya yang mau menginap di hotel ini." Untuk sejenak, wanita yang di panggil dengan sebutan Vika, ia sangat mengamati penampilan Vino yang terlihat acak-acakan. Pantas saja para karyawan nya menganggap nya adalah seorang pria kampung, bukan salahnya juga pikir Vika."


"Apakah benar begitu? Kamu ingin memesan kamar terbaik di hotel ini?"


"Apakah kamu mampu?" Tanya Vika meragukan


kemampuan Vino.


"Nona Vika, kata Vino setelah memandang


nametag di bajunya.


"Aku memang mau menginap di hotel ini, Dan Aku ingin memesan kamar dengan fasilitas yang terbaik di sini apakah itu salah?"


"Kamu memang tidak salah. Tapi untuk kamu


ketahui, kamar terbaik di hotel ini, harga nya sangatlah mahal. Hanya orang-orang kaya yang mampu menempatinya."


"Katakan kamar apa yang ada di hotel ini?""

__ADS_1


"Tak ada yang tak mampu ku bayar."'


Ucapnya Vino kesal karena terus-terusan di


remehkan).


"Haha...Haha... Gembel seperti mu ingin berlagak sombong? Menanyakan harga kamar


terbaik di sini,? Mimpi kamu! Tawa resepsionis itu


lepas.


Manejer PO yang mendengar karyawan nya


menyela pembicaraan mereka marah, Dan memberi kode untuk diam. Mendapat kode itu, resepsionis itu tiba-tiba menciut tidak berani bersuara lagi.


"Tidak ada salahnya aku memberi tahumu, walau itu hanya sekedar."


Kemudian dia buru-buru mengambil list harga


kamar di meja resepsionis dan memberikannya


kepada Vino dengan perilaku yang amat kasar.


Dia berharap, setelah Vino melihat list atau daftar harga kamar itu, dia segera pergi.


Tapi, harapannya tak kunjung terkabulkan. Vino


masih mengamati daftar harga sewa kamar Dan


spesifikasi nya. Dan tiba-tiba Vino bersuara:


"Aku mau kamar ini untuk 3 hari!" Seru Vino kuat, tak sadar.


Manejer PO vika terkejut,juga para gadis resepsionis itu.


"Ini presiden suite! Apakah kau yakin!? Harga semalam saja mencapai belasan juta!


"Sudahlah jangan bermimpi!" Sultan saja jarang menginap di kamar itu, Apa lagi kau yang kelihatannya hanya seorang pria kampung!"


Ejek resepsionis itu dengan jiwa sombong nya.


"Sekarang pergilah!" Bentak resepsionis itu.


Kesombongan nya mengalahkan Manejer nya.


"Kau pikir! kau siapa!? Batin Vino geram Dan dendam dengan gadis itu.


"Apakah kalian hanya melihat penampilan saja?"


"Aku memang lusuh, tapi aku punya uang. Kenapa


aku tidak bisa menempati kamar itu?"


"Untuk menginap saja repot!" Tinggal pesan kamar, bayar, udah.! Ini ribet sekali.!"


Unek-unek yang di sampaikan oleh Vino, membuat seluruh karyawan yang ada di situ, termasuk para tamu terkejut dengan sikap Vino. Bagi mereka, kejadian itu membuat mereka menjadi tidak nyaman.


Mereka adalah warga kelas atas. Jadi mereka sudah bisa menganggap orang gembel seperti Vino, kutu yang sangat mengotori mata mereka.


Geram dengan perdebatan yang tak kunjung


selesai.Tiba-tiba Vino melemparkan sebuah Kartu Diamond milik nya itu, ke arah para resepsionis yang sombong-sombong tersebut. Seraya

__ADS_1


berkata:


__ADS_2