Pewaris Tahta Yang Di Anggap Hina

Pewaris Tahta Yang Di Anggap Hina
Tamu Yang Arogan Episode - 43


__ADS_3

"Sesuai perintah tuan, gadis yang bernama Bunga, suda di terima tanpa di wawancara." "Di posisi mana kah tuan ingin menempatkan nya?" Tanya Novita sopan.


Untuk sementara tempatkan diposisi wakil general manager hotel ini, karena aku sudah tahu bagaimana kinerja nya di perusahaan Prataxsa Group tempo lalu."


Jawab Vino pasti.


"Apakah suda di pertimbangkan masalah ini secara matang matang tuan?".


"Lakukan saja apa yang telah aku perintahkan. Jangan banyak tanya, kerjakan tugas mu dengan baik!. Aku punya rencana sangat bagus untuk ia nanti." Sergah Vino hingga mengejutkan Novita.


"Baik tuan.!" Jawab Novita sangat kecewa, sekaligus cemburu. Di dalam hatinya timbul tanda tanya, rencana besar apa, yang akan di terapkan pada orang yang bernama Bunga tersebut.


*****


Hari itu, seluruh proses wawancara telah selesai. Dari 500 orang yang memasukkan lamaran nya, hanya 102 orang yang di terima, di berbagai lowongan yang kosong, atau sengaja di tambah di hotel tersebut.


Hanya 5 orang yang di tempat kan di posisi Manejer, setelah melewati proses wawancara yang sangat ketat dan langsung di bawah penanganan Novita. Sementara sisanya, menempati berbagai posisi yang kosong, selain dari pada posisi Manejer.


Sedangkan Bunga mendapatkan posisi tertinggi nomor 3 di hotel tersebut, yaitu sebagai wakil General Manager. Hal itu terus saja menimbulkan tanda tanya besar, bagi seluruh karyawan hotel, baik yang lama maupun yang baru, termasuk juga beberapa orang manejer yang ada sebelumnya.


Tapi, karena itu keputusan mutlak dari pemilik hotel, yang langsung di tangani oleh sekretaris perusahaan tersebut, tentu saja, mereka tidak bisa berbuat apa apa, maka mereka menerima keputusan tersebut dengan lapang dada.


•••••••••


"Aku tidak tau kelebihan mu, sehingga tuan muda menempatkan mu sebagai posisi tertinggi nomor 3 di hotel ini."


"Karena kau adalah wakil General Manager, sekaligus pilihan tuan muda, maka bekerja lah dengan baik. Tunjukkan prestasi mu. Jika dalam waktu kurun 1 bulan, ada terobosan baru, yang kau keluarkan. Maka, aku akan mengakui kelebihan mu." Ucap Novita sinis, karena di landasi rasa tidak senang terhadap kehadiran Bunga di kehidupan Vino nanti.


"Baik, Nona. Saya akan terus berkerja sesuai harapan perusahaan dan juga, Nona. Saya akan berusaha dengan sekuat tenaga saya, untuk kemajuan hotel ini, dan saya akan melakukan nya dengan sungguh sungguh." Jawab Bunga mantap.


Bunga yang tidak mengerti apa apa, mengiyakan saja, apa yang akan di katakan oleh Nona Novita. Baginya, itu adalah instruksi pertama yang di keluarkan oleh sekretaris utama Prataxsa Group.

__ADS_1


Sedikitpun tidak timbul keanehan, karena dia memang tidak tahu apa apa akan masalah tersebut. Baginya, kejutan besar, begitu di terima, langsung di tempat kan di posisi tertinggi no 3 di hotel tersebut.


Walaupun sempat timbul tanda tanya besar di dalam hatinya, tapi dia tetap berprasangka baik saja terhadap hotel itu. Dia tidak tahu, bahwa sebenarnya, ada orang di balik layar yang telah membantu nya dalam menempati posisi tertinggi itu.


••••


"Sesuai perintah tuan, nona Bunga sudah di tempatkan di posisi nya. Apa rencana tuan selanjutnya." Tanya Novita ingin tahu. Untuk sementara biarkan begitu saja, biarkan dia berkerja dengan caranya dia sendiri. Mudah mudahan ada terobosan baru yang dia cetus kan."


"Dalam 2 bulan kedepan, aku ingin melihat kelebihan apa yang dia miliki." Jawab Vino tanpa beban.


Mendengar perkataan dari mulut Vino, Novita sesaat itu juga mengerutkan keningnya. Karena apa yang di katakan oleh Vino, sama persis, seperti apa yang di katakan nya pada Bunga tersebut. Apakah ini merupakan sesuatu yang kebetulan, atau mungkin memang di sengaja.


Dalam lamunannya tersebut, tiba-tiba di kejutkan oleh pertanyaan tuan mudanya.


"Apakah malam nanti, kau punya waktu Novita?" Tanya Vino tiba tiba.


"Aku selalu ada waktu untuk anda tuan." Jawab Novita mantap, dan tanpa ragu ragu, tidak bertanya, apa maksud pertanyaan Vino tadi.


Setelah di tunggu beberapa detik, Novita tidak bertanya, apa maksut dari pertanyaan dari Vino tadi, maka Vino pun berinisiatif untuk menjelaskan nya sendiri pada Novita.


"Dengan senang hati tuan. Aku akan menemani tuan makan malam di Top 5 Star Peaceful Restaurant, yang terkenal itu." Jawab Novita senang.


Hilang sudah seluruh gunda gulana dalam hatinya, akibat keputusan dari Vino yang mendadak menempatkan Bunga di posisi yang tertinggi di hotel tersebut.


"Kalau begitu bersiaplah. Jam 5 sore, kita berangkat ke kota tersebut. Aku yakin dengan pilihan mu." Ucap Vino menutup pembicaraan mereka.


••••♪•••••


Top 5 Star Peaceful Restaurant. Adalah tempat makan kelas atas, berada di level restoran fine dining, bahkan setingkat lebih tinggi dari nya. Salah satu dari 5 Restaurant yang sangat terkenal dan tidak sembarang orang bisa masuk ke singgah sana, yang terletak di Star City.


Orang orang terkaya nomor 1 di kota Y saja, tidak mendapatkan layanan istimewa, kalau mereka tidak reservasi duluan.

__ADS_1


Walaupun sudah melakukan reservasi, tapi kebetulan saat itu, tempat yang mereka order sudah penuh, maka mereka dengan rela antri, untuk mendapatkan apa yang di pesan di hari berikutnya, bahkan ada yang menunggu sampai 3, 4 hari.


Tapi, satu pengecualian bagi Novita, dan Vino, tanpa reservasi pun, mereka langsung bisa masuk ke dalam Restoran tersebut, malah mereka di tempat kan di tempat yang belum pernah sekalipun orang yang masuk ke dalamnya, di karenakan harganya yang terlampau mahal.


Ternyata, tempat yang sangat istimewa tersebut, adalah ruang makan pribadi, dari pemilik perusahaan Prataxsa Group, tuan besar Birakazawa, tapi sekalipun belum pernah di gunakan nya.


Tidak satupun orang yang di perizinkan untuk masuk ke ruangan itu, terkecuali sang pemilik, dan sang pewaris nya. Karena Vino adalah pewaris sah dari perusahaan Prataxsa Group, maka secara otomatis, dia sebagai pemilik Restaurant yang terkenal itu.


Maka dari hal itulah, tanpa reservasi pun dia bisa melenggang masuk begitu saja di restoran milik nya.


*****


Selamat malam tuan... Apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya resepsionis Restaurant dengan sopan.


"Bos ku, ini mau makan di sini?. " Tanya Novita bingung.


"Siapkan 1 ruangan VIP untuk nya." Jawab salah seorang tamu, yang datang dengan sikap arogan.


"Apakah tuan sudah reservasi tempat terlebih dahulu?"


Tanya resepsionis itu lagi, sambil memperlihatkan salah satu tamu, yang hanya mempunyai satu tangan kanan, mungkin itu bos nya.


"Kalau bos ku mau makan ya makan, tidak perlu lagi reservasi reservasi tempat segala!, cepat, siapkan satu ruangan VIP untuk nya!" Desaknya masih tetap bersikap arogan.


"Maaf, Tuan. Semua ruangan telah terisi penuh. Kembali lah 2 Minggu kemudian, karena semua ruangan sudah di pesan oleh semua orang orang yang telah sedari hari lalu mengantri lama di sini." Ucap resepsionis itu masih menjaga reputasi nya dan martabat nya.


"Aku tidak mau tahu, pokoknya bos ku mau makan di sini, malam hari ini juga. Kalau kalian tidak bisa menyiapkan nya, maka bos ku dan orang orang nya akan menghancurkan restoran mu ini..!" Ucapnya sambil mengancam.


"Tetap tidak bisa tuan, karena orang orang yang menempati ruangan VIP tersebut, semuanya orang orang yang berpengaruh di kota Y ini."


"Kalau tuan, tetap ingin mau makan, maka duduklah di ruangan biasa, yang ada di restoran ini, di situ masih banyak kursi yang kosong!."

__ADS_1


"Beraninya kau..! Tak tahu kah kau, siapa tuanku itu!, dengan sekali perintah saja, maka restoran mu ini, aja rata dengan tanah." Bersiaplah.."


"Maaf, Tuan. Sekali tidak bisa, tetap tidak bisa. Lebih baik, tuan aku sarankan, untuk kembali 2 Minggu kemudian. Adakan reservasi dulu hari ini." Ucap resepsionis itu dengan berani.


__ADS_2