
"Tuan Verdian! Terimakasih banyak, Karena telah melayani ku dengan baik." Puji Vino kepada Tuan Verdian.
"Itu semua sudah menjadi kewajiban saya untuk melayani Tuan muda. Kapanpun, Dan di manapun Tuan membutuhkan, Saya akan selalu siap untuk melayani Tuan muda." Jawab Tuan Verdian senang karena di puji olehnya.
Saya pribadi mengundang Tuan muda untuk makan bersama, di Golden Star Restauran, Jika Tuan muda tidak keberatan."
Tuan Verdian mencoba mencari perhatian Vino
dengan mengajak nya untuk ber-makan malam
bersama nya. Ini adalah kesempatan, untuk bisa mengenal orang besar, Dan orang yang paling berkuasa dari perusahaan raksasa Prataxsa Group.
Dengan dekat oleh pewarisnya, akan membuat tingkat pergaulan, Dan status seseorang akan naik. Inilah kesempatan nya. Pikir Tuan Verdian licik
Lagi pula, Bank tempat ia bekerja, adalah milik Tuan Kizawa. Dengan bisa mencari perhatian, Dan mengabdi pada Vino, akan membuat hidup nya semakin maju, Dan sukses.
Ada budi, ada balas, ada maksud, ada tujuan. Itulah
prinsip mereka.
"Terimakasih atas undangannya Tuan Verdian. Tapi untuk saat ini, Aku belum bisa. Mungkin lain kali." Jawab Vino menolak.
"Kapanpun tuan ada waktu, Saya akan dengan senang hati menunggunya." Jawab Tuan Verdian sedikit kecewa, walaupun berusaha di sembunyikan nya.
Sebagai orang yang sudah berpengalaman, dengan beberapa trik kotor. Tuan Verdian paham betul,apa makna dari penolakan itu. Walaupun kecewa, Tapi dia tetap tersenyum kepada Vino.
"Kalau begitu saya permisi dulu."
Ada urusan lain yang harus aku lakukan. Potong Vino tiba-tiba, ketika terlihat Tuan Verdian akan mengutarakan maksut lainnya.
Mendengar kata-kata itu, Tuan Verdian mengajukan diri untuk mengantar Vino keliling kota. Tapi Vino
menolaknya dengan halus.
Vino walau masih muda, Tapi ia juga faham akan falsafah hidup nya Tuan Verdian yang bermanis muka dengan nya itu, Itu adalah salah satu trik dia untuk memanfaatkannya. Demi keuntungan pribadi semata.
Jadi dia menolak tawaran yang di berikan oleh Tuan Verdian dengan cara yang begitu halus. Sebaliknya, Manejer Bank yang sedari tadi diam saja,dan sudah kembali. Dan mencairkan uang Vino. Kali ini memberanikan diri untuk bersuara.
"Mungkin Tuan membutuhkan tumpangan dari Saya? Kebetulan hari ini jam kerja saya sudah habis. Jadi, kalau tuan berkenan, Saya bersedia menggantikan Presdir untuk menjadi penunjuk
jalan bagi tuan." Ujarnya merayu.
Dia berfikir. Vino masih muda, tentu saja dia suka bersama dengan gadis cantik seperti nya.
Tapiii..
Tawaran yang begitu saja meluncur dari bibir
__ADS_1
seorang perempuan muda, yang kecantikan nya
tidak di ragukan lagi, membuat Vino menjadi salah tingkah, Dan sedikit terkesan kurang senang.
Tapi karena pengalaman Dan pertimbangannya
Vino terpaksa menolak tawaran dari Manejer Bank tersebut dengan halus. Dan tidak mau mengecewakan salah satu di antara mereka. Maka dengan berat hati Vino menolak tawaran itu. Penolakan Vino yang secara tidak langsung itu, tentu saja membuat Manejer Alita sedikit kecewa. Tapi tak ada yang bisa di lakukan nya
terhadap Vino. Siapa yang berani berurusan dengan Vino sa'at ini? Jadi dia lebih memilih untuk diam, dari pada masih tetap memaksa, yang nanti akibatnya akan semakin buruk.
Jam sudah menunjukkan Pukul :11:30. Siang. Jadi, sudah 3 Jam Vino berada di Bank itu. Sebelum hari semakin sore, Vino memutuskan untuk pergi dari Bank itu, Jadi dia bergegas turun dari lantai atas menuju ke lobby Bank, yang di dampingi oleh Presdir juga Manejer Alita
Kehadiran mereka bertiga, tentu saja membuat suasana sedikit ribut di tempat itu. Perhatian mereka tertuju pada Vino.
Banyak karyawati muda, yang mencoba tebar pesona, mencuri perhatian Vino agar meliriknya.
"Siapa orang itu? Wajahnya lumayan ganteng.
