
Brakk..!
Tamu arogan yang memaksakan kehendaknya, untuk mendapatkan ruang VIP tersebut, memukul meja resepsionis dengan kuat.
Buku tamu yang ada di meja resepsionis tersebut jatuh, berhamburan ke lantai, bersamaan dengan peralatan yang lain.
Keributan yang terjadi di ruang penerima tamu restoran tersebut, telah menarik perhatian manejer restoran, yang saat ini sedang melayani Vino dan Novita.
Dia baru saja menerima laporan dari bawahannya, bahwa telah terjadi kericuhan kecil di ruang bawah. Kemudian, dengan sikap hormat, dia meminta izin kepada Novita dan Vino, untuk mengatasi kericuhan yang terjadi di ruang penerima tamu restoran tersebut.
Dengan tenang, Vino menyelesaikan makan malam nya bersama dengan Novita. Setelah itu, baru dia keluar dari ruang bawah, tempat di mana biasanya tamu di terima.
Dia ingin melihat, siapa orang yang telah berani membuat huru hara di restorannya ini.
****
"Jadi kau tetap tidak memberikan ruang VIP kepada bos ku itu!?" Tanya tamu arogan tersebut semakin menjadi jadi.
"Mohon maaf, sekali lagi tuan. Ruangan yang tuan inginkan, benar benar tidak ada lagi, karena semua ruangan sudah di tempati oleh pemesannya."
"Dan 1 lagi!, mohon tuan agar tidak mempersulit posisi kami di sini." Ucap resepsionis restoran masih tetap sopan, dan menahan diri untuk tidak marah.
"Beraninya kau!" Ucap tamu arogan itu, sambil mengangkat tangannya, untuk menampar resepsionis itu, yang sedari tadi berdebat dengan nya.
"Berhenti...!" Teriak salah seorang yang baru datang, dengan berjalan tenang, menuju ke arah kericuhan tersebut.
Tamu arogan yang mendengar teriakan tersebut, spontan menoleh ke arah orang yang mengeluarkan suara itu, begitu juga dengan teman temannya yang lain, kemudian membalas membentak lebih garang dari teriakan pertama.
"Siapa kau, berani nya kau ikut campur dalam urusan kami, tak tahu kau siapa bos ku?" Bentaknya kasar.
"Memangnya siapa bos mu itu!?, aku ingin lihat. Apakah dia memiliki dua tangan, dua kaki, dua mata, dan dua telinga.?" Ucap orang itu meledek tamu arogan tersebut.
Resepsionis yang melihat kedatangan orang itu, seketika menjadi lebih bersemangat, kemudian satu persatu menyapanya.
__ADS_1
"Manejer..!"
"Manejer..!"
Tapi, tamu arogan tersebut belum juga menyadari situasi, dengan angkuhnya dia berkata:
"Kurang ajar kau! kawan kawan, kepung dia! dan robek mulut nya itu, jangan lupa patahkan kedua tangannya juga!"
"Mau mematahkan tanganku?, dan merobek mulut ku?, Jangan mimpi!, aku manejer restoran ini, dan aku bisa memanggil pihak berwajib untuk mengatasi tikus tikus seperti kalian.!" Ucapnya menyombongkan diri.
"Pihak berwajib. Hahahaha...! Sebelum mereka datang, kau sudah tewas duluan, dasar bodoh!" Ejeknya tidak takut, lalu dia melanjutkan berkata:
"Tunggu apa lagi, cepat patah kan kedua tangannya itu!, dan robek mulut nya yang kotor itu.!"
Begitu perintah sudah meluncur dari komandan nya, belasan anak buah yang lain, segera bertindak mengepung manejer restoran tersebut, dan mencoba mencelakainya.
Tapi, sebelum hal itu terjadi, terdengar sebuah suara membahana, di seantero ruangan resepsionis tersebut.
"Berhenti..!"
Dari arah sebelah kiri, terlihat sepasang pria dan wanita muda, sedang berjalan tenang, melangkah secara perlahan menuju ke arah kericuhan tersebut. Mereka berdua adalah Vino dan Novita, yang baru saja menyelesaikan makan malam nya, di ruang pribadi.
Penampilan nya yang cukup tenang, sedikit membuat komandan arogan tersebut menjadi gentar, tetapi sesaat kemudian, dia lalu tersadar dan berkata:
"Satu lagi kecoa menjijikkan yang sok kuat, dan mencoba ingin membangunkan singa yang sedang tertidur." Ujar nya tetap sombong.
"Aku tak ingin melukai mu, dan menyakiti kekasih hati mu itu. Dan kau boleh pergi, tetapi tinggalkan wanita itu di sini. Kalau kau masih sayang sama nyawa mu!."
Ucapnya mengancam, dan mengintimidasi Vino.
Vino tidak menggubris perkataan dari komandan arogan tersebut, dia malah maju mendekati pria tersebut. Kemudian tanpa di duga duga, secepat kilat tangan kanannya melayang ke arah wajah si komandan bos arogan tersebut dengan kecepatan tinggi.
Plak...!
__ADS_1
Plak...!
Aaahrrkhhkh..! "Kurang ajar!, beraninya kau!.." Teriak komandan arogan kesaksian, dan tubuhnya terhuyung mundur beberapa langkah ke belakang, kemudian dengan sombongnya ia berkata:
"Dasar kecoa WC!, tak tahu kah kau siapa aku?" Ucapnya sambil menyeka darah dari sudut bibirnya.
"Memangnya siapa kau?, yang telah berani membual dengan mulut kotor mu itu?" Tanya Vino mulai emosi.
"Aku wakil ketua Geangstaer. Yang sangat di takuti di kota Y ini. Apalah kau kenal Vian? dia adalah bos ku!" Ujarnya menyombongkan diri.
"Vian, si ketua Geangstaer Naga api itu?, yang merajai dunia ke api an, di kota Y ini.?" Tanya Vino pura pura terkejut dan takut.
"Kalau kau sudah tahu, siapa dia, maka sesegera lah berlutut, mungkin aku akan memaafkan mu, tapi dengan syarat, tinggal kan wanita mu itu di sini!" Ujarnya tanpa mengenal rasa takut, dan jelas tidak mengenali situasi.
"Aku mau lihat, bisa apa bos mu Vian itu, jika berhadapan dengan ku. Mana bos mu itu?, cepat panggil dia kesini!. Aku ingin memberi pelajaran padanya.!" Ledek Vino jumawa.
"Kurang ajar..!" Bajingan..!" Mau cari mati kau ya!?" Ucap komandan, si biang kericuhan itu. Ia geram, segeram geram nya, ia pun tidak tinggal diam. Dia segera memerintahkan para anak buahnya untuk mengepung Vino, dan member sebuah pelajaran pada nya, akan tetapi...
"Plak.. buk.. buk.. dezz.. dezz... plak.. bukk..!"
Bunyi sebuah pukulan, tamparan, tendangan, terdengar saling bersahut sahutan, mengiringi belasan tubuh yang mengepung dan menyerang Vino, seketika terpelanting ke segala arah, dengan kondisi yang tidak bisa di sebutkan dengan kata kata lagi.
Komandan arogan yang biang rusuh itu terkejut, ketika anak buah nya dapat di kalahkan dengan mudah, oleh orang yang belum pernah di temui nya.
Kalau tadi sikapnya sangat arogan, tapi sekarang nyalinya menjadi ciut, setelah melihat orang yang sedari tadi di profokasinya, ternyata begitu sangat kuat. Pantas saja dia begitu sangat berani berkata seperti itu padanya.
Belasan anak buahnya saja, yang selama ini di kenalnya cukup kuat, tidak mampu mengalahkan orang tersebut, apa lagi dirinya.
"Mana bos mu!?, yang kau katakan sangat di takuti dan di segani di kota Y ini. Aku ingin melihat tampang bodohnya itu." Ucap Vino memprovokasi komandan arogan tersebut.
"Kau tunggu saja. Bos ku sedang berada di dalam mobil, tadi dia memang ada di sini, tapi karena adanya sampah sampah penerima tamu ini, maka dia memutuskan untuk menunggu saja di dalam mobil. Sembari memerintahkan ku, juga anak buah ku, untuk menghancurkan Restoran ini." Jawabnya menyombongkan diri.
Mendengar jawaban yang sombong itu, Vino seketika menjadi geram, kemudian berkata:
__ADS_1
"Hebat... Sungguh hebat.! Sudah berani ternyata dia bertingkah." Ucap Vino geram. Kemudian keluar dari ruang resepsionis tersebut, menuju mobil yang sedang di duduki oleh Vian, di ikuti oleh Novita, yang sedari tadi lebih memilih untuk diam saja.