
..."Apakah kau sudah siap untuk menerima tanggung ...
jawab cucuku?" Tanya Tuan Robin penuh wibawa dan serius. Menyadari sesuatu telah berubah, Vino tidak lagi berani bersikap sembarangan di depan kakeknya. Dengan terbata bata, Vino bertanya;
"Kakek, apakah kakek sudah benar benar yakin, kalau aku ini adalah cucu kandung kakek?" Tanya Vino kepada kakek nya, dengan pertanyaan yang sedikit kurang sopan.
"Kakek sudah yakin seratus persen, kalau kamu memang benar benar cucu kakek. Apa lagi setelah kakek melihat Tes DNA antara kamu dan kakek sudah
menyatakan keputusan yang sah. Di tambah dengan
menyatunya kedua kalung penanda kalau kamu adalah cucu kandungku
"Jadi, tidak ada keraguan sedikitpun di hati kakek, untuk menyerahkan tampuk kekuasaan kakek pada mu
dan sekarang, mendekatlah." Perintah Tuan Birakazawa dengan wajah seriusnya.
Lalu Vino melangkah, dan kini sedang berada persis di depan kakeknya.
"Sekarang tanda tangani berkas-berkas ini, setelah kau berhasil menandatanganinya, kau telah resmi menjadi pemilik semua warisan kakek, karena kau la pewaris satu-satunya cucu kakek."
Vino maju selangkah, dan mengambil lembaran lembaran kertas yang ada di atas meja, membacanya
kemudian, menandatanganinya .
Peristiwa itu di saksikan oleh Tuan Birakazawa, Novita
20 kepala pengawal keluarga, dan 4 orang notaris yang belum lama datang dengan membawa semua berkas berkas penyerahan perusahaan Kizawa Prataxsa Group.
"Mulai hari ini, Vino cucu ku, adalah pemilik sah dri
perusahaan Kizawa Prataxsa Group. Perintah nya adalah mutlak. Keputusan nya adalah hak sebagai
pemilik perusahaan."
"Patuhi dan penuhi semua keinginannya. Bagi siapa saja yang mencoba untuk melawannya, akan berhadapan dengan ku juga orang-orang ku.!"
"Mulai saat ini, Vino cucuku, adalah penguasa baru di perusahaan ku.!"
"Apakah semuanya paham.!?" Tanya Tuan Birakazawa penuh wibawa.
"Paham Tuann.!" Jawab mereka serempak.
"Kami akan selalu mematuhi dan menyatakan selalu setia,selalu tunduk pada penguasa baru, Tuan Vino kizawa." Jawab semua yang hadir secara serempak,
sambil membungkukkan badannya dalam- dalam ke
arah Vino.
"Namaku Rudolf, si tangan batu, komandan seluruh divisi pengawalan keluarga Tuan Kizawa, orang yang
akan selalu menjaga keselamatan Tuan muda., di mana pun,dan kapanpun di butuhkan. Ujar nya sambil membungkukkan badannya dalam-dalam.
"Aku Windsor, si otak jenius"
"Aku Drake si tangan kilat"
"Aku Guntur si dewa medis"
"Aku Kazuya si dewa strategi dan investasi"
"Aku Cindy si Dewi akuntan."
"Aku Show Youngjae, si dewa angin."
"Aku Rion si mata kematian."
"Aku Deon si dewa perang."
Satu persatu dari 10 orang pengawal keluarga Kizawa telah memperkenalkan diri kepada Vino, sang penguasa baru, begitu juga dengan seluruh orang orang penting perusahaan Prataxsa Group termasuk juga Novita dan saudara sepupunya Farhan.
Semuanya bersikap begitu hormat pada Vino, apa lagi setelah mendengar ancaman dan dari Tuan besar kizawa, agar mereka jangan berani memusuhinya, karena ancamannya mati.!
"Kakek serahkan semua aset perusahaan kakek pada mu Vino, baik yang di dalam maupun di luar negri."
__ADS_1
"Mulai hari ini, kau lah penerus kakek, untuk memegang dan mengendalikan perusahaan Prataxsa Group."
"Kakek yakin, di tangan anak muda seperti mu, perusahaan Prataxsa Group, akan semakin berkembang pesat. Orang-orang setia kakek, akan selalu mendampingi mu, kapan saja kau butuhkan mereka."
"Apakah aku boleh bertanya kek.?"
Pertanyaan Vino memotong perkataan kakek nya, dan sudah mulai akrab memanggil Tuan Birakazawa dengan Panggilan kakek.