"Kalau dia mau? Aku bersedia jadi pacarnya."
Celutuk salah seorang gadis yang berada di loby itu.
"Aku bahkan mau, kalau cuma jadi simpanan nya saja.
Sambung kawan yang lain lebih gila lagi
"Sssssttt...!"
bersaing dengan kita. Hardiknya memberi kode untuk diam
Saat itu, Vino sudah keluar dari Bank tersebut
dan segera menjauh dari Bank itu. Dan memesan Taksi Online untuk mengantarkan nya ke Showroom Mobil.
Showroom mobil yang mau di tujunya kebetulan tidak terlalu jauh dari Bank itu. Hanya membutuhkan waktu sekitar 5 Menit berkendara. Vino sudah berada di dalam Showroom Mobil. Itu pun di sebabkan jalanan yang di lalunya begitu sangat macet.
Seorang perempuan muda dan 1 Orang Salesman
penjualan mobil lainnya, bergegas datang menyongsong kehadiran Vino. Kebetulan saat itu tidak banyak calon pembeli yang masih bertahan,karena mungkin sudah terlalu sore untuk melakukan transaksi.
"Selamat sore Tuan. "Apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya sales sesopan mungkin pada Vino walau dalam hatinya meremehkannya.
"Oh ya, Aku membutuhkan sebuah mobil terbaru.
"Apakah ada?" Tanya vino percaya diri.
"Oh,ada Tuan. Mari tuan, Saya tunjukkan mobilnya." Kata sales itu sedikit geli
__ADS_1
Kemudian berjalan menuju ke sebuah mobil
yang kelihatan tidak baru lagi.
"Hakh, Bukan kah ini adalah mobil bekas keluaran lama? Saya mau mobil dengan keluaran terbaru!!" Jawab Vino marah.
"Bukankah Tuan ingin mencari mobil keluaran terbaru?! Ya mobil inilah!!" Bantah nya mulai ketus.
Dia berprilaku demikian, karena dia menganggap Vino tidak akan mampu membeli mobil yang keluaran terbaru.
Di lihat dari penampilannya, bukan orang kaya atau orang penting. Di lihat dari sudut pandang manapun, tidak akan ada yang percaya dengan Vino. Jadi wajar kalau sales mobil itu meremehkan nya.
Orang-orang yang kebetulan masih ada di tempat itu, menoleh ke arah Vino Dan dan sales itu.
Ada yang memandang dengan mimik merendahkan. Ada yang langsung menghina. Ada pula yang menyeletuk ketus berkata padanya.
"Laki-laki seperti mu pantas dengan mobil bekas itu. Harganya pun tidak mahal. Cuma beberapa Ratus Ribu Dolar saja!" Celutuk nya angkuh.
Vino yang mendengar kata-kata yang menghina itu, menolehkan kepala, ke arah suara yang menghina nya tadi.
Alangkah terkejutnya laki-laki yang berteriak tadi, begitu melihat orang yang baru saja di hinanya.
"Kau! Teriak laki-laki itu terkejut.
"Ooo Tuan Brayen. Ternyata kau. Aku kira gembel mana tadi yang dateng." Jawab Vino acuh.
"Kau yang gembel! Dasar menantu tidak berguna! menantu sampah, yang hidup nya cuma bisa jadi parasit, dan hanya menumpang makan sama istri nya!
"Ternyata stelah kau di usir oleh mantan istri mu itu, sekarang hidup mu benar-benar hancur!" Benar-benar menjadi gembel." Hina brayen, menambah suasana semakin memanas, lalu melanjutkan hinaannya.
"Kau ingin membeli mobil kemari!?
"Haha..Haha... Apa kau ada uang? Makan aja susah, gaya-gayaan mau beli mobil!? Kata brayen dengan sombongnya.
"Jika kau memang benar-benar ingin membeli mobil, mari akan aku tunjukkan mobil yang pantas untuk mu."
Dan setiba nya, Brayen justru menawarkan sebuah mobil bekas yang jauh lebih buruk dari mobil yang sebelumnya.
Tapi Vino tidak memperdulikan hinaan si Brayen itu. Vino justru lebih memilih melangkah, berkeliling di ruang Showroom Mobil tersebut. Hingga membuat Tuan Brayen menjadi semakin bertambah emosi.
"Mau kemana kau gembel!?" Teriaknya kasar.
Tapi Vino diam saja dan trus melangkah. Dan
tiba-tiba pandangan nya tertuju pada sebuah
mobil yang di letakkan di sebuah ruang tersendiri. Bentuknya sangat Elegan sekali.
__ADS_1
berwarna merah, Dan di body atasnya berbalut warna hitam metalik mengkilap.
"Itu dia mobil impianku. Mobil yang aku cari!" Ujar Vino merasa senang.