Pewaris Tahta Yang Di Anggap Hina

Pewaris Tahta Yang Di Anggap Hina
Bidadari Kayangan Episode -60


__ADS_3

Setelah 20 menit berputar di sekitar areal itu, Vino memutuskan untuk beristirahat, dan menunggu kedatangan para rombongan yang telah di utusnya ke kota C.


Ketika Vino sudah hampir memasuki mobil mewah nya untuk beristirahat, 4 helikopter super puma yang di kendarai oleh para pengurusnya pun mendarat dan memasuki areal pabrik bekas sepatu itu, dan berhenti di tempat semula.


Setelah pintu helikopter terbuka, keluarlah beberapa orang pengawal membawa Govin bersamanya. Govin tentu saja seketika itu terkejut dan bertanya-tanya, ada gerangan apakah, sampai-sampai dia di bawa ke tempat seperti itu, oleh orang-orang yang mengaku anak buah Deon.


Tapi keterkejutan dan keheranannya mendadak hilang, setelah dia melihat sosok seseorang yang sangat di takuti nya, yaitu Vino dan Roni, yang berdiri sambil menatap nya dingin, dan hening. Ketika keheningan itu sedang berlangsung, terlihat empat Helikopter sedang meraung-raung tepat berada di udara, di atas areal bekas pabrik sepatu itu, yang tak lain adalah para pengawal Vino juga yang di tugaskan sebelumnya di kota A datang ke tempat yang sama, di mana Vino sedang ingin beristirahat.


Tak lama kemudian, empat Helikopter itu turun dan mendarat di sebuah tanah lapang yang lokasinya tidak jauh dari tempat Vino berdiri.


Begitu penumpang nya turun, termasuk juga sang pemilik bangunan dan kedua anaknya, suasana yang tadinya ramai, tiba-tiba menjadi hening, semuanya terdiam dengan mata yang melotot, menuju satu titik, yang ada di sebelah tuan Govin, tapi tidak termasuk Vino.


"Cantik sekali dia!"


"Luar biasa..!"


"Ini bukan seperti manusia.!"


"Siapa gadis cantik itu?.."


"Kalau dia mau jadi kekasih hatiku, aku tak akan mencari yang lain."


Itulah kira-kira kata hati mereka semua, begitu melihat bak seperti bidadari cantik nan rupawan sedang berdiri di samping tuan Govin dengan anggunnya.


Wajahnya yang cantik dan terkesan polos itu, walau tanpa riasan apapun, seolah olah seperti memancarkan aura bidadari yang turun dari kayangan, yang selalu di puja-puja oleh para lelaki yang ada didunia.

__ADS_1


Vino yang semula tidak bergeming ketika memandang gadis tersebut, lama-lama hatinya bergetar juga, tapi sebagai orang yang berpengalaman, dia tidak mau menunjukkan akan kebodohannya, di hadapan gadis yang belum pernah di kenal dan di temuinya.


Walaupun gadis itu amat sangat cantik, tetapi Vino tetap mempunyai kepribadian yang baik juga. Dia tidak mau menunjukkan kelemahannya di depan seorang wanita muda


Semua bawahan Vino, di dalam hatinya serentak membatin, bahwa wanita yang baru datang itu, sangat cocok untuk menjadi pendamping tuan mudanya, yaitu Vino.


Kalau Vino mengambil wanita tersebut sebagai pendamping hidupnya, maka mereka akan sangat bersyukur sekali, karena orang baik, harus mendapatkan yang baik juga.


Tapi harapan hanya tinggal harapan, Vino yang berpenampilan cuek dan tidak mau tahu, telah menggoyahkan pendirian anak buahnya sendiri, mereka membatin, apakah Vino sebagai laki-laki yang normal, tidak tertarik ketika melihat seorang gadis cantik yang ada di depannya itu


Tapi mereka nya saja yang tidak tahu, sesungguhnya hati Vino juga bergetar, tetapi ia sangat pintar dalam menyembunyikan perasaannya, itulah hebatnya Vino. Lalu untuk tidak menunjukkan kelemahannya di depan gadis cantik tersebut, Vino mengalihkan pandangannya ke arah Govin, kemudian memberi kode Deon, Winds, Roni, Farhan, untuk memperkenalkan orang yang barusan di bawa oleh mereka.