"Tentu saja. Apa yang ingin kau tanyakan..?"
Jawab kakek Bira, penuh tanda tanya di kepalanya.
"Jika aku menemukan kecurangan penyalahgunaan jabatan, Apa lagi korupsi uang perusahaan, apakah boleh aku menghukum mereka dengan cara aku sendiri?" Tanya Vino tanpa sedikitpun menyembunyikan keinginannya.
Sejenak Tuan Bira, tercekat mendapat pertanyaan seperti itu, dia tidak menduga, bahwa cucunya mempunyai pemikiran yang selama ini belum terpikirkan olehnya, karena begitu banyaknya urusan orang yang harus di selesaikan nya tentang permasalahan perusahaan. Kemudian, detik berikutnya
tuan Bira, membuka mulutnya dan berkata:
"Tentu saja boleh, kau Sekarang adalah pemilik perusahaan. Kau mempunyai wewenang yang tinggi,
siapa yang akan kau pekerjakan, atau siapa yang ingin kau buang, itu adalah hak mu, kakek tidak akan ikut
campur dalam masalah ini."
"Terimakasih kek, aku berjanji akan ku jalankan dan akan ku jaga kepercayaan dari kakek ini dengan sungguh-sungguh." Ucap Vino dengan wajah serius.
Tuan Bira manggut-manggut, mendengar ucapan Vino
yang tegas dan terkesan maskulin tersebut, di hati tuan Bira, sudah tidak ada keraguan sedikitpun tentang
kemampuan cucunya Vino.
Kemudian dia mendatangi Vino yang sedang berdiri tidak begitu jauh dari nya, dan tiba-tiba memeluknya
erat-erat. Barulah setelah itu ia melayani Vino, dan
mengguncangkan tangannya beberapa kali sebagai ucapan selamat
Orang-orang petinggi perusahaan, tidak berani melakukan seperti apa yang di lakukan oleh Tuan Bira
"Kami semua turut mendoakan agar Tuan muda selalu
di lindungi oleh Allah yang maha kuasa, dan semoga tuan muda panjang umur, serta selalu jaya! " Ucap mereka serentak, seperti koor, yang kelihatan kata-kata nya sudah di persiapkan oleh kepala asisten rumah tangga keluarga Kizawa.
Satu persatu orang-orang hadir dalam serah terima itu
meninggalkan kediaman taun Kizawa, setelah terlebi dahulu. Membungkuk pada penguasa baru mereka.
Vino tidak kembali ke hotel tempat dia menginap di
kota "Y" dia berencana akan tinggal selama 4 hari di rumah kakek nya, di samping untuk memberi kesempatan pada kakeknya untuk melepas kan rindu,
juga ada banyak hal yang akan di tanyakan oleh Vino
kepada nya.
"Windss, kau adalah si otak jenius bukan, pantau dan retas seluruh CCTV di setiap ruangan kantor direktur,
manejer, dan sebagainya. Amati apakah ada gerakan yang mencurigakan di sana." Ujar Vino kepada si otak jenius, setelah mereka di panggil kembali untuk datang keruangan pribadi Vino pada sore hari nya.
"Dan kau Cindy, retas seluruh laporan keuangan, kantor
selidiki, apakah ada penyelewengan dana kantor,yang
di lakukan oleh direktur,manejer umum, dan manejer
pemasaran, seluruh kantor cabang dan kantor pusat.
Segera.!"
"Baik tuan...!" Cindy bergegas membuka komputer
jinjingnya,dan mulai melakukan tugasnya dengan teliti.
__ADS_1
"Rion..!!"
"Ya, Tuan muda.."
"Kau,dan orang-orangmu, ku perintah kan untuk mengawasi salah seorang yang bernama Brayen di salah satu kantor cabang perusahaan kita di kota "Y"
"Baik tuan..!" Jawab Rion sambil membungkuk.
"Dan kau si tangan besi, kerahkan semua anak buah mu sebanyak mungkin di sana, karena aku akan membuat perhitungan dengan orang yang bernama Brayen itu.!"
"Baik Tuan muda.' Semua perintah Tuan akan saya segera laksanakan."
"Tunggu kau Brayen, saat ini aku belum mau membuat
perhitungan dengan mu, tapi tunggu saja tanggal mainnya.!"
"Kau dan orang orangmu, berserta keluarga mu, akan ku hancurkan secara perlahan, agar kau merasakan
bagaimana sakitnya di tindas, karena kau selama ini
suka menindas yang lemah."
Vino menyeringai, yang menyiratkan kekejaman tiada
tara, adalah pembalasan atas dendam ku terhadap keluarga Anggeline. Yang dulu selalu menindas ku.
1 Minggu telah berlalu, banyak hal yang telah dia dapatkan selama 1 minggu tersebut. Banyak laporan yang masuk dari orang-orang suruhan ku, salah satu nya adalah Rion, si otak jenius. Dari hasil pemantauan nya,meretas seluruh jaringan Cctv kantor, yang di dapati adanya pergerakan yang mencurigakan dari beberapa Direktur perusahaan, Manejer keuangan, dan Manejer perusahaan, dan lain sebagainya.
Dari pantauan Cctv di ketahui, ada banyak kejadian yg
terekam di sana. Vino segera memerintahkan kepada
si otak jenius, untuk menyalin rekaman tersebut dan
pada waktu nya akan di tampilkan.
Dari Cindy melaporkan, ada selisih pengeluaran dan belanja pegawai di beberapa kantor cabang, termasuk di perhotelan, rumah sakit, Restoran, dan lain sebagai nya. Ada juga pengeluaran atas nama pribadi, dan orang orang nya sudah di data satu persatu.
Aliran dana perusahaan tersebut, masuk ke rekening
perorangan setingkat direktur, manejer umum, Dan manejer pemasaran, bahkan ada yang masuk ke rekening keluarga, tapi semua itu tak luput dari peretasan Cindy.
Tugas selanjutnya adalah berada di tangan otak jenius
dialah yang akan mengeksekusi mereka, setelah mendapat perintah dari Tuan muda.
Selama ini karena kurangnya pengawasan, dan di tunjang oleh banyak nya permasalahan kantor, tuan Birawa tidak sempat untuk memantau hal- hal seperti itu. Orang-orangnya pun seperti terlena, karena selama ini perusahaan berjalan dengan lancar- lancar saja.
Percuma mereka di juluki si dewa dan dewi, dan bergaji tinggi, kalau masih ada kebocoran keuangan dan informasi. Sungguh ironis dan memang di tangan Vino. Si Tuan muda enerjik, mereka baru tersentak dengan instruksi yang spontan dan mematikan. Mereka sempat berpikir, apa pendidikan Tuan muda mereka sesungguhnya. Hingga dalam waktu singkat, mampu mendeteksi dan membuat keputusan yang bisa menyelamatkan ke uangan dan informasi kantor.
Mereka tidak tahu saja bahwa di kampusnya, Vino adalah lulusan terbaik dari jurusan manajemen perkantoran dengan nilai cumlaude.
Tentu saja dia tahu seluk beluk urusan kantor, dan turunannya walaupun belum pernah sama sekali berkerja di perkantoran. Tapi sekarang, setelah dia menjadi penguasa di perusahaan Kizawa group, secara perlahan Vino terus menyelusuri penyelewengan aliran dana keuangan kantor, penyalahgunaan jabatan dan sebagainya.
"Winds, retas rekening orang orang ini, dan tarik kembali uang-uang kantor sampai tidak tersisa di tabungan mereka. Jangan kasih ampun sedikitpun pada mereka."
"B b,Baik tuan." Jawabnya gugup Selama ini, dia belum pernah meminta perintah yang sangat tegas dan sadis seperti itu.
"Dan kau Cindy,! Data semua penyelewengan mereka terhadap keuangan perusahaan jangan satupun yang
terlewatkan."
"Aku tidak mau mereka terus hidup, dan berada di perusahaan ku. Jika perlu jebloskan mereka ke dalam penjara."
"Show Youngjae, Kau sebagai dewa uang, tentu kau sangat tahu tentang apa yang di butuhkan oleh prusahaan, atur agar semua keuangan perusahaan bisa sehat kembali." Di bantu oleh si otak jenius, kau tarik semua uang yang telah terlanjur diselewengkan, dan masuk kan kembali ke rekening perusahaan, blokir semua rekening perusahaan cabang untuk sementara waktu.
"Jika uang yang di gelapkan sudah terlanjur di guna kan, sita harta tak bergerak mereka, baik rumah, atau pun mobil, baik tanah, ataupun usaha mereka, untuk mengganti uang yang telah mereka ambil."
"Aku mau hanya ada satu rekening di perusahaan ku,
dan langsung di bawah pengawasan ku.."
"Aku memberimu waktu dalam jangka 5 hari, kalau kau tidak bisa menyelesaikan tugas itu tepat waktu,
__ADS_1
sebaiknya kau tidak berada di perusahaan mu lagi." Tegas Vino mengintimidasi.