
2 Jam kemudian, Vino akhirnya keluar dari ruangan VIP tersebut, dengan elegannya dia berjalan menuju pintu gerbang restoran, di mana Anggeline saat itu masih ada di sana.
Kehadiran orang yang sedang di tunggu nya itu, membuat hati Anggeline berdebar kencang tidak karuan. Dia sangat ingin bertemu dengannya. Dengan tujuan adalah untuk memastikan, dan melihat lebih dekat dan lebih jelas, siapa sebenarnya orang yang di kawal oleh puluhan orang tersebut.
Dan ketika orang itu sudah dekat dengannya, Anggeline berteriak dengan sekeras jadinya:
"Vino..! Apakah itu kau!?
"Aku Anggeline, istri mu dulu. Apakah kau tidak mengenaliku lagi!?" Teriak Anggeline histeris, sambil berusaha menerobos brigade pengawal pengawal itu. Namun sayang, ia tidak berhasil.
Vino hanya sekilas melihat ke arah Anggeline, lalu dengan angkuhnya dia berlalu tanpa sedikitpun menyahut atau menjawab pertanyaan Anggeline, sampai dia masuk ke dalam mobil mewah nya dan segera berlalu.
"Vino!, aku yakin itu kau, tapi kenapa kau tidak mengenali ku lagi?" "Aku sangat menyesal telah membuat mu merasa terhina." "Sebenarnya kau tidak lah sehina yang di sangka kan orang. Ternyata kau adalah orang kaya."
"Kalau dari dulu aku tahu, bahwa kau bukan orang miskin, maka aku tidak akan membuang Vino!" Teriak Anggeline histeris. Orang orang yang berlalu lalang di jalanan, juga yang sedang berada di dalam restoran, semua melihat ke arahnya. Mereka tidak habis pikir, kenapa seorang gadis cantik, walau pun berpakaian sedikit kotor, dan rambut acak acak kan, berteriak teriak seperti itu. Mungkin kah dia orang gila baru?"
"Sungguh tega kau Vino. Kenapa kau tidak mengenaliku lagi. Aku Anggeline, istri kamu dulu Vino..!" Jawab nya sambil menangis dengan rasa penyesalan nya.
"Hei gembel!, kenapa kau masih ada di situ?. Cepat pergi dari sini!. Kau hanya bisa mengganggu saja!" Ucap manejer restoran itu lagi.
Bergegas 4 orang security datang dan menghampiri ke arah Anggeline. Dan kemudian, memegang tangan nya di sebelah kanan, dan kiri, lalu menyeretnya hingga berada di pinggir jalan, serta mendorong nya ke sisi pagar. Lalu berkata:
"Jangan lagi kau kembali kesini!" kalau kau masih tetap kekeh untuk kesini, akan ku pukul kau!" Mengerti!" Ucap salah seorang satpam itu mengancam.
"Benar benar sial nasibku hari ini!. Dasar Brayen suami gak tau diri!, Brengsek...!" laki laki pecundang!" Awas, kalau aku bertemu dengan mu, nanti akan ku cakar cakar wajah mu yang sombong itu." Kata hati Anggeline geram.
"Kemana tujuan ku lagi. Di mana mana aku di usir, dan di buang, di perlakukan seperti gembel dan pengemis. Dasar kurang ajar mereka semua!".
Anggeline berhenti sejenak dan menggerutu, dan memegang keningnya seperti sedang memikirkan sesuatu. Sesaat kemudian, dia tersenyum dan berkata:
__ADS_1
"Aku harus kembali ke rumah nenekku, tapi tunggu! bukankah aku telah di usir dari sana, aku bebas dari kurungan itu, tapi siapa mereka?" Berhenti sejenak lalu menggerutu lagi.
"Kenapa mereka menyita rumah nenekku?. Dasar bajingan! kalian telah memperlakukan ku seperti binatang."
Hening, setelah dia selesai mengucapkan makian itu, hidungnya seperti membaui sesuatu.
"Uhhhgkh, aku harus mandi, ya mandi. Badanku sudah mulai bau, dan wajahku sudah tidak cantik lagi. Tapi di mana aku harus mandi?, tidak ada tempat yang gratis di sini. Apa lagi di kota ini, haduuhhkh...!" Gerutunya kesal.
Sepintas kalau dilihat kondisi Anggeline memang benar benar seperti gembel, dan pengemis, gila lagi. Sepanjang jalan yang di lalunya, dia terus menggerutu kesal, sambil berkata tidak jelas.
Anggeline terus menerus menggerutu kesal di jalan yang di lalunya, karena kesal dan malu, dia berjalan sambil menundukkan kepalanya, hingga tanpa sengaja, dia menabrak salah seorang yang sedang berjalan berlainan arah dengannya.
"Bruk..!"
"Aaahh..!"
Seketika tubuh Anggeline terjatuh ke aspal, sedangkan tubuh lawannya, hanya terdorong pelan mundur ke belakang.
"Maaf, Nona. Bukannya aku, yang telah menabrak nona?, tapi nona sendirilah yang sudah menabrak ku. Kenapa nona juga berjalan sambil menundukkan kepala seperti itu?". Jawab wanita cantik yang sedang berdiri di depannya membela diri.
"Kurang ajar...! Kau...!??" Ucap Anggeline terhenti, ketika melihat wajah seseorang, yang berada di depannya itu, sedangkan wanita yang telah di tabrak oleh Anggeline tadi, juga mengenalinya.
"Nona Anggeline!, kenapa nona ada di sini, dan kenapa...? Kalimatnya seketika terhenti, ketika perkataannya di potong oleh Anggeline.
"Cukup!, jangan lagi bertanya!" Hardiknya marah, tapi wanita itu tidak perduli, dan terus saja bertanya.
"Nona, apakah anda sudah tidak mengenali ku lagi?"
"Aku sangat kenal dengan mu, wanita sok suci, dan sok bersih, ketika kau berkerja di kantor ku, bukankah itu kau!?"
__ADS_1
"Sekarang pergi..!" Aku, sedang tidak mau melihat wajah sok alim mu itu!" Ucap Anggeline kesal, tapi dasar wanita lembut hati, ucapan yang kasar itu, tidak di pedulikan nya, dia terus mencecar Anggeline dengan pertanyaan, yang membuat Anggeline tersudut.
"Nona, apa yang sebenarnya telah terjadi pada mu?"
tapi, kenapa keadaan nona, malah jadi seperti ini?"
Ucapnya sedih.
"Itu bukan urusan kamu!, sekarang aku pinta cepat pergi..!"
"Tapi, Nona..."
"Apa kau tuli atau buta!?, aku bukan lagi nona mu, dan bukan lagi atasan mu.!" "Mengerti!" Ucap Anggeline sambil mendorong tubuh wanita yang di tabrak nya itu.
Wanita yang di dorongnya justru tidak marah, malah dia mengajukan pertanyaan lagi.
"Apa yang sebenarnya telah terjadi pada nona?" Mungkin aku bisa menolong nya." Ucap gadis itu dengan suara lembut.
"Itu bukan urusanmu, dan aku tidak akan bercerita padamu. Sekarang pergilah! sebelum ku cakar wajah sok alim mu itu!" Ancam Anggeline sudah semakin kesal.
"Aku kira, setelah kau ku pecat dulu, apakah sekarang menjadi gelandangan seperti ku!?"
"sampai hari ini, aku memang belum mendapatkan perkerjaan, tapi uang tabunganku Alhamdulillah masih cukup, kalau untuk biaya makan ku sehari hari." Jawab nya tenang.
"Hebat juga kau ya. Sini!, berikan uangmu padaku. Aku ingin membeli baju!, dan menginap di apartemen!". Cepat..!" Desak Anggeline tak tahu diri.
"Tidak bisa seperti itu nona, kau jelaskan dulu, kenapa kondisi mu jadi seperti ini?" Ucapnya sedikit kasar, karena sudah mulai terpancing emosi.
"Ini semua gara gara Vino keparat itu. Berani berani nya ia mengacuhkan ku tadi, dan berlagak tidak mengenaliku sama sekali." Jawab Anggeline kesal.
__ADS_1
"Apa maksudmu nona?". Tanya wanita itu penasaran, ketika nama Vino sahabat terbaik nya di sebut dan di maki maki oleh Anggeline.