Keenam orang yang di beri kode tersebut mengerti, bahwa Vino menginginkan salah satu di antara mereka, memecahkan kebisuan suasana di antara mereka semua


Seketika itu Deon pun tampil ke muka, kemudian ia berkata: "Salam tuan muda!. Ini tuan Govin, orang yang ingin anda temui, dan mereka berdua ini, adalah putra dan putrinya." Kata Winds sedikit gugup.


"Maafkan kami tuan muda, kami tidak berani mendahului, apa yang bukan hak kami, untuk berbicara kepada orang lain tentang masalah itu." Jawab Deon tahu diri.


"Jadi kami hanya mengundangnya, untuk datang kesini, demi untuk bertemu dengan tuan muda, sama seperti yang dia dengar di desa tempat tinggalnya. Penampilan nya memang biasa-biasa saja, tetapi aura yang di pancarkannya, bukan seperti layaknya manusia pada umumnya, tapi bagai seorang dewa kematian. Dia juga sangat terkejut, ketika orang-orang yang menjemputnya, membawa dirinya dan juga anaknya ke areal bekas pabrik milik nya sendiri.


Di dalam hatinya timbul keraguan dan sedikit rasa takut, kalau kepergiannya kali ini akan membuat dia dan keturunannya celaka.


Selama ini, orang-orangnya Vian, terus menerus memaksanya untuk menyerahkan tanah bekas pabrik milik nya. Jadi kali ini, dia harus bertindak lebih berhati-hati.


Kalut, takut dan tidak tenang, itulah situasi yang saat ini ada dalam hati dan pikirannya.

__ADS_1


Tapi untuk menenangkan pikirannya sendiri, dia berprasangka baik saja kepada Vino dan orang-orangnya.


Walaupun belum pernah bertemu, apa lagi kenal secara dekat dengan Vino, Govin bisa merasakan, bahwa Vino bukanlah orang jahat, ataupun mempunyai niat yang kurang baik terhadapnya.


Tapi dia belum tahu, apa maksud dan tujuan Vino mengundangnya ke areal tanah miliknya sendiri saat ini.


Pikiran nya terus berkecamuk, memikirkan segala kemungkinan buruk yang akan di dalamnya, juga kedua anaknya. Tetapi di tengah kekalutan dan keraguannya Vino tiba-tiba saja menyapanya dengan sikap yang sangat ramah.


"Selamat datang dan selamat bertemu tuan Govin. Perkenalkan, aku Vino. Cucu kandung dari kakek Birakazawa." Ucapnya tenang.


"Tujuan ku mengundang anda datang kesini, di tanah anda sendiri, adalah untuk bernegosiasi, siapa tahu anda melepaskan tanah ini dengan harga yang pantas kepadaku."


"Jika anda bersedia, silahkan tentukan harganya saat ini juga, berapapun harganya yang akan anda minta, akan aku bayar." Ucap Vino terus terang.


"T.. tuan muda. Saya tidak pantas mendapat penghormatan yang tinggi dari tuan. Anda adalah cucu dari penolong hamba, ketika hamba jatuh dan terpuruk, akibat hancurnya bisnis hamba dulu."


"Dengan pertolongan tuan besar Birakazawalah, saya bisa bangkit kembali dari keterpurukan. Beliau telah memberikan modal yang sangat amat besar kepada ku, untuk membangun kembali kerajaan bisnis ku waktu dulu."


"Tapi saya lebih memilih untuk tidak berkecimpung lagi di dunia bisnis. Jadi saya meminta izin kepada kakek tuan, untuk menggunakan uang itu sebagai modal, membeli tanah dan beberapa perkebunan yang lokasinya berada di desa C."


"Kakek tuan dengan tulus mengizinkan ku, untuk memulai usahaku sebagai seorang petani modern di sana."


"Atas pertolongan kakek tuan lah, saat ini, usaha pertanian dan perkebunan saya menjadi makmur dan berkembang pesat. Dengan total karyawan sebanyak 250 orang."


"Dengan bantuan orang-orang itulah, saya kembali memiliki kepercayaan diri, untuk memulai bisnis di bidang pertanian."

__ADS_1


"Jadi, karena anda ingin menebus tanah ini, sungguh saya tidak berani untuk menentukan harga. Saya dengan sukarela, akan menyerahkan tanah dan bekas bangunan pabrik ini kepada tuan secara gratis." Ucap Govin panjang lebar, menjelaskan tentang semuanya.


__ADS_